Rumah KitaB

Call Directions Website Contact the organization

Rumah KitaB Yayasan Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) is an NGO concerned with the issues of human rights, gender and reproductive health, and Islam.

Keluarga besar Rumah KitaB menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah:​Ibu Nyai Hj. Dzarrotul Jann...
13/10/2026

Keluarga besar Rumah KitaB menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah:

​Ibu Nyai Hj. Dzarrotul Jannah
(Pengasuh Ma’had Al-Shighor Gedongan, Cirebon)

Wafat: Minggu, 11 Oktober 2026

​Semoga almarhumah diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan dan santri Ma’had Al-Shighor diberikan ketabahan dan keikhlasan.

​Lahāl-Fātiḥah.

​

Setiap anak berhak untuk mewujudkan mimpinya, mari hentikan pernikahan usia anak bersama-sama! Selamat memperingati Hari...
11/10/2026

Setiap anak berhak untuk mewujudkan mimpinya, mari hentikan pernikahan usia anak bersama-sama!

Selamat memperingati Hari Anak Perempuan Internasional, mari pastikan setiap anak perempuan kita menggapai mimpinya.

Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026. Lindungi kesehatan mental santri dari bayang-bayang kekerasan. Jadikan pondo...
10/10/2026

Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026.

Lindungi kesehatan mental santri dari bayang-bayang kekerasan. Jadikan pondok pesantren sebagai ruang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang.

Bisa ngeklaim lahan cuma gara-gara suara gonggongan anjing? Itu kelakuan elite Jahiliyah yang bikin perang 40 tahun.Nabi...
09/10/2026

Bisa ngeklaim lahan cuma gara-gara suara gonggongan anjing? Itu kelakuan elite Jahiliyah yang bikin perang 40 tahun.

Nabi Muhammad SAW lalu merombak total lewat konsep Hima, yang menetapkan bahwa air, tanah, dan energi itu milik publik.

Pengelolaannya wajib buat kemaslahatan rakyat kecil, bukan ditumpuk segelintir oligarki, dan konservasi alam harus sejalan dengan keadilan sosial.

Konten ini disarikan dari artikel Transformasi Hima dari Monopoli Elite Jahiliyah ke Maslahat Publik karya Hilmi Abedillah di rumahkitab.com.

Gimana pendapatmu soal penguasaan lahan di Indonesia sekarang?

Menikahkan anak demi mengurangi beban ekonomi sering kali dianggap solusi cepat. Padahal, keputusan ini justru memicu ke...
09/10/2026

Menikahkan anak demi mengurangi beban ekonomi sering kali dianggap solusi cepat. Padahal, keputusan ini justru memicu kemiskinan struktural yang berulang dari generasi ke generasi.

​Ketika anak menikah dini, mereka terenggut dari hak pendidikan dan kesiapan finansial. Risiko kesehatan seperti stunting pada anak yang dilahirkan pun meningkat hingga dua kali lipat. Dari sudut pandang syariat, agama hadir untuk melindungi jiwa (Hifz Nafs) dan keturunan (Hifz Nasl). Sebagaimana kaidah fiqhiyyah menegaskan, menolak kerusakan harus selalu didahulukan daripada mengejar manfaat yang semu.

​Menghentikan perkawinan anak bukan sekadar mematuhi hukum negara, melainkan kewajiban keagamaan untuk memastikan masa depan generasi mendatang terlindungi dan berdaya.

​Melihat fakta ini, menurut kamu apa langkah paling mendesak yang bisa dilakukan lingkungan sekitar kita untuk mencegah perkawinan anak? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

​Simpan & bagikan postingan ini untuk menyebarkan kesadaran!

​Baca ulasan lengkap tulisan Arie Riandry Ardiansyah bertajuk "Perkawinan Anak dan Lingkaran Kemiskinan" di rumahkitab.com.

✨ 𝐒𝐮𝐥𝐮𝐡 𝐏𝐓𝐑𝐆 𝐒𝐞𝐫𝐢 𝐤𝐞-𝟑𝟕Merawat gerakan keberlanjutan butuh ruang bertukar cerita dan strategi. Dari pengalaman, evaluasi...
08/10/2026

✨ 𝐒𝐮𝐥𝐮𝐡 𝐏𝐓𝐑𝐆 𝐒𝐞𝐫𝐢 𝐤𝐞-𝟑𝟕

Merawat gerakan keberlanjutan butuh ruang bertukar cerita dan strategi. Dari pengalaman, evaluasi, hingga gagasan baru, setiap proses adalah modal berharga untuk memperkuat institusi pendidikan yang lebih responsif gender.

