22/05/2026
Ketika bicara tentang hutan, yang sering muncul adalah cerita tentang manusia: banjir, konflik lahan, ekonomi, atau pembangunan. Namun ada suara lain yang sering luput dari perhatian yakni mereka yang tidak bisa menyampaikan kehilangan dengan kata-kata.
Bagi satwa, hutan bukan sekadar kumpulan pohon. Hutan adalah rumah, sumber makanan, tempat berkembang biak, dan ruang untuk bertahan hidup. Ketika hutan dibuka dan berubah menjadi perkebunan atau kawasan industri, yang hilang bukan hanya tutupan lahan, tetapi juga habitat yang menopang kehidupan.
Dalam kondisi terdesak, satwa keluar dari ruang hidupnya. Mereka masuk ke kebun dan ladang, lalu konflik muncul. Padahal, sering kali mereka hanya sedang berusaha bertahan hidup di tengah ruang yang semakin sempit.
Mungkin persoalannya bukan sekadar hutan yang hilang, tetapi cara kita memandang hutan itu sendiri.
Karena ketika hutan hilang, bukan hanya manusia yang kehilangan sesuatu.
Ada suara dari yang tak bisa bicara.