Sikawes

Sikawes Seputar Informasi Karo & Kawasan Sekitarnya #1

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengungkap data hari ini terdapat 353 murid yang keracunan setelah mengko...
14/08/2026

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengungkap data hari ini terdapat 353 murid yang keracunan setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di Berastagi.

Bobby menilai jika keracunan kali ini kejadian fatal.

"Ya, ini kejadian fatal, ya, kejadian fatal yang berdampak kepada anak-anak kita," kata Bobby Nasution, Jumat (14/8/2026).

Data terbaru, terdapat 353 murid yang mengalami keracunan. Bobby mengungkap jika data terus bertambah hingga tadi malam.

"Total sekarang ada 353, karena mungkin reaksinya kan ada yang kemarin langsung di pada saat jam belajar, ada yang sampai tadi malam ada yang bertambah," ujarnya.

Bobby mengungkap jika satu korban dirujuk ke rumah sakit di Medan dan sempat masuk ICU. Namun hari ini kondisinya sudah membaik.

"Namun yang fatal sampai harus dirujuk ke Kota Medan ada satu orang dan kemarin ada yang sempat masuk ICU, namun hari ini sudah mulai membaik," ungkapnya.

Terkait penyebab keracunan, Bobby tidak mau berspekulasi. Ia menyebutkan sampel makanan sudah dibawa ke Labkes Sumut.

"Sementara dari makanan yang kemarin dikonsumsi sudah dibawa ke lab provinsi, ya. Nanti dilihat dari situ, baru bisa dipastikan dari sumbernya dari mana," sebutnya.

Dapur yang menyiapkan MBG merupakan SPPG yang besar. Terdapat 2.900 lebih penerima manfaat.

Bobby berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran. Bobby menilai Kepala BGN Sudaryono juga telah memberikan sanksi yang tegas.

"Harapan kita tentu kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran, menjadi pembelajaran, dan Pak Kepala BGN juga saya rasa sudah sangat tegas memberikan sanksi, setahu saya hari ini dari BGN sudah memberikan surat pemberhentian sementara," tuturnya.

Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun tangan untuk mengusut dugaan keracunan tersebut. Sampel sisa lauk pauk diperiksa bersama Dinas Kesehatan setempat untuk mencari penyebab munculnya keluhan para siswa.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan Bupati Karo Antonius Ginting terkait insiden tersebut.

"Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat," ujar Sudaryono, Jumat (14/8/2026).

Tak hanya melakukan pemeriksaan, BGN juga mengambil tindakan administratif. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian tersebut dicopot. Dapur operasionalnya juga disegel.

"Dua tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional," katanya.

BGN menegaskan pengawasan terhadap seluruh proses penyediaan makanan MBG harus diperketat. Setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga makanan diterima siswa, harus memenuhi standar keamanan pangan.

"Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya," tuturnya.

Pemeriksaan sampel sisa makanan masih berjalan bersama Dinas Kesehatan. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
BGN juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih.

"Kami minta maaf. Lekas sembuh," pungkas Sudaryono.

Sumber: kunjungi laman Detikcom & INews

Ratusan pelajar dari lima sekolah di Kecamatan Berastagi diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program MBG, ...
14/08/2026

Ratusan pelajar dari lima sekolah di Kecamatan Berastagi diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program MBG, Kamis (13/8/2026).

Ratusan siswa harus dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di Berastagi dan Kabanjahe setelah mengalami kondisi lemas hingga muntah.

Di tengah banyaknya pelajar yang mendapatkan penanganan medis, Bupati Karo Antonius Ginting menyatakan kondisi para siswa tidak mengkhawatirkan berdasarkan pengecekan yang dilakukan pemerintah daerah.

Antonius menyampaikan pernyataan tersebut setelah mendatangi fasilitas kesehatan bersama Forkopimda dan melihat langsung kondisi para pelajar.

"Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan, ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan," ujar Antonius di depan RS Amanda Berastagi.