Di Seri ke-37 ini, Aliansi PTRG menghadirkan ruang refleksi bersama lintas pihak untuk saling menguatkan komitmen dan langkah ke depan.

📌 𝐑𝐞𝐟𝐥𝐞𝐤𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫𝐚𝐧: 𝐌𝐞𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐠𝐮𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐓𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢 𝐑𝐞𝐬𝐩𝐨𝐧𝐬𝐢𝐟 𝐆𝐞𝐧𝐝𝐞𝐫

📅 Jumat, 9 Oktober 2026
⏰ 08.30–11.00 WIB
🏠 Puan Rumah: Aliansi PTRG
💻 Zoom Meeting

🎙 Narasumber:
- Dr. Khasan Ubaidillah, M.Pd.I. (Aliansi PTRG)
- Novi Anggriani (Senior International Assistance Officer, Embassy of Canada)
- Achmat Hilmi, Lc., M.A. (Rumah KitaB)
- Irma Riyani, M.A., M.Ag., Ph.D. (Ketua Forum PSGA PTKI)

🎤 Moderator:
- Dr. Santi Andriyani, S.Pd.I., M.Pd. (Aliansi PTRG)

Mari hadir dan wujudkan ekosistem kampus yang aman, setara, dan berkelanjutan! 🌸


Menjaga marwah pesantren bukan dengan membungkam korban, tapi dengan memutus rantai kekerasan.Ketika santri memberanikan...
07/10/2026

Menjaga marwah pesantren bukan dengan membungkam korban, tapi dengan memutus rantai kekerasan.

Ketika santri memberanikan diri untuk speak up, stigma "kualat" atau tuduhan merusak nama baik lembaga sering kali justru menjadi benteng pertahanan bagi pelaku. Padahal, kekerasan seksual adalah bentuk pengkhianatan nyata terhadap amanah dan nilai-nilai pesantren itu sendiri.

Mencegah dan melaporkan kekerasan di lingkungan pendidikan agama bukan bentuk pembangkangan, melainkan bagian dari amar ma'ruf nahi munkar demi menciptakan ruang belajar yang aman dan bermartabat.

Baca catatan kritis Fitri Nurajizah bertajuk "Aib Sang Guru: Memutus Kekerasan Seksual di Pesantren" selengkapnya di rumahkitab.com 🔗 (link di bio).

Bagaimana pendapatmu? Apa langkah paling tegas yang harus diambil pesantren untuk menangani kasus seperti ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇

📌 Simpan & bagikan postingan ini untuk terus mengawal ruang belajar yang aman bagi santri!

📢 𝐂𝐚𝐥𝐥 𝐟𝐨𝐫 𝐀𝐫𝐭𝐢𝐜𝐥𝐞 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐊𝐢𝐭𝐚𝐁! ✍️​Menjaga jiwa (ḥifẓ an-nafs) dan kehormatan (ḥifẓ al-’irḍ) adalah intisari dari ajaran...
30/09/2026

📢 𝐂𝐚𝐥𝐥 𝐟𝐨𝐫 𝐀𝐫𝐭𝐢𝐜𝐥𝐞 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐊𝐢𝐭𝐚𝐁! ✍️

​Menjaga jiwa (ḥifẓ an-nafs) dan kehormatan (ḥifẓ al-’irḍ) adalah intisari dari ajaran Islam. Lalu, bagaimana kita mengimplementasikannya ketika kekerasan seksual masih membayangi lingkungan pesantren?

​Kesehatan mental santri bukanlah isu sampingan. Ia adalah bagian inti dari kesejahteraan (maslahah) yang wajib kita lindungi bersama.

​Rumah KitaB mengundang para penulis, akademisi, peneliti, dan pengamat untuk membaca kembali persoalan ini dari sudut pandang keagamaan yang progresif, keadilan gender, dan perlindungan anak.

​Mari hadirkan tulisan yang jernih, mendalam, dan menghadirkan solusi konkret. 🌿✨

​✨ Tema Prioritas:
𝐏𝐞𝐬𝐚𝐧𝐭𝐫𝐞𝐧 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐊𝐞𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐤𝐬𝐮𝐚𝐥: 𝐈𝐤𝐡𝐭𝐢𝐚𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐥𝐢𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥 𝐒𝐚𝐧𝐭𝐫𝐢

​🗓 Batas pengiriman: 31 Oktober 2026
📩 Kirim ke: [email protected]
Subjek: Artikel Prioritas – Nama Penulis

