Komunitas Orang Jember

Komunitas Orang Jember Berbagi Berita Dari Warga Oleh Warga Untuk Warga Jember, CITIZEN JOURNALISM.ID @[250213838371747:] SAMPEYAN ASLI ORANG JEMBER?

Ayo Gabung bersama fesbuker Jember DISINI. Tempat Berbagi Informasi dari Pelosok kabupaten Jember (CITIZEN JOURNALISM). Halaman ini bertujuan menjadi rujukan bagi orang-2 yang membutuhkan informasi seputar Jember. JANGAN SEGAN menulis informasi/berita di Wall KOber. GABUNG SEKARANG! 100% Jember.
--------------------------------------------
Mohon bantuannya UNDANG teman-2 Jember dgn ID @[250213838371747:7].

Heboh Uang Warga Hilang Misterius di Jember, MUNCUL SPANDUK "AWAS TUYUL" DI PERTIGAAN DESA JEMBER, Jatimtoday.co.id – Wa...
17/07/2026

Heboh Uang Warga Hilang Misterius di Jember, MUNCUL SPANDUK "AWAS TUYUL" DI PERTIGAAN DESA

JEMBER, Jatimtoday.co.id – Warga Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diresahkan oleh kasus hilangnya uang secara misterius dari rumah maupun warung. Peristiwa yang disebut telah terjadi berulang kali itu memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya teror tuyul.

Nominal uang yang dilaporkan hilang bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga ratusan ribu rupiah. Menurut pengakuan warga, uang tersebut sebelumnya disimpan di dalam lemari rumah maupun laci warung, namun baru diketahui hilang pada pagi atau keesokan harinya saat hendak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga, Siti (34), mengatakan kasus kehilangan uang dialami oleh sejumlah warga dan disebut hampir terjadi setiap hari. Bahkan, dalam sehari total uang yang hilang dari beberapa warga bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

“Iya, banyak uang warga yang hilang di rumah. Ada yang Rp2.000, Rp100.000. Satu hari biasanya ada yang hilang Rp200.000,” ujar Siti kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Pengalaman serupa juga dialami Uswatun Hasanah (40). Ia mengaku kehilangan uang Rp100.000 yang sebelumnya disimpan di dalam lemari warung miliknya.

“Uang di warung hilang Rp100.000. Disimpan dalam lemari. Nanti tahunya pas pagi,” katanya.

Maraknya kejadian tersebut membuat warga semakin resah. Di tengah belum terungkapnya penyebab pasti hilangnya uang, isu mengenai tuyul pun ramai diperbincangkan di lingkungan desa.

Sebagai bentuk kewaspadaan, warga memasang spanduk bertuliskan “Hati-Hati Anda Memasuki Daerah Rawan Tuyul, Hati-Hati Dengan Uang Anda” di salah satu pertigaan Desa Pondokrejo. Spanduk itu dipasang sebagai pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyimpan uang.

Menanggapi keresahan tersebut, Kapolsek Tempurejo Iptu Christian Permana mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan kehilangan uang yang dialami warga.

“Untuk sementara belum ada informasi atau laporan masuk ke polsek,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian akan menurunkan Bhabinkamtibmas Desa Pondokrejo untuk menggali informasi dari masyarakat sekaligus memastikan fakta di balik kabar yang beredar.

“Akan kami turunkan Binmas Pondokrejo untuk menggali informasi ke warga sekitar,” tandas Christian.

Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta segera melapor apabila mengalami kehilangan atau memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

Bagaimana Cara Menangkap Tuyul wahai Komunitas Orang Jember ?? 🤔

Said Didu Beberkan MODUS PERAMPOKAN UANG NEGARA LEWAT PROGRAM MBGJakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sor...
21/06/2026

Said Didu Beberkan MODUS PERAMPOKAN UANG NEGARA LEWAT PROGRAM MBG

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan. Setelah tiga petingginya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Analis Kebijakan Publik, Sai Didu membeberkan secara rinci bagaimana program unggulan pemerintah ini justru dinilainya telah menjadi celah perampokan anggaran negara.

Dalam tulisannya di X, Didu menguraikan lima modus perubahan mendasar (BGN) yang disebutnya telah mengubah desain awal program MBG yang semestinya tepat sasaran menjadi ajang kongkalikong.

