Rumah Kreatif, Konser Kampung Jatitujuh

Rumah Kreatif, Konser Kampung Jatitujuh Konser Kampung adalah sebuah komunitas seni budaya yang lahir pada tahun 1986 di Desa Jatitujuh terletak di utara dari Majalengka, Jawa Barat, Indonesia

Yayasan Budaya Kampung Konser Jatitujuh
Makna Kata / Nama Konser Kampung Jatitujuh

Konser : Adalah sebuah kegiatan mementaskan/ mempertunjukan karya terutama musik, namun makna kata tersebut kami artikan lebih luas lagi yaitu konser dalam artian tidak hanya untuk musik tapi juga mempertunjukan prilaku kebiasaan masyarakat Jatitujuh dalam keseharian terutama kehidupan berbudaya. Kampung : Kampung

adalah suatu tempat yang letaknya jauh dari masyarakat kota., kampung disini lebih pada daerah tempat aktifitas kami berkarya, yaitu Desa Jatitujuh. Berawal dari sebuah kelompok musik yaitu Konser Kampung Jatitujuh, sebuah kelompok musik yang lahir dari tradisi menulis puisi lalu menyanyikannya. kelompok ini berdiri tahun 1987, berbarengan dengan tumbuh suburnya tradisi menulis puisi di kalangan penyair Jatitujuh

Konser Kampung Jatitujuh yang pada awalnya adalah komunitas penyair Desa Jatitujuh, kemudian mencoba mengeksploitasi puisi menjadi bahasa musik. Sajak-sajak penyair Jatitujuh kemudian dikomunikasikan dengan bahasa ungkap berupa arransemen musik. Kehadiran Arif Yudi Rahman dan Dewi Noviami memberi arti penting bagi Acep Komaryadi, Dadang Khaerudin, Rafly, Samsudin, dan Wahyu ketika mereka harus memulai mengkomunikasikan puisi menjadi musik. 26 juni 1987 menjadi tonggak awal komposisi musik dan puisi dipublikasikan pada pesta baca puisi SLTA se-Kabupaten Majalengka. Beberapa media cetak ikut andil dalam pembentukan iklim tersebut. Pikiran Rakyat Edisi Cirebon yang kemudian berubah nama menjadi Mitra Dialog adalah salah satu media cetak yang tidak bisa dikesampingkan perananya dalam melahirkan sekaligus membentuk penyair Desa Jatitujuh. Pikiran Rakyat Edisi Cirebon melalui Tim Budaya dan Nurdin M. Noor sebagai pimpinannya menyediakan lahan tersebut untuk bentuk silaturahim berkesenian, beberapa kali pertunjukan baik teater, sastra, tari dan pertunjukan lainya, mendorong bentuk pertemuan sekaligus dialog dengan beberapa seniman se-Wilayah III Cirebon. beberapa karya penyair Jatitujuh seperti Hasan Ma’arif, Kijoen, Memet Rahmat To’ev, Nani Yuningsih menjadi proyek pertama penggabungan puisi dengan musik. Para penyair itu p**a yang kemudian mengusung “komunitas” baru dari kelompok Jatitujuh, berupa kelompok musikalisasi puisi. Orientasi “komunitas” baru itu tak lebih sekedar berusaha memberikan sesuatu pada masyarakat melalui puisi dan musik. Pikiran Rakyat Edisi Cirebon. Pada acara yang bertajuk Sastra Desa kemudian beberapa kawan menjadi keluarga “seni” di komunitas Jatitujuh yaitu: Didin Aminudin, Halim Warla, Ayip Prayitno, Makmun AM, Otong Fao, Carlim Getot. Disamping nama-nama lain seperti: Didit Sunandi, Agustina Prima Dewi, Yusnita, Yani dan Ani, sejak saat itu, komunitas ini menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat Desa Jatitujuh. Beberapa kegiatan formal di instansi pemerintah selalu diisi oleh komunitas musik ini sebagai selingan, masyarakat pun ikut adil dalam proses mendewasakan dengan seiring memintanya tampil untuk mengisi hiburan dalam perkawinan, khitanan dan hajatan lainya. Pada tahun ’90 an, kelompok musik “anak desa” banyak mengisi pertunjukan seni di kota Cirebon, mengisi acara baca puisi Pikiran Rakyat Edisi Cirebon, pameran pembangunan sampai pada penata musik pertunjukan teater

