04/06/2026
DOA DALAM UNTAIAN DI HARI PERPISAHAN
Beberapa saat yang lalu, malam baru saja melewati pertengahannya. Pagi baru saja menjelang, sementara mata terasa belum lama terpejam sempurna.
Sontak alarm berteriak mengusik lelapnya jiwa, yang terhunus letih. Dia menyeret tubuh lunglai ini untuk segera terjaga, menunaikan kewajiban agar ibadah di tanah suci terjaga sempurna.
Air hangat menemani langkah kantuk, menyeret kaki nan goyah menuju halte bus sholawat 16. Bersama bidadari surgaku menuju masjidil haram untuk thawaf wada', sebagai bentuk perpisahan dengan tempat dimana seluruh umat memanjatkan harapan.
Meski pagi baru saja bergeser, namun di pusat putaran bumi ini, manusia tiada berhenti bergerak, bersama alunan asma milik sang maha besar. Berat hati mengiringi tujuh putaran tawaf, sambil lantunan doa tak pernah alpha, ku panjatkan untuk semua yang kucinta.
Tujuh putaran berlalu, ku genapi dengan dua rakaat yang penuh syahdu, doa untuk kembali, tak serasa selalu terucap lagi. Berat badan ini untuk mengakhiri semua disini.
Dini hari ini ...
Thawaf wada telah dilakukan.
Ibadah perpisahan telah di selesaikan.
Seluruh rangkaian haji telah di tunaikan.
Doa dan harapan akan semua kebaikan juga kami lantunkan
Dan ...
Pelataran rumah suciMu perlahan kami tinggalkan.
Di iring tetesan air mata yang tak bisa tertahankan.
Lirih terucap sebait doa dari lisan :
Yaa Allah...
Jangan jadikan kunjungan kami ini yang terakhir.
Mampukan kami untuk kembali lagi ke rumah muliaMu
Bersama anak-anak dan keluarga kami.
Aamiin.
Misfalah, 04 Juni 2026
_BimamedantigaDua_
Penulis : MRT
Editor : MMC
Untuk SIMAK