East Bali Poverty Project

East Bali Poverty Project A non-profit organisation helping the thousands of people living in abject poverty in East Bali.

The East Bali Poverty Project (EBPP) is a non-profit organisation established in 1998 by a British resident of Bali after an appeal for help by an isolated 7,200Ha mountain village, forgotten by time and progress.

Building Financial Confidence in DarmajiBy: Ulfa Ratriana, EBPP Health Program CoordinatorLast week, EBPP collaborated w...
24/08/2026

Building Financial Confidence in Darmaji
By: Ulfa Ratriana, EBPP Health Program Coordinator

Last week, EBPP collaborated with SeaBank and PerfectFit for a two-day women’s empowerment lesson at Darmaji School, which focused on financial literacy and healthy menstruation for 49 Darmaji School female students and women from the surrounding community.

On the first day, Ibu Linda, Finance Director of SeaBank, introduced participants to simple but important financial habits: knowing the difference between needs and wants, appreciating what we already have, and learning to manage spending by controlling unnecessary desires.

Divided into small groups, participants worked together to create a monthly household budget. For many women, it was their first time putting their household expenses on paper.

For our students however, financial literacy has already been introduced in EBPP’s Youth Empowerment Programme and integrated into their school curriculum. This session gave them an opportunity to put what they have learned in the classroom into practice, while introducing the same skills to their mothers and other community members.

By the end of the session, participants had a clearer understanding of which expenses could be reduced and how better financial planning can help families set aside money for savings and emergency needs.

It was a meaningful first step towards building stronger financial confidence and resilience in Darmaji.

Swipe to see how 49 women began building this new skill together. ➡️

-----------------

Membangun Kepercayaan Diri dalam Mengelola Keuangan di Darmaji
Oleh: Ulfa Ratriana, EBPP Health Program Coordinator

Minggu lalu, EBPP berkolaborasi dengan SeaBank dan PerfectFit dalam kegiatan edukasi pemberdayaan perempuan selama dua hari di Sekolah Darmaji. Kegiatan ini berfokus pada literasi keuangan dan menstruasi sehat, yang diikuti oleh 49 siswi Sekolah Darmaji dan perempuan dari masyarakat sekitar.

Pada hari pertama, Ibu Linda, Finance Director dari SeaBank, mengajak para peserta mempelajari kebiasaan sederhana namun penting dalam mengelola keuangan, yaitu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menghargai apa yang sudah dimiliki, serta belajar mengelola pengeluaran dengan mengendalikan keinginan yang tidak perlu.

Peserta kemudian dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk bersama-sama menyusun anggaran rumah tangga bulanan. Bagi banyak perempuan, ini adalah pertama kalinya mereka mencatat pengeluaran rumah tangga secara tertulis.

Sementara bagi para siswi, literasi keuangan bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Materi ini telah diperkenalkan melalui Program Youth Empowerment dan terintegrasi dalam kurikulum sekolah. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk menerapkan apa yang telah dipelajari di kelas, sekaligus memperkenalkan keterampilan yang sama kepada ibu dan anggota masyarakat lainnya.

Di akhir sesi, para peserta memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai pengeluaran yang dapat dikurangi serta bagaimana perencanaan keuangan yang lebih baik dapat membantu keluarga menyisihkan uang untuk tabungan dan kebutuhan darurat.

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kepercayaan diri dan ketahanan finansial yang lebih kuat di Darmaji.

Celebrating Freedom: EBPP Marks Indonesia’s 81st Independence Day!By: I Made Suarjana, EBPP Education Team CoordinatorTh...
21/08/2026

Celebrating Freedom: EBPP Marks Indonesia’s 81st Independence Day!
By: I Made Suarjana, EBPP Education Team Coordinator

The spirits of freedom and unity filled the air as the students, teachers, and staff of the East Bali Poverty Project (EBPP), and the local village police officer gathered at EBPP Daya School to celebrate the 81st Independence Day of Indonesia! The memorable day began with icebreaker games followed by a nutritious breakfast of boiled sweet potatoes and boiled eggs, perfectly fuelling everyone for a solemn flag-raising ceremony to honour the nation's heroes.

One of the flag-raising troop, Parwati (Manikaji School Grade 12 student) stated afterwards "Being chosen as a flag bearer was such a huge honour, but I was so anxious about not making mistakes during the ceremony," Devi shared. "When the flag unfolded smoothly and reached the top, a wave of pride washed over me. Getting to jump straight into the fun games and celebrate with everyone right after made the day complete!"

