Ruqyah Syar'iyyah Kendari

Call Directions Website

Ruqyah Syar'iyyah Kendari Kesembuhan jasmani dan ruhani ada di dalam Qur'an dan Sunnah

*PERBEDAAN ‘AIN DENGAN SIHIR:*1. Bahwa pengaruh ain lebih berbahaya dari sihir2. Kasus sihir ada expirednya sedangkan ‘a...
17/08/2026

*PERBEDAAN ‘AIN DENGAN SIHIR:*

1. Bahwa pengaruh ain lebih berbahaya dari sihir
2. Kasus sihir ada expirednya sedangkan ‘ain tidak
3. Kasus sihir sengaja dimaksudkan untuk mencelakakan, sedangkan al-‘ain tidak dimaksudkan untuk mencelakai bahkan bisa timbul dari ayah/ibunya sendiri
4. Sihir tidak dilakukan kecuali oleh orang JAHAT… sedangkan al-‘Ain bisa melesat dari mata orang yang SHALEH
5. Karena sangat bahayanya al-‘Ain sampai-sampai Rasulullah ﷺ. bersabda :
أكثر من يموت من امتي بعد قضاء الله و قدره بالعين
“Kebanyakan yg mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya ALLAH adalah karena pengaruh pandangan mata jahat.” (HR. Bukhari)

*Indikasi Penyakit karena ‘ain menurut ‘ulama’:*

1. Rasa sakit yang berpindah – pindah di badan
2. Sebagian besar penyakit kanker/tumor/benjolan
3. Penyakit asma
4. Lumpuh mendadak
5. Mandul
6. Diabetes
7. Tekanan darah tidak stabil
8. Datang bulan tidak teratur
9. Beberapa penyakit dalam seperti usus
10. Beberapa penyakit kejiwaan, seperti sempit hati, was-was, linglung, dsb

*Ciri-ciri seseorang yang sudah terkena ‘ain :*
* Kepala pusing
* Rasa sakit kepala yang berpindah-pindah
* Warna wajah kekuning-kuningan, kadang kemerah-merahan bercampur hitam
* Banyak keluar keringat
* Sering buang air kecil
* Sering ingin muntah
* Tidak ada nafsu makan
* Kedua tangan dan kaki sering berkeringat disertai kesemutan
* Kesemutan
* Rasa panas / dingin di beberapa bagian tubuh
* Jantung berdebar
* Rasa sakit yg berpindah-pindah atau nyeri pada bagian. bawah punggung dan bahu
* Rasa sedih
* Dada sesak
* Berkeringat di malam hari
* Rasa takut yang berlebihan
* Temperamental
* Sering cegukan
* Sering menguap dan Mendesah
* Menyendiri dan s**a mengurung diri
* Rasa lemas dan malas
* Rasa ingin tidur terus atau sedikit tidur
* Susah tidur malam
* Badan kurus/susah gemuk
* Ada masalah kesehatan tanpa penyebab yang jelas dan sulit diobati secara medis
* Gatal-gatal pada kulit
* Anak tiba-tiba sering rewel sulit diatur

(Sumber diambil dari kitab “Min asbaabi daf’i al-bala’ karya syaikh Abdullah bin Muhammad As Sadhan dan “Al Ma’iin Fii ‘Ilaaj As Sihr Wal Mass Wal ‘Ain karya syaikh Abu ‘Azzam Musa

12/07/2026

*"Janganlah engkau sibuk memikirkan sudah berapa lama musibah yang menimpamu. Namun ingatlah, betapa banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu dibandingkan musibah yang baru saja menimpamu. Ingat p**a betapa panjang puji-pujianmu kepada Allah, betapa lama munajatmu kepada-Nya dalam sujud dan doa, betapa banyak amal saleh yang Allah mudahkan untuk engkau kerjakan, betapa banyak dzikir yang engkau ucapkan sebagai sebab dikabulkannya doamu, serta betapa besar pahala kesabaran yang terus engkau kumpulkan setiap detik, setiap menit, dan setiap hari. Semua itu merupakan kenikmatan yang sangat besar sebelum datangnya kenikmatan lain yang sedang Allah persiapkan untukmu, suatu kenikmatan yang belum tentu Allah karuniakan kepada orang lain."*

Syarah dan penjelasan Kalimat demi Kalimat

1. "Janganlah engkau sibuk memikirkan sudah berapa lama musibah yang menimpamu."