1. Perubahan Sasaran Penerima Manfaat (PM)

Didu menjelaskan bahwa desain awal MBG diperuntukkan bagi yang benar-benar membutuhkan, yaitu orang miskin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, terutama di daerah 3T (terpencil, tertinggal, dan termiskin). Namun, BGN disebutnya mengubah sasaran tersebut menjadi semua anak-anak dan ibu-ibu, sehingga jumlah penerima manfaat melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 82 juta orang.

2. Penggelembungan Jumlah Dapur (SPPG)

Awalnya, satu dapur dirancang melayani 3.000 porsi per hari dengan standar dapur yang ketat. Namun, BGN mengubah aturan tanpa batasan bawah dan standar yang jelas. "Ini karena BGN jualan dapur," tegas Didu. Akibatnya, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membengkak dari kebutuhan riil sekitar 15.000 dapur menjadi mendekati 30.000.

3. Liberalisasi Kepemilikan Dapur

Awalnya, dapur dirancang dimiliki oleh yayasan pendidikan, kesehatan, dan agama. Namun, aturan ini diubah menjadi bebas. Akibatnya, pemilik dapur kini didominasi oleh yayasan yang dibentuk oleh pihak-pihak yang dekat dengan pejabat BGN. Wakil Kepala BGN pun telah menegaskan bahwa pegawai badan gizi tidak boleh memiliki atau terafiliasi dengan SPPG, namun Didu menilai aturan ini mudah dilanggar.

4. Pola Anggaran yang Tidak Transparan

Didu memaparkan perubahan skema anggaran yang dinilainya sangat merugikan negara. Desain awal menggunakan pola Rp15.000 per porsi (Rp10.000 makanan, Rp2.000 sewa sarpras, Rp3.000 overhead dan keuntungan). Namun, BGN mengubahnya menjadi insentif Rp6.000.000 per hari per dapur, ditambah biaya makan dan overhead Rp13.000 per porsi.

"Jika dapur hanya melayani 300 porsi, artinya dapur menerima Rp23.000 per porsi, sementara untuk makanan hanya Rp10.000. Ini keuntungan yang tidak wajar," paparnya.

5. Kontrak Jangka Panjang Tanpa Kinerja

Kontrak antara pemilik dapur dengan BGN dilakukan untuk 2 tahun. Dengan skema ini, setiap dapur langsung menerima jaminan penerimaan sekitar Rp4,4 miliar (insentif Rp6 juta per hari di luar keuntungan dan overhead Rp3.000 per porsi). Sementara dengan standar dapur yang "bebas", investasi hanya sekitar Rp750 juta, sehingga balik modal tidak sampai setahun.

Berdasarkan paparan tersebut, Didu menyimpulkan tiga hal yang harus segera dilakukan:

1. Moratorium Program MBG dan menata ulang seluruh pelaksanaannya serta prioritasnya. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kepala BGN Nanik S. Deyang yang telah menerapkan moratorium pembangunan SPPG baru untuk efisiensi anggaran.
2. Menangkap semua perampok uang negara lewat MBG, termasuk pemilik dapur yang terbukti melakukan kongkalikong.
3. Mengabaikan protes pemilik dapur yang jelas sudah merugikan negara lewat program MBG.

Didu memperkirakan jika langkah-langkah ini dilakukan, APBN bisa dihemat sekitar Rp150 triliun atau bahkan lebih.

Menurut Sampeyan piye Lur...?

PELAKU PEMBUNUHAN DI GUMUKMAS DITANGKAP POLISIPihak kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan SA (23), pemuda yang...
10/06/2026

PELAKU PEMBUNUHAN DI GUMUKMAS DITANGKAP POLISI

Pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan SA (23), pemuda yang jasadnya ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur. Pelaku ternyata teman bermain korban berinisial RA (25).

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, menyatakan bahwa kasus ini terungkap setelah pemilik rumah kosong menemukan jasad korban pada Selasa (9/6/2026) sore dan langsung melapor ke polisi.

Berdasarkan penyelidikan, kecurigaan petugas mengarah kepada RA, yang tidak lain adalah anak dari pemilik rumah kosong tersebut.

