Pikul - Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal

Pikul - Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal PIKUL adalah organisasi non-profit, non-pemerintah. Sejak berdirinya PIKUL diberi mandat untuk memperkuat kapasitas lokal. Bekerja di wilayah Sunda Kecil.

PIKUL diberi mandat untuk memperkuat kapasitas lokal dan lembaga-lembaga di Indonesia Timur. Saat ini, PIKUL melayani mandatnya dengan memfasilitasi para "champions" dan masyarakat untuk membuat dan mencapai visi mereka yang resilien

Turut berduka cita atas berpulangnya Dominikus Karangora, dewan Pengawas SP flobamoratas dan Staf Divisi Media & Publika...
01/08/2026

Turut berduka cita atas berpulangnya Dominikus Karangora, dewan Pengawas SP flobamoratas dan Staf Divisi Media & Publikasi Walhi NTT periode 2017-2021.

Terima kasih atas segala dedikasi melalui tulisan, perjuangan lingkungan dan kepeduliannya terhadap sesama. Karya dan kebaikannya akan selalu dikenang.

Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.

Rest in Peace 🥀

12/06/2026

67,6% Penyandang Disabilitas di Kabupaten Kupang Belum Punya KTP!

Angka ini bukan sekadar statistik, tapi bukti nyata adanya hambatan besar dalam pemenuhan hak warga negara. Tanpa Adminduk, akses kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial menjadi mustahil.

Simak kupas tuntas masalah ini di Episode 1 Podcast BAPIKUL: "Jurang antara Kebijakan dan Kenyataan: Hak Dokumen Kependudukan bagi Penyandang Disabilitas."

Narasumber:

Asni Ifo Manunel (Perwakilan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten Kupang)

Jemas Naitaunus (Perwakilan Forum Penyandang Disabilitas Desa Bitobe, Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang)

JADWAL TAYANG:
đź“… Sabtu, 13 Juni 2026 | đź•™ Pukul 10.00 WITA
📽️ Hanya di YouTube Yayasan PIKUL

đź””Jangan lupa untuk Like, Comment, Subscribe, dan aktifkan lonceng notifikasi agar kamu tidak ketinggalan episode-episode menarik lainnya dari Podcast BAPIKUL!

Pembangunan sering hadir dengan janji kesejahteraan, ketahanan pangan, dan investasi. Namun di balik angka-angka pertumb...
08/06/2026

Pembangunan sering hadir dengan janji kesejahteraan, ketahanan pangan, dan investasi. Namun di balik angka-angka pertumbuhan, ada hutan yang hilang, ruang hidup yang menyempit dan masyarakat yang kehilangan kemampuan bertahan dari lingkungan yang selama ini menopang hidup mereka.

Pola Pembangunan tampak serupa. Tanah dipandang sebagai aset produksi, sementara suara masyarakat yang hidup di atasnya sering kali tersisih. Ketika ruang hidup berubah menjadi kawasan proyek, yang hilang bukan hanya lahan, tetapi juga pengetahuan lokal, sumber pangan, dan kemampuan beradaptasi terhadap krisis iklim.

Jika pembangunan terus membutuhkan korban agar terlihat berhasil, pertanyaannya sederhana: siapa yang sebenarnya sedang disejahterakan?

đź“– Baca tulisan lengkapnya di Pikul.id

Bapikul Edisi IV | April 2026 | Esai reflektif atas film “Sie” oleh Ricko Wawo – Penulis di Komunitas KAHE Maumere“Sie” ...
05/06/2026

Bapikul Edisi IV | April 2026 | Esai reflektif atas film “Sie” oleh Ricko Wawo – Penulis di Komunitas KAHE Maumere

“Sie” bukan sekadar dokumenter tentang kehidupan di pegunungan Sikka. Film ini mengajak kita melihat kembali hubungan manusia dengan alam yang perlahan memudar di tengah arus modernitas.