Beberapa media cetak ikut andil dalam pembentukan iklim tersebut. Pada tahun ’90 an, kelompok musik “anak desa” banyak mengisi pertunjukan seni di kota Cirebon, mengisi acara baca puisi Pikiran Rakyat Edisi Cirebon, pameran pembangunan sampai pada penata musik pertunjukan teater



Pada perkembangan berikutnya Konser Kampung Jatitujuh mengisi beberapa acara di Bandung, Cirebon, Indramayu dan Tasikmalaya serta kota-kota lainya termasuk Majalengka. Tampil di acara bergengsi seperti Silang Budaya Indonesia-Perancis di CCF Bandung, event itu melahirkan anggota baru: Agung Hermawan, kemudian di joglo Toko You Bandung, dan komunitas Azan Tasikmalaya. Sejak kemunculan di Bandung, konser kampung Jatitujuh sekakin kerap di minta masyarakat untuk tampil sebagai penghibur, sekaligus memenuhi rasa penasaran terhadap “jenis musik” Konser Kampung Jatitujuh, keberadaan Konser Kampung Jatitujuh sebagai kelompok musik yang menghadirkan nuansa tradisi utara atau tarling, membuat sebuah komunitas Film Independent dari Bandung yaitu Lingkar Production mengajak kerja sama dalam pembuatan film documenter tentang penari topeng dari Indramayu: Mimi Rasinah. Film ini masuk nominasi dalam Festival Film Independent tahun 2000, pada penilaian aspek penata musik. Pada perkembangan berikutnya, dengan didasari komitmen keberpihakan pada kesenian, tahun 2003 Konser Kampung Jatitujuh mendirikan yayasan dengan nama Yayasan Kampung Konser, sebagai wadah untuk dokumentasi, revitalisasi Budaya tradisi dan reaktualisasi seni tradisi. Baru pada tahun 1996, setelah kurang lebih 10 tahun membanggun fondasi kebersamaan dalam berkesenian, kelompok ini makin banyak melibatkan beberapa pemusik muda yakni: Asep Jovani, Awang, dan Ujang. Pada tahun itu p**a tampil mewakili Cirebon di Taman Budaya Jawa Barat dalam acara Temu Komposer Muda Jawa Barat. Idiomatik tradisi utara menjadi ciri khas kelompok ini ketika tampil. Komposisi yang di tampilkan yaitu: konser “tawurji” melahirkan nama kawan baru yang di anggap piawai dalam mengungkapkan bahasa musik tradisi utara yakni: Rd. Lulut Casmaya dan Itol. Dari peristiwa itu p**a kelompok ini semakin kukuh menjadi Kelompok Musik yang menggabungkan puisi dan musik sebagai bahasa ungkap dengan bahan dasar tradisi utara yakni: Tarling. Tahun 2004 Konser kampung mendirikan radio komunitas dengan nama Radio Konser, dengan radio selanjutnya komunitas ini lebih akrab dengan masyarakat karna dalam program–programnya Radio Konser lebih pada pendidikan masyarakat dan info–info seputar lokalitas, nasional serta info dunia. Selain itu p**a radio komunitas tersebut sebagai ajang silaturahmi yang erat masyarakat antar desa di wiliyah Kecamatan Jatitujuh dan kecamatan sekitarnya, serta radio tersebut juga sebagai corong program–program yang dilaksanakan oleh Yayasan Kampung Konser. Pada tahun 2004 p**a Yayasan Kampung Konser bersama masyarakatnya menggelar acara “Gelar Budaya Bulanan”, yang mengusung “Konsep Kaki Membumi Tangan Melangit”, dimana kita berkarya seluas-luasnya, sekreatifnya namun tetap budaya dan tradisi tetap dipelihara dalam acara itu, yayasan pun menggandeng beberapa aktifis seni tradisi yang hampir punah, dan menyediakan ajang kreatif masyarakat muda untuk turut dalam berpartisipasi dalam acara ini. Konser Kampung di bawah naungan Yayasan Kampung Konser turut memeriahkan Festival Braga Bandung, acara ini terus berlanjut hingga kini. Tahun 2006 mengisi World Musik Bambu Festival Jakarta dan Bandung. Tahun 2007 mendapat anugrah juara 2 Festival Musik Etnik Kontemporer Kreatif se-Jawa Barat yang bertempat di Garut, dan banyak lagi pementasan-pementasan yang dilakukan di luar daerah lainya. Tahun 2008 komunitas ini lebih bergerak pada ekplorasi dan pencarian–pencarian baru terutama di bidang musik, dengan membuat alat musik baru yaitu belentung, bambu spoon serta gegesek. Alat ini kini mulai diperkenalkan ke masyarakat luas, dan tahun 2012 ini gegesek dan belentung tampil dalam World Musik Festival di JCC Jakarta dan saat ini sedang berusaha untuk memiliki hak cipta patennya, sedangkan dalam bidang seni rupa pada bulan September tahun 2012 mengadakan pameran karya berupa lukisan dan batik tulis, pameran yang digelar di negara Australia tersebut selama sebulan, dari bulan September sampai dengan Oktober