Maksudnya bukan melarang seseorang menyadari musibah yang sedang dialaminya, tetapi melarang tenggelam dalam menghitung-hitung lamanya ujian hingga hati dipenuhi kesedihan, keputusasaan, dan keluh kesah. Setan senang membuat seorang hamba terus menoleh kepada lamanya musibah sehingga ia lupa bahwa setiap hari yang berlalu adalah kesempatan untuk menambah pahala.

Allah Ta'ala berfirman:

> ﴿وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا﴾

"Janganlah kalian merasa lemah dan jangan p**a bersedih hati." (QS. Ali 'Imran: 139)

Seorang mukmin memang bersedih, tetapi ia tidak membiarkan kesedihan menguasai hidupnya.

---

2. "Namun ingatlah, betapa banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu dibandingkan musibah yang baru saja menimpamu."

Hakikatnya, musibah hanyalah satu bagian kecil dari kehidupan, sedangkan nikmat Allah tidak terhitung jumlahnya. Masih diberi iman, Islam, tauhid, kesehatan yang tersisa, pendengaran, penglihatan, keluarga, udara, makanan, serta kesempatan beramal adalah nikmat yang jauh lebih besar daripada musibah yang sedang dirasakan.

Allah berfirman:

> ﴿وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا﴾

"Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya." (QS. Ibrahim: 34)

Merenungi nikmat akan melahirkan syukur, sedangkan hanya memandang musibah akan memperbesar kesedihan.

---

3. "Ingat p**a betapa panjang puji-pujianmu kepada Allah..."

Saat musibah datang, seorang mukmin lebih banyak mengucapkan:

الحمد لله

سبحان الله

لا إله إلا الله

الله أكبر

Semua itu dicatat sebagai amal yang berat dalam timbangan. Musibah menjadi sebab bertambahnya ibadah yang mungkin sebelumnya tidak sebanyak itu.

---

4. "...betapa lama munajatmu kepada-Nya dalam sujud dan doa."

Sering kali seseorang baru benar-benar merasakan manisnya berdoa ketika diuji. Ia menangis dalam sujud, memohon dengan penuh kerendahan, dan menggantungkan seluruh harapannya kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ»

"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)

Boleh jadi, kedekatan kepada Allah yang diperoleh saat musibah lebih berharga daripada hilangnya musibah itu sendiri.

---

5. "...betapa banyak amal saleh yang Allah mudahkan untuk engkau kerjakan."

Musibah sering Allah jadikan terbukanya pintu amal yang sebelumnya jarang dilakukan:

memperbanyak shalat sunnah,

membaca Al-Qur'an,

berdzikir,

bersedekah,

beristighfar,

bertobat,

memperbaiki tauhid,

memperbaiki hubungan dengan keluarga.

Musibah menjadi sebab lahirnya amal-amal yang mengangkat derajat seorang hamba.

---

6. "...betapa banyak dzikir yang engkau ucapkan sebagai sebab dikabulkannya doamu."

Dzikir termasuk sebab terbesar terkabulnya doa. Seorang yang terus berdzikir akan semakin mengenal Allah, menghadirkan hati, dan semakin ikhlas ketika berdoa.

Allah berfirman:

> ﴿فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ﴾

"Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian." (QS. Al-Baqarah: 152)

Semakin banyak seorang hamba mengingat Allah, semakin besar harapannya memperoleh rahmat dan pertolongan-Nya.

---

7. "...serta betapa besar pahala kesabaran yang terus engkau kumpulkan setiap detik, setiap menit, dan setiap hari."

Inilah keuntungan terbesar seorang mukmin ketika diuji. Setiap saat ia menahan keluh kesah, menjaga lisannya, tetap bertauhid, tetap shalat, dan tetap ridha kepada takdir Allah, maka pahala kesabaran terus mengalir.

Allah berfirman:

> ﴿إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan disempurnakan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10)

Karena itu, waktu yang berlalu dalam kesabaran bukanlah waktu yang sia-sia, tetapi waktu yang dipenuhi pahala.

---

8. "Semua itu merupakan kenikmatan yang sangat besar sebelum datangnya kenikmatan lain yang sedang Allah persiapkan untukmu."

Kadang seseorang hanya menunggu hilangnya musibah, padahal selama menunggu itu Allah telah memberinya nikmat yang jauh lebih besar, yaitu iman yang semakin kuat, doa yang semakin khusyuk, hati yang semakin lembut, dosa yang berguguran, dan pahala yang terus bertambah.

Boleh jadi, Allah sedang mendidik hamba-Nya agar ketika nikmat dunia datang, ia telah menjadi pribadi yang lebih dekat kepada-Nya.