Once the official ceremony concluded, the school grounds were buzzing, as the fun competitions got underway, where participants showcased impressive teamwork, balance, and creativity in various hilarious traditional games, including: the Helmet Sack Race, Left-Handed Nail Hammering, Tug-of-War, Cracker Eating Pairs, Blindfolded Partner Search, and Maja Fruit Painting

The stage and grounds then came alive with laughter, traditional games, Balinese dances, poetry, and a unique traditional-meets-modern music performance of ‘The Final Countdown’. Keeping the energy high was Parwati’s Manikaji classmate, Wilasmi, who took the mic as MC for the very first time. "I felt so incredibly nervous before stepping on stage," she admitted. "But seeing everyone’s smiles and feeling the warm support from our teachers, all those nerves turned into pure pride and excitement!"

Huge congratulations to Pengalusan School for taking 1st Place Overall in the competitions, with Darmaji School and Bunga School taking 2nd and 3rd Place! The day wrapped up with a thrilling Betel Nut Climbing challenge, a modern dance session, and everyone joining hands to clean up the venue. A heartfelt thank you to our generous donors, guests, teachers, and students for making this celebration an unforgettable success!

✨ Swipe to see more moments from our Independence Day celebration!


---------------
Merayakan Kemerdekaan: EBPP Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81!
Oleh: I Made Suarjana, Koordinator Tim Pendidikan EBPP

Semangat kemerdekaan dan persatuan terasa begitu kuat ketika para siswa, guru, dan staf EBPP, bersama dengan petugas kepolisian desa setempat, berkumpul untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81! Hari yang berkesan ini diawali dengan permainan, dilanjutkan dengan sarapan bergizi berupa ubi rebus dan telur rebus yang menjadi sumber energi sebelum upacara pengibaran bendera yang khidmat untuk menghormati para pahlawan bangsa.

Salah satu anggota pasukan pengibar bendera, Parwati, siswi Kelas 12 dari Sekolah Manikaji, mengungkapkan “Dipilih menjadi salah satu pengibar bendera adalah sebuah kehormatan besar, tetapi saya sangat gugup karena takut melakukan kesalahan saat upacara. Ketika bendera berhasil terbentang dengan sempurna dan sampai di puncak tiang, saya merasa sangat bangga. Bisa langsung mengikuti berbagai permainan dan merayakan bersama semua orang setelahnya membuat hari itu terasa semakin lengkap!”

Setelah upacara selesai, suasana sekolah semakin meriah ketika berbagai perlombaan dimulai. Para peserta menunjukkan kerja sama tim dan kreativitas mereka melalui beragam permainan tradisional yang seru dan menghibur, termasuk lomba balap karung dengan helm, memaku dengan tangan kiri, tarik tambang, makan kerupuk berpasangan, mencari pasangan dengan mata tertutup, dan melukis buah maja.

Panggung dan halaman sekolah kemudian dipenuhi gelak tawa, tari-tarian tradisional, pembacaan puisi, serta penampilan musik unik yang memadukan unsur tradisional dan modern melalui lagu The Final Countdown. Suasana semakin semarak berkat Parwati dan Wilasmi dari Manikaji, yang untuk pertama kalinya tampil sebagai pembawa acara (MC). “Saya merasa sangat gugup sebelum naik ke panggung,” ungkapnya. “Namun, melihat senyum semua orang dan merasakan dukungan hangat dari para guru, semua rasa gugup itu berubah menjadi rasa bangga dan antusiasme!”

Selamat kepada Sekolah Pengalusan yang meraih Juara 1 secara keseluruhan dalam berbagai perlombaan, disusul oleh Sekolah Darmaji di posisi kedua dan Sekolah Bunga di posisi ketiga! Hari yang penuh keceriaan ini ditutup dengan tantangan panjat pinang yang seru dan kegiatan bersih-bersih bersama. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, tamu, guru, dan siswa yang telah menjadikan perayaan ini begitu berkesan dan sukses!

More Than a Celebration: The Spirit of Independence at EBPPBy Arsana, Grade 10, EBPP Darmaji SchoolPreparing for Indones...
14/08/2026

More Than a Celebration: The Spirit of Independence at EBPP
By Arsana, Grade 10, EBPP Darmaji School

Preparing for Indonesia’s Independence Day celebrations on 17th August at EBPP School has been an exciting and meaningful experience for all of us. As Independence Day approaches, we have been working together to prepare for the formal ceremony and many different activities. School feels more exciting when everyone gets involved and we look forward to celebrating Indonesia’s Independence Day together.