Saat ini Yayasan Kampung Konser melaksanakan program kegiatan lebih pada pendidikan masyarakat, penguatan kapasitas masyarakat terutama masyarakat muda, sering diundang untuk melakukan sosialisasi masyarakat kreatif di masyarakat, sekolah-sekolah, serta perguruan tinggi dalam dan luar daerah dengan melalui silaturahim musik dan rupa. Yayasan Kampung Konser dalam melaksanakan kegiatanya bersama masyarakat sangat terbuka sekali terhadap siapapun yang akan turut bersama sama, hal ini menjadikan banyak seniman pemusik ataupun perupa yang menjadi keluarga komunitas ini, baik dari dalam negri maupun luar negri. Sekertariat Rumah Kreatif Konser Kampung di Jalan Carik No. 01 Desa Jatitujuh Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka 45458 Jawa-Barat. SUSUNAN KEPENGURUSAN YAYASAN SENI BUDAYA
KMPUNG KONSER JATITUJUH


Pembina : arief Yudi
Dadang Khoerudin

Penasehat : Dedi Junaedi Kijoen
Acep Komaryadi
Dadan D Permana
Ketua Yayasan : Memet Rahmat
Sekretaris : Didin Aminudin
Bendahara : Nurmeria S N
Program : Malfa Triani
PR : Jiwa Palamarta
Rizal Abdulhadi
Asep “Apla”
Agung Suhendi

DIVISI – DIVISI

Seni Musik :Yusan “Bonill”
Rendy “Bablue”
Seni Rupa : Subita
Sam “Odong”
Saitor
Sastra : Widi “Widey” AN
Teater/Film : Fikri (Kordinator Belentung Buyur)
Seni Tari : Dewi Prima Dewi
Mery M
Pendidikan : Teta–”Teta”
EO ( Event Orgainezer) : Iwan ”Abe”
Usaha : Abas Sbastio
Dokumentasi : Wandrianto “Empi”
Kekeluargaan : Ovie “Moms” Tarem
Logistik : Hariri, yayat “sound”
Kepala Rumah Tangga : Adang Safari,Irfan M