---

9. "...suatu kenikmatan yang belum tentu Allah karuniakan kepada orang lain."

Maksudnya bukan merasa lebih mulia daripada orang lain, tetapi menyadari bahwa Allah membagi karunia-Nya sesuai hikmah-Nya. Tidak semua orang diberi taufik untuk bersabar, menikmati manisnya munajat, merasakan lezatnya tawakal, atau memperoleh pahala besar dari kesabaran menghadapi ujian.

Karena itu, jangan hanya melihat musibah sebagai penderitaan. Lihatlah p**a karunia-karunia yang Allah sisipkan di baliknya. Bisa jadi musibah yang engkau benci justru menjadi jalan menuju kedudukan yang tinggi di sisi Allah, sebagaimana firman-Nya:

> ﴿وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ﴾

"Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kalian." (QS. Al-Baqarah: 216).

🌊 PELAJARAN DARI KISAH NABI YUNUS عليه السلامSaat Semua Jalan Terasa Tertutup, Allah Masih Membuka Jalan KeluarPernahkah...
30/06/2026

🌊 PELAJARAN DARI KISAH NABI YUNUS عليه السلام

Saat Semua Jalan Terasa Tertutup, Allah Masih Membuka Jalan Keluar

Pernahkah engkau merasa hidup begitu sempit?

Doa seakan belum dikabulkan. Hati dipenuhi kegelisahan. Musibah datang silih berganti hingga terasa tidak ada lagi jalan keluar.

Jika hari ini engkau sedang berada dalam keadaan itu, renungkanlah kisah Nabi Yunus عليه السلام.

Allah Ta'ala berfirman:

«وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ۝ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ»

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus)... lalu ia berdoa dalam berbagai kegelapan: 'Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.' Maka Kami mengabulkan doanya, menyelamatkannya dari kesedihan, dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya': 87–88)

Nabi Yunus berada dalam tiga lapis kegelapan: gelapnya malam, gelapnya lautan, dan gelapnya perut ikan. Namun beliau tidak berputus asa. Beliau kembali kepada Allah dengan penuh tauhid, tasbih, dan pengakuan dosa.

Doa yang beliau baca adalah:

«لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ»

Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini dalam suatu perkara, melainkan Allah akan mengabulkannya."

(HR. At-Tirmidzi no. 3505, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله).»

Perhatikanlah, Nabi Yunus tidak langsung meminta agar dikeluarkan dari perut ikan. Beliau terlebih dahulu mentauhidkan Allah, memuji-Nya, lalu mengakui kesalahannya. Inilah adab seorang hamba ketika memohon kepada Rabbnya.

Namun jangan sampai kita hanya menghafal doanya, sementara kita melalaikan shalat, terus bermaksiat, meninggalkan Al-Qur'an, dan jauh dari zikir. Nabi Yunus diselamatkan karena beliau adalah hamba yang banyak beribadah sebelum musibah itu datang.

Allah Ta'ala berfirman:

«فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ ۝ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ»

"Maka sekiranya dia bukan termasuk orang-orang yang banyak bertasbih, niscaya dia tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Ash-Shaffat: 143–144).

Maka, jika engkau sedang menghadapi penyakit, kesedihan, gangguan sihir, hasad, tekanan hidup, atau berbagai ujian lainnya, jangan berputus asa.

Perbaikilah tauhidmu.

Jagalah shalatmu.

Perbanyak membaca Al-Qur'an.

Perbanyak zikir pagi dan petang.

Bertaubatlah dari dosa.

Lalu panjatkan doa Nabi Yunus dengan hati yang penuh keyakinan.

Karena Allah telah berjanji:

«وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ»

"Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diselamatkan di dunia dan di akhirat. Āmīn.

AXIENTY DAN PENYAKIT NON MEDIS DAN MEDIS PANGGILAN UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH...Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman: Al-...
29/06/2026

AXIENTY DAN PENYAKIT NON MEDIS DAN MEDIS PANGGILAN UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH...

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman: Al-An‘ām: 48

> وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: “Kami tidak mengutus para rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Maka siapa yang beriman dan memperbaiki diri, maka tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak p**a mereka bersedih hati.”

