Frankfurt Zoological Society - Sumatra

Frankfurt Zoological Society - Sumatra We help Sumatran Orangutan conservation through the reintroduction programme and help protect the unique ecosystem of Bukit Tigapuluh Landscape

Kami melakukan konservasi Orangutan Sumatera melalui berbagai program termasuk pelepasliaran Orangutan serta membantu melindungi kelestarian ekosistem di Lanskap Bukit Tigapuluh, Sumatera, Indonesia

Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa edukasi mengenai konservasi penting untuk disampaikan sejak dini demi k...
02/05/2026

Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa edukasi mengenai konservasi penting untuk disampaikan sejak dini demi kelestarian satwa dan lingkungan di masa depan.

Melalui kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), tim Mobile Education Unit (MEU) FZS bersama dengan BKSDA Jambi dan TNBT melakukan edukasi mengenai konservasi ke sekolah-sekolah yang berada di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

SDN 116 Koridor Kelas Jauh Pemayungan, Kabupaten Tebo dan SMPN 10 Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan dua dari sejumlah sekolah dampingan FZS Indonesia yang berada di kawasan koridor pergerakan satwa kunci seperti harimau Sumatera dan gajah Sumatera. Oleh karena itu, sangat penting agar para siswa dibekali dengan pemahaman mengenai perilaku satwa dan perannya dalam ekosistem.

Dari dalam hingga luar kelas, berbagai metode edukasi konservasi interaktif disampaikan agar siswa dan siswi dapat mengenal bagaimana satwa dan manusia dapat hidup berdampingan dalam satu bentang alam.

Kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan bagian dari Program Penyadartahuan Masyarakat tentang konservasi di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh yang merupakan inisiasi Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jambi dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), bekerja sama dengan Frankfurt Zoological Society Indonesia.





Kalung GPS (GPS Collar) menjadi salah satu teknologi penting dalam mendukung pemantauan satwa liar, termasuk gajah Sumat...
30/04/2026

Kalung GPS (GPS Collar) menjadi salah satu teknologi penting dalam mendukung pemantauan satwa liar, termasuk gajah Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Melalui kerja sama antara Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jambi dan Frankfurt Zoological Society Indonesia, perangkat ini dipasang pada individu-individu perwakilan kelompok gajah untuk memberikan informasi lokasi secara berkala populasi gajah di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Upaya pemantauan pergerakan gajah berbasis GPS Collar telah dilakukan sejak tahun 2012, mencakup lima kelompok gajah serta beberapa individu jantan dispersal di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Data yang dihasilkan kemudian dipadukan dengan pemantauan lapangan menggunakan radio telemetri oleh tim Elephant Conservation Monitoring Unit (ECMU) FZS Indonesia bersama BKSDA Jambi, sehingga pergerakan gajah dapat dipahami secara lebih akurat dan responsif.

Pemasangan kembali GPS Collar pada kelompok gajah di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh akan dilakukan sebagai bagian dari penguatan sistem pemantauan jangka panjang pada populasi gajah serta upaya peningkatan efektivitas mitigasi interaksi negatif manusia-gajah.

Informasi yang dikumpulkan tidak hanya menjadi dasar dalam memahami perilaku dan pola penggunaan ruang gajah, tetapi juga berperan penting sebagai bagian dari sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS). Data ini memungkinkan tim lapangan ECMU-FZS dan BKSDA Jambi serta masyarakat untuk merespons lebih cepat terhadap potensi interaksi negatif, sekaligus mendukung upaya hidup berdampingan secara lebih aman.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama Kementerian Kehutanan dan Frankfurt Zoological Society dalam menjaga keberlangsungan populasi Gajah Sumatera sekaligus memperkuat adaptasi masyarakat di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.





30/04/2026
Hari Bumi Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga bumi dan lingkungannya merupakan tanggung jawab bersama.Nilai tersebut...
22/04/2026

Hari Bumi Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga bumi dan lingkungannya merupakan tanggung jawab bersama.

Nilai tersebut diperkuat dari ruang sekolah melalui edukasi luar kelas dalam program pendidikan lingkungan hidup, sebuah inisiatif Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) bekerja sama dengan Frankfurt Zoological Society Indonesia.

