Pemerhati Lingkungan Daerah Aliran Sungai - Pelindas

Pemerhati Lingkungan Daerah Aliran Sungai - Pelindas Halaman Organisasi Pemuka & Pelindas

๐—ฅ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐——๐—ฎ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต ๐—”๐—น๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ถ: ๐——๐—ฒ๐—ป๐˜†๐˜‚๐˜ ๐—ก๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—Ÿ๐—ผ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐‘พ๐’‚๐’“๐’Š๐’”๐’‚๐’ ๐’…๐’Š ๐‘ฉ๐’‚๐’๐’Š๐’Œ ๐‘น๐’Š๐’‚๐’Œ: ๐‘ด๐’†๐’๐’Š๐’๐’…๐’–๐’๐’ˆ๐’Š ๐‘ฏ...
03/05/2026

๐—ฅ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐——๐—ฎ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต ๐—”๐—น๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ถ: ๐——๐—ฒ๐—ป๐˜†๐˜‚๐˜ ๐—ก๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—Ÿ๐—ผ๐—ธ๐—ฎ๐—น

๐‘พ๐’‚๐’“๐’Š๐’”๐’‚๐’ ๐’…๐’Š ๐‘ฉ๐’‚๐’๐’Š๐’Œ ๐‘น๐’Š๐’‚๐’Œ: ๐‘ด๐’†๐’๐’Š๐’๐’…๐’–๐’๐’ˆ๐’Š ๐‘ฏ๐’‚๐’ƒ๐’Š๐’•๐’‚๐’• ๐‘ฐ๐’Œ๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ผ๐’…๐’‚๐’๐’ˆ ๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐‘ฎ๐’†๐’๐’†๐’“๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ด๐’†๐’๐’…๐’‚๐’•๐’‚๐’๐’ˆ.

Di tengah diskusi global mengenai krisis pangan dan ketergantungan pada impor, jawaban atas kemandirian gizi sebenarnya telah lama mengalir di depan pintu rumah kita. Bagi masyarakat yang mendiami Daerah Aliran Sungai (DAS), air bukan sekadar jalur transportasi atau sumber pengairan lahan, melainkan sebuah "supermarket raksasa" yang disediakan oleh alam secara cuma-cuma. Namun, di balik riak air yang tenang, tersimpan rahasia besar tentang bagaimana kita harus mengelola warisan ini agar tidak kering di masa depan.
Sungai: Jantung Gizi Masyarakat Lokal.
Ketahanan pangan sering kali disalahartikan hanya sebatas ketersediaan beras di lumbung. Padahal, kedaulatan pangan yang sejati mencakup akses terhadap sumber protein yang berkualitas. Di sinilah DAS memainkan peran vitalnya. Ikan sungai dan udang galah adalah sumber protein hewani yang tak tertandingi kualitasnya. Mereka kaya akan mikronutrien dan asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan otak anak-anak di pedalaman.
Ketika sebuah komunitas mampu memenuhi kebutuhan proteinnya dari hasil sungai sendiri, mereka telah berhasil membangun benteng ketahanan pangan yang mandiri. Mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada fluktuasi harga daging atau pasokan pangan dari luar daerah yang memerlukan biaya logistik tinggi.
Warisan di Balik Riak: Mengapa Habitat Harus Dijaga?
Keberlanjutan "lumbung biru" ini sangat bergantung pada kesehatan habitatnya. Habitat perairan yang sehat adalah rumah, tempat mencari makan, sekaligus tempat berkembang biak bagi biota sungai. Namun, rahasia ketahanan pangan ini terancam oleh beberapa faktor kritis:
Vegetasi Tepian Sungai: Akar pohon di sepanjang bantaran sungai berfungsi sebagai pelindung tebing dari erosi serta menjadi tempat udang berlindung dan mencari makan mulai terkikis karena alih fungsi (seperti pemukiman, perkebunan hingga industri).
Kualitas Air: Pencemaran dari limbah rumah tangga maupun aktivitas pertambangan yang tidak bertanggung jawab dapat merusak ekosistem secara permanen. Air yang keruh akibat sedimentasi yang berlebihan dapat mengganggu proses pernapasan ikan dan pertumbuhan larva udang galah.
Siklus Reproduksi: Ikan dan udang galah memiliki waktu-waktu tertentu untuk berpijah. Menangkap induk yang sedang bertelur sama saja dengan memutus rantai pangan untuk tahun-tahun mendatang.
Melindungi untuk Generasi Mendatang.
Melindungi habitat bukan berarti melarang pemanfaatan, melainkan menerapkan etika "mengambil secukupnya, menjaga selamanya." Kedaulatan pangan lokal akan tercipta jika masyarakat kembali pada kearifan lokal yang bijaksana. Beberapa langkah nyata yang menjadi rahasia keberhasilan pangan di DAS meliputi:
Penggunaan Alat Tangkap Ramah Lingkungan: Menolak penggunaan setrum, racun, atau pukat harimau yang menghancurkan ekosistem hingga ke akar-akarnya.
Restorasi Habitat: Menanam kembali pohon-pohon lokal di sepanjang tepian sungai untuk menjaga suhu air tetap sejuk bagi ikan.
Pelepasan Induk Bertelur: Membangun kesadaran kolektif untuk melepaskan kembali induk udang galah atau ikan yang sedang membawa ribuan calon bibit baru.