Bupati Karo sebut berita baiknya, kondisi siswa baik Dugaan keracunan massal tersebut sempat menimbulkan kepanikan di sejumlah sekolah karena banyak siswa harus mendapatkan pertolongan dan dibawa menuju fasilitas kesehatan.

Meski ratusan pelajar harus dibawa ke fasilitas kesehatan, Antonius mengatakan kondisi mereka berdasarkan pengecekan tidak menunjukkan keadaan yang mengkhawatirkan.

Ia bahkan menyebut kondisi para siswa yang tetap dalam keadaan baik sebagai kabar baik di tengah peristiwa dugaan keracunan tersebut.

"Ini berita baik, kalaupun ada suatu kejadian berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik," ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Antonius bersama jajaran Forkopimda Karo mengecek langsung kondisi para siswa yang menjalani penanganan medis.

Video yang diperoleh dari sejumlah sumber memperlihatkan proses evakuasi siswa menggunakan ambulans dan kendaraan pribadi karena banyaknya pelajar yang membutuhkan penanganan.

Sejumlah siswa terlihat lemas ketika diturunkan dari ambulans, sedangkan sebagian lainnya mengalami muntah setelah diduga mengonsumsi makanan dari program MBG.

Data awal menyebutkan sebanyak 255 pelajar terdampak dugaan keracunan MBG dan dievakuasi menuju sejumlah fasilitas kesehatan di Berastagi dan Kabanjahe.

Namun, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan jumlah siswa tingkat SMA dan SMK yang diduga keracunan kemudian bertambah menjadi 269 orang hingga Kamis sore.

Sumber: kunjungi laman Kompas

Sebanyak 256 siswa di Kabupaten Karo dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas setelah diduga mengalami keracunan makanan p...
14/08/2026

Sebanyak 256 siswa di Kabupaten Karo dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas setelah diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (13/8/2026). Kejadian fatal ini berasal dari layanan SPPG Karo Berastagi Sempajaya.

Badan Gizi Nasional (BGN) regional Sumatera Utara pun telah melakukan tindakan suspend (menghentikan) operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karo.

Hal ini dilakukan untuk mendukung langkah investigasi terkait dugaan insiden gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG.

Kepala BGN regional Sumatera Utara, Agung Kurniawan kepada RRI, Kamis, 13 Agustus 2026 malam mengatakan langkah ini untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Termasuk dengan melibatkan tim dari dinas kesehatan Kabupaten Karo untuk menelusuri penyebab dugaan gangguan kesehatan, guna menelusuri standar kelayakan menu yang disajikan kepada para siswa.

“Sejauh ini, untuk sampel (menu) sudah diambil dari dinas kesehatan dan kita masih sambil menunggu hasil lab dari dinas kesehatan. Ktia tidak berani menduga-duga bang dari mana- darimana kan,” kata Agung.

Berdasarkan nota dinas Nomor ND-324/06.01.01/08/2026/KPPG yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan pada 13 Agustus 2026, makanan dimasak dalam dua sesi pada pukul 00.00 WIB dan 02.00 WIB. Tes organoleptik dilakukan pukul 08.30 WIB oleh ahli gizi dan relawan.

Laporan pertama kejadian luar biasa (KLB) diterima dari SMA Swasta Bersama pada jam pengantaran 11.30 WIB. Sementara untuk SMA Negeri 1 Berastagi, yang merupakan sekolah pengantaran terakhir pada pukul 13.00 WIB, baru melaporkan kejadian pertama kali pada pukul 13.30 WIB.

"Setelah semua siswa makan ompreng langsung gejala keracunan terjadi. Dengan kondisi semua ompreng sudah dikonsumsi oleh siswa. Kurang lebih setengah jam, reaksi keracunan terjadi," demikian tertulis dalam nota dinas yang ditandatangani Kepala KPPG Medan Donal Simanjuntak.

Total penerima manfaat SPPG Karo Berastagi Sempajaya berjumlah 2.997 orang, terdiri dari siswa TK, SD, SMP, SMA, SMK, serta kelompok Balita, Bumil, dan Busui (B3).