Munculnya anxiety, kegelisahan, kesempitan dada, dan berbagai macam penyakit, baik yang bersifat medis maupun non medis, pada hakikatnya sering menjadi panggilan dari Allah agar manusia kembali kepada-Nya. Sebab yang paling mendasar dari munculnya kegelisahan dan penyakit batin adalah ketika manusia tidak lagi menempatkan ajaran para Rasul sebagai sesuatu yang paling utama dalam kehidupannya. Mereka tidak menjadikan para Rasul sebagai teladan hidup mereka, khususnya Rasulullah ﷺ. Padahal para Rasul diutus oleh Allah: membawa kabar gembira dan memberikan peringatan keras bagi orang yang menyelisihi jalan mereka. Karena hakikat kebahagiaan manusia tidak terletak pada mengikuti hawa nafsu, tetapi terletak pada kebahagiaan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sebaliknya manusia hari ini justru merasa senang ketika melakukan larangan Allah, dan merasa berat ketika menjalankan ketaatan. Maka dari sinilah muncul: kegelisahan kesempitan hidup ketakutan kegundahan dan berbagai macam musibah. Karena peringatan para Rasul dianggap sesuatu yang ringan dan tidak perlu segera dihindari. Padahal Allah telah memperingatkan:

Ancaman bagi yang Menyelisihi Rasul

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

> فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: “Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul itu takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nūr: 63)

Allah juga berfirman:

> وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Artinya: “Barang siapa menentang Rasul setelah jelas baginya petunjuk, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang beriman, maka Kami biarkan ia dalam kesesatan yang dipilihnya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisā’: 115)

Inilah akibat yang didapatkan ketika manusia menyelisihi jalan Rasulullah ﷺ:
✅menyelisihi tauhid mereka
✅menyelisihi manhaj mereka
✅menyelisihi akhlak dan Amalan hati dan tubuh mereka
✅menyelisihi ajaran dan dakwah mereka

Maka hati menjadi gelisah, hidup menjadi sempit, dan jiwa menjadi tidak tenang.

Ketenangan hanya bagi yang Mengikuti Petunjuk

Sebaliknya, orang-orang yang kembali kepada Allah dan mengikuti petunjuk Rasul, maka Allah menjanjikan kepada mereka kehidupan yang baik dan hati yang tenang.

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

> مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya: “Barang siapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Naḥl: 97)

Allah juga berfirman:

> الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra‘d: 28)

Hakikat Musibah dan Anxiety

Munculnya anxiety, kegelisahan, tekanan hidup, dan berbagai penyakit sering kali merupakan peringatan dari Allah agar manusia kembali kepada-Nya. Allah berfirman:

> وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Artinya: “Musibah apa saja yang menimpa kalian maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan kalian.” (QS. Asy-Syūrā: 30)

Namun bagi orang beriman, musibah bukan hanya teguran, tetapi juga jalan untuk kembali kepada Allah.

Musibah yang Mendekatkan kepada Allah
Dalam hal ini Al-Imam Ibn Taimiyah رحمه الله memberikan kaidah yang sangat dalam tentang hakikat musibah dan nikmat.
Beliau berkata:

> مُصِيبَةٌ تُقْبِلُ بِكَ عَلَى اللَّهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ نِعْمَةٍ تُنْسِيكَ ذِكْرَ اللَّهِ
Artinya: “Musibah yang membuatmu kembali dan mendekat kepada Allah lebih baik bagimu daripada nikmat yang membuatmu lupa dari mengingat Allah.”

Makna perkataan ini sangat agung. Karena terkadang Allah menurunkan ujian berupa kegelisahan, penyakit, kesempitan hidup, atau tekanan batin, agar seorang hamba kembali kepada Rabbnya. Sebab jika seseorang hidup dalam kenikmatan yang panjang tetapi hatinya jauh dari Allah, maka itu sebenarnya bukan keberuntungan. Sebaliknya musibah yang membuat hati tunduk kepada Allah, kembali kepada tauhid, memperbanyak doa dan istighfar, justru merupakan nikmat yang tersembunyi.

Ridha terhadap Takdir Ujian

Rasulullah ﷺ bersabda:

> إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخَطَ فَلَهُ السُّخْطُ

Artinya: “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Dan apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Maka siapa yang ridha, baginya keridhaan Allah. Dan siapa yang marah, baginya kemurkaan Allah.” (HR. Tirmidzi)

Seruan untuk Kembali kepada Allah

Maka ketika anxiety, kegelisahan, dan berbagai penyakit datang, hendaknya seorang hamba tidak hanya sibuk mencari sebab duniawi saja. Tetapi hendaknya ia bertanya kepada dirinya:
•apakah aku telah benar-benar mentauhidkan Allah
•apakah aku telah mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ
• apakah aku telah memperbaiki amalanku

Karena Allah telah memberikan janji yang sangat agung:

> فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Maka siapa yang beriman dan memperbaiki diri, maka tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak p**a mereka bersedih hati.” (QS. Al-An‘ām: 48)

Penutup
Inilah saatnya bagi seorang hamba: menerima takdir musibah dengan ridha bersabar atas ujian bersyukur atas setiap keadaan kembali kepada tauhid memperbaiki amal dan mengikuti jalan Rasulullah ﷺ Karena ketenangan hati tidak akan ditemukan di dunia ini kecuali dengan kembali kepada Allah. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim رحمه الله:

> فِي الْقَلْبِ فَاقَةٌ لَا يَسُدُّهَا إِلَّا اللَّهُ
Artinya: “Di dalam hati manusia ada kekosongan yang tidak akan pernah bisa dipenuhi kecuali dengan (mendekat kepada) Allah.”

🌿 UJIAN DAHULU, BARU PELAJARAN 🌿Di sekolah, biasanya kita belajar terlebih dahulu. Setelah memahami materi, barulah kita...
29/06/2026

🌿 UJIAN DAHULU, BARU PELAJARAN 🌿

Di sekolah, biasanya kita belajar terlebih dahulu. Setelah memahami materi, barulah kita menghadapi ujian.

Namun kehidupan yang Allah tetapkan berbeda. Sering kali Allah mendahulukan ujian, kemudian setelah itu Dia memberikan pelajaran, hikmah, kedewasaan, dan peningkatan iman kepada hamba-Nya.

Allah ﷻ berfirman:

﴿ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴾

"Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)

Allah juga berfirman:

﴿ أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ﴾

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka belum diuji?" (QS. Al-'Ankabut: 2)

Mengapa Allah mendahulukan ujian?

Karena ada pelajaran yang tidak bisa dipahami hanya dengan membaca, mendengar ceramah, atau mempelajari kitab. Ada ilmu yang baru benar-benar tertanam ketika seseorang merasakan sendiri pahitnya ujian.

Orang yang pernah sakit akan lebih menghargai nikmat sehat.

Orang yang pernah kehilangan akan lebih memahami arti syukur.

Orang yang pernah difitnah akan belajar pentingnya menjaga lisan.

Orang yang pernah jatuh akan belajar arti tawakal dan kembali bergantung hanya kepada Allah.

Maka, ujian bukanlah tanda Allah membenci seorang hamba. Bahkan terkadang ujian adalah tanda bahwa Allah sedang mendidik, membersihkan dosa, mengangkat derajat, dan mempersiapkan hamba tersebut menjadi lebih baik.

Rasulullah ﷺ bersabda:

« إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ »

"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka." (HR. At-Tirmidzi, dinyatakan hasan)

Pelajaran terbesar dari ujian adalah:

Mengenal kelemahan diri.

Belajar bersabar dan bertawakal.

Menyadari bahwa hanya Allah tempat bergantung.

Membersihkan dosa-dosa dengan kesabaran.

Meningkatkan keimanan dan kedekatan kepada Allah.

Karena itu, ketika ujian datang, jangan hanya bertanya:

"Mengapa aku diuji?"

Tetapi bertanyalah:

"Apa yang Allah ingin ajarkan kepadaku melalui ujian ini?"

Boleh jadi, setelah badai itu berlalu, engkau akan menjadi pribadi yang jauh lebih dekat kepada Allah, lebih matang, lebih bijaksana, dan lebih kuat daripada sebelumnya.

Ingatlah, setiap ujian bagi seorang mukmin pasti mengandung hikmah. Tidak ada satu pun takdir Allah yang sia-sia.

Semoga Allah menjadikan setiap musibah sebagai sebab bertambahnya keimanan, dihapusnya dosa, ditinggikannya derajat, serta mengokohkan hati kita di atas tauhid dan As-Sunnah hingga akhir hayat.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ مُصِيبَاتِنَا كَفَّارَةً لِذُنُوبِنَا، وَزِيَادَةً فِي إِيمَانِنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى الْحَقِّ حَتَّى نَلْقَاكَ.

"Ya Allah, jadikanlah musibah-musibah kami sebagai penghapus dosa-dosa kami, penambah keimanan kami, dan teguhkan kami di atas kebenaran hingga kami bertemu dengan-Mu."

Ikuti saluran WhatsApp kami;
https://whatsapp.com/channel/0029Vb8eSVRJP218dKYUj909

Ikuti grup ruqyah dan tanya jawab;

https://chat.whatsapp.com/GQPz52mDSDMLBAvGg90Aoh

Follow Ruqyah Syar'iyyah Kendari's WhatsApp channel. Sembuh dan tenang dengan Al Qur'an dan as-sunnah. Join 4 followers for the latest updates.