The preparations also bring students closer: some of us practice for the flag ceremony, while others prepare for performances and different activities. Even though everyone has different roles, we all share the same goal: to make this celebration meaningful and enjoyable. Through these preparations, the students learn to cooperate, support one another, and take responsibility for their part.

For EBPP students, Independence Day is more than just a celebration; it is a time to remember the struggles and sacrifices of the heroes who fought for Indonesia’s independence; and an opportunity for young people to appreciate the freedom they have today and understand the importance of using it wisely.
This experience shows us that independence means freedom to learn, grow, develop our talents, and dream about our futures.

We can celebrate freedom by using opportunities and supporting one another. We hope the spirit of Independence Day inspires us to work, respect each other, so we can become a generation that can make a positive difference. For me, celebrating independence means appreciating the past while using our freedom to build a better future together.

👏 Let’s celebrate independence by supporting young people to learn, dream, and create a brighter future.


---------
Lebih dari Sekadar Perayaan: Semangat Kemerdekaan di EBPP
Oleh Arsana, Kelas 10, Sekolah EBPP Darmaji

Ikut mempersiapkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Sekolah EBPP menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi kami semua. Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan, kami bersama-sama mempersiapkan upacara bendera dan berbagai kegiatan lainnya. Suasana sekolah terasa lebih hidup ketika semua orang terlibat, dan kami sangat menantikan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Persiapan ini juga membuat para siswa semakin dekat. Sebagian dari kami berlatih untuk upacara bendera, sementara yang lain mempersiapkan penampilan. Meskipun setiap orang memiliki peran yang berbeda, kami memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan perayaan ini bermakna dan menyenangkan. Melalui persiapan ini, para siswa belajar bekerja sama, saling mendukung, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

Bagi siswa EBPP, Hari Kemerdekaan lebih dari sekadar perayaan. Hari ini adalah saat untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk menghargai kebebasan yang mereka miliki saat ini dan memahami pentingnya menggunakan kebebasan tersebut dengan bijaksana.

Pengalaman ini menunjukkan kepada kami bahwa kemerdekaan berarti kebebasan untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan bakat, dan bermimpi tentang masa depan. Kami dapat merayakan kebebasan dengan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang. Kami berharap semangat Hari Kemerdekaan menginspirasi kami untuk terus berkarya dan saling menghormati, sehingga kami dapat menjadi generasi yang membawa perubahan positif. Bagi saya, merayakan kemerdekaan berarti menghargai masa lalu sekaligus menggunakan kebebasan yang kami miliki untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama.

12/08/2026

A shared project, a shared future 🐔🌱

Farmers’ groups in Manikaji Kaliaga, Manikaji Puncak, and Manikaji Asti are working together to build new chicken coops, as an integral component of their regenerative agriculture learning gardens. Each coop will house 10 chickens, creating new opportunities for nutrition, learning, and sustainable agriculture.

👏 Stay tuned for the next update!

————

🌱 Proyek bersama untuk masa depan bersama 🐔

Kelompok tani di Manikaji Kaliaga, Manikaji Puncak, dan Manikaji Asti bergotong royong membangun kandang ayam baru sebagai bagian penting dari kebun pembelajaran pertanian regeneratif yang sudah mereka miliki. Dalam waktu dekat, setiap kandang akan diisi 10 ekor ayam, membuka peluang baru untuk gizi yang lebih baik, pembelajaran praktis, dan pertanian berkelanjutan.

👏 Nantikan update selanjutnya ya!

Learning Farming at School: Important for Our Families’ FutureBy Pastini, Grade 11, Darmaji SchoolAs we enter the dry se...
10/08/2026

Learning Farming at School: Important for Our Families’ Future
By Pastini, Grade 11, Darmaji School

As we enter the dry season, Darmaji Hamlet is experiencing very dry conditions, with water sources becoming increasingly limited. It is difficult for many families to grow crops, and even our daily water needs must be managed carefully. For our community, water is precious, and every drop matters.

Despite these challenges, my family is very grateful that we can still enjoy fresh vegetables from our own home garden. This is possible because my friends and I have been learning at school how to make dryland farming more productive and sustainable.

In our school learning garden, we learn practical skills such as making and using organic compost, conserving soil moisture, caring for plants, and selecting crops that can survive with limited water. Before joining these lessons, I did not realise that simple techniques could make such a big difference. I have learned that healthy soil and organic compost can help plants stay productive for longer, even during the dry season.