Dari jumlah itu, sebanyak 1.982 siswa dari dua sekolah mengalami kontaminasi pangan, yaitu SMA Negeri 1 Berastagi sebanyak 1.425 orang dan SMA Swasta Bersama Berastagi sebanyak 557 orang.

Sebanyak 256 orang dirawat di empat fasilitas kesehatan: RSUD Kabupaten Karo 28 orang, RSU Amanda 122 orang, RS Efarina Etaham 81 orang, dan Puskesmas Berastagi 21 orang.

Menu makanan yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, ikan dencis botan, tahu asam manis, tumis kol dan wortel, ebi, serta buah melon.

Sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan di Medan.
Sebagai langkah awal, KPPG Medan menerbitkan nota dinas untuk suspensi dapur penyedia. Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap SPPG, ahli gizi, akuntan, dan mitra terkait.

"Penerima manfaat yang sebelumnya diberikan oleh SPPG itu, nanti akan dialihkan ke SPPG lain. Jadi jangan sampai ketika yang disuspensi, penerima manfaat menjadi tidak terima lagi ke depan," ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha KPPG Medan Erdianta Sitepu.

Sumber: kunjungi laman RRI

Ratusan murid dari 5 sekolah di Kabupaten Karo mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).Kepala...
13/08/2026

Ratusan murid dari 5 sekolah di Kabupaten Karo mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan l peristiwa itu terjadi saat makan siang. Terdapat 265 murid yang mengalami keracunan di 3 SMK dan SMA di Karo.

"Sekolah kita ada tiga, SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama," kata Zulkarnain Barus saat dihubungi, Kamis (13/8/2026).

Dengan rincian SMAN 1 Berastagi sebanyak 202 murid, SMA Swasta Bersama 25 murid, dan SMK Swasta Bersama 38 murid. Sehingga total 265 murid mengalami keracunan MBG.

Zulkarnain menjelaskan jika menu MBG hari ini adalah sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Ia menduga penyebab keracunan dari gulai ikan.

"Kalau menunya tadi saya lihat itu, sayurnya sayur kol ya, wortel sama kol, kemudian ikannya dencis, gulai, diperkirakan itu dari ikan dencis itu perkiraan sementara itu dari siswa, begitu dimakannya, langsung gatal-gatal mulutnya, gitu," jelasnya.

Para murid mengalami gejala awal mulut gatal-gatal. Selain itu, kulit murid juga gatal hingga sesak.

"Makanya gejala awal itu langsung mulutnya gatal-gatal, getir gitu, baru ada yang ke kulitnya gatal dan apa namanya, sesak," ucapnya.

Selain 265 murid SMA/SMK, terdapat juga murid dari 2 sekolah SMP yang mengalami keracunan, yaitu SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.

"SMP pun ada (keracunan) karena dapurnya sama, punya Kodim, tapi data siswanya belum bisa dapat kalau yang SMP," ujarnya.

Ratusan murid itu disebar di 4 rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Murid yang paling parah disebut mengalami sesak.

"Sebenarnya kalau kondisinya stabil semua di rumah sakit, cuma karena panik aja tadi di awal," tuturnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut Agung Kurniawan menyebut sudah mendengar informasi itu. Saat ini ia sedang perjalanan dari Medan menuju Karo.

"Informasinya seperti itu, tapi ini kita sedang menuju ke sana untuk cek keadaan sebetulnya," sebut Agung Kurniawan.

Sumber: kunjungi laman Detik

13/08/2026

Puluhan pelajar SMAN 1 Berastagi keracunan massal diduga setelah menyantap MBG, Kamis (13/08/2026)

Credit video: Karo News, Syarifin Bangun

Suasana duka meliputi keluarga korban saat ditemui di Jambur Pisau Serit Desa Seberaya pada prosesi penyemayaman. Korban...
13/08/2026

Suasana duka meliputi keluarga korban saat ditemui di Jambur Pisau Serit Desa Seberaya pada prosesi penyemayaman. Korban diketahui FKS (11), warga Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah diduga meninggal dunia seusai mendapatkan vaksinasi di sekolah.