Ketahanan pangan di Daerah Aliran Sungai adalah tentang harmoni. Selama riak sungai masih terjaga kebersihannya dan habitat di bawahnya terlindungi dari kerusakan, maka kedaulatan pangan masyarakat lokal akan tetap kokoh. Menjaga sungai hari ini adalah cara terbaik kita untuk mewariskan meja makan yang penuh gizi bagi anak cucu di masa depan. Karena pada akhirnya, sungai yang sehat adalah jaminan bahwa tidak akan ada perut yang lapar di tepiannya.

Salam Lestari
Salam PeJaPeRa
Pemuka Jaya Pelindas Raya

Silakan Baca sampai berbuih, berliur bahkan muntah kuning...Kalau bersungguh peduli dan pelestari lingkungan. Raselah!Re...
09/01/2026

Silakan Baca sampai berbuih, berliur bahkan muntah kuning...Kalau bersungguh peduli dan pelestari lingkungan. Raselah!

Restocking Jenis di Perairan Umum

Salah-salah Bisa Merugikan

Laju pertambahan penduduk dan pembangunan di berbagai kepentingan berdampak berkurangnya sumber daya alam, khususnya sumber daya alam hayati dan non hayati perairan dan ekosistemnya. Apalagi pemanfaatan sumber daya alam tersebut dilakukan dengan tidak bijaksana tanpa memperhatikan asas kelestarian sumber beresiko kepada kemusnahan spesies dan habitatnya.

Musnahnya suatu spesies di alam akan mengancam bahkan memutuskan rantai makanan dalam suatu ekosistem tersebut kemudian akan berdampak pada kehidupan manusia p**a.

Kerawanan sumber daya alam dan eksositemnya dipegaruhi berbagai faktor termasuk campur tangan manusia dalam pemulihan sumber daya alam dan ekosistemnya. Aktivitas penebaran (stocking) dan penebaran kembali (restocking) maupun penebaran jenis asing (introduksi) terhadap daerah miskin pop**asi dan spesies dimaksudkan untuk memulihkan kondisi semula, baik bertujuan ekologis maupun ekonomis.

Berbagai faktor penentu dalam keberhasilan pemulihan sumber daya alam dan ekosistemnya, antara lain karakteritik spesies, densitas pop**asi, kondisi iklim dan lingkungan serta sosial dan ekonomi masyarakat. Pemilihan spesies diutamakan jenis asli setempat mengingat antara lain pertimbangan sifat invasif suatu jenis. Berikutnya jumlah pop**asi penebaran menjadi pertimbangan lain dimana densitas pop**asi suatu spesies dapat mempengaruhi kepadatan pop**asi jenis lainnya.

Kerancuan pemahaman stocking, restocking dan introduksi jenis pun mengakibatkan kesalahan dalam pengayaan keragaman jenis kerap dilakukan. Pemilihan ikan nila (Oreochromis niloticus), mas (Cyprinus carpio) dan mujair (Oreochromis mossambicus), sedianya diperuntukkan sebagai ikan budidaya dipaksa dilepas atau terlepas di alam. Meskipun secara ekonomis memberikan peningkatan taraf hidup sebagian masyarakat. Namun, spesies eksotik ini secara ekologis tidak sesuai untuk pemulihan ekosistem mikro di luar habitat asalnya. Sebab ikan ini bersifat invasif dalam

Berdasarkan sebuah sumber daring (online), ketiga jenis ikan budidaya tersebut yakni ikan nila diketahui berasal dari Afrika, ikan mas berasal dari China, dan ikan mujair berasal dari Afrika. Kendati jenis terakhir โ€˜kononโ€™ juga ditemukan di Indonesia oleh seorang penduduk bernama Mujair, di muara Sungai Serang, Blitar, Jawa Timur, namun asal muasal keberadaan ikan ini masih menjadi misteri.

Begitupun spesies tumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) meskipun diketahui bermanfaat sebagai penyerap logam berat, residu pestisida dan polutan lain, serta industri rumah tangga. Namun, tumbuhan berasal dari Brazil ini termasuk tumbuhan gulma perairan karena sifat invasinya tersebut.

Kesesuaian kondisi iklim dan lingkungan terhadap suatu spesies sangat berpengaruh terhadap kemampuan beradaptasi spesies tersebut. Kondisi iklim dan lingkungan yang sesuai dan optimal dapat mempermudah keberhasilan tindakan pemulihan. Di samping dapat mengurangi jumlah penebaran pada saat musim kawin dan berpijah juga dapat menurunkan tingkat mortalitas. Faktor kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tidak kalah penting dalam keberhasilan pemulihan, pra dan pasca pemulihan. Tindakkan penangkapan ikan โ€“ termasuk adat budaya lokal โ€“ tidak bijaksana perlu diperbaiki terlebih dulu melalui berbagai upaya-upaya persuasif dan edukatif.