Now I can take what I have learned at school and practise it with my family in our garden. We are very happy to harvest vegetables such as tomatoes, long beans, water spinach, and other nutritious crops. Our garden not only provides healthy food for our family but also helps reduce our household food expenses.

I sincerely thank EBPP and the PT Mitra Prodin CSR Programme for giving us the opportunity to learn these valuable agricultural skills. I hope more families in Darmaji will adopt these techniques, helping our community become more self-reliant, healthier, and better prepared for future dry seasons.

👏 Follow our journey as students turn practical learning into healthier and more resilient communities.


-----------------
Belajar Bertani di Sekolah untuk Masa Depan Keluarga Kami
Oleh Pastini, Kelas 11, Sekolah Darmaji

Saat memasuki musim kemarau, Dusun Darmaji mengalami kondisi yang sangat kering dan sumber air semakin terbatas. Banyak keluarga kesulitan menanam tanaman, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun, air harus digunakan dengan sangat hati-hati. Bagi masyarakat kami, air adalah hal yang sangat berharga dan setiap tetesnya sangat berarti.

Meskipun menghadapi tantangan tersebut, keluarga saya sangat bersyukur karena kami masih dapat menikmati sayuran segar dari kebun rumah sendiri. Hal ini bisa terjadi karena saya dan teman-teman belajar di sekolah tentang pertanian di lahan kering yang berkelanjutan.

Di kebun pembelajaran sekolah, kami mempelajari keterampilan praktis seperti membuat dan menggunakan kompos organik, menjaga kelembapan tanah, merawat tanaman, serta memilih tanaman yang dapat bertahan dengan air yang terbatas. Sebelum mengikuti pelajaran ini, saya tidak menyadari bahwa teknik sederhana dapat memberikan perubahan yang begitu besar. Saya belajar bahwa tanah yang subur karena kompos organik dapat membantu tanaman tetap produktif lebih lama, bahkan pada musim kemarau.

Sekarang saya dapat menerapkan apa yang saya pelajari di sekolah bersama keluarga di kebun kami sendiri. Kami sangat senang dapat memanen tomat, kacang panjang, kangkung, dan berbagai tanaman bergizi lainnya. Kebun kami tidak hanya menyediakan makanan sehat bagi keluarga, tetapi juga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli bahan pangan.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada EBPP dan Program CSR PT Mitra Prodin yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mempelajari keterampilan pertanian yang sangat bermanfaat ini. Saya berharap semakin banyak keluarga di Darmaji menerapkan teknik-teknik tersebut sehingga masyarakat kami menjadi lebih mandiri, lebih sehat, dan lebih siap menghadapi musim kemarau di masa mendatang.

07/08/2026

Practice makes perfection! 🇮🇩✨
Our Darmaji students are busy rehearsing the Cendrawasih Dance for Indonesia’s 81st Independence Day; their energy and dedication shine through every practice session.

So excited to see them perform on stage!

👏 Cheer on our young dancers by sending your support in the comments!
——————
Latihan untuk penampilan yang sempurna ✨🇮🇩
Siswa-siswi Darmaji sedang giat berlatih Tari Cendrawasih yang akan mereka tampilkan dalam perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 81 nanti. Semangat serta dedikasi mereka terlihat dalam setiap sesi latihan.

Tidak sabar ingin menyaksikan penampilan mereka di panggung!

👏 Ayo berikan semangat untuk mereka di kolom komentar!

Transforming Dryland Farming in ManikajiBy Komang Kurniawan, EBPP Chairman & Team LeaderThe regenerative dryland agricul...
05/08/2026

Transforming Dryland Farming in Manikaji
By Komang Kurniawan, EBPP Chairman & Team Leader

The regenerative dryland agriculture learning program for farmers in our 3 Manikaji Customary Villages continues to deliver remarkable results. Thanks to the generous support from FINNS Bali Social Fund, local farmers are not only gaining valuable new knowledge but are also successfully applying these techniques on their own steep volcanic ash farmland. After nine months of practical training in their respective learning gardens, 30 of the 99 members of the farmers’ groups have begun implementing regenerative farming practices in their individual farms.

The results have been truly encouraging. Farmers have successfully harvested tomatoes, eggplants, chilies, and a variety of vegetables and fruits using organic compost without chemical fertilizers. Some families have even produced surplus crops, allowing them to sell fresh produce locally and generate additional household income. These achievements demonstrate that dryland regenerative agriculture not only increases crop productivity but also strengthens food security, improves family nutrition, and enhances rural livelihoods.

