Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia - KPCDI

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia - KPCDI Memperjuangkan Hak-Hak Pasien dan Mengkampanyekan Kesehatan Ginjal Kami terus hadir memberikan edukasi agar pasien tidak menunda tindakan cuci darah/dialisis.

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) adalah perkumpulan berbasis gerakan sosial pasien​ gagal ginjal, yang mengedukasi dan mengkampanyekan kesehatan ginjal serta aktif dalam mengadvokasi dan memperjuangkan hak-hak pasien, dimana berdiri pada tanggal 15 Maret 2015, bertepatan memperingati Hari Ginjal Sedunia. Perubahan gaya hidup mutlak dilakukan untuk mencegah progresivitas gagal ginjal a

gar tidak jatuh menjadi lanjut. Pemerintah pun disarankan memperbaiki infrastruktur demi mendukung berkembangnya transplantasi ginjal di Indonesia. Dikarenakan, tindakan transplantasi ginjal adalah terapi yang paling baik bagi pasien gagal ginjal terminal baik dari segi kualitas hidup maupun dari biaya yang harus ditanggung. LEGALITAS

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) telah diakui sebagai subjek dan entitas hukum yang sah. Pengesahan perkumpulan KPCDI yang berbadan hukum tersebut diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia pada tanggal 29 Mei 2017 dan ditetapkan di Jakarta, dengan;

SK NOMOR: AHU-0008622.AH.01.07. TAHUN 2017
Nomor Akta/Tanggal : 18/22 Mei 2017

Dengan terbentuknya badan hukum, itu berarti KPCDI telah melahirkan entitas hukum di mata publik yang diakui negara dengan segala konsekuensinya. Jakarta, 29 Mei 2017

Pengurus Pusat
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI)

Yang perlu kamu ingat...Dialisis memang mengubah banyak hal.Tapi kamu tidak harus selalu kuat setiap saat.Ada hari ketik...
06/08/2026

Yang perlu kamu ingat...
Dialisis memang mengubah banyak hal.
Tapi kamu tidak harus selalu kuat setiap saat.
Ada hari ketika kamu boleh merasa lelah.
Boleh merasa takut.
Boleh menangis.
Yang penting, jangan memikul semuanya sendirian.

05/08/2026

Boleh-boleh aja bikin aturan buat diri sendiri..
Asal tetap tau batasan, terus harus sesuai kondisi badan dan nggak ikut-ikutan orang lain.

Beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan unggahan seorang pasien di Threads yang mengeluhkan harus menunggu berjam-...
04/08/2026

Beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan unggahan seorang pasien di Threads yang mengeluhkan harus menunggu berjam-jam di IGD karena belum mendapatkan kamar rawat inap.
Unggahan tersebut menuai berbagai tanggapan, termasuk komentar yang menghakimi dan merendahkan.

Beberapa hari kemudian, pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia.

KPCDI turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kami tidak ingin mengaitkan lamanya waktu tunggu di IGD dengan penyebab meninggalnya pasien. Hal tersebut tentu memerlukan penjelasan medis dan tidak bisa disimpulkan hanya dari unggahan di media sosial.

Namun ada satu hal yang menurut kami layak menjadi bahan refleksi bersama.

Sebagai komunitas pasien gagal ginjal, pasien dialisis, pasien transplantasi ginjal, dan keluarga pasien, kami memahami bahwa menunggu di IGD bukanlah pengalaman yang mudah. Saat tubuh sedang sakit, setiap menit terasa lebih lama. Suasana IGD yang ramai, minim privasi, dan penuh ketidakpastian sering kali membuat kecemasan semakin besar.

Di sisi lain, kami juga memahami bahwa tenaga kesehatan bekerja di bawah tekanan yang tidak ringan. Keterbatasan tempat tidur, tingginya jumlah pasien, serta kondisi gawat darurat yang harus diprioritaskan merupakan bagian dari realitas pelayanan kesehatan.

Karena itu, keluhan pasien tidak selalu berarti menyalahkan tenaga kesehatan. Sebaliknya, menjelaskan kondisi rumah sakit kepada pasien juga tidak harus dilakukan dengan kalimat yang merendahkan.

Kami juga melihat ada yang langsung mengaitkan kejadian seperti ini dengan BPJS Kesehatan. Padahal, pasien yang harus menunggu ruang rawat inap belum tentu mengalaminya karena status kepesertaannya. Dalam banyak situasi, persoalannya lebih berkaitan dengan kapasitas tempat tidur dan alur pelayanan di rumah sakit.

Yang paling kami sayangkan justru munculnya komentar-komentar yang mengolok atau meremehkan pasien. Mungkin bagi sebagian orang itu hanya candaan. Namun bagi pasien dan keluarganya, kata-kata seperti itu bisa meninggalkan luka yang tidak terlihat.

KPCDI percaya bahwa mayoritas dokter, perawat, dan tenaga kesehatan memiliki empati yang tinggi. Banyak anggota kami yang dapat bertahan menjalani pengobatan bertahun-tahun karena dedikasi para tenaga kesehatan. Karena itu, tulisan ini bukan untuk menggeneralisasi profesi tertentu.