"Pelaku berhasil kami amankan pada Rabu (10/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di wilayah Gumukmas-Kencong. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya," kata Andry, Rabu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan ini didasari oleh dendam lama. Pelaku mengaku sakit hati karena sering menjadi korban perundungan (bullying) oleh korban saat mereka masih kecil.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami kronologi lengkap dan bentuk perundungan yang dialami pelaku.

Source: detik


08/06/2026

MEMPRIHATINKAN...
Bocah SD di Jember Bobol Brankas Tetangga Berisi Belasan Juta, Uang Dibagi-bagi ke Teman Sekolah

ASN JEMBER TIDAK UPLOAD DISANKSI DAN DI BAP, PGRI : KEBIJAKAN "NGAWUR"SUARA INDONESIA, JEMBER - Taufiqur Rahman, Sekreta...
08/06/2026

ASN JEMBER TIDAK UPLOAD DISANKSI DAN DI BAP, PGRI : KEBIJAKAN "NGAWUR"

SUARA INDONESIA, JEMBER - Taufiqur Rahman, Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember kembali bersuara terkait kebijakan Bupati Jember yang kerap kali menjadikan guru sebagai objek percobaan.

Diakui Taufiq, dirinya sudah menghubungi berapa pengurus PGRI kabupaten/kota lain di Jawa Timur, namun kebijakan yang disertai dengan ancaman sanksi itu tidak pernah ada.

"Ya, hanya di Jember ASN yang tidak upload konten disanksi hingga dibuatkan berita acara pemeriksaan keterangan (BAPK). Ini kebijakan terkesan ngawur," katanya, Minggu (07/06/2026).

Andaipun itu ada, kata Taufiq, itu bersifat persuasif dan himbauan. Tidak ditakut-takuti dengan dengan tekanan dan ancaman sanksi.

"Baru kali ini sepajang sejarah Jember, guru ditekan sedemikian rupa. Kemaren, disuruh medata. Sekarang, diwajibkan menyebarkan konten. Berikutnya apalagi,," sebutnya.

Dari beberapa guru yang melakukan pengaduan ke PGRI Jember kata Taufiq, mayoritas mengalami ketakutan.

"Mereka takut berimbas kepada karir. Apalagi P3K paruh waktu. Sudah gajinya tidak seberapa, masih harus menghadapi seperti itu. Sekali lagi, ini diluar kepatutan," imbuhnya.

Aktivis pendidikan ini juga khawatir, BAP yang sudah ditandatangani suatu saat akan dijadikan alat tekan oleh pihak tertentu untuk menghambat karir guru.

"Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sanksi itu menghantui para pendidik kita. Kami sangat kecewa dengan kebijakan ini. Sangat kecewa," keluhnya.

Sementara Bupati Jember Gus Fawait, dalam unggahan akun tiktoknya menyampaikan, kalau dirinya tidak menyuruh ASN untuk melakukan itu.

"Saya perlu meluruskan saya tidak minta ASN. Hanya meminta bagaimana masyarakatnya ikut bangga, salah satu wujud kebanggaannya untuk mempromosikan Kabupaten Jember terkait wisata-wisatanya dan atau mempublikasi program-program yang ada di Kabupaten Jember," katanya dalam unggahannya.

Menurutnya, terkait kritikan dan masukan itu adalah hal yang biasa. Namun karena ada semacam opini yang membelokkan sehingga dirinya perlu meluruskan.

"Permintaan Pemkab Jember pada hari Jumat untuk mengupload kegiatan Pemkab bukan demi mempromosikan Bupati. Itu saya tersenyum saja. Lucu ya, karena pilkada sudah selesai dan pilkada masih lama," cetusnya.

Perlu diketahui, sanksi yang diterapkan oleh Pemkab Jember selain kepada guru, juga menyasar tenaga kesehatan dan sejumlah pejabat (*)
BACA: SuaraIndonesia.co.id

04/06/2026

INILAH PROSES DEMOKRASI DI DESA UMBULSARI

Pemerintah Desa Umbulsari sukses melaksanakan Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang berlangsung di Pendopo Desa Umbulsari. Dengan konsep yang menyerupai Pemilihan Umum, proses pemilihan berlangsung aman, tertib, transparan, dan demokratis.

