31/07/2026
PKL, 20.28 Wib.
Akhir-akhir ini aku sering bertanya kepada diriku sendiri, "Sebenarnya aku sedang mengejar apa?"
Aku pernah datang dengan harapan sederhana. Ingin belajar, bekerja dengan baik, lalu suatu saat melangkah ke tempat yang memang ingin kutuju. Tapi hidup ternyata punya alurnya sendiri. Semakin hari, aku justru semakin terlibat, semakin dipercaya, bahkan ikut menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Dari luar mungkin terlihat seperti sebuah kesempatan. Namun di dalam hati, ada bagian dari diriku yang masih bertanya, "Apa ini benar-benar jalan yang kuinginkan?"
Banyak orang melihatku baik-baik saja. Mereka melihat aku bekerja, tersenyum, menjalankan tanggung jawab. Padahal, hanya Allah yang tahu berapa kali aku p**ang dengan hati yang lelah. Bukan karena pekerjaannya, tetapi karena aku merasa menjadi seseorang yang berbeda dari diriku sendiri.
Aku rindu menjadi diriku yang dulu. Diriku yang lebih tenang. Diriku yang tidak terlalu banyak menangis dalam diam. Diriku yang lebih dekat dengan Allah, yang menjalani hari tanpa begitu banyak beban di dada.
Aku sering merasa bersalah. Bersalah kalau ingin pergi. Bersalah kalau bertahan. Bersalah kalau mengecewakan orang lain. Sampai-sampai aku lupa bertanya, "Bagaimana dengan diriku sendiri?"
Mungkin itulah yang paling melelahkan. Bukan pekerjaannya. Bukan tanggung jawabnya. Tapi terus-menerus berperang dengan isi kepala dan hati sendiri.
Aku ingin pergi, tetapi rasa tidak enak menahanku. Aku ingin bertahan, tetapi hatiku semakin lelah. Aku berdiri di antara dua pilihan yang sama-sama membuatku menangis.
Entah sampai kapan cerita ini akan berlangsung. Yang aku tahu, aku masih berusaha menjalani semuanya sebaik mungkin. Meski sering kali aku merasa rapuh, aku masih percaya bahwa Allah tidak pernah salah menulis takdir hamba-Nya.
Barangkali hari ini aku masih berada di tempat yang tidak benar-benar kuinginkan. Namun aku berharap, suatu hari nanti aku akan menoleh ke belakang dan berkata,
"Terima kasih, ya Allah. Ternyata semua kebingungan, tangis, dan penantian ini bukan untuk menghancurkanku. Semuanya hanya sedang mengantarkanku menuju tempat yang memang telah Engkau siapkan untukku."