02/05/2026
Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa edukasi mengenai konservasi penting untuk disampaikan sejak dini demi kelestarian satwa dan lingkungan di masa depan.
Melalui kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), tim Mobile Education Unit (MEU) FZS bersama dengan BKSDA Jambi dan TNBT melakukan edukasi mengenai konservasi ke sekolah-sekolah yang berada di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.
SDN 116 Koridor Kelas Jauh Pemayungan, Kabupaten Tebo dan SMPN 10 Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan dua dari sejumlah sekolah dampingan FZS Indonesia yang berada di kawasan koridor pergerakan satwa kunci seperti harimau Sumatera dan gajah Sumatera. Oleh karena itu, sangat penting agar para siswa dibekali dengan pemahaman mengenai perilaku satwa dan perannya dalam ekosistem.
Dari dalam hingga luar kelas, berbagai metode edukasi konservasi interaktif disampaikan agar siswa dan siswi dapat mengenal bagaimana satwa dan manusia dapat hidup berdampingan dalam satu bentang alam.
Kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan bagian dari Program Penyadartahuan Masyarakat tentang konservasi di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh yang merupakan inisiasi Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jambi dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), bekerja sama dengan Frankfurt Zoological Society Indonesia.