Menurut keterangan yang dihimpun, korban yang merupakan siswa SD 047164 Seberaya Kec. Tiga Panah, Karo, ini mendapatkan suntikan vaksinasi di sekolah, dari tenaga medis Puskesmas Tiga Panah Dinas Kesehatan Karo, pada Rabu (5/8/2026) lalu. Setelah itu, korban mengalami peningkatan suhu badan, lalu dibawa ke rumah sakit.

Setelah tiga hari mendapatkan perawatan, korban meninggal dunia. Ayah korban, Fransius Karo Sekali, menjelaskan dirinya tidak mengetahui adanya kegiatan suntikan vaksin tersebut karena pihak sekolah juga tidak ada pemberitahuan kepada orang tua.

"Saya tahu vaksin itu dari anak saya, dia bilang kalau tadi di sekolah disuntik vaksin, tapi tidak ada pemberitahuan dari pihak sekolah kepada orang tua," jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026) siang.

Dia melanjutkan, usai mendapatkan vaksin, kondisi korban lemah dan suhu tubuh mengalami peningkatan. Karena sangat mengkhawatirkan, korban dibawa ke bidan desa.

Namun, karena tak kunjung membaik, korban dirujuk ke Rumah Sakit Amanda untuk mendapatkan perawatan.

"Jadi, setelah divaksin, anak kami itu langsung drop dan badannya itu panas tinggi. Sempat kami bawa ke bidan desa, tetapi panasnya tak turun juga. Kata ibu bidan sudah tidak sanggup lagi, makanya langsung kami bawa ke Rumah Sakit Amanda," terangnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Setelah itu, korban pun mendapatkan perawatan di rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

"Sesampainya di rumah sakit, anak kami langsung mendapat infus dan rontgen. Terus langsung masuk ke ruang ICU karena kondisinya memburuk. Tiga hari dirawat, anak kami meninggal dunia," ungkapnya sambil berusaha menahan tangisnya.

Dia pun berharap kepada pihak terkait untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Menurutnya, untuk proses vaksin, harus ada pemberitahuan dan persetujuan dari orang tua.

"Saya sangat berharap agar bertanggung jawab atas meninggalnya anak saya. Saya ingin tahu bagaimana prosedur vaksin ini, kenapa tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada orang tua. Saya menitipkan anak saya di sekolah untuk dididik, bukan untuk divaksin," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta Sinulingga, yang dikonfirmasi Kompas melalui Whatsapp belum menjawab terkait masalah ini. Saat dikunjungi ke Puskesmas Tiga Panah, Kepala Puskesmas juga tidak berada di tempat. Bukan hanya Kepala Puskesmas, Kadis Kesehatan Karo juga saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp juga belum menjawab.

Sumber: kunjungi laman Kompas

Aksi pencurian yang menguras isi rumah seorang petani di Kabanjahe akhirnya berhasil diungkap Tim Cobra Satreskrim Polre...
12/08/2026

Aksi pencurian yang menguras isi rumah seorang petani di Kabanjahe akhirnya berhasil diungkap Tim Cobra Satreskrim Polres Karo. Dalam pengembangan penyelidikan, dua pelaku berhasil dibekuk di lokasi berbeda, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Kasat Reskrim AKP Hizkia Siagian menjelaskan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja cepat Unit Opsnal Tim Cobra dalam menindaklanjuti laporan korban.

Kasus ini bermula ketika korban JBS (29), warga Kabanjahe, pada Rabu (15/07/2026) sekitar pukul 10.00 WIB mengetahui rumahnya di Jalan Sudirman, Kelurahan Gung Leto, telah dibobol pencuri.

Berbagai barang berharga milik korban raib, di antaranya satu unit televisi 43 inci, dispenser, dua galon Aqua, dua tabung gas, satu set persneling mobil Ford Everest, satu set blok mesin Ford Everest, satu unit laptop Acer, serta dua pasang sepatu merek Bally dan Bottega.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian materi sekitar Rp35 juta dan melaporkannya ke Polres Karo.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengidentifikasi salah satu pelaku berinisial DRT (21), warga Kecamatan Payung.