Siswa/i SMAN 1 Batang Cenaku, Riau, bersama tim Mobile Education Unit (MEU) FZS Indonesia, terlibat langsung dalam kegiatan belajar merawat tanaman mulai dari pembibitan di plot nursery sekolah hingga penanaman berkelanjutan. Antusiasme ini menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan alam.

Upaya ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Selamat Hari Bumi Sedunia. Mari terus merawat bumi dan lingkungan demi masa depan bersama.





21/04/2026

Perjuangan Kartini terus hidup dalam wujud nyata upaya konservasi di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Di FZS Indonesia, peran perempuan hadir pada setiap lini. Dari meja kerja, para perempuan bekerja di balik layar memastikan setiap program konservasi berjalan lancar. Di saat yang sama ada juga para perempuan tangguh yang turun langsung di lapangan. Mereka menyusuri rimba, memantau satwa, memastikan kesehatan satwa, menjadi juru masak bagi staff lapangan, menanam dan merawat tanaman, hingga berdialog dengan masyarakat sekitar.

Setiap peran yang dilakukan merupakan bagian penting dari upaya besar menjaga hutan. Dari balik layar hingga garis terdepan, para perempuan tangguh FZS Indonesia melangkah bersama menyatukan peran demi konservasi yang berkelanjutan.

Selamat Hari Kartini
Perempuan berdaya alam pun terjaga





19/04/2026

Soft release orangutan kembali dilakukan di Stasiun Reintroduksi Orangutan Sumatera Sungai Pengian, Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FZS Indonesia dalam mendukung upaya konservasi orangutan oleh Kementerian Kehutanan di lanskap penting ini.

Rakugaia dan Unip, dua individu orangutan Sumatera, kini memulai fase baru kehidupannya di alam liar setelah melalui jungle school di Open Orangutan Sanctuary (OOS) Danau Alo. Dengan metode soft release, keduanya tidak dilepas begitu saja, tetapi tetap dipantau secara intensif untuk memastikan proses adaptasi berjalan optimal di habitat alaminya.

Pelepasliaran ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kehidupan liar yang sesungguhnya, dimana kemampuan bertahan hidup yang telah dipelajari akan diuji mereka praktikan di alam liar.

Program reintroduksi orangutan Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh merupakan inisiatif Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, bersama Frankfurt Zoological Society Indonesia, sebagai bagian dari upaya jangka panjang menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.





13/04/2026

Melalui Program Reintroduksi Orangutan Sumatera, Jungle School menjadi tahapan krusial dalam proses rehabilitasi. Bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang pembentukan kembali naluri liar. Orangutan muda dilatih langsung oleh Orangutan Trainer FZS Indonesia untuk membangun keterampilan bertahan hidup mulai dari mengenali pakan alami, memanjat, hingga beradaptasi dengan dinamika habitat yang ada di lanskap.

Ketika kemampuan adaptasi telah terbentuk, mereka akan melanjutkan perjalanan kembali ke alam, dilepasliarkan di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh melalui Stasiun Pelepasliaran Sungai Pengian dengan metode soft release.

Jungle School merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam Program Reintroduksi Orangutan Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh yang diinisiasi oleh Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jambi, bersama Frankfurt Zoological Society Indonesia.

Langkah kecil di dalam sekolah rimba ini menjadi fondasi besar bagi masa depan orangutan di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.





Hari Paskah membawa pesan tentang kasih yang memberikan harapan, kebangkitan, dan kehidupan baru. Bukan hanya bagi manus...
05/04/2026

Hari Paskah membawa pesan tentang kasih yang memberikan harapan, kebangkitan, dan kehidupan baru. Bukan hanya bagi manusia tetapi juga bagi alam yang kita jaga bersama.

Setiap tunas yang tumbuh dari kecil hingga menjadi bagian dalam hutan yang rimbun, alam mengajarkan tentang merawat harapan. Bahwa kehidupan selalu menemukan jalannya untuk tumbuh dan memberi arti.

Selamat Hari Paskah.
Semoga semangat kebangkitan ini menginspirasi kita untuk terus menjaga alam dengan penuh kepedulian.