As the dry season takes hold and water becomes scarce, limited learning activities continued with a new focus. Farmers started constructing chicken coops in preparation for training in raising sturdy chicken breeds, providing an additional source of nutritious food and sustainable income for their families.

One participant, Pak Sudana, from Manikaji Puncak, shared, "We are deeply grateful to the donors and EBPP. The knowledge we have gained has completely changed the way we farm. Even during the dry season, I harvested tomatoes, eggplants, chilies, and fruits using organic compost. The produce is healthier, fresher, and plentiful enough that I was able to sell the surplus."

We extend our sincere appreciation to Finns Bali Social Fund for making this transformation possible. Their investment is empowering farmers with practical skills, renewed confidence, and a more sustainable future for remote communities in mountainous East Bali.

👏Follow our updates as they will begin raising sturdy chicken breeds!

-------------
Transformasi Pertanian Lahan Kering di Manikaji
Oleh Komang Kurniawan, Ketua dan Ketua Tim EBPP

Program pembelajaran pertanian lahan kering regeneratif bagi para petani di tiga Desa Adat Manikaji terus menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Berkat dukungan dari FINNS Bali Social Fund, para petani lokal tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga berhasil menerapkan teknik-teknik tersebut di lahan pertanian mereka sendiri yang curam dan berbatu abu vulkanik. Setelah sembilan bulan pelatihan praktik di kebun pembelajaran masing-masing, sebanyak 30 dari 99 anggota kelompok tani telah mulai menerapkan praktik pertanian regeneratif di lahan mereka sendiri.

Hasil yang dicapai sungguh menggembirakan. Para petani berhasil memanen tomat, terong, cabai, serta berbagai sayuran dan buah-buahan dengan menggunakan kompos organik tanpa pupuk kimia. Beberapa keluarga bahkan menghasilkan panen yang melimpah, sehingga dapat dijual dan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pertanian regeneratif lahan kering tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, memperbaiki gizi keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Memasuki musim kemarau ketika air semakin terbatas, kegiatan pembelajaran tetap dilanjutkan secara terbatas dengan fokus baru. Para petani mulai membangun kandang ayam sebagai persiapan pelatihan budidaya ayam, yang diharapkan dapat menjadi sumber pangan bergizi sekaligus sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga mereka.

Salah satu peserta, Pak Sudana dari Manikaji Puncak, menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih kepada para donor dan EBPP. Pengetahuan yang kami peroleh benar-benar mengubah cara kami bertani. Bahkan di musim kemarau, saya tetap dapat memanen tomat, terong, cabai, dan buah-buahan dengan menggunakan kompos organik. Hasil panennya lebih sehat, lebih segar, dan cukup melimpah sehingga saya dapat menjual kelebihannya.”

Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada FINNS Bali Social Fund yang telah mewujudkan perubahan ini. Dukungan mereka membantu memberdayakan para petani melalui pembekalan keterampilan, kepercayaan diri baru, dan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat terpencil di Bali Timur.

03/08/2026

Learning together, preserving together 🌿
Watching our students learn to make Porosan as part of their cultural practices reminds us that traditions continue when they are shared from one generation to the next.

👏 Follow our journey as we continue sharing learning activities from EBPP schools.

-----------------------
Belajar bersama, melestarikan bersama 🌿
Melihat siswa-siswi kami belajar membuat Porosan sebagai bagian dari praktik budaya mengingatkan kita bahwa tradisi akan terus hidup ketika diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

31/07/2026

Rhythm, voice, movement, and culture 🇮🇩✨

See our Bunga, Cegi & Pengalusan senior students practising Genjek for their upcoming 17 August Independence Day performance. Through this traditional Balinese art, they celebrate Indonesia while preserving their communities’ traditions and cultural heritage.

👏 Send them some encouragement in the comments as they get ready for the big day!


———————-
Ritme, suara, gerakan, dan budaya 🇮🇩✨

Para siswa dari sekolah Bunga, Cegi, dan Pengalusan sedang berlatih Genjek yang akan mereka tampilkan pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia nanti. Melalui seni tradisional Bali ini, mereka merayakan kemerdekaan Indonesia sekaligus melestarikan warisan budaya masyarakat mereka.

👏 Ayo kirimkan semangat dan dukungan kalian untuk para siswa yang sedang mempersiapkan penampilan terbaiknya!

Address

Kubu
80853

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when East Bali Poverty Project posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to East Bali Poverty Project:

Shortcuts

Share