Sebuah rumah yang didirikan pada tahun 2012 tepatnya bulan Juli, dari tanah hibah masyarakat simpatisan Konser Kampung, Rumah Kreatif didirikan oleh seluruh anggota komunitas dengan suport besar dari masyarakat sekitar. Rumah Kreatif merupakan rumah tempat aktifitas berkarya, berekspresi, diskusi anggota komunitas dan masyarakat, baik yang datang dari daerah sendiri maupun dari luar daerah bahkan masyarakat dari luar negeri. Bangunan Rumah Kreatif terdiri dari : ruang apresiasi karya rupa, ruang ekplorasi musik,ruang kerja (kantor), kamar tidur tamu, toilet dan dapur, ranggon pertemuan, rumah lukis bambu, arena pentas . DIVISI -DIVISI
Divisi Musik
Adalah divisi tertua di komunitas. perjalanannya menjadi titik awal berdirinya komunitas ini. sampai saat ini, musik masih merupakan media utama kegiatan dalam proses kreatifitas anggota komunitas maupun masyarakat. Program-Program:
Pelatipada event-event Nasional maupun internasional
Ekplorasi mhan/bermain musik bersama. Gitar, perkusi, vokal, gegesek, belentung. Kegiatan dilakukan rutin tiga hari dalam seminggu. Workshop bekerja sama dengan sekolah-sekolah. Kelompok musik yang tumbuh di Rumah Kreatif Konser Kampung yaitu : Konser Kampung, Gegesek, dan Belentung. Pentas usan”, Rendi Bablueusik maupun alat musik yang kemudian dianggap sebagi alat musik baru (Gegesek, Belentung dan Berewek )
Mengisi musik ilustrasi pada beberapa film. Koordinator: Carlim Gethot, Bonil

DIVISI SENI RUPA
Meliputi seni lukis, patung, batik, handycraft, grafis dan seni artistik (exterior, interior dan event) . Kegiatan yang dilaksanakan dalam keseharian selain berkarya, divisi ini juga membuka pelatihan untuk anak-anak dari usia dini sampai dengan dewasa. Melakukan workshop di sekolah-sekolah dan juga di beberapa kelompok masyarakat. Pameran - pameran
Secara individu seniman rupa telah memiliki jam terbang yang luas baik pameran karya tingkat nasional maupun internasional. Pameran “Karya Desa” – Aula Desa Jatitujuh 1988
Pameran perupa Desa “ cinta halaman” 1995
Pameran karya rupa patung dan lukis - “ Demi Masa “ 1999
Pameran karya rupa bersama – di sanggar kampung Konser Jatitujuh 2003
pameran lukisan “ kota Angin “ – BUDPAR Majalengka 2004
pameran karya subita – Gakeri Kita Budpar provinsi Jabar 2005
Pameran karya rupa Organik Mine – Australia 20011
Dan pameran-pameran lainya


DIVISI EVEN ORGANIZER
Divisi yang mengurus event di Yayasan Kampung Konser, baik itu yang dilaksanakan di Rumah Kreatif Masyarakat Kreatifmaupun event yang dilaksanakan di luar. Festival Memeron
Festival Masyarakat Kreatif
Festival Air
Sosialisasi


DIVISI FILM DAN TEATERPROGRAM KEGIATAN:
Pelatihan teater setiap minggu
Pembuatan film-film dokumenter :
Film pemberdayaan masyarakat yang bekerjasama dengan RBM (Ruang Belajar Masyarakat) Kabupaten Majalengka
Pembuatan film dokumenter permainan anak dengan judul “SAWIDAK”
Film sosialisasi Koprasi bekerjasama dengan “UNLA “ Bandung
Pembuatahan film dokumenter sekolah - sekolah

