13/08/2026
PENGUSAHA PASURUAN RESAH Muncul Relawan Sound Horeg Dukung Gibran Pilpres 2029: JANGAN BAWA KAMI!
SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Para pengusaha sound horeg di Jawa Timur, khususnya wilayah Pasuruan, menolak keras klaim dukungan politik praktis untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2029 yang mengasnamakan kelompok mereka.
Reaksi ini muncul setelah kelompok Relawan Gibran Penerus Jokowi (GPJ) menyatakan diri sebagai gabungan pengusaha sound horeg usai bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada Selasa (11/8/2026).
GPJ merupakan salah satu kelompok relawan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kelompok tersebut disebut merupakan gabungan pengusaha sound horeg dengan anggota yang banyak berasal dari Jawa Timur dan disiapkan untuk Pilpres 2029.
Resahkan Pelaku Usaha
Salah satu pengusaha sound horeg asal Pasuruan yang juga Owner RDA Audio, Rudi Hartono, menegaskan pilihan politik merupakan hak pribadi.
Akan tetapi menurut Rudi, pilihan tersebut jangan sampai mengatasnamakan organisasi maupun seluruh pengusaha sound horeg.
Menurut Rudi, keberadaan kelompok relawan tersebut tidak otomatis mewakili sikap seluruh pengusaha sound horeg.
Rudi mengaku sejumlah pelaku usaha justru merasa resah karena muncul klaim seolah-olah pengusaha sound horeg secara umum telah mengambil sikap politik tertentu.
“Kalau mau berpolitik secara pribadi silakan, tapi jangan mengatasnamakan organisasi atau mengatasnamakan pengusaha sound horeg secara umum,” kata Rudi.
Tolak Terjun ke Politik Praktis
Bagi mereka, sound horeg merupakan usaha penyedia jasa hiburan yang bekerja berdasarkan kebutuhan dan permintaan masyarakat.
“Secara mayoritas, seluruh pengusaha sound horeg tidak mau terjun ke politik praktis. Isu-isu politik kami tidak mau ikut,” ujarnya.
Menurut Rudi, sound horeg merupakan bagian dari kreativitas dan hiburan masyarakat.
Pengusaha hanya menyediakan perangkat serta jasa tata suara untuk berbagai kegiatan tanpa melihat latar belakang maupun pilihan politik pihak yang menggunakan jasanya.
“Sound horeg itu kreasi. Siapa yang mau menyewa jasanya, kami sebagai penyedia jasa,” kata Rudi.
Rudi menyebut, pandangan tersebut juga banyak disuarakan pelaku usaha sound horeg dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Malang, Gresik, hingga Banyuwangi.
“Sound horeg itu kreasi. Siapa yang mau menyewa jasanya, kami sebagai penyedia jasa,” kata Rudi.
Rudi tidak mempermasalahkan apabila ada pengusaha sound horeg yang secara pribadi memilih terlibat dalam politik.
Namun, sikap tersebut harus ditempatkan sebagai pilihan individu dan tidak dibawa sebagai sikap bersama seluruh pelaku usaha sound.
“Kalau mau berpolitik pribadi, silakan. Tetapi jangan kemudian membawa nama pengusaha sound horeg secara keseluruhan,” tegasnya.
Fokus Penyedia Jasa Hiburan Masyarakat
Rudi berharap aktivitas sound horeg tetap berjalan sebagai usaha jasa hiburan masyarakat dan tidak ditunggangi kepentingan lain.
Menurutnya, sound horeg selama ini hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk acara yang bersifat tahunan maupun musiman.
Oleh karena itu, Rudi ingin keberadaan sound horeg tetap berada pada fungsi awalnya sebagai penyedia hiburan.
“Harapannya, pelaksanaan kegiatan apa adanya. Tidak dicampuri atau ditunggangi suatu kepentingan,” ujarnya.
Rudi juga menegaskan, pengusaha sound horeg pada prinsipnya siap memberikan jasa kepada siapa pun yang membutuhkan, terlepas dari pilihan politiknya.
“Siapa pun presidennya, kalau mau nge-job hiburan sound horeg, kami siap,” pungkasnya.