Pada Minggu (19/07/2026) sekitar pukul 16.40 WIB, Tim Cobra melihat tersangka sedang menaiki becak di Jalan Jamin Ginting menuju Jalan Veteran Kabanjahe. Hanya berselang lima menit, tepatnya pukul 16.45 WIB, tersangka berhasil diamankan di Terminal Kabanjahe dan langsung dibawa ke Mapolres Karo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan terhadap DRT, penyidik memperoleh informasi mengenai keterlibatan pelaku lain, yakni BS (32), warga Kecamatan Merek.

Pengembangan pun dilakukan hingga pada Senin (10/07/2026) sekitar pukul 00.15 WIB, Tim Cobra menemukan BS sedang berjalan di Jalan Pasar Baru, Kabanjahe. Petugas langsung melakukan penangkapan di lokasi tersebut tanpa perlawanan dan membawa tersangka ke Polres Karo guna proses penyidikan.

Hizkia menyebutkan kedua tersangka diduga beraksi bersama dua pria dewasa lainnya yang identitasnya telah diketahui dan saat ini masih dalam pengejaran petugas.

"Pengungkapan ini merupakan komitmen kami menindak tegas pelaku tindak pidana pencurian yang meresahkan masyarakat. Penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap seluruh pelaku dan menelusuri keberadaan barang bukti yang belum ditemukan," ujar Hizkia.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

Polres Karo juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah dan segera melapor apabila mengetahui adanya tindak kejahatan di lingkungan sekitar.

Sumber: Polres Karo

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, mencatat beberapa w...
12/08/2026

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, mencatat beberapa waktu terakhir aktivitas vulkanik di gunung yang berada di Kabupaten Karo ini meningkat.

"Untuk status masih waspada, namun memang kegempaan belakangan ini tercatat mengalami peningkatan. Sehingga, melihat aktivitas yang fluktuatif ini, rekomendasi dari kita masih sama," ujar petugas Pengamat Gunung Sinabung, Armen Putra, Senin (10/8/2026).

Diungkapkan Armen, dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir pihaknya mencatat aktivitas kegempaan dari dalam Gunung Sinabung mengalami peningkatan.

Tak hanya dari data, melalui pengamatan yang dilakukan secara visual Sinabung juga menunjukkan adanya tanda-tanda peningkatan sulfur yang membuat timbulnya asap tebal cenderung berwarna biru.

Dikatakan Armen, perubahan warna pada asap yang keluar dari puncak Sinabung memang sebagai tanda adanya peningkatan sulfur dan suhu di sekitar gunung.

Yang turut membuat kondisi rerumputan di beberapa sisi gunung menguning, karena faktor perubahan suhu dan juga kandungan vulkanik dari dalam perut gunung.

"Ya biasanya kan asapnya warna putih, ini kita lihat belakangan sedikit berwarna biru. Yang mana, kondisi ini disebabkan karena adanya peningkatan sulfur dan suhu yang cenderung naik," katanya.

Sebagai informasi, aktivitas Sinabung terkini dalam periode Minggu (9/8/2026) kemarin, sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB tercatat setidaknya terjadi lima kali kegempaan.

Dari lima aktivitas vulkanik dari dalam perut gunung setinggi 2460 MDPL ini juga tercatat terjadi satu kali guguran.

Dari catatan PVMBG melalui Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Sinabung Gempa Guguran tercatat terjadi satu kali dengan amplitudo 5 mm, durasi 18 detik, kemudian Gempa Hembusan terjadi sebanyak lima kali dengan amplitudo 2-15 mm, durasi : 20-26 detik.

Selanjutnya, gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak satu kali dengan amplitudo 7 mm, S-P : 0 detik, durasi : 12 detik, Gempa Vulkanik Dalam terjadi delapan kali dengan amplitudo 2-5 mm, S-P : 0.8-1.3 detik, durasi : 6-12 detik. Dan Gempa Tektonik Jauh berjumlah enam kali dengan amplitudo 2-10 mm, S-P : 19-105 detik, durasi : 40-228 detik.

