14/08/2026
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengungkap data hari ini terdapat 353 murid yang keracunan setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di Berastagi.
Bobby menilai jika keracunan kali ini kejadian fatal.
"Ya, ini kejadian fatal, ya, kejadian fatal yang berdampak kepada anak-anak kita," kata Bobby Nasution, Jumat (14/8/2026).
Data terbaru, terdapat 353 murid yang mengalami keracunan. Bobby mengungkap jika data terus bertambah hingga tadi malam.
"Total sekarang ada 353, karena mungkin reaksinya kan ada yang kemarin langsung di pada saat jam belajar, ada yang sampai tadi malam ada yang bertambah," ujarnya.
Bobby mengungkap jika satu korban dirujuk ke rumah sakit di Medan dan sempat masuk ICU. Namun hari ini kondisinya sudah membaik.
"Namun yang fatal sampai harus dirujuk ke Kota Medan ada satu orang dan kemarin ada yang sempat masuk ICU, namun hari ini sudah mulai membaik," ungkapnya.
Terkait penyebab keracunan, Bobby tidak mau berspekulasi. Ia menyebutkan sampel makanan sudah dibawa ke Labkes Sumut.
"Sementara dari makanan yang kemarin dikonsumsi sudah dibawa ke lab provinsi, ya. Nanti dilihat dari situ, baru bisa dipastikan dari sumbernya dari mana," sebutnya.
Dapur yang menyiapkan MBG merupakan SPPG yang besar. Terdapat 2.900 lebih penerima manfaat.
Bobby berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran. Bobby menilai Kepala BGN Sudaryono juga telah memberikan sanksi yang tegas.
"Harapan kita tentu kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran, menjadi pembelajaran, dan Pak Kepala BGN juga saya rasa sudah sangat tegas memberikan sanksi, setahu saya hari ini dari BGN sudah memberikan surat pemberhentian sementara," tuturnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun tangan untuk mengusut dugaan keracunan tersebut. Sampel sisa lauk pauk diperiksa bersama Dinas Kesehatan setempat untuk mencari penyebab munculnya keluhan para siswa.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan Bupati Karo Antonius Ginting terkait insiden tersebut.
"Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat," ujar Sudaryono, Jumat (14/8/2026).
Tak hanya melakukan pemeriksaan, BGN juga mengambil tindakan administratif. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian tersebut dicopot. Dapur operasionalnya juga disegel.
"Dua tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional," katanya.
BGN menegaskan pengawasan terhadap seluruh proses penyediaan makanan MBG harus diperketat. Setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga makanan diterima siswa, harus memenuhi standar keamanan pangan.
"Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya," tuturnya.
Pemeriksaan sampel sisa makanan masih berjalan bersama Dinas Kesehatan. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
BGN juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih.
"Kami minta maaf. Lekas sembuh," pungkas Sudaryono.
Sumber: kunjungi laman Detikcom & INews