02/04/2026

Langkah-langkah konservasi di lapangan seperti menjaga populasi satwa liar, memasang kamera trap, mendampingi masyarakat, hingga memastikan satwa tetap memiliki ruang hidup menjadi bagian dari perjalanan panjang yang dibangun dengan ketekunan dan dedikasi tanpa henti.

Hari ini, kami merayakan perjalanan dan pengabdian Country Representative FZS Indonesia Dr. Peter-Hinrich Pratje, sosok yang menjadi bagian penting dalam perjalanan dukungan kami kepada Kementerian Kehutanan dalam konservasi Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Lebih dari 25 tahun lalu, langkah dimulai dari dukungan terhadap upaya reintroduksi orangutan, sebuah awal yang nyata nan penuh keyakinan. Seiring waktu, komitmen tersebut terus berkembang, menjangkau perlindungan yang lebih luas: konservasi gajah dan harimau, penguatan perlindungan kawasan, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga keseimbangan Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Perjalanan panjang tersebut tidak hanya berbicara tentang program, tetapi tentang konsistensi dalam mendampingi proses, hadir dalam dinamika lapangan, memahami tantangan nyata, dan memastikan setiap upaya berjalan beriringan dengan kebutuhan ekosistem dan sosial masyarakat.

Kepemimpinan yang dibangun bukan sekadar arah, tetapi keteladanan dalam bertahan, beradaptasi, dan terus melangkah untuk menjaga bentang alam Bukit Tiga Puluh yang kita rawat bersama.

Selamat ulang tahun, Dr. Peter-H Pratje. Terima kasih atas dedikasi, keteguhan, dan komitmen yang terus menginspirasi kami dalam menjaga hutan dan satwa liar di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Semoga langkah-langkah yang telah dibangun terus berlanjut dan menguat, membawa dampak yang semakin luas bagi kelestarian bentang alam Bukit Tiga Puluh, satwa liar, dan kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dengannya. Harapan ini menjadi pengingat bahwa setiap upaya yang dilakukan hari ini adalah investasi bagi masa depan untuk Bukit Tiga Puluh yang terus terjaga, satwa yang terus bertahan, dan generasi masa depan agar dapat merasakan harmoni antara manusia dan alam.

31/03/2026

Halo Sobat Hijau🌿

Di balik setiap kegiatan monitoring di dalam hutan, setiap jejak satwa yang direkam, dan setiap upaya perlindungan kawasan, ada para ranger yang bekerja di garis terdepan dengan risiko yang besar di lapangan.

Tim Elephant Conservation Monitoring Unit (ECMU), Ecosystem Monitoring Unit (EMU), dan Ecosystem Protection Unit (EPU) FZS Indonesia telah melaksanakan pelatihan outdoor medicine tingkat menengah sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan penanganan medis di lapangan.

Bekerja di bentang alam seperti Bukit Tiga Puluh berarti siap menghadapi medan berat, cuaca ekstrem, dan keterbatasan akses bantuan medis. Dalam kondisi tersebut, kemampuan untuk merespon situasi darurat menjadi hal yang krusial.

Bagi FZS, pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kapasitas tetapi bagian dari investasi untuk memastikan bahwa para ranger lapangan tetap aman saat menjalankan tugasnya.

Karena pada akhirnya,
tidak ada keberhasilan konservasi yang berarti tanpa keselamatan mereka yang berada di garis depan perlindungan bentang alam.





Halo Sobat Hijau, 🌿Di Desa Nunusan, Batang Gansal, Riau, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari keh...
30/03/2026

Halo Sobat Hijau, 🌿

Di Desa Nunusan, Batang Gansal, Riau, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari rumah, sekolah, hingga ruang bersama, upaya mengurangi sampah terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam peringatan Hari Nol Sampah Sedunia, langkah sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari sekitar kita. Mengurangi sampah berarti turut menjaga hutan, melindungi satwa liar, dan memastikan lingkungan tetap lestari.

Karena bumi yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama.





Address

Jalan A. Chatib No. 60, Pematang Sulur, Telanaipura City
Jambi
36361

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Frankfurt Zoological Society - Sumatra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Frankfurt Zoological Society - Sumatra:

Share