16/06/2026
Jadi Narasumber Seminar Nasional BEM Faperta Undana, Ketua Yayasan Kaya Tene Ajak Generasi Muda NTT Ubah Paradigma tentang Pertanian
KUPANG – Ketua Yayasan Kaya Tene, Zainudin Umar, hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam Seminar Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Kegiatan yang mengusung tema “Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan” ini berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Undana pada Senin, 15 Juni 2026, dan diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa.
Zainudin Umar mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang (paradigma) terhadap sektor pertanian. Menurutnya saat ini masih banyak anak muda yang memandang profesi bertani sebagai pekerjaan rendahan dan tidak menghasilkan. Padahal, pertanian memiliki potensi ekonomi yang sangat besar jika dikelola dengan baik dan modern.
"Sektor pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. Pengalaman kami di Yayasan Kaya Tene selama mendampingi masyarakat menunjukkan bahwa sektor pertanian mampu memberikan penghasilan yang layak apabila dikelola dengan baik," ujar Zainudin di hadapan ratusan mahasiswa peserta seminar.
Lebih lanjut, Zainudin membeberkan realita tantangan krusial yang saat ini dihadapi oleh para petani di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti keterbatasan akses terhadap air, bibit unggul, serta pupuk. Masalah mendasar ini kerap kali ditemukan oleh Yayasan Kaya Tene selama menjalankan program pendampingan di kampung-kampung.
Sebagai solusi nyata, Yayasan Kaya Tene telah membangun kebun percontohan berbasis pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan lahan milik warga. Salah satu program suksesnya terletak di Desa Wowong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Di sana, yayasan menyediakan fasilitas pendukung, pendampingan teknis, serta menggandeng praktisi pertanian modern guna memberikan edukasi mengenai teknik pembibitan dan pengelolaan lahan yang efisien kepada masyarakat.
Zainudin menekankan bahwa penyelesaian krisis ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim global membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara universitas, praktisi, dan elemen masyarakat. Ia mendorong mahasiswa pertanian agar berani keluar dari zona nyaman, tidak sekadar mengincar pekerjaan formal, melainkan mengambil peran konkret sebagai pelaku usaha tani inovatif (agropreneur).
Seminar Nasional ini juga menghadirkan perspektif dari pembicara lainnya, di antaranya praktisi pangan Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P., Pemangku Adat Marthen Benyamin, S.Sos, serta Akademisi Faperta Undana Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendissa, M.P. Turut hadir dalam acara ini Dekan Faperta Undana periode 2026–2030 Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A, Ketua BEM Faperta Rambu Anjeli Bolu, serta Ketua BLM Faperta Silfanus Manau