Antusiasme para pemilih dari unsur RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat menjadi bukti tingginya kepedulian warga terhadap kemajuan desa.

Semoga anggota BPD yang terpilih dapat mengemban amanah dengan baik, menjadi penyambung aspirasi masyarakat, serta bersama-sama membangun Desa Umbulsari yang lebih maju dan sejahtera.

Jember, MAJALH-GEMPUR.Com  – Suasana haru dan penuh refleksi terasa di Sekretariat Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cab...
25/05/2026

Jember, MAJALH-GEMPUR.Com – Suasana haru dan penuh refleksi terasa di Sekretariat Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Jember saat puluhan peserta mengikuti kegiatan “Nobar dan Nulis Surat untuk Mei ’98”, Senin (25/5/2026).
Lewat pemutaran film dan penulisan surat reflektif, publik diajak kembali mengingat tragedi kemanusiaan Mei 1998 yang meninggalkan luka mendalam, khususnya bagi perempuan Indonesia.

Kegiatan yang digelar di Jalan Letjen S Parman, Lingkungan Sadengan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari itu dihadiri mahasiswa, komunitas perempuan, pegiat lintas iman dan budaya, hingga masyarakat umum. Tidak hanya menonton film, peserta juga menuliskan pesan untuk korban, keluarga korban, dan generasi mendatang sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap nilai kemanusiaan.

Sekretaris KPI Jember, Dewi Eliana, menegaskan Reformasi 1998 tidak bisa dipisahkan dari perjuangan perempuan Indonesia. Menurutnya, perempuan bukan hanya korban sejarah, tetapi juga bagian penting dalam perubahan sosial dan demokrasi bangsa.

“Ketika sejarah dipelintir dan pengalaman korban disangkal, maka luka itu dipaksa hadir kembali. Demokrasi tidak akan sehat jika dibangun di atas amnesia kolektif,” ujarnya.

KPI Jember menilai ruang budaya seperti diskusi publik, literasi sejarah, pemutaran film, hingga penulisan reflektif sangat penting untuk menjaga kesadaran kritis masyarakat, terutama generasi muda di tengah derasnya arus disinformasi.

Dalam momen tersebut Dewi memberikan apresiasi kepada pendiri KPI Cabang Jember dan Jawa Timur Ibu Afianda Alvianda Mariawati atas perjuangannya dan sumbangsih hingga KPI dapat eksis hingga sekarang.

Selain menjadi ruang refleksi sejarah, kegiatan ini juga diramaikan bazar UMKM yang menghadirkan sekitar 20 pelaku usaha lokal dengan berbagai produk yang dihasilkan dari anggota KPI.

"Mulai makanan, minuman herbal, frozen food, ecoenzim hingga kerajinan tangan ramah lingkungan". Kata koordinator Bazar UMKM, Hermin Sulis Setyowati.

Menurut perempuan yang juga sebagai Dewan Kelompok Kepentingan Informal KPI ini bahwa kedepan bazar akan dilaksanakan setiap hari mulai jam 09.00 - 15.00 wib di depan kantor sekretariat. (eros)

14/05/2026

Permintaan Maaf Ahmad Sahri kepada masyarakat Jember buntut Vidio Viralnya asyik Main Game dan Merokok saat bekerja di gedung DPR.

WAKIL RAKYAT INI TAK LAYAK DICONTOH, Sayang Tak Bisa Dibuang...Kita menoleh ke Jember. Rupanya ada wakil rakyat bikin mu...
13/05/2026

WAKIL RAKYAT INI TAK LAYAK DICONTOH, Sayang Tak Bisa Dibuang...

Kita menoleh ke Jember. Rupanya ada wakil rakyat bikin muak. Saat rapat ia malah main games, paspus-paspus merokok. Seandainya bisa dibuang, kira-kira cocok dibuang kemana ni Dewan? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, Cong! Kacong.

Jember ini kota tembakau, kota santri, kota karnaval. Tiap tahun ada Jember Fashion Carnaval yang kostumnya bisa bikin alien minder. Tapi kemarin, yang tampil bukan manusia berkostum burung garuda raksasa atau ratu Mesir. Yang tampil justru anggota dewan yang kelakuannya seperti goblin kehilangan kandang.