Melihat perubahan yang terjadi beberapa waktu terakhir, Pos PGA Sinabung kembali mengingatkan potensi erupsi dari Gunung Sinabung masih ada.

Sehingga, rekomendasi untuk menjauhi zona bahaya di dalam radius radial 2 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 3.5 km untuk sektoral selatan-timur, masih berlaku.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2022 lalu Gunung Sinabung telah ditetapkan berstatus waspada atau level II, aktivitasnya juga masih fluktuatif.

Namun, selama kurang lebih empat tahun terakhir selama kurang lebih satu bulan ini Sinabung menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dari dapur magmanya.

Sumber: kunjungi laman Tribun Medan

Seorang pria diamankan personel Unit II Satresnarkoba Polres Karo saat berada di pinggir jalan di Desa Sukanalu, Kecamat...
11/08/2026

Seorang pria diamankan personel Unit II Satresnarkoba Polres Karo saat berada di pinggir jalan di Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Minggu (9/8/2026) malam. Dari tangan tersangka, polisi menyita satu paket diduga sabu seberat 4,5 gram.

Tersangka yang diamankan berinisial IS (38), warga Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB dalam kegiatan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Karo.

Kasatres Narkoba Polres Karo AKP Joni H. Pardede, menjelaskan penangkapan berawal dari operasi yang dilakukan personel Unit II Satresnarkoba di Desa Sukanalu.

Saat berada di lokasi, petugas mencurigai seorang laki-laki dewasa yang berada di pinggir jalan. Setelah dilakukan interogasi, pria tersebut mengaku bernama IS.

“Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap badan tersangka dan area sekitar lokasi penangkapan. Dari hasil penggeledahan ditemukan satu paket plastik klip berisi diduga narkotika jenis sabu,” ujar Joni.

Selain paket sabu, polisi turut mengamankan dua unit telepon genggam Android merek OPPO warna hitam dan silver, serta satu buah jaket warna hitam yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Seluruh barang bukti bersama tersangka selanjutnya dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Karo guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 ayat (1) juncto Pasal VII poin 50 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Joni menegaskan pihaknya terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran narkotika hingga ke wilayah pedesaan sebagai bentuk komitmen Polres menjaga masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Sumber: Polres Karo

Pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan di Kabupaten Karo kembali menjadi sorotan. Ka...
11/08/2026

Pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan di Kabupaten Karo kembali menjadi sorotan. Kali ini, publik mempertanyakan alokasi dana sekitar Rp2 miliar yang dihimpun melalui Forum CSR dan digunakan untuk membiayai pendidikan 10 siswa asal Karo di SMA Unggul Bina Kasih Nusantara, Medan.

Nilai program tersebut tidak kecil. Dana sekitar Rp2 miliar dialokasikan untuk membiayai pendidikan 10 siswa selama tiga tahun. Artinya, rata-rata nilai program mencapai sekitar Rp200 juta untuk setiap siswa.

Di tengah besarnya anggaran, pertanyaan utama yang kini mengemuka adalah soal dasar dan mekanisme penentuan sekolah penerima program.

Mengapa 10 siswa tersebut diarahkan ke SMA Unggul Bina Kasih Nusantara? Mengapa bukan sekolah swasta unggulan lainnya di Kota Medan yang telah lebih lama berdiri dan memiliki rekam jejak pendidikan yang panjang?

Pertanyaan tersebut semakin menguat karena SMA Unggul Bina Kasih Nusantara merupakan sekolah yang relatif baru. Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah tersebut berdiri pada 2024 dan izin operasionalnya diterbitkan melalui Surat Keputusan Nomor 421.3/443 tertanggal 26 April 2024.

Pemkab Karo Sebut Hasil Kesepakatan Forum CSR

Plt Kepala Bappeda Karo, Abel Tarigan, sebelumnya menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut merupakan hasil kesepakatan Forum CSR.
Menurut Abel, penetapan alokasi beasiswa dilakukan melalui forum yang beranggotakan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Karo.

