Cabang EFEO di Indonesia
EFEO diwakili secara tetap di Indonesia sejak tahun 1952, waktu Louis-Charles Damais menetap di Jakarta. Dibekali sebuah kemampuan bahasa yang luar biasa, beliau menghasilkan sejumlah tulisan tentang epigrafi Nusantara yang meliputi seluruh periode sejarah kuno sampai awal masa Islam. Damais meninggal dalam usia muda tahun 1965 dan diganti oleh seorang tokoh lain dalam bi
dang sejarah Indonesia, yaitu Denys Lombard, yang terkenal karena mahakaryanya, Le Carrefour Javanais (1990), yang kini tersedia dalam bahasa Indonesia (Nusa Jawa, Silang Budaya, 1996). Di antara para sesepuh lain patut disebut Jacques Dumarçay, yang ikut serta dalam proyek pemugaran Candi Borobudur, di samping R. Soekmono, dan menulis sejumlah buku tentang Candi Borobudur dan Candi Sewu serta sebuah kajian umum mengenai sejarah perkembangan arsitektur di Jawa. Keberadaan EFEO di Indonesia mengalami era baru waktu sebuah perjanjian kerja sama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional ditandatangani tahun 1976. Mulai saat itu, mula-mula dengan asuhan Setiawati Sulaiman, R.P. Soejono dan Hasan M. Ambary, semua usaha penelitian EFEO dilaksanakan sebagai kerja sama dengan Puslit Arkenas, terutama di bidang arkeologi. Survei, penggalian dan kajian arkeologi dilakukan secara terus menerus, antara lain di Palembang, P. Bintan, Banten, Barus, Batujaya dan Padang Lawas. Di samping itu, penelitian terus dilakukan juga di bidang filologi, sejarah dan Islam. EFEO juga bekerja sama dengan sejumlah besar lembaga Indonesia yang lain, seperti misalnya beberapa universitas di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Sejak awal tahun 1980-an, EFEO menerbitkan berbagai seri publikasi di Jakarta, antara lain seri Naskah dan Dokumen Nusantara (edisi naskah-naskah kuno dalam bahasa Melayu, Jawa, Sunda, Bugis, dll.), seri Pustaka Hikmah Disertasi (disertasi oleh mahasiswa Indonesia) dan seri terjemahan (buku dan disertasi pakar Prancis tentang Indonesia).