14/05/2026
MENGULIK SEJARAH
“TRAGEDI PERTEMPURAN PUUNDOMBI”
Part >> 1
Susunan organisasi laskar tempur Konawe adalah sbb:
Pemimpin tertinggi : Watukila
Panglima tempur : Langgolo
Wakilnya : Lamboasa
Pasukan meriam dipimpin : Sindaliwu
Laskar-laskar utama : Kokodi, Matasala, Lataniambo, Merambangi. Tekoha, Pagala, Lattubangi Lelengano, Weribundu, KombomeEto, Bomba, La Marata dll.
Laskar-laskar tempur di Puundombi ribuan banyaknya dengan berbondong-bondong siap menangkis serangan pihak Belana.
Pertahanan Cadangan:
1. Walumohitu di Amboki,
2. Samuale di Wawotobi, semuanya siap bertempur, bahkan seluruh kawasan Konawe rakyatnya siap bertempur melawan musuh/Belanda.
Pertempuran di bentang Puundombi.
Hari pertama penyerangan Belanda pada tahun 1908 sudah tiba. Nampak bahwa pasukan-pasukan Belanda lengkap dengan persenjataannya yang lebih baik, jika dibandingkan dengan Konawe. Belanda dipimpin oleh Kapten Trevers, sedang pihak Konawe dipimpin oleh Langgolo dan dibantu wakilnya Lamboasa dengan 3 kesatuan laskar yang berkedudukan di kubu pertahanan Puundombi.
Pasukan meriam dipimpin oleh Sindaliwu, ditempat- kan di Sanuawuta ± 700 M dari Puundombi yang bertugas sebagai pasukan penghancur iring-iringan musuh. Watukila sebagai pimpinan tertinggi perang Konawe, tetap di markas pertahanan Sanuanggambo, ± 1½ Km dari Puundombi.
Sehari sebelum pasukan Kapten Trevers memerangi jantung pertahanan Konawe, seorang penghubung Belanda bernama Hampoo Seng (tenaga sewaan dari pihak Belanda) telah dibunuh di Puday, yaitu suatu desa di Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Kendari (terletak 58 km dari kota Kendari).
Kemudian kepalanya dipenggal dan pada hari itu juga kepala Ham Poo Seng/peng- hubung Belanda langsung dibawa ke markas pertahanan Laskar Konawe di Sanuanggambo sebagai bukti, bahwa pasukan Belanda dalam perjalanan untuk menyerang pertahanan Konawe….. Next Part Selanjutnya…