Samye Center Jakarta, Indonesia

Samye Center Jakarta, Indonesia Kelompok studi Vajrayana dibawah bimbingan Kyabgon Phakchok Rinpoche.

07/09/2026

Dakini Day, 06 Sep 2026

🪷 PUJA KEPADA TARA

Ode to Tara

O!

Wahai Arya Tara,
Bhagawati Agung,
Ibunda Kebijaksanaan yang Mulia,

lenyapkanlah seluruh klesha dan noda batin—
dari diriku dan dari seluruh makhluk yang masih terikat dalam samsara.

Tuntunlah kami menuju pencerahan dengan segera.

Sepanjang kehidupan kami,
semoga senantiasa hadir
kondisi-kondisi yang mendukung Dharma,
agar langkah kami tidak menyimpang
dari jalan pembebasan.

Semoga segala rintangan,
baik yang berasal dari luar
maupun yang tersembunyi di dalam batin,
yang menghalangi kami menuju pencerahan,
dilenyapkan tanpa jejak.

Semoga penyakit,
kematian sebelum waktunya,
mimpi buruk, pertanda buruk,
ketakutan dan segala kecemasan,
terurai dan sirna
dalam pancaran berkah-Mu.

Semoga batin kami
berpaling sepenuhnya kepada Dharma.

Bangkitkanlah dalam diri kami
ketekunan yang tak tergoyahkan.
Gugahlah kami
hingga mampu menyaksikan wajah-Mu—
wajah kebijaksanaan yang jernih,
wajah welas asih yang tak terbatas.

Doronglah kami
hingga merealisasikan Śūnyatā,
kekosongan yang melampaui segala konsep,
dan Bodhicitta Ultimat,
hakikat kebijaksanaan yang sempurna.

Semoga melalui berkah-Mu
kami terlahir kembali
di alam Buddha Amitabha,
di Tanah Suci tempat Dharma bercahaya
dan kebijaksanaan tidak pernah padam.

Melalui kebajikan dan pelimpahan jasa
dari persembahan dan doa ini,

di mana pun kami terlahir,
di mana pun kami berada,

semoga tidak ada kemiskinan,
tidak ada kelaparan,
tidak ada perselisihan.

Semoga semua makhluk
memiliki kondisi yang mendukung
untuk mengenal, mempraktikkan,
dan merealisasikan Dharma.

Semoga Dharma berjaya.
Semoga Dharma senantiasa berkembang.
Semoga semua makhluk terbebas dari penderitaan
dan mencapai pencerahan sempurna.

⸻

Doa kepada Tara ini disusun oleh Dzongsar Khyentse Rinpoche pada 3 April 2017.

🙏 Semoga kebajikan dari doa ini menjadi sebab
bagi seluruh makhluk untuk berjumpa dengan Dharma,
menumbuhkan Bodhicitta, merealisasikan Śūnyatā,
dan pada akhirnya mencapai Kebuddhaan sempurna.

🙏 DAKINI DAY – PUJA & DEDIKASI 🙏Teman-teman Sedharma,Pada Minggu, 06 September 2026, bertepatan dengan Dakini Day, mari ...
04/09/2026

🙏 DAKINI DAY – PUJA & DEDIKASI 🙏

Teman-teman Sedharma,

Pada Minggu, 06 September 2026, bertepatan dengan Dakini Day, mari bersama-sama memanfaatkan hari yang penuh berkah ini untuk melakukan:

🌿 21 Tara Puja
🙏 Doa Mani Kulwa
🔥 Sur Offering
🪔 Penyalaan 300 Pelita

Seluruh kebajikan dari praktik dan persembahan akan kita dedikasikan bagi para korban, semoga terbebas dari penderitaan dan memperoleh kondisi baik untuk terlahir di tanah suci para Buddha.

🌸 Dana sukarela untuk persembahan pelita:
BCA 866 033 2848
a.n. Rangjung Yeshe Indonesia
(Kode: 26)

📍 Samye Center Jakarta
d.a. Padmapani Buddhist Center
Citra Garden 2 Blok P2 No.12, Jakarta Barat

📞 Admin: +62 812 9146 8121

🙏 Marilah kita bersama-sama menjadikan Dakini Day ini sebagai kesempatan untuk mempersembahkan praktik dan kebajikan kita demi mereka yang sedang mengalami penderitaan.