ORANG-ORANG YANG GAMPANG TERKENA SIHIRImam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:غالب ما يؤثر - أي : السحر -فيالنساء، والصبيان،...
16/06/2026

ORANG-ORANG YANG GAMPANG TERKENA SIHIR

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

غالب ما يؤثر - أي : السحر -في
النساء، والصبيان، والجهال، وأهل البوادي، *ومَن ضعف حظُّه مِن:* الدين، والتوكل والتوحيد ، ومَن لا نصيبَ له من الأوراد الإلهية، والدَّعَوات والتعوذات النبوية .

"Kebanyakan pengaruh sihir terjadi pada kaum wanita, anak-anak, orang-orang yang jahil, penduduk pedalaman, serta orang yang lemah bagianya dalam agama, *tawakal, dan tauhid. Juga pada orang yang tidak memiliki bagian dari zikir-zikir kepada Allah, doa-doa, dan perlindungan yang diajarkan oleh Nabi ﷺ."*

📚 Zādul Ma‘ād (4/127)

22/05/2026

# 🌊 PELAJARAN DARI KISAH NABI YUNUS عليه السلام

*Terapi Jiwa yang Gelisah — Jalan Keluar dari Kegelapan dan Doa yang Dikabulkan*

---

🌿 *Untuk engkau, hamba Allah yang sedang berada di lorong gelap yang seakan tiada ujungnya...*

*Untuk engkau yang hampir berputus asa dari rahmat-Nya...*

*Untuk engkau yang merasa doa-doamu tidak sampai ke langit...*

Bacalah kisah ini. Resapi. Dan bangkitlah.

---

# # 📖 DUA FIRMAN ALLAH TENTANG NABI YUNUS DI SURAH AL-ANBIYA'

Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Anbiya' ayat 87:

> وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

*Wa żan-nūni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna allan naqdira 'alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti allā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn*

*"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya, maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.'"*

Kemudian Allah Ta'ala berfirman dalam ayat 88:

> فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

*Fastajabnā lahū wa najjaināhu minal-gamm, wa każālika nunjil-mu'minīn*

*"Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."*¹

---

# # 🌑 NABI YUNUS DI DALAM TIGA LAPIS KEGELAPAN

Bayangkanlah, wahai saudaraku —

Nabi Yunus عليه السلام tidak sedang berada dalam satu kegelapan. Beliau tenggelam dalam **tiga lapis kegelapan sekaligus**: kegelapan malam, kegelapan lautan yang dalam, dan kegelapan perut ikan yang menelannya.²

Allah Ta'ala mengutus seekor ikan besar untuk menelan beliau, lalu mewahyukan kepada ikan itu agar tidak merobek dagingnya dan tidak mematahkan tulangnya, karena perut ikan itu hanyalah penjara baginya, bukan tempat kematiannya.³

Di dalam kegelapan yang berlapis itulah, Allah memperdengarkan kepadanya tasbih makhluk-makhluk laut. Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

*"Ketika Allah ingin menahan Yunus di perut ikan, Dia mewahyukan kepada ikan: 'Ambillah dia dan jangan robek dagingnya, jangan patahkan tulangnya.' Ketika ikan membawanya hingga ke dasar laut, Yunus mendengar sesuatu dan berkata dalam hatinya: 'Suara apakah ini?' Maka Allah mewahyukan kepadanya — sementara dia masih di perut ikan — bahwa itu adalah tasbih hewan-hewan laut."*

Ibnu Katsir رحمه الله menyebutkan dalam tafsirnya:

*"Ketika ikan membawa Nabi Yunus berkeliling di dasar lautan, beliau mendengar tasbih ikan-ikan kepada Allah Yang Maha Pengasih, hingga beliau mendengar p**a tasbih batu-batu kerikil kepada Dzat Yang Membelah biji-bijian dan benih, Rabb langit yang tujuh dan bumi yang tujuh."*⁴

Maka di saat itulah — dalam gelap yang paling pekat, di tempat yang paling jauh dari jangkauan manusia — bangkitlah hati Nabi Yunus عليه السلام. Beliau sadar bahwa tasbih tidak pernah berhenti di alam semesta ini. Bahwa batu kerikil di dasar laut pun memuji Allah. Maka bagaimana mungkin ia diam dan tidak berdoa kepada-Nya?

