13/04/2025
Ratu Pasek di Besakih
Pura Agung Besakih merupakan kompleks pura terbesar di Bali, terdiri dari 23 pura utama dan pura pedharman. Diawali dengan ditanamnya Panca Datu oleh Ida Rsi Markadeya dan para pengikutnya di kaki gunung Agung, kemudian dibangunnya Padma Tiga sebagai penyatuan semua sekte serta Pura Agung Besakih oleh Ida Mpu Kuturan pada masa pemerintahan raja Udayana Warmadewa. Dilanjutkan raja Dalem Sri Semara Kepakisan saat berkuasa di Bali dengan menata kembali dan kemudian dibangunnya pura pedharman.
Dasar pendirian Pura Agung Besakih adalah konsep Padma Bhuwana, yaitu bunga teratai yang terbagi menjadi kelopak bunga, daun, batang dan akar. Pelinggih Ratu Pasek sendiri termasuk dalam Pura Catur Lawa bersama Ratu Pande, Ratu Penyarikan dan Ratu Dukuh, dimana Pura Catur Lawa ini mempunyai peran dalam pelaksanaan pujawali di Pura Agung Besakih. Banyak yang menganggapnya sebagai Pura Pedharman, padahal Pura Catur Lawa ini bukan merupakan Pedharman murni, karena merupakan Lawa daripada Besakih, namun difungsikan juga sebagai Pedharman.
Pura Catur Lawa Ratu Pasek terletak di sebelah timur Pura Penataran Agung Besakih yang piodalannya setiap Purnama sasih Kawulu serta katur pujawali saat Purnama Kedasa ketika Ida Bhatara Turun Kabeh. Bangunan Sucinya yaitu Padmanabha sebagai linggih Ida Hyang Tri Purusha (Ida Hyang Gnijaya, Ida Hyang Putranjaya dan Ida Hyang Dewi Danu), Meru Tumpang 7 linggih Ida Bhatara Mpu Bajrasatwa, Meru Tumpang 3 linggih Ida Bhatara Mpu Semeru, dan empat pelinggih Pepelik masing-masing sebagai linggih Ida Bhatara Mpu Gnijaya, Ida Bhatara Mpu Ghana, Ida Bhatara Mpu Kuturan dan Ida Bhatara Mpu Bradah.