Namanya Achmad Syahri As Siddiqi. Masih 25 tahun. Anak muda. Wakil rakyat. Duduk manis di rapat resmi DPRD Jember. Di ruangan dingin ber-AC itu, orang-orang Dinas Kesehatan sedang bicara soal campak, stunting, BPJS, rakyat sakit, puskesmas megap-megap, dan pelayanan kesehatan yang lebih rumit dari antre minyak goreng zaman chaos. Tapi si wakil rakyat ini malah asyik main Clash of Clans sambil merokok.

Kacong bayangkan suasananya! Di satu sisi, kepala puskesmas ngomong soal bayi kurang gizi. Di sisi lain, terdengar bunyi imajiner,
“Town Hall upgraded!”
“Your village is under attack!”

Ya Allah, Jember ini kabupaten apa arena e-sport?

Orang rapat mikirkan balita kurus. Dia malah sibuk nyerang desa orang demi trofi. Kalau rakyat kena stunting, mungkin dianggap cuma pasukan barbar level satu yang kurang elixir.

Yang lebih dahsyat lagi, beliau ini bukan anak sembarangan. Ia putra mantan anggota DPR RI, cucu kiai besar pesantren. Harusnya aura yang keluar itu minimal aroma kitab kuning dan kebijaksanaan. Eh yang keluar malah asap rokok dan hawa pemain warnet kalah ranked.

Ini seperti pecel Jember dicampur bensin Pertalite. Salah racik. Aneh. Bikin mual lalu muntah.

Katanya di pesantren diajarkan adab lebih tinggi dari ilmu. Tapi begitu duduk di kursi empuk dewan, adabnya mungkin lompat lewat ventilasi AC lalu kabur naik odong-odong ke Pantai Papuma. Tinggal jas, rokok, dan Clash of Clans yang setia menemani.

Rakyat tentu ngamuk. Video itu menyebar lebih cepat dari gosip emak-emak di Pasar Tanjung. Netizen langsung menyerbu. Bukan menyerbu pakai tank, tapi pakai komentar pedas level dewa.

“Ini DPRD atau rental PlayStation?”

Ada yang bilang mungkin dia sedang simulasi pembangunan desa digital. Ada juga yang menduga stunting mau diselesaikan pakai pasukan naga listrik.

Ketua DPRD sampai minta maaf ke publik. Partai juga katanya akan memanggil. Tapi rakyat telanjur kecewa. Sebab yang dilihat bukan sekadar anak muda main game. Yang dilihat rakyat adalah simbol bagaimana kursi dewan kadang berubah jadi sofa rebahan orang-orang yang lupa dirinya digaji rakyat.

Ironisnya, rakyat Jember itu pekerja keras. Ada petani tembakau yang kulitnya dibakar matahari. Ada pedagang pasar yang bangun sebelum ayam sempat nguap. Ada ibu-ibu antre BPJS sambil gendong anak demam. Mereka semua berharap wakilnya serius memperjuangkan nasib rakyat.

Eh, wakilnya malah sibuk nge-push trofi.

Kalau begini terus, jangan heran suatu hari rapat paripurna berubah format jadi turnamen Mobile Legends. Sidang dibuka palu ketua dewan, “Agenda hari ini membahas APBD dan push rank menuju Mythic.”

Jember yang terkenal dengan karnaval megah kini malah punya pertunjukan baru, wakil rakyat merokok sambil main game ketika rakyat sedang bicara penderitaan. Ini bukan satire. Ini kenyataan yang terlalu absurd sampai terasa seperti skenario sinetron yang ditulis kambing habis makan kabel WiFi.

Wakil rakyat mestinya jadi teladan. Bukan jadi badut digital di tengah rapat penderitaan rakyat. Karena ketika rakyat lapar, sakit, dan susah berobat, lalu yang mereka lihat cuma asap rokok dan layar Clash of Clans, kepercayaan publik runtuh lebih cepat dari base TH7 diserang 20 barbarian.

Kacong Komunitas Orang Jember

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani - Ketua Satupena Kalbar

Address

Jember
68166

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Orang Jember posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share