Inilah pelajaran pertama: **Tidak ada kegelapan yang terlalu pekat bagi cahaya tauhid dan tasbih.**

---

# # 🤲 KALIMAT DOA YANG MENJADI KUNCI LANGIT

Inilah kalimat yang beliau ucapkan dari dasar kegelapan itu:

> لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

*Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn*

*"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."*

Kalimat ini mengandung tiga unsur agung:

✦ **Tauhid** — pengakuan bahwa tiada sesembahan yang hak selain Allah
✦ **Tasbih** — pensucian Allah dari segala kekurangan dan ketidaklayakan
✦ **Pengakuan dosa** — kejujuran hamba di hadapan Rabb-nya

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah رحمه الله berkata dalam *Zādul Ma'ād*:

*"Doa Dzun Nun mengandung kesempurnaan tauhid, pensucian terhadap Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, serta pengakuan hamba atas kezaliman dan dosa yang telah ia lakukan — yang itulah yang menjadi kunci utama hilangnya kesulitan, kesedihan, dan kegundahan. Dan ia menjadi perantara yang paling baik yang menghubungkan hamba kepada Allah Ta'ala supaya Dia memenuhi segala permohonannya."*⁵

---

# # 📜 HADITS NABI ﷺ TENTANG KEUTAMAAN DOA INI

Dari Sa'd bin Abi Waqqash رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

> دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

*"Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) tatkala beliau berdoa di dalam perut ikan: 'Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.' Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengan kalimat ini dalam suatu perkara melainkan Allah akan mengabulkannya."*⁶

Dan dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

> أَلَا أُخْبِرُكَ بِشَيْءٍ إِذَا نَزَلَ بِكَ كَرْبٌ أَوْ بَلَاءٌ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا دَعَوْتَ بِهِ

*"Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu yang jika engkau ditimpa suatu kesulitan atau ujian dalam urusan dunia ini, engkau berdoa dengannya?"*⁷

Kemudian beliau ﷺ menyebutkan doa Nabi Yunus ini.

**Amalkan terus-menerus** — di setiap sujud, di setiap malam, di setiap saat hati terasa sempit. Karena Rasulullah ﷺ tidak membatasi waktu dan kondisinya. Ia berlaku **dalam perkara apapun**.

---

# # 💬 DUA PERKATAAN ULAMA TENTANG KISAH NABI YUNUS

**Pertama — Imam Ibnu Katsir رحمه الله** dalam *Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim* menukil riwayat dari Ibnu Abi Hatim:

*"Ketika Nabi Yunus mengucapkan: 'Lā ilāha illā anta, subḥānaka, innī kuntu minaẓ-ẓālimīn' — doa tersebut naik hingga ke bawah 'Arsy, hingga para malaikat pun bertanya: 'Wahai Tuhan, ini adalah suara yang lemah namun dikenal, berasal dari negeri yang jauh.' Allah pun berfirman: 'Tidakkah kalian mengenali siapa dia?' Para malaikat menjawab: 'Tidak, wahai Tuhan.' Allah berfirman: 'Itulah hamba-Ku Yunus.' Maka para malaikat pun bersyafaat untuknya, hingga Allah mengabulkan doanya dan mengeluarkannya."*⁸

Ibnu Katsir melanjutkan tafsirnya atas ayat 88 — *"Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman"* — ini adalah janji Allah yang berlaku umum. Barangsiapa dari kalangan orang-orang yang beriman berada dalam kesengsaraan, lalu berdoa kepada Allah seraya bertaubat — terlebih jika mengucapkan doa ini — maka Allah akan mengabulkan doanya sebagaimana Dia mengabulkan doa Yunus.⁹

**Kedua — Imam Ibnul Qayyim رحمه الله** dalam *Uddat Ash-Shābirīn* berkata:

*"Sesungguhnya Nabi Yunus عليه السلام tidak akan diselamatkan dari perut ikan melainkan karena amalannya sebelumnya — tasbih, tahlil, dan ketaatannya kepada Allah. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:*

> فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

*'Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak bertasbih, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.'* (QS. Ash-Shaffat: 143–144)

Inilah pelajaran agung: **amal shalih yang telah lalu menjadi penolong di saat kesulitan datang.**"¹⁰

---

# # ⚠️ JANGAN LUPAKAN IBADAH-IBADAH YANG LAIN

Wahai saudaraku —

Nabi Yunus عليه السلام bukan sembarang orang. Beliau adalah seorang nabi, seorang rasul, seorang hamba yang **taat**, yang **banyak bertasbih**, yang **rajin beribadah** jauh sebelum ujian itu menimpanya.