Regulasi Pemerintah

Keterkaitan masalah tersebut di atas, pemerintah telah mengatur yang termaktub dalam Pasal 12 Ayat 2 dan 3, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Pada ayat 2 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang membudidayakan ikan yang dapat membahayakan sumber daya ikan, lingkungan sumber daya ikan, dan atau kesehatan manusia di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

Selanjutnya pada ayat 3, menyatakan bahwa setiap orang dilarang membudidayakan hasil rekayasa genetika yang dapat membahayakan sumber daya ikan, lingkungan sumber daya ikan, dan atau kesehatan manusia di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesiaโ€.

Dalam peraturan lain, menyangkut hal tersebut di atas diatur p**a dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.15/MEN/2009 tentang Jenis Ikan dan Wilayah Penebaran Kembali Serta Penangkapan Ikan Berbasis Budidaya, menyatakan bahwa danau yang dilakukan penebaran kembali tetapi danau yang mempunyai spesies ikan endemik, maka jenis ikan lainnya tidak boleh ditebar.

Penulis : Hira Nafiri
Gambar : Rudy, dok Pemuka Pelindas
Pemancing Udang Kalimantan Barat (Pemuka) & Pemerhati Lingkungan DAS
PokMasWas PSP Pemerhati Lingkungan Daerah Aliran Sungai - Pelindas

Ikan Ringau, Tak Sebuas  Harimau (u/ Buletin Pelindas)Beberapa tahun yang lalu, ikan yang bernama ilmiah Datnioides micr...
31/12/2025

Ikan Ringau, Tak Sebuas Harimau (u/ Buletin Pelindas)

Beberapa tahun yang lalu, ikan yang bernama ilmiah Datnioides microlepis, ramai diperbincangkan. Ikan air tawar bercorak harimau ini selain memiliki nilai ekonomis sebagai ikan konsumsi juga ikan hias. Konon harga per ekor sebagai ikan hias mencapai ratusan ribu. Selain rasa dagingnya lezat, ringau dipercaya berkhasiat menambah vitalitas.

Kalimantan Barat berpotensi sebagai pengekspor ikan yang tergolong karnivora dan pemangsa (predator) ini. Di alam ringau memangsa ikan kecil dan udang dan senang berada di bawah tumpukan kayu di dalam air. Banyak pemancing mendapatkan ikan ini di sepanjang DAS Kapuas, dari daerah perhuluan Putussibau sampai ke Pontianak.

Ikan bermata โ€˜ngantuk seolah habis begadangโ€™ banyak ditemukan di Danau Sentarum, Kapuas Hulu dan dapat mencapai berat 1,5 kilogram. Kendati menurut sumber lain, induk ringau bisa mencapai berat 5 kilogram, namun kini sudah jarang ditemukan lagi.

Sedangkan sumber, Fedy Susila pernah mendapatkan ikan ringau seberat 9 kilogram di subDAS Landak, DAS Kapuas, tahun 1996 lalu . Di Pontianak ikan bernama asing Indonesian tigerfish saat ini dijual seharga sekitar 30 - 40 ribu per kilo. Sedangkan, anakan ikan hias seukuran 3 jari orang dewasa dihargai sekitar 10 ribu rupiah per ekor.

Meskipun penyebaran ikan ringau juga terdapat di Sumatera, namun berbeda spesies dikenal ringau Sumatera (Datnioides quadrifasciatus) . Dari sebuah sumber mengungkapkan ringau di sana berwarna lebih terang dan berbelang lebih banyak juga relatif jinak dibanding asal Kalimantan yang sangat agresif.

Konon, diketahui ikan ringau di Kalbar ada beberapa macam ditilik dari perbedaan warna tubuhnya. Namun tidak diketahui apakah masing-masing tergolong spesies berbeda. Perlu kajian secara ilmiah menyangkut biologi dan fisiologinya dapat menemukan klasifikasi dan nomenklaturnya. Apakah tergolong spesies tertentu atau sekadar varian saja.

Sejauh ini belum ada upaya intensif pembudidayaan ikan yang diketahui memiliki pertumbuhan lambat guna menekan laju eksploitasi di alam. Upaya konservasi baru pada tahap survey dan penelitian pemijahan buatan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH) Depok, Badan Litbang Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Balai Benih Ikan Kelansin, Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat baru beberapa tahun berselang. (Jimmy/HN)

foto: Vhencen Timothy
nara sumber Fedy Susila, Jimmy Lianda Sullivan dan Pakde
thanks atas info nya

Address

Jalan Raya Desa Kapur
Kalimantan
78391

Telephone

+6281345139117

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemerhati Lingkungan Daerah Aliran Sungai - Pelindas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pemerhati Lingkungan Daerah Aliran Sungai - Pelindas:

Share