18/09/2026
Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas menyusuri tepi Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (18/9).
Sembari menikmati sinar sang mentari, mereka menyuarakan perdamaian.
Para pesepeda ini tengah mengikuti acara ‘Bike for Peace, 50th Anniversary World Tour’. Mereka menyuarakan kedamaian dari Bali untuk perdamaian dunia.
Gerakan Bike for Peace bergerak jauh melampaui sekadar kayuhan pedal.
Sejak perjalanan pertama Mr. Tore di tahun 1977, sepeda telah menjelma menjadi kendaraan jiwa—membawa pesan perdamaian, persahabatan, dialog, tanpa kekerasan, dan nilai-nilai kemanusiaan melintasi batas-batas negara.
Bagi kami di B2W Indonesia, dan para pegiat sepeda yang ada di Indonesia pribadi maupun kelompok, sepeda bukan sekadar alat bertransportasi dan olahraga.
Sepeda adalah cara pandang tentang bagaimana kita merawat kehidupan.
Kami percaya, kota yang sejahtera bukanlah kota yang hanya memanjakan mesin, melainkan ruang yang memanusiakan manusia—tempat di mana pejalan kaki, pengguna transportasi publik, dan pesepeda merasa aman dan dihargai.
Pesan Bersepeda untuk Perdamaian Kedamaian tidak selalu tentang panggung politik namun sangat bisa dimulai dari sikap hidup yang sangat sederhana seperti saling memberi ruang bagi pejalan kaki, bagi pesepeda, bagi transportasi publik.
Memberi ruang bagi sesama manusia untuk hidup aman, tenang, dan bermartabat adalah inti perdamaian didalam bersepeda.
Terima kasih telah membuktikan kepada dunia bahwa sepeda bisa menjadi alat diplomasi yang melunakkan batas negara, menjadi sarana persahabatan, dan menjadi simbol perdamaian sejati.
Semoga di usia yang ke-50 ini, kayuhan Bike for Peace tidak akan pernah berhenti.
Kami akan terus memprakarsai upaya-upaya kedamaian melalui gerakan dua roda, dari satu perjalanan ke perjalanan lain, dan membuka hati untuk bersahabat dengan sesama.
Selamat 50 tahun Bike for Peace.
May the journey continue.
May friendship flourish.
And may peace prevail.