02/05/2026
Hari Buruh Internasional - May Day 2026
“Perempuan Pekerja khususnya Perempuan PMI menuntut Negara memberikan Perlindungan yang berbasis Hak dan Responsif Gender di Kebijakan dan Layanannya!"
Data menunjukkan tidak sedikit pekerja migran Indonesia (PMI), terutama perempuan, mengalami kekerasan, eksploitasi, dan penipuan sejak proses perekrutan hingga di tempat kerja, meskipun berbagai regulasi perlindungan telah disahkan. Temuan JBM terhadap 79 P3MI diantaranya menunjukkan, 31% P3MI tidak menjalankan mandat di UU PPMI, 30% PMI dipaksa untuk menggunakan alat kontrasepsi sebelum berangkat, 36% PMI tidak mendapatkan informasi migrasi aman dan 26% PMI mendapat kekerasan dan 29,9% P3MI yang masih membebankan biaya penempatan kepada PMI dan tidak menerapkan prinsip zero cost. Ini menunjukkan lemahnya penerapan perekrutan yang adil.
Situasi ini menegaskan bahwa akar persoalan tidak hanya berada di tempat kerja, tetapi dimulai sejak hulu, yakni proses perekrutan yang tidak adil dan eksploitatif. Dalam banyak kasus, perempuan PMI dibebani utang sejak awal keberangkatan, minim akses informasi, dan tidak memiliki posisi tawar terhadap agen atau pemberi kerja. Di tengah narasi negara yang seolah berpihak pada buruh, realitas di lapangan justru menunjukkan lemahnya perlindungan dan pengawasan terhadap praktik-praktik tersebut.
Karena itu, justru bukan menargetkan 500rb penempatan PMI dan hanya melakukan perlindungan adminstratif tetapi mengarahkan migrasi kerja ini kepada perlindungan dan pengawasan berbasis hak, responsif gender dan inklusif melalui penerapan sistem perekrutan yang adil dan responsif gender, yang menjamin bebas biaya bagi pekerja, transparansi kontrak, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sejak sebelum keberangkatan hingga bekerja. Tanpa perubahan yang struktural, eksploitasi akan terus terjadi dan perempuan pekerja migran akan tetap menjadi kelompok paling rentan dalam rantai migrasi global dan akan selalu terjebak dalam situasi perdagangan orang.
Jakarta, 01 Mei 2026
Jaringan Buruh Migran