​✨ Tema Umum:
🌿 Isu-isu terkini dalam perspektif keadilan dan maqāṣid al-syarī‘ah
🌱 Kiamat ekologis dan kekerasan terhadap kelompok rentan
🧠 Remaja, seksualitas, dan pendidikan kritis

​🗓 Tidak ada batas waktu pengiriman
📩 [email protected]
Subjek: Artikel – Nama Penulis

​🔗 Informasi selengkapnya:
https://rumahkitab.com/kirim-tulisan

​Mari merawat nilai-nilai keadilan dan perlindungan melalui gagasan yang dituliskan. Kami nantikan pemikiranmu! 💛

​

Sejarah sering kali ditulis oleh pemenang, tetapi fakta sejarah disimpan oleh arsip dan sains. 📜✨​Selama puluhan tahun, ...
30/09/2026

Sejarah sering kali ditulis oleh pemenang, tetapi fakta sejarah disimpan oleh arsip dan sains. 📜✨

​Selama puluhan tahun, narasi tentang Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) dikurung dalam stigma kelam. Mitos "Harum Bunga" dan tuduhan penyiksaan sadis di Lubang Buaya disebarkan secara masif untuk membentuk opini publik. Namun, apa kata arsip dan penelitian forensik independen?

​Hasil otopsi resmi tahun 1965 hingga studi akademis membuktikan fakta yang bertolak belakang. Sebelum distigmatisasi, Gerwani adalah salah satu gerakan perempuan akar rumput paling progresif di Asia Tenggara yang memperjuangkan kelas literasi, daycare untuk buruh, hingga kesetaraan upah.

​Geser slide untuk membaca pelurusan sejarah dan dekonstruksi stigmatisasinya. ➡️

Bagikan postingan ini agar lebih banyak yang paham fakta sejarah sebenarnya!

Follow Yayasan Rumah Kita Bersama | Stand with 🍉🇵🇸 untuk konten lainnya yang membuka perspektifmu.

​

𝐓𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐞-𝟎𝟎𝟔 | 𝐈𝐧 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐄𝐜𝐨𝐧𝐨𝐦𝐲 — 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐰𝐚𝐫𝐢𝐬𝐤𝐚𝐧 🏡💸Pernahkah kita bertanya, mengapa sebagian orang ha...
28/09/2026

𝐓𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐞-𝟎𝟎𝟔 | 𝐈𝐧 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐄𝐜𝐨𝐧𝐨𝐦𝐲 — 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐰𝐚𝐫𝐢𝐬𝐤𝐚𝐧 🏡💸

Pernahkah kita bertanya, mengapa sebagian orang harus bekerja jauh lebih keras hanya untuk mendapatkan hal-hal yang bagi sebagian lainnya sudah tersedia sejak lahir?

Ketimpangan ekonomi bukan semata tentang siapa yang punya lebih banyak dan siapa yang punya lebih sedikit. Ia juga berkaitan dengan kesempatan, akses pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, kesehatan, hingga bagaimana kondisi sosial-ekonomi diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di tengah situasi ekonomi hari ini, siapa yang sebenarnya paling diuntungkan? Dan bagaimana ketimpangan itu terus bertahan bahkan ketika generasi berganti?

🏡 𝐓𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚: 𝐈𝐧 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐄𝐜𝐨𝐧𝐨𝐦𝐲 — 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐰𝐚𝐫𝐢𝐬𝐤𝐚𝐧

Bersama:
- 𝐓𝐡𝐚𝐮’𝐚𝐦 𝐌𝐚’𝐫𝐮𝐟𝐚𝐡
- 𝐀𝐡𝐦𝐚𝐝 𝐅𝐚𝐢𝐳 𝐒𝐡𝐨𝐛𝐢𝐫 𝐀𝐥𝐟𝐢𝐤𝐫𝐢

Dipandu oleh
- 𝐒𝐢𝐭𝐲𝐢 𝐌. 𝐐𝐨𝐫𝐢𝐚𝐡.

🗓️ Rabu, 30 September 2026
⏰ 19.00–21.00 WIB
📍 Zoom Meeting

https://us02web.zoom.us/j/84424450434?pwd=TCqj1ykLMv6vHNBH1llVuGpPFVQd0c.1

ID Rapat: 844 2445 0434
Kode Sandi: 840160

Mari ngobrol tentang ekonomi, kesempatan, dan ketimpangan yang mungkin selama ini kita anggap sebagai sesuatu yang biasa.

Karena tidak semua orang memulai dari garis yang sama, sampai jumpa di Teras Cerita. ✨

Address

Jakarta
12520

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah KitaB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Rumah KitaB:

Shortcuts

Share