Kami hanya ingin mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tentang tindakan medis. Cara kita berbicara, mendengarkan, dan memperlakukan pasien dengan hormat juga merupakan bagian dari pelayanan.

Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua. Sistem pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat, tenaga kesehatan perlu terus didukung, dan pasien tetap memiliki ruang untuk menyampaikan pengalaman serta keluhannya tanpa takut dihakimi.

Karena pada akhirnya, tujuan kita sama: menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi bagi setiap orang.

Pada Jakarta Nephrology Nursing Symposium XVIII 2026, KPCDI membawa satu pesan yang sederhana, tetapi penting:GAGAL GINJ...
03/08/2026

Pada Jakarta Nephrology Nursing Symposium XVIII 2026, KPCDI membawa satu pesan yang sederhana, tetapi penting:

GAGAL GINJAL BUKAN HANYA PERSOALAN MEDIS.

Di balik setiap pasien, ada pekerjaan yang harus dipertahankan, keluarga yang ingin tetap dibahagiakan, kondisi ekonomi yang harus diperjuangkan, dan masa depan yang masih ingin diraih.

Karena itu, setiap pasien berhak mendapatkan informasi yang utuh dan seimbang mengenai pilihan terapinya—baik hemodialisis (HD), CAPD, maupun transplantasi ginjal—agar dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Kami juga menegaskan bahwa terapi penyambung hidup tidak boleh terputus hanya karena persoalan administrasi.

Pasien bukan sekadar penerima layanan kesehatan. Pasien adalah mitra yang suaranya layak didengar dalam setiap pengambilan keputusan.

Sebab tujuan kita bukan hanya membuat pasien tetap hidup, tetapi membantu mereka menjalani hidup yang lebih bermartabat.

Every patient deserves a life.

"Badan capek, tapi mata nggak mau diajak tidur."Kalimat ini mungkin terdengar familiar buat banyak pasien dialisis. Ada ...
03/08/2026

"Badan capek, tapi mata nggak mau diajak tidur."

Kalimat ini mungkin terdengar familiar buat banyak pasien dialisis.
Ada banyak kondisi yang bisa memengaruhi kualitas tidur, dan sebagian di antaranya berkaitan dengan penyakit ginjal maupun dialisis itu sendiri.
Kalau keluhan ini sering terjadi, jangan ragu untuk menyampaikannya saat kontrol yaa..

01/08/2026

Memulai bulan yang baru itu nggak selalu harus dengan target yang besar.

Kadang, cukup memberi ruang untuk mengapresiasi diri sendiri atas semua yang sudah berhasil dilewati.
Setiap langkah, sekecil apa pun, tetap berarti.

Semoga Agustus membawa lebih banyak kekuatan, harapan, dan kabar baik untuk kita semua.

Sebagai pasien dialisis, yang mengganggu itu kadang bukan rasa sakit. Tapi mulut yang terus terasa pahit, napas yang ber...
30/07/2026

Sebagai pasien dialisis, yang mengganggu itu kadang bukan rasa sakit.
Tapi mulut yang terus terasa pahit, napas yang berbau, lalu jadi malas makan dan kurang percaya diri saat ngobrol.

Kalau kamu mengalaminya, jangan menganggap itu hal yang harus ditahan.
Ceritakan saat kontrol, karena bisa jadi ada penyebab yang perlu ditangani.

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia 2026Rutin cuci darah bikin kita harus ekstra jaga diri, termasuk dari risiko Hepatit...
28/07/2026

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia 2026

Rutin cuci darah bikin kita harus ekstra jaga diri, termasuk dari risiko Hepatitis B dan C. Tapi tenang, kita gak perlu takut berlebihan.

Hepatitis B bisa dicegah lewat vaksin, dan Hepatitis C zaman sekarang sudah ada obatnya yang aman buat pasien dialisis!
Dan edukasi ini juga bukan buat nakut-nakutin, tapi bikin kita makin pede, tenang, dan paham cara melindungi diri saat cuci darah.
Yuk, jadi pasien yang aktif!

27/07/2026

Membatasi cairan itu tantangan terbesar pasien HD, kita semua paham banget rasanya.

Dokter & perawat HD sampai hapal sama "janji manis" kita tiap sesi HD.
Caregiver apalagi, hapal banget sama kelakuan kita di rumah😌.

Diet cairan emang susah banget, tapi demi kesehatan jantung dan badan nggak engap, mari kita lawan rasanya bareng-bareng!

Progres kecil tetaplah progres.

Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari sering kali memberi pengaruh yang besar. Mulai dari cara makan, men...
25/07/2026

Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari sering kali memberi pengaruh yang besar. Mulai dari cara makan, menjaga cairan, minum obat, sampai mengenali sinyal yang diberikan tubuh.

Dialisis memang bagian dari terapi. Tapi merawat diri setiap hari juga sama pentingnya.

Semoga kontn ini bisa menjadi pengingat, baik untuk teman-teman yang baru memulai dialisis, yang sudah bertahun-tahun menjalaninya, maupun keluarga yang selalu mendampingi.

Address

Gedung The CEO Building, Level 12 Jalan TB Simatupang No. 18C, Cilandak, Jakarta Selatan
Jakarta
12430

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia - KPCDI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia - KPCDI:

Share