Ketika alam tidak lagi dianggap sebagai subjek yang hidup, yang tersisa hanyalah relasi dominasi dan eksploitasi. Lalu, masihkah kita mampu mendengar suara alam hari ini?

Baca selengkapnya di Pikul.id/Bapikul

Bapikul Edisi IV | April 2026 | Opini oleh Reni Herlina Kase.Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia bekerja di sektor ...
05/06/2026

Bapikul Edisi IV | April 2026 | Opini oleh Reni Herlina Kase.

Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia bekerja di sektor informal. Mereka menggerakkan roda ekonomi setiap hari dengan berjualan di pasar, mengemudi angkutan, menjajakan makanan, hingga mengumpulkan barang bekas. Namun, di balik kontribusi besar tersebut, banyak dari mereka masih bekerja tanpa kepastian pendapatan, perlindungan hukum, maupun jaminan sosial yang memadai.

Menurut data BPS Februari 2025, sekitar 86,58 juta orang atau 59,40% pekerja Indonesia berada di sektor informal. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan bukan hanya tentang tersedianya pekerjaan, tetapi juga tentang kualitas dan perlindungan kerja yang layak.

Pekerjaan informal bukan sekadar pilihan individu, melainkan bagian dari ketimpangan struktural yang masih membayangi dunia kerja di Indonesia. Ketika para pekerja yang menopang kehidupan sehari-hari masyarakat masih rentan terhadap berbagai risiko, maka keadilan sosial dalam dunia kerja masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

đź“– Baca artikel lengkapnya di Pikul.id/Bapikul

Bapikul Edisi IV | April 2026 | Opini oleh  W***y Jhon Antonio AnakayKita sering berbicara tentang inklusi, akses yang s...
04/06/2026

Bapikul Edisi IV | April 2026 | Opini oleh W***y Jhon Antonio Anakay

Kita sering berbicara tentang inklusi, akses yang setara, dan hak setiap warga negara untuk memperoleh informasi. Namun, di balik upaya menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi komunitas Tuli, ada profesi yang kerap luput dari perhatian: Juru Bahasa Isyarat (JBI).

Di Nusa Tenggara Timur, jumlah JBI masih sangat terbatas. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan publik yang ramah bagi komunitas Tuli, para JBI justru masih berhadapan dengan stigma sebagai “relawan” yang bekerja atas dasar pengabdian semata. Padahal, profesi ini membutuhkan kompetensi, keterampilan, kesiapan mental, dan tanggung jawab yang tidak sederhana.

Perjuangan inklusi tidak hanya tentang membuka akses bagi komunitas Tuli, tetapi juga tentang mengakui dan menghargai kerja mereka yang menjadi jembatan komunikasi. Sebab inklusi yang sejati tidak dibangun di atas kerja yang diabaikan, melainkan di atas penghormatan terhadap martabat setiap pekerja.

Baca selengkapnya di Pikul.id/Bapikul

Bapikul Edisi IV | April 2026 | Opini oleh Yesrun Eka Setyobudi – Penulis lepas dan pekerja kreatif, alumni Program Stud...
04/06/2026

Bapikul Edisi IV | April 2026 | Opini oleh Yesrun Eka Setyobudi – Penulis lepas dan pekerja kreatif, alumni Program Studi Sejarah Universitas Jember.

Ketika ruang hidup dipandang hanya sebagai objek legalitas, masyarakat yang telah hidup turun-temurun di atasnya bisa kehilangan rumah, identitas, dan masa depan.

Konflik Nangahale mengingatkan kita bahwa keadilan ekologis tidak hanya berbicara tentang menjaga alam, tetapi juga menghormati hak-hak masyarakat yang hidup bersama alam tersebut.

Baca selengkapnya di Pikul.id/bapikul

Ketika berbicara tentang mangrove, kita sering terjebak pada angka.Berapa hektar yang tersisa? Berapa hektar yang rusak?...
02/06/2026

Ketika berbicara tentang mangrove, kita sering terjebak pada angka.