Sarwa Mangalam. 🙏

Guru Rinpoche Day, 22 Agustus 2026🌿 CALLING THE GURU FROM AFARDoa untuk Menembus Hati dengan DevosiCalling the Guru From...
22/08/2026

Guru Rinpoche Day, 22 Agustus 2026

🌿 CALLING THE GURU FROM AFAR

Doa untuk Menembus Hati dengan Devosi

Calling the Guru From Afar adalah sebuah doa mendalam karya Jamgön Kongtrul Lodrö Tayé, yang mengungkapkan kerinduan seorang praktisi kepada Guru dan seluruh silsilah Dharma.

Doa ini mengajak kita untuk kembali membuka hati dan menyadari betapa berharganya kesempatan menjalani kehidupan manusia dan bertemu dengan Dharma.

Dengan penuh kejujuran, kita memohon berkah Guru agar mampu melihat kekurangan diri sendiri, menyadari ketidakkekalan hidup, melepaskan keterikatan pada samsara, serta membangkitkan kembali devosi yang tulus.

Dari sana, hati diarahkan untuk membangkitkan Bodhicitta—bukan hanya menginginkan pembebasan bagi diri sendiri, tetapi juga agar semua makhluk terbebas dari penderitaan.

Pada akhirnya, doa ini bukan sekadar permohonan kepada Guru.
Ia adalah sebuah panggilan kepada batin kita sendiri untuk terbangun—agar Dharma tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi transformasi dalam kehidupan.

“ Guru, lihatlah saya dengan welas asih.
Berkahilah saya agar dapat melihat kekurangan diri sendiri, membangkitkan devosi yang tulus,
dan menapaki jalan menuju pembebasan.”

🙏 Lama Khyen No
🙏 Lama Khyen No
🙏 Root Guru, watch over me.

Semoga berkah Guru dan seluruh silsilah senantiasa menyertai perjalanan Dharma kita, hingga tercapainya pembebasan demi manfaat semua makhluk.




22/08/2026

Guru Rinpoche Day, 22 Agustus 2026

🌿 CALLING THE GURU FROM AFAR

Doa untuk Menembus Hati dengan Devosi

Calling the Guru From Afar adalah sebuah doa mendalam karya Jamgön Kongtrul Lodrö Tayé, yang mengungkapkan kerinduan seorang praktisi kepada Guru dan seluruh silsilah Dharma.

Doa ini mengajak kita untuk kembali membuka hati dan menyadari betapa berharganya kesempatan menjalani kehidupan manusia dan bertemu dengan Dharma.

Dengan penuh kejujuran, kita memohon berkah Guru agar mampu melihat kekurangan diri sendiri, menyadari ketidakkekalan hidup, melepaskan keterikatan pada samsara, serta membangkitkan kembali devosi yang tulus.

Dari sana, hati diarahkan untuk membangkitkan Bodhicitta—bukan hanya menginginkan pembebasan bagi diri sendiri, tetapi juga agar semua makhluk terbebas dari penderitaan.

Pada akhirnya, doa ini bukan sekadar permohonan kepada Guru.
Ia adalah sebuah panggilan kepada batin kita sendiri untuk terbangun—agar Dharma tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi transformasi dalam kehidupan.

“ Guru, lihatlah saya dengan welas asih.
Berkahilah saya agar dapat melihat kekurangan diri sendiri, membangkitkan devosi yang tulus,
dan menapaki jalan menuju pembebasan.”

🙏 Lama Khyen No
🙏 Lama Khyen No
🙏 Root Guru, watch over me.

Semoga berkah Guru dan seluruh silsilah senantiasa menyertai perjalanan Dharma kita, hingga tercapainya pembebasan demi manfaat semua makhluk.




🌿 NGÖNDRO RETREAT — BALI 2026Purify. Accumulate. Transform.Take a step inward and deepen your practice in the peaceful m...
09/08/2026

🌿 NGÖNDRO RETREAT — BALI 2026
Purify. Accumulate. Transform.

Take a step inward and deepen your practice in the peaceful mountains of North Bali.

Join us for a 10-Day Ngöndro Retreat at Samye Hermitage Bali, dedicated to the practice of Tukdrup Barché Künsel Ngöndro.

✨ Complete your Ngöndro practice
✨ Receive teachings and guidance
✨ Practice in a peaceful retreat environment
✨ Open to beginners and experienced practitioners

📅 15–24 October 2026
📍 Samye Hermitage Bali, Munduk, North Bali
💰 From IDR 3,393,000 / person
🏡 Accommodation & simple daily meals included

Come as you are. Practice deeply. Return transformed.

🙏 All practitioners are welcome.

For registration & further information, please contact us.

