Frankfurt Zoological Society - Sumatra

Call Directions Website Contact the organization

Frankfurt Zoological Society - Sumatra We help Sumatran Orangutan conservation through the reintroduction programme and help protect the unique ecosystem of Bukit Tigapuluh Landscape

Kami melakukan konservasi Orangutan Sumatera melalui berbagai program termasuk pelepasliaran Orangutan serta membantu melindungi kelestarian ekosistem di Lanskap Bukit Tigapuluh, Sumatera, Indonesia

Halo Sobat Hijau, โ˜•๐ŸŒฟHari Kopi Internasional menjadi momen untuk mengapresiasi kopi yang hadir dalam keseharian dan menja...
01/10/2026

Halo Sobat Hijau, โ˜•๐ŸŒฟ

Hari Kopi Internasional menjadi momen untuk mengapresiasi kopi yang hadir dalam keseharian dan menjadi bagian dari kehidupan banyak orang.

Dari proses budidaya hingga menjadi secangkir kopi, setiap biji memiliki cerita dan perjalanan panjang yang melibatkan banyak tangan.

Selamat Hari Kopi Internasional.

Semoga kopi terus menjadi bagian dari cerita, karya, dan kehidupan masyarakat.





27/09/2026

Penanganan yang cepat dan tepat adalah kunci penting dalam penyelamatan satwa liar dalam kondisi daruruat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan yang tetap memperhatikan keselamatan tim dan satwa perlu terus ditingkatkan.

Sebagai langkah dalam mitigasi dan penanganan interaksi negatif antara manusia dengan orangutan, Divisi Sumatran Orangutan Conservation Programme FZS Indonesia mengikuti pelatihan Single Rope Technique (SRT) untuk rescue orangutan dalam keadaan darurat di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Melalui pelatihan ini, tim dibekali keterampilan tali temali tingkat lanjut agar dapat memanfaatkannya sebagai alat dalam penyelamatan orangutan pada medan yang sulit. Peningkatan kapasitas dan pembentukan tim dalam persiapan menghadapi situasi darurat ini penting untuk dilakukan.

Keterampilan yang diberikan tentu perlu terus diasah sejalan komitmen semangat konservasi di lapangan. Kesiapsiagaan hari ini merupakan bekal agar tim dapat bergerak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.





Bagi siswa, kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekolah. Melalui Pendidikan Ling...
20/09/2026

Bagi siswa, kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekolah. Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), kita belajar membiasakan diri menjaga kebersihan dan melestarikan alam sedari dini.

Aksi bersama dalam mengumpulkan dan memilah sampah bukan sekadar menumbuhkan kebiasaan disiplin tapi turut menciptakan ruang belajar yang bersih dan nyaman bagi semua.

Momen Hari Bersih-Bersih Sedunia ini adalah pengingat bahwa menjaga kebersihan bumi dimulai dari kesadaran diri sendiri. Kepedulian yang kita bangun hari ini adalah investasi berharga untuk bumi yang lebih sehat di masa depan.





Udara bersih bukan hanya kebutuhan manusia, tetapi juga kebutuhan setiap satwa liar yang hidup dalam suatu Bentang Alam....
07/09/2026

Udara bersih bukan hanya kebutuhan manusia, tetapi juga kebutuhan setiap satwa liar yang hidup dalam suatu Bentang Alam.

Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi saat ini, turut memengaruhi kualitas udara serta kehidupan satwa liar. Paparan asap dapat mengganggu sistem pernapasan, sementara kebakaran dapat merusak sumber pakan, tempat berlindung, dan jalur pergerakan satwa. Penurunan kualitas habitat juga dapat mendorong satwa keluar dari wilayah alaminya sehingga meningkatkan risiko konflik dengan manusia.

Upaya mencegah karhutla dan memadamkan api bukan hanya tentang menjaga pohon agar tetap berdiri, tetapi juga melindungi kehidupan serta memastikan manusia dan satwa liar dapat menghirup udara yang aman.