Divisi Sastra
Sastra pada khususnya puisi, adalah cikal bakal proses kreatif Komunitas Konser Kampung Jatitujuh. Di era tahun 80-an tradisi menulis puisi di kalangan generasi muda Jatitujuh seperti sebuah “wabah”. Nama-nama seperti Kijoen, Hasan Ma’arif, Memet R. To’ev, Nani Yunengsih, Didit Sunandi (alm), Yiyin Jayinah dan beberapa nama lainya adalah orang-orang yang malang melintang di rimba puisi saat itu. Mengikuti diskusi, seminar, bahkan lomba cipta puisi dan baca puisi merupakam aktifitas yang ditularkan satu sama lainnya. Jaringan komunikasi pun menjadi luas. Penyair Jatitujuh saat itu adalah nama-nama yang tidak asing di kalangan penggiat sastra di Cirebon, Indramayu, Kuningan, Bandung, Jakarta, bahkan di luar daerah tersebut. dari puisi lah kepekaa.n terhadap “bunyi” diolah sehingga kemudian syair-syair puisi pun menjadi lagu - lagu Konser Kampung Jatitujuh


Divisi Usaha

Adalah Divisi yang bergerak di bidang usaha , Divisi ini berusaha terus bereksplorasi dalam bidang usaha seperti: kuliner, clay, handycraft, sablon, dan jasa artistik/dekorasi untuk masyarakat umum, lembaga, ataupun event-event lain. Pergerakan Divisi usaha meliputi semua anggota komunitas dari anak-anak sampai orang tua (ibu-ibu konser) . Karya - karya yang di produksi antara lain :
Pernak pernik dari bahan Kley
Kuliner dari limbah tahu ( ampas tahu ) di jadikan berbagai panganan inovatip
Batik baik tulis maupun batik dengan inovatip baru
kaos sablon dan lukis

Divisi Pendidikan adalah divisi yang bergerak di bidang pendidikan pada tingkatan non formal. Konser Kampung melakukan pendidikan melalui prinsip berbagi, baik pengetahuan maupun keterampilan, tidak ada batasan usia bagi peserta maupun pendidikannya. Semua program pendidikan mengacu pada kreatifitas, aspek sosial, ekonomi, budaya, merupakan bahan ajar bagi anggota Konser Kampung maupun lingkungan sekitar. Kegiatan – kegiatan
Pengelolaan Sekolah Tingkat SMP Terbuka yang menginduk pada SMPN 2 Jatitujuh
kursusu bahasa inggris gratis untuk anak SD dan SMP
Pengelolaan Pendidikan Usia Dini bekerja sama dengan Paud Napak
Penelitian dan pembuatan film dokumenter “ Permainan Anak Jatitujuh”
Pelatihan Keterampilanuntuk anak sekolah

Ketika ide gagasan dikomunikasikan maka kolaborasi tidak akan terbendung RUANGKITA #34lebih berwarna sangat berwarna kem...
25/09/2021

Ketika ide gagasan dikomunikasikan maka kolaborasi tidak akan terbendung

RUANGKITA #34
lebih berwarna sangat berwarna kemanusiaan,budaya,olahraga,sosial,rohani jasmani lahiriah batiniah semua terbalut dalam satu Seni Pertunjukan
Yu mari hadiri dengan riang gembira jangan lupa tetap jaga protokol kesehatan










Pertunjukan Sastra 4 Kota
06/02/2021

Pertunjukan Sastra 4 Kota







..mari menuntun bahasa santun...
05/02/2021

..mari menuntun bahasa santun...



Berokan adalah berkah yang ditampilkan dalam bentuk pertunjukkan. Dengan menyaksikan dan mendengarkan celoteh nya, kita ...
09/10/2020

Berokan adalah berkah yang ditampilkan dalam bentuk pertunjukkan. Dengan menyaksikan dan mendengarkan celoteh nya, kita diajak memelihara kesadaran bahwa, kehidupan ada yang
mengaturnya yakni Sang Dalang atau Allah, Tuhan Yang Maha Esa...
Leluhur kita telah mengajarkan berbagai hal, termasuk ketika berhadapan dengan bencana. Berokan, adalah kesenian rakyat yang melambangkan penolakan terhadap bencana atau malapetaka.

Berokan adalah berkah yang ditampilkan dalam bentuk pertunjukkan. Dengan menyaksikan dan mendengarkan celoteh nya, kita diajak memelihara kesadaran bahwa, kehidupan ada yang
mengaturnya yakni Sang Dalang atau Allah, Tuhan Yang Maha Esa...