Dahulu kala, di India kuno, seorang murid Dharma bernama Asanga memiliki sebuah tujuan: untuk melihat Buddha Masa Depan ...
30/07/2026

Dahulu kala, di India kuno, seorang murid Dharma bernama Asanga memiliki sebuah tujuan: untuk melihat Buddha Masa Depan Maitreya, yang sudah menjadi bodhisattva agung. Ia kemudian berencana untuk mendapatkan instruksi dariNya. Ia memulai retret praktik Maitreya di sebuah gua di Gunung Kukkutapada. Asanga menghabiskan seluruh waktu terjaganya, setiap hari, melafalkan mantra Maitreya, memvisualisasikanNya, memberi persembahan kepadaNya, dan sebagainya.

Hal ini berlangsung selama enam tahun. Ia tidak pernah melihat Maitreya, bahkan dalam mimpinya. Tidak ada tanda apa pun. Tidak ada apa pun. Ia menjadi putus asa dan menyerah. Setelah menyelesaikan ritual penutup retretnya, ia mengemasi barang-barangnya dan berjalan dengan putus asa. Di jalan, ia bertemu dengan seorang pria yang menggosok tiang besi besar dengan kain lembut.

“Apa yang kau lakukan, temanku?” tanya Asanga.

“Aku butuh jarum, jadi aku menggosok tiang ini untuk membentuknya menjadi jarum.”

“Hmm,” pikir Asanga, “Butuh waktu seabad baginya untuk melakukan itu. Namun dia tetap gigih. Di sini aku, yang konon seorang praktisi yang baik, telah meninggalkan tujuan muliaku setelah hanya enam tahun. Dan tujuanku jauh lebih penting dan bermanfaat daripada sebuah jarum.” Dia merasa malu, menyesal karena tidak mengetahui arti kegigihan. Dia berbalik dan kembali ke gua.

Selama tiga tahun berikutnya, dia tidak melakukan apa pun selain berdoa kepada Maitreya terus-menerus. Tetap saja tidak ada tanda-tanda sama sekali. Kali ini, dia yakin bahwa sama sekali tidak ada harapan untuk bertemu Maitreya, bahwa dia menyia-nyiakan hidupnya, tidak mencapai apa pun. Sekali lagi, dia mengakhiri retretnya, mengemasi sedikit barang miliknya, dan berjalan menyusuri jalan setapak.

Orang pertama yang dia temui adalah seorang pria di kaki sebuah batu besar. Pria itu sedang mencelupkan bulu ke dalam air dan mengusap batu itu.

“Apa yang kau coba lakukan di sini?” tanya Asanga, sedikit bingung.

“Batu ini menghalangi masuknya sinar matahari ke rumahku, jadi aku mengikisnya,” jelas pria itu.

Seketika, pikiran Asanga kembali ke tiga tahun sebelumnya, dan ia kembali ke gua, berlatih dengan semangat baru. Tiga tahun berlalu. Tidak ada, nihil, kosong.

“Cukup!” serunya, kini dalam keputusasaan total. “Apa pun yang kulakukan, aku tahu bahwa jika aku melakukan ini selama sejuta tahun, aku tidak akan mencapai apa pun.”

Ia mengemasi barang-barangnya dan pergi untuk selamanya. Kali ini, ia tidak bertemu dengan pria-pria yang melakukan hal-hal aneh. Namun, ia bertemu dengan seekor anjing. Kedua kaki belakangnya lumpuh, dan anjing itu menyeret dirinya sendiri dengan cara yang sangat menyakitkan. Bagian belakang tubuhnya dipenuhi belatung yang menggeliat. Entah bagaimana, anjing itu bisa menemukan kekuatan untuk menggigit tangan siapa pun yang mendekat. Asanga diliputi gelombang welas asih yang tak tertahankan. Hatinya akan hancur jika ia tidak bisa membantunya.

Tapi bagaimana caranya? Ketika ia mendekatinya, anjing itu menggeram dan mencoba menggigit tangannya. Ia dapat melihat bahwa di samping semua itu, anjing itu kelaparan. Tanpa berpikir panjang, ia memotong sepotong dagingnya sendiri dan memberikannya kepada anjing itu. Jelas bahwa tahun-tahun meditasinya kepada Bodhisattva Maitreya yang agung dan penuh welas asih tidak sia-sia. Akankah kita memiliki welas asih untuk memberi makan daging kita kepada anjing yang pemarah dan membusuk?