“Terkait dengan alokasi beasiswa adalah berdasarkan kesepakatan rapat Forum CSR yang anggotanya adalah perusahaan yang ada di Kabupaten Karo,” ujar Abel.

Ia juga menegaskan Pemkab Karo maupun Bappeda tidak memiliki kewenangan untuk menentukan sekolah penerima. Pemerintah daerah, kata dia, hanya berperan sebagai fasilitator dalam Forum CSR.

“Kalau yang ini sudah ada instansi yang berwenang. Kami selaku Pemda/Bappeda hanya sebagai fasilitator, bagian dari anggota forum dan tidak berwenang untuk memutuskan alokasi beasiswa,” tandasnya.

Penjelasan tersebut justru menyisakan pertanyaan lanjutan: siapa yang mengusulkan SMA Bina Kasih, siapa yang menentukan sekolah tersebut, dan apa pertimbangan Forum CSR memilih sekolah yang relatif baru itu?

Jawaban atas pertanyaan tersebut penting agar penggunaan dana CSR tidak berhenti pada penjelasan bahwa program merupakan hasil kesepakatan forum, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kesepakatan itu dibuat.

DPRD Karo Akan Pertanyakan

Wakil Ketua Komisi A DPRD Karo, Raja Urung Mahesa Tarigan, menegaskan pihaknya akan mempertanyakan persoalan tersebut kepada Pemkab Karo. Terutama mengenai dasar dan mekanisme penetapan SMA Unggul Bina Kasih Nusantara sebagai tujuan program beasiswa.

“Akan kita pertanyakan,” tegas Mahesa.

Politisi Partai Demokrat tersebut menilai, pengelolaan dana CSR perlu dijelaskan secara terbuka. DPRD, katanya, perlu mengetahui siapa yang mengusulkan program, siapa yang menentukan sekolah penerima, bagaimana proses seleksi terhadap 10 siswa, serta apa dasar hukum dan kesepakatan yang digunakan.
Tak hanya itu, DPRD Karo juga berencana meminta dokumen yang berkaitan dengan program tersebut.

Di antaranya kesepakatan Forum CSR, nota kesepahaman (MoU) dengan pihak sekolah, mekanisme penyaluran dana, hingga dokumen yang menjelaskan proses penentuan penerima manfaat.

Rp2 Miliar untuk 10 Siswa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah perusahaan yang disebut mengalokasikan dana CSR untuk program tersebut antara lain PT Ultra Sumatera Dairy Farm yang beroperasi di Kecamatan Merek, PT Karo Bumi Energi di Desa Kandibata, PT Tamora Stekindo di Merek, PT Tirta Sibayakindo di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, PT Indomas Mitra Teknik di Desa Mardinding, serta PT Sawitta Jaya Lau Pakam di Lau Pengulu, Kecamatan Mardinding.

Program tersebut kemudian dituangkan dalam MoU antara Pemerintah Kabupaten Karo dan pihak SMA Unggul Bina Kasih Nusantara di Kantor Bupati Karo pada 25 Juli 2025.

Total dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp2 miliar untuk membiayai pendidikan 10 siswa selama tiga tahun.

Besarnya nilai tersebut membuat transparansi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Publik berhak mengetahui bagaimana dana dihimpun, siapa yang mengambil keputusan, bagaimana siswa dipilih, serta mengapa sekolah tertentu akhirnya menjadi tujuan program.

Apalagi, ketika sekolah penerima merupakan institusi pendidikan yang relatif baru dan muncul informasi mengenai dugaan keterkaitan dengan pejabat daerah.

Pada akhirnya, persoalan ini bukan semata-mata tentang sekolah mana yang dipilih. Lebih jauh, publik ingin memastikan bahwa dana CSR benar-benar dikelola berdasarkan kebutuhan penerima manfaat, prosedur yang jelas, dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: kunjungi laman Sumut Pos

Address

Tanah Karo
Kabanjahe

Telephone

+82124002330

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sikawes posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share