17/05/2026
Berawal dari laporan para angler dan warga bantaran sungai, kembali ditemukan dugaan aktivitas pembuangan limbah yang mencederai ruang hidup bersama. Sungai bukan sekadar aliran air, melainkan urat nadi ekosistem dan denyut kehidupan masyarakat. Ketika limbah dibuang sembarangan, yang tercemar bukan hanya airnya—tetapi juga harapan, kesehatan, dan masa depan lingkungan kita.
Hari ini, REHAB KALI CIKARANG bersama rekan-rekan pegiat sungai turun melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi, sebagai bentuk respon atas keresahan para pemancing dan masyarakat sekitar. Suara kecil dari bantaran sungai harus didengar, sebab sering kali kerusakan lingkungan terungkap pertama kali dari mata rakyat yang hidup berdampingan dengan alam.
Kami percaya, menjaga sungai bukan tugas segelintir orang. Ini adalah tanggung jawab bersama—masyarakat, pelaku usaha, hingga pemangku kebijakan. Sungai yang sehat bukan warisan dari masa lalu, melainkan titipan untuk masa depan.
“Ketika sungai mulai kehilangan ikan dan aroma air berubah menjadi keresahan, saat itulah nurani lingkungan sedang memanggil kita untuk bergerak.”