Kemudian ia mengalihkan perhatiannya ke belatung-belatung itu. Ia tidak tahu bagaimana ia bisa mengambilnya dari anjing itu tanpa menghancurkan tubuh kecil mereka yang lembek. Tetapi ia juga merasa welas asih kepada mereka. Satu-satunya hal yang dapat ia pikirkan untuk digunakan adalah, yah, lidahnya. Ia tidak kuat menjilat belatung-belatung itu jika ia melihat mereka, jadi ia menutup matanya dan membungkuk untuk memulai.

Lidahnya menyentuh tanah. Ia membuka matanya. Tidak ada anjing. Ia mendongak. Di sana ada Bodhisattva Maitreya yang besar dan bercahaya! Asanga merasakan kekuatan dan cinta Maitreya mengalir ke segala arah. Hal pertama yang ingin dikatakannya adalah, “Maitreya! Ke mana saja Engkau selama ini! Aku telah berdoa kepadaMu, memvisualisasikan Engkau, mengucapkan mantraMu, dan Engkau tidak pernah muncul selama itu!”

Maitreya tersenyum, “Asanga, Aku ada di sana bersamamu setiap menit. Dan ketika kau menyerah, Aku muncul sebagai pria berselendang, pria berbulu, dan sekarang seekor anjing.”

Asanga menangis memikirkan hal itu. “Tapi… tapi…”

“Kau tidak bisa melihatku karena tindakan negatif dan penghalang masa lalumu sendiri. Selama bertahun-tahun itu, kau telah membersihkan hampir semuanya sehingga aku muncul sebagai anjing yang bernanah. Tindakan welas asihmu akhirnya membersihkan cukup banyak, dan membuat penglihatanmu cukup murni sehingga kau bisa melihatku.”

“Tidak! Itu tidak mungkin. Siapa pun bisa melihatmu seperti penampilanmu sekarang. Kau besar dan bercahaya, dan sejelas siang hari!”

“Jika kau tidak percaya padaKu, mari kita pergi ke kota dan mencari tahu apakah ada orang lain yang bisa melihatKu.” Asanga tidak yakin, jadi mereka pergi ke desa terdekat.

Asanga menggendong Maitreya di bahu kanannya. Ia bertanya kepada semua orang di pasar apa yang mereka lihat. Setiap orang menatapnya dengan agak aneh dan mengatakan mereka tidak melihat apa pun. Akhirnya mereka sampai pada seorang wanita tua di pinggir kota, yang rintangannya relatif lebih sedikit daripada rintangan penduduk desa. Ketika Asanga bertanya padanya, wanita itu berkata, “Mayat anjing yang membusuk.”

Setelah itu, Maitreya membawa Asanga ke alam suci dan memberinya ajaran-ajaran yang sangat tinggi yang telah ia dambakan dengan sungguh-sungguh dalam doanya. Asanga kemudian menjadi salah satu guru Buddha terbesar di India kuno. Ia masih terkenal hingga saat ini. Karya-karyanya masih dipelajari, dan ia masih menginspirasi ribuan orang.

Pesan Hari Guru Rinpoche*Mengingat Poin-Poin Kunci*Pesan Hari Guru RinpochePhakchok RinpocheTeman-teman Dharma yang terk...
27/07/2026

Pesan Hari Guru Rinpoche
*Mengingat Poin-Poin Kunci*

Pesan Hari Guru Rinpoche

Phakchok Rinpoche

Teman-teman Dharma yang terkasih,

Pada Hari Guru Rinpoche yang penuh berkah ini, saya ingin mengajak kita semua untuk kembali merenungkan inti terdalam dari praktik Dharma.

Patrül Rinpoche memberikan nasihat yang sangat sederhana, namun mencakup keseluruhan jalan praktik:

“Jinakkanlah batinmu, jinakkanlah batinmu, jinakkanlah batinmu dengan Dharma.”

Inilah tujuan sejati dari seluruh ajaran Buddha. Dharma bukan sekadar pengetahuan, ritual, pembacaan mantra, ataupun berbagai bentuk latihan lahiriah. Semua itu hanyalah sarana. Tujuan sesungguhnya adalah mentransformasikan batin kita.

Transformasi tersebut berawal dari perenungan terhadap empat pikiran yang mengubah batin: berharganya kelahiran sebagai manusia, ketidakkekalan segala sesuatu, hukum karma yang tidak pernah keliru, serta hakikat samsara yang pada dasarnya tidak mampu memberikan kepuasan sejati.

Patrül Rinpoche juga mengajarkan:

“Latihlah batinmu dengan bodhicitta.”