Berapa hektar yang tersisa? Berapa hektar yang rusak? Berapa hektar yang direhabilitasi?

Angka-angka tersebut memang penting. Namun bagi pulau kecil, luas kawasan tidak selalu mencerminkan nilai ekologisnya.

Di Hutan Lindung Oelua, Pulau Rote, luas mangrove sekitar 92,65 hektar. Dalam skala nasional, angka ini mungkin terlihat kecil. Tetapi bagi sebuah pulau dengan ruang daratan yang terbatas, kawasan mangrove tersebut memiliki peran yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di peta.

Di pulau kecil, setiap bagian ekosistem memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan wilayah. Karena itu, kehilangan sebagian kecil mangrove tidak hanya berarti berkurangnya tutupan vegetasi, tetapi juga berkurangnya kemampuan pulau untuk melindungi dirinya sendiri dari tekanan lingkungan.

Inilah mengapa mangrove di pulau kecil tidak bisa dinilai hanya dari angka hektarnya. Mangrove bukan sekadar luas kawasan, tetapi fungsi dan perannya dalam menopang keberlanjutan pulau secara keseluruhan.

Bagi pulau kecil, Mangrove bukan sekadar ekosistem pesisir semata tetapi adalah “Penjaga pulau”.

Baca selengkapnya di Pikul.id/bapikul

Ketika bicara tentang hutan, yang sering muncul adalah cerita tentang manusia: banjir, konflik lahan, ekonomi, atau pemb...
22/05/2026

Ketika bicara tentang hutan, yang sering muncul adalah cerita tentang manusia: banjir, konflik lahan, ekonomi, atau pembangunan. Namun ada suara lain yang sering luput dari perhatian yakni mereka yang tidak bisa menyampaikan kehilangan dengan kata-kata.

Bagi satwa, hutan bukan sekadar kumpulan pohon. Hutan adalah rumah, sumber makanan, tempat berkembang biak, dan ruang untuk bertahan hidup. Ketika hutan dibuka dan berubah menjadi perkebunan atau kawasan industri, yang hilang bukan hanya tutupan lahan, tetapi juga habitat yang menopang kehidupan.

Dalam kondisi terdesak, satwa keluar dari ruang hidupnya. Mereka masuk ke kebun dan ladang, lalu konflik muncul. Padahal, sering kali mereka hanya sedang berusaha bertahan hidup di tengah ruang yang semakin sempit.

Mungkin persoalannya bukan sekadar hutan yang hilang, tetapi cara kita memandang hutan itu sendiri.
Karena ketika hutan hilang, bukan hanya manusia yang kehilangan sesuatu.

Ada suara dari yang tak bisa bicara.

📢 BaPikul: Baomong di PIKUL | Edisi V 2026Isu keadilan gender, keadilan antar generasi, dan krisis HAM saling berkaitan ...
18/05/2026

📢 BaPikul: Baomong di PIKUL | Edisi V 2026

Isu keadilan gender, keadilan antar generasi, dan krisis HAM saling berkaitan baik dalam membentuk cara kita melihat keadilan, pembangunan, serta ruang hidup masyarakat hari ini.

BaPikul mengajak kamu menuangkan keresahan, refleksi, dan opini tentang bagaimana ketiga isu ini hadir dalam pengalaman kita. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pemikiran kritis kamu, artikel yang terpilih untuk diterbitkan akan mendapatkan Buku Bacaan Menarik.

🗓️ Periode pengiriman: 18-25 Mei 2026
đź“„ Panjang tulisan: maks. 1.000 - 1.500 kata (Karya orisinal & belum pernah diterbitkan)
✍️ Ketentuan: Tulisan original, non-SARA, dan bukan hasil plagiasi
đź“© Kirim ke: [email protected]

Suara dalam tulisanmu adalah perjuangan yang perlu diingat.

Address

Kupang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pikul - Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pikul - Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal:

Shortcuts

Share