Momentum Hari Udara Bersih Sedunia mengajak kita untuk kembali memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Semoga karhutla yang terjadi dapat segera teratasi dan udara bersih kembali hadir bagi manusia, satwa liar, serta seluruh kehidupan yang bergantung pada kelestarian hutan. ๐ŸŒฟโœจ





02/09/2026

Perjalanan lima individu Orangutan Sumatera menuju pelepasliaran kini berlanjut di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Digo, Rapala, Jating, K**e, dan Serangin telah menyelesaikan tahapan rehabilitasi di pusat rehabilitasi SOCP Sibolangit, Sumatera Utara. Pada 19 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Orangutan Sedunia, kelimanya diberangkatkan menuju Open Orangutan Sanctuary (OOS) Danau Alo, Jambi.

Setelah menempuh perjalanan lintas provinsi, dilakukan serah terima dari BBKSDA Sumatera Utara kepada BKSDA Jambi. Kelima orangutan kemudian ditempatkan di kandang adaptasi untuk beristirahat dan mulai mengenali lingkungan barunya di Danau Alo.

Pemindahan ke OOS Danau Alo merupakan bagian dari proses adaptasi orangutan sebelum dilepasliarkan. Selama proses ini, kondisi kesehatan, perilaku, dan perkembangan kemampuan alami setiap individu akan dipantau secara berkala oleh tim di lapangan sebagai dasar untuk menilai kesiapan mereka kembali hidup mandiri di habitat alaminya.

Bagi Digo, Rapala, Jating, K**e, dan Serangin, perjalanan menuju kehidupan liar belum berakhir, mereka baru memasuki tahap berikutnya. Mari bersama menjaga hutan dan ruang hidupnya agar semakin banyak Orangutan Sumatera memiliki kesempatan untuk kembali hidup bebas di habitat alaminya.





Dengan rasa penuh kasih sayang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita merefleksikan momen ini untuk menela...
25/08/2026

Dengan rasa penuh kasih sayang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita merefleksikan momen ini untuk meneladani kebaikan dan kepedulian Rasulullah kepada semua makhluk dan lingkungan.

Setiap satwa yang diciptakan Tuhan memiliki peran masing-masing dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari semut kecil hingga pohon besar tinggi menjulang, semuanya diciptakan dengan tujuan.

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga keteladanan dan kasih sayang Rasulullah SAW menginspirasi kita untuk lebih peduli dengan upaya menjaga kelestarian.





19/08/2026

Rimbunnya tajuk hutan di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh menyimpan harapan yang terus bertumbuh bagi masa depan Orangutan Sumatera.

Canur, yang lahir secara alami di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh pada 2024, menjadi harapan nyata dari perjalanan panjang konservasi Orangutan Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Kelahirannya melanjutkan kisah Citrawan, induknya, yang dilepasliarkan pada 2019 untuk kembali hidup bebas, menjalankan peran alaminya dalam menjaga keseimbangan ekosistem, serta melahirkan generasi baru di habitat aslinya. Keberlanjutan sebuah bentang alam berjalan seiring dengan keberlangsungan spesies-spesies kunci yang hidup di dalamnya. Sebagai salah satu spesies kunci di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh, Orangutan Sumatera berperan penting dalam regenerasi ekosistem landscape. Ketika orangutan dapat berkembang biak, harapan bagi perbaikan kualitas ekosistem hutan pun turut tumbuh.

Sejak 2001, Frankfurt Zoological Society (FZS) Indonesia terus mendukung Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jambi dalam menjalankan program reintroduksi untuk memperkuat viabilitas metapopulasi Orangutan Sumatera di alam liar. Proses rehabilitasi, pelepasliaran, pemantauan pascalepasliar, hingga perlindungan habitat menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang tersebut. Namun, tekanan terhadap habitat terus menghadirkan tantangan yang semakin luas dan kompleks. Kondisi ini membutuhkan gerakan yang lebih kuat dan keterlibatan multipihak dalam memperkuat konservasi orangutan.

Melalui tema โ€œACT FOR ORANGUTANS: Their Forest, Our Future,โ€ Hari Orangutan Sedunia menjadi momentum refleksi bahwa hutan bukan hanya rumah bagi orangutan, tetapi juga penopang kehidupan manusia. Ketika hutan sebagai habitat orangutan tetap terjaga, masa depan kita pun turut terlindungi. Mari memperkuat aksi bersama untuk menjaga Orangutan Sumatera dan ruang hidupnya karena hutan mereka adalah masa depan kita.

