Sejarah APKLINDO:
Pada akhir dasawarsa 70-an, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi penerimaan pegawai golongan 1 seiring dengan dijalankannya program pembinaan pengusaha kecil. Perusahaan klining servis mulai bermunculan dan semakin marak pada tahun 1980 . Saat itu, jumlah perusahaan Klining Servis di Jakarta tercatat berjumlah kira-kira 200 perusahaan dan merupakan masa keemasan pe
rtumbuhan jasa Klining Servis. Pada 1980, beberapa pengusaha berinisiatif untuk mengoptimalkan kinerja usaha mereka dengan membentuk suatu wadah yang dinamakan Himpunan Pengusaha Jasa Kebersihan Indonesia yang disingkat HIPJAKI. Dalam perjalanannya, HIPJAKI mengalami beberapa kendala teknis sehingga HIPJAKI terkesan tidak berkembang. Sejak itu, beberapa pengusaha klining servis menjajaki kemungkinan kerja sama yang lain dengan membentuk Koperasi Pengusaha Klining Servis. Setelah dikonsultasikan dengan KADIN JAYA serta ditambah beberapa pertimbangan, muncul ide untuk membentuk sebuah Asosiasi Perusahaan Klining Servis. Para inisiator itu dikoordinir oleh Bobby Gerungan, dan para pengusaha klining servis akhirnya berhasil membentuk Asosiasi Perusahaan Klining Indonesia yang disingkat APKLINDO. Pada 20 Mei 1985, APKLINDO diresmikan keberadaan serta keabsahannya. Peresmiannya dilakukan oleh KADIN INDONESIA yang juga menghadirkan Menteri Tenaga Kerja, Sudomo, dan juga Sekjen Departemen Pekerjaan Umum, Ir. Pada tanggal 20 Agustus 1985, APKLINDO resmi menjadi anggota KADIN INDONESIA, dikukuhkan oleh Ketua Umum KADIN INDONESIA Sukamdani S. Gitosardjono berdasarkan surat keputusan KADIN INDONESIA, nomor : 069/DPH/VII/95 dan Boby Gerungan selaku Ketua umum APKLINDO yang pertama
Saat ini APKLINDO dipimpin oleh Bapak H.Imran Noor.