Permasalahan yang semakin kompleks menuntut kesiapan dunia pendidikan untuk mengantisipasinya. Permasalahan tersebut tidak seutuhnya tanggung jawab sebuah lembaga pendidikan formal atau sekolahan. Tetapi peran lembaga informal juga sangat dibutuhkan. Buktinya anak selalu mencari seseorang (selain guru) yang mampu memahamkan mereka dalam mempelajari mata pelajaran di sekolah. Seperti orang tuanya,
kakaknya, saudaranya, teman sebaya, atau melalukan les privat dll. Ini artinya guru di sekolah belum cukup untuk mencerdaskan anak secara maksimal. Selain permasalahan tersebut, otak dan penalaran seorang anak tidak cukup hanya dibina untuk memahami mata pelajaran di sekolah saja, perlu adanya bimbinga untuk mengasah skill dan kreatifitas yang lain. Hal ini berkaitan dengan ketertarikan dan bakat anak berbeda-beda. Apalagi di era sekarang persaingan skill dan kreatifitas tidak bisa di hindari dan generasi muda harus mampu mengikuti hal tersebut, jika tidak mau tertinggal oleh perkembangan zaman. Untuk itulah, Rumah Belajar Cemerlang (RBC) hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya Desa Suwawal. Dengan segala upaya berusaha sedikit mengurangi permasalahan di dunia pendidikan. Membantu menumbuhkan dan mengasah skill dan kreatifitas anak-anak desa yang mengarah pada hal-hal yang positif. Karena zaman sekarang, banyak anak-anak (remaja) salah dalam menggunakan bakat dan kreatifitas hingga akhirnya terjadi kenakalan remaja. Seperti RBC juga sudah dilengkapi dengan perpustakaan sebagai rumah baca yang bisa di gunakan untuk umum, dengan harapan meningkatkan minat baca pada anak-anak dan masyarkat. Mengingat pepatah jika “buku adalah gudang ilmu, buku adalah jendela dunia”, maka diharapkan anak-anak mampu mendapat banyak ilmu dan mampu membuka jendela dunia dengan membaca buku. Jika di sekolahan atau di desa dan kota Jepara sudah ada perpustakaan, tetapi tidak selalu dapat diakses oleh semua anak-anak desa karena waktu, kondisi dan jarak yang tidak memungkinkan.