Ketika hati dipenuhi oleh bodhicitta—aspirasi tulus untuk mencapai pencerahan demi manfaat semua makhluk—maka setiap tindakan, ucapan, dan pikiran perlahan akan menjadi sumber manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Namun mendengarkan Dharma saja tidaklah cukup.

Sebagaimana seseorang tidak akan menghilangkan dahaga hanya dengan melihat atau mendengar tentang air, demikian p**a kita tidak akan mengalami transformasi hanya dengan mendengar ajaran. Dharma baru benar-benar hidup ketika direnungkan, dipraktikkan, dan diwujudkan dalam meditasi maupun dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.

Arya Nagarjuna mengingatkan bahwa seluruh kualitas luhur muncul dari kebijaksanaan. Namun kebijaksanaan tidak pernah terpisah dari welas asih.

Buddha Shakyamuni sendiri mengajarkan bahwa tidak ada Dharma yang lebih luhur selain tidak menyakiti makhluk lain dan memelihara kepedulian yang tulus terhadap sesama. Ketika kita belajar melihat orang lain sebagaimana kita memperlakukan diri sendiri, saat itulah Dharma mulai benar-benar berakar di dalam hati.

Pada Hari Guru Rinpoche di Bulan Monyet yang sangat penuh berkah ini, marilah kita bersama-sama membangkitkan aspirasi yang murni:

* Semoga kita menerima sepenuhnya berkah Guru Rinpoche.
* Semoga kebijaksanaan dan welas asih tumbuh semakin kuat di dalam hati kita.
* Semoga setiap ajaran yang kita dengar membawa kita memahami makna terdalam Dharma.
* Semoga setiap perenungan menjinakkan batin kita.
* Semoga setiap meditasi menjadi sebab munculnya realisasi yang sejati.
* Dan semoga seluruh praktik yang kita lakukan menjadi manfaat bagi semua makhluk serta menjaga kelangsungan Dharma di dunia.

Kiranya nasihat luhur dari Patrül Rinpoche, Arya Nagarjuna, dan Buddha Shakyamuni senantiasa kita simpan di dalam hati. Semoga kata-kata mereka tidak hanya menjadi sesuatu yang kita baca atau dengar, tetapi benar-benar menjadi pedoman hidup yang menuntun setiap langkah kita menuju kebijaksanaan, welas asih, dan pembebasan.

Sarva Mangalam.

*Foto adalah latihan bersama pada Jumat, 24 Juli 2026, pada hari Guru Rinpoche

10/07/2026

Puja Tara di Hari Dakini, 10 Juli 2026.

Sahabat Dharma Terkasih,Dengan hangat kami mengundang Anda untuk menghadiri acara pengajaran“Mengulang Kembali Sabda Bud...
25/06/2026

Sahabat Dharma Terkasih,

Dengan hangat kami mengundang Anda untuk menghadiri acara pengajaran

“Mengulang Kembali Sabda Buddha” (Repeating the Words of the Buddha) yang ke-tiga yang akan diselenggarakan pada

Hari. : Sabtu, 4 Juli 2026,
Pukul : 18.45 WIB.

Tautan Pendaftaran : bit.ly/sutra-teaching-july

Dalam sesi ini, Phakchok Rinpoche akan melanjutkan pengajaran mengenai sutra Keadaan Kebijaksanaan Trasenden dalam Delapan Ribu Baris. (Perlu dicatat bahwa sutra ini baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Mandarin ).

Dengan kebaikan hatinya yang luar biasa, Phakchok Rinpoche akan memberikan serangkaian pengajaran bulanan pada hari pertama setiap bulan , hingga akhir tahun 2026.

Silakan gunakan tautan di atas untuk mengakses dan mendaftar acara. Karena tiket bersifat privat, tiket tidak dapat ditemukan melalui pencarian umum di Eventbrite dan hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki tautan ini.

Sampai jumpa dalam sesi pengajaran mendatang 🙏🏻😇🙏🏻

24/06/2026

Berkumpul bersama dalam Tsok Puja di Hari Guru Rinpoche, 24 Juni 2026 di Center Samye Jakarta.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia, bebas dari sebab penderitaan dan penderitaan itu sendiri.

Semoga semua makhluk hidup tidak pernah terlepas dari kebahagiaan dan sebab kebahagiaan.

Sarah Manggalam!

Address

Kompleks Citra Garden 2 Ext BD 01A/01 RT 004 RW 20 Kel Pegadungan Kec Kalideres Jakarta Barat
Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Samye Center Jakarta, Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Samye Center Jakarta, Indonesia:

Shortcuts

Share