SELAMAT HARI BEROKAN NASIONAL

Photo : .photography
lokasi : Menchose Ruang Apresiasi






ri







Proses Malam Ini
05/10/2020

Proses Malam Ini

16/08/2020

00.30 wib 17 Agustus 2020
Kita Maknai Kemerdekaan









  • • • • • •Jatitujuh, Jawa Barat, Indonesia"Mari Menjelmakan harapan".MENCHOSEKijun 2020
20/07/2020


• • • • • •
Jatitujuh, Jawa Barat, Indonesia

"Mari Menjelmakan harapan".
MENCHOSE

Kijun 2020








15/10/2019

Budaya Membangun Tradisi.
tempaan olah rasa dari perjalanan waktu yang terpelihara menumbuhkan keragaman cikal bakal pengkaryaan...bunyi, gerak, kebendaan hingga tranformativ cretive ritualism. Melahirkan
sinergitas dari lingkaran aneka unsur dan kalangan dari hulu sampailah di hilir.
Festival TanahAir adalah manifestasi kesetian daya cipta yang selama ini dijalani di
Tanah Legenda Majalengka Utara.

Di acara bulanan yang ke 10 kali ini.Ruang kita akan membahas dan membedah kesiapan  yang akan melibatkan 1.000 Penari B...
24/09/2019

Di acara bulanan yang ke 10 kali ini.
Ruang kita akan membahas dan membedah kesiapan yang akan melibatkan 1.000 Penari Belentung kolosal dari berbagai unsur Kecamatan, TNI, Kepolisian, Kepala Desa, Pemerhati Pendidikan dan lain sebagainya.
Datanglah dan bergembiralah, di Diskusi Ruang Kita #10
29 September 2019 rentang jatitujuh.

Road To Festival TanahAir #6 .









Mari Bergembira Bersama Kami Di Festival TanahAir #6
14/09/2019

Mari Bergembira Bersama Kami Di Festival TanahAir #6





Alhamdulilah Bambu Merdeka Juara Kembali Di Tingkat Provinsi
28/08/2019

Alhamdulilah Bambu Merdeka
Juara Kembali Di Tingkat Provinsi







   ()・・・DEKLARASI FORUM KOMUNITAS HILIR UNIKMenuju Majalengka Exotic Sundaland1.Yayasan awaliyah padepepokan nur sedjati...
19/08/2019

()
・・・
DEKLARASI
FORUM KOMUNITAS HILIR UNIK
Menuju Majalengka Exotic Sundaland

1.Yayasan awaliyah padepepokan nur sedjati (ya pns )
2.Konser kampung
3.Teman sepaham
4.Hujan keruh
5. Rumah singgah kaputren
6. Sekolah Gambar Saitor
7. Sanggar Gema parachiyangan
8. Sanggar Langgeng Budaya
9. Paguyuban Bantarwaru
10.Eman Bambu
11.Oplas B 112
12.Debu Jalanan
13. Darma ayu sukamulya
14. Majalengka Chanel
15. Sindo

















Belentung bukan hanya alat musik Tetapi ..Belentung adalah upaya menghargai alam
16/08/2019

Belentung bukan hanya alat musik
Tetapi ..Belentung adalah upaya menghargai alam

Belentung bukan hanya alat musik Tetapi ..Belentung adalah upaya menghargai alam
16/08/2019

Belentung bukan hanya alat musik
Tetapi ..Belentung adalah upaya menghargai alam

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
04/06/2019

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

19/10/2018

Hanya tinggal menghitung hari menuju FESTIVAL TANAHAIR #5
Belentung Rempug akan siap di pentaskan di FTA #5
dan melibatkan beberapa orang dalam pementasan nya



Address

Menchose Ruang Apresiasi Konser Kampung Jatitujuh
Jatitujuh
45458

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Kreatif, Konser Kampung Jatitujuh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Rumah Kreatif, Konser Kampung Jatitujuh:

Videos

Share