Itulah mengapa ketika beliau berdoa dari dasar kegelapan, Allah segera mengangkatnya.

Maka janganlah engkau menjadikan amalan doa ini sebagai **pengganti** ibadah-ibadah wajib. Justru sebaliknya — **tegakkanlah shalat lima waktu**, tunaikanlah kewajiban-kewajibanmu, jauhi maksiat yang menutup pintu langit — kemudian perbanyaklah doa ini sebagai tambahan dan bekal.

Karena **doa tanpa amal shalih** ibarat orang yang memanah tanpa busur.

Rasulullah ﷺ bersabda kepada Ibnu Abbas رضي الله عنهما:

> تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

*"Kenalilah Allah di saat lapang, niscaya Allah akan mengenalimu di saat sempit."*¹¹

Nabi Yunus عليه السلام telah mengenal Allah jauh sebelum masuk ke perut ikan. Karena itulah, doanya dikenal oleh para malaikat di langit.

---

# # 🌅 PENUTUP — BERBAIK SANGKALAH KEPADA ALLAH

Wahai hamba Allah yang sedang berjuang —

Jika Nabi Yunus عليه السلام bisa diselamatkan dari tiga lapis kegelapan — perut ikan, dasar laut, dan gelapnya malam — hanya dengan tauhid, tasbih, dan pengakuan dosa...

Maka **tidak ada alasan bagimu untuk berputus asa.**

Ucapkanlah kalimat ini. Resapi maknanya. Ulang-ulanglah. Karena janji Allah itu pasti:

> وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

*"Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."*

---

---

**FOOTNOTE:**

¹ QS. Al-Anbiya' [21]: 87–88. Lihat: *Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim*, Ibnu Katsir; *At-Tafsir Al-Muyassar*, Kementerian Agama Saudi Arabia.

² Para ulama menyebutkan tiga kegelapan yang berlapis: kegelapan perut ikan, kegelapan lautan, dan kegelapan malam. Lihat: Ibnu Katsir, *Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim*, pada tafsir QS. Al-Anbiya': 87; *Tafsir Al-Jalalain*.

³ Disebutkan oleh Imam Al-Qurthubi dalam *Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an* dan Ibnu Katsir dalam *Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim*, bahwa Allah memerintahkan ikan agar tidak menyakitinya sedikit pun, dan perutnya dijadikan sebagai penjara, bukan makanan.

⁴ Riwayat tentang Nabi Yunus mendengar tasbih makhluk laut disebutkan dalam kitab-kitab tafsir dan sirah, di antaranya: Ibnu Katsir dalam *Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim* pada tafsir QS. Al-Qalam: 48, dengan redaksi bahwa beliau mendengar tasbih ikan-ikan dan tasbih batu-batu kerikil di dasar laut. Riwayat ini beredar dalam jalur atsar dan kisah para nabi (*qashash al-anbiya'*) dan diterima oleh jumhur mufassirin tanpa pengingkaran. Adapun yang shahih dan disepakati adalah QS. Ash-Shaffat [37]: 143–144 bahwa beliau termasuk *al-musabbihīn* (orang-orang yang banyak bertasbih).

⁵ Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, *Zādul Ma'ād fī Hadyi Khayr Al-'Ibād*, 4/208.

⁶ HR. At-Tirmidzi no. 3505, dari Sa'd bin Abi Waqqash رضي الله عنه. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله dalam *Shahih At-Tirmidzi*.

⁷ HR. Al-Hakim dalam *Al-Mustadrak*, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi.

⁸ Ibnu Katsir, *Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim*, tafsir QS. Al-Anbiya': 87, menukil dari Ibnu Abi Hatim.

⁹ Ibnu Katsir, *Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim*, tafsir QS. Al-Anbiya': 88.

¹⁰ Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, *Uddat Ash-Shābirīn wa Dhākirat Ash-Shākirīn*. Lihat p**a QS. Ash-Shaffat [37]: 143–144.

¹¹ HR. Ahmad, dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam *Shahih Al-Jami'* no. 2961.

---

*Disusun untuk keperluan dakwah. Semoga Allah menjadikannya bermanfaat dan sebab hidayah bagi yang membacanya.*

*📡 Dakwah Tauhid & Sunnah melalui Ruqyah Syar'iyyah*

Address

Jalan Safira BTN Safira Andonohu (RUQYAH SYAR'IYYAH KENDARI)
Kendari

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ruqyah Syar'iyyah Kendari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share