Selamat Hari Orangutan Sedunia! ๐Ÿฆง๐ŸŒณ
ACT FOR ORANGUTANS: Their Forest, Our Future.





Semarak kemerdekaan bergema dari Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Tebo, Jambi. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉBalai KSDA Jambi bersama Frankfu...
18/08/2026

Semarak kemerdekaan bergema dari Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Tebo, Jambi. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Balai KSDA Jambi bersama Frankfurt Zoological Society (FZS) Indonesia menggelar upacara bendera dan beragam perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Di tengah intensitas kegiatan pemantauan Gajah Sumatera serta mitigasi interaksi negatif manusia dan gajah di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh, semarak kemerdekaan terus digairahkan. Sejenak, momen ini menjadi ruang untuk merayakan kebersamaan sekaligus merefleksikan arti perjuangan bagi tim lapangan yang berdedikasi di garda terdepan konservasi.

Semangat kemerdekaan mengingatkan bahwa menjaga alam dan satwa liar juga merupakan bagian dari perjuangan untuk mempertahankan kekayaan bangsa. Mari bulatkan tekad untuk terus menjaga kelestarian alam demi mewujudkan konservasi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.





17/08/2026

Semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh semakin bermakna dengan kembalinya empat satwa istimewa ke habitat alaminya.

Setelah menyelesaikan masa rehabilitasi di Open Orangutan Sanctuary (OOS) Danau Alo, empat individu Orangutan Sumatera kini memasuki tahap awal kehidupan mandiri melalui proses soft release di Sumatran Orangutan Reintroduction Centre (SORC) Sungai Pengian.

Pelepasliaran ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dukungan Frankfurt Zoological Society (FZS) Indonesia kepada BKSDA Jambi serta Kementerian Kehutanan dalam upaya pemulihan populasi serta Orangutan Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Kemerdekaan juga bermakna memberikan ruang bagi satwa liar untuk hidup bebas, berkembang biak, dan menjalankan peran alaminya di dalam ekosistem. Semoga semangat kemerdekaan terus menguatkan langkah bersama dalam menjaga kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia bagi generasi mendatang.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur





12/08/2026

Di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh, kelompok Gajah Sumatera terus bergerak menyusuri ruang hidupnya. ๐Ÿ˜๐ŸŒฟ

Baru-baru ini, tim Elephant Conservation Monitoring Unit (ECMU) FZS Indonesia bersama BKSDA Jambi merekam momen istimewa saat gajah Wardhani, Ginting dan Vina melintas bersama kelompok. Di antara kelompok tersebut, terlihat anak-anak gajah berlarian mengikuti induk dan anggota kelompok lainnya, sebuah gambaran alami kehidupan sosial Gajah Sumatera di habitatnya.

Pada tiga individu gajah betina dewasa terlihat Kalung GPS yang digunakan untuk membantu pemantauan pergerakan kelompok gajah. Teknologi ini merupakan bagian dari dukungan Frankfurt Zoological Society (FZS) Indonesia kepada Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jambi dalam memperkuat upaya konservasi Gajah Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Informasi pergerakan yang diperoleh membantu tim memahami penggunaan habitat, jalur pergerakan, serta dinamika kelompok gajah. Data tersebut juga mendukung BKSDA Jambi dan tim di lapangan dalam melakukan pemantauan serta mitigasi interaksi negatif antara manusia dan gajah secara lebih cepat dan efektif.

Namun, teknologi hanyalah salah satu bagian dari upaya konservasi. Pada akhirnya, keberlangsungan kelompok-kelompok gajah ini sangat bergantung pada tersedianya habitat dan ruang hidup yang aman, cukup luas, dan saling terhubung.

Pada momentum Hari Gajah Sedunia, mari bersama menjaga Gajah Sumatera beserta habitatnya agar kelompok-kelompok gajah ini dapat terus hidup, bergerak, berkembang biak, dan menjalankan peran ekologisnya di alam. Karena melihat mereka tetap hidup lestari di habitat alaminya adalah warisan berharga bagi generasi mendatang.

Selamat Hari Gajah Sedunia! ๐Ÿ˜๐ŸŒฟ





Address

Jalan A. Chatib No. 60, Pematang Sulur, Telanaipura City
Jambi
36361

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Frankfurt Zoological Society - Sumatra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Frankfurt Zoological Society - Sumatra:

Shortcuts

Share