Jaringan Buruh Migran

Jaringan Buruh Migran Jaringan Buruh Migran (JBM) terbentuk pada tanggal 12 September 2014 yg bekerja mengawal kebijakan/legislasi, penanganan kasus dan isu buruh migran.

30/07/2026
🚢⚓ Ratifikasi udah disahkan, tapi perjuangannya belum selesai!KILO 188 diharapkan jadi titik awal perlindungan yang lebi...
15/05/2026

🚢⚓ Ratifikasi udah disahkan, tapi perjuangannya belum selesai!

KILO 188 diharapkan jadi titik awal perlindungan yang lebih layak buat Awak Kapal Perikanan (AKP). Tapi jangan lupa, pengesahan ini bukan hadiah instan dari negara. Ada perjuangan panjang hampir 5 tahun dari serikat buruh, organisasi masyarakat sipil, dan para pekerja sektor laut yang terus bersuara tanpa capek 🌊

Masalahnya sekarang:
Ratifikasi udah jalan, implementasi masih muter di birokrasi.
Masih ada tumpang tindih kewenangan, minim pengawasan ketenagakerjaan, koordinasi antar lembaga yang belum sinkron, sampai perlindungan yang belum benar-benar nyentuh kehidupan AKP di lapangan.

KILO 188 bukan garis finish.
Ini baru starting point buat memastikan pekerja laut bisa kerja dengan aman, adil, dan manusiawi. 🌊✊

05/05/2026

*Demokrasi diujung tanduk, perempuan pekerja mengugat Negara!!*

Pada 1 Mei 2026 Jaringan buruh Migran turut bersolidaritas dan bergerak bersama Aliansi perempuan Indonesia memperingati Hari Buruh Sedunia (Mayday). Mayday bukan pesta rakyat, Mayday adalah simbol perlawanan terhadap sistem yang menormalisasi eksploitasi, upah murah, dan represi terhadap kebebasan berserikat!!

Hari Buruh Internasional - May Day 2026“Perempuan Pekerja khususnya Perempuan PMI menuntut Negara memberikan  Perlindung...
02/05/2026

Hari Buruh Internasional - May Day 2026
“Perempuan Pekerja khususnya Perempuan PMI menuntut Negara memberikan  Perlindungan yang berbasis Hak dan Responsif Gender di Kebijakan dan Layanannya!"

Data menunjukkan tidak sedikit pekerja migran Indonesia (PMI), terutama perempuan, mengalami kekerasan, eksploitasi, dan penipuan sejak proses perekrutan hingga di tempat kerja, meskipun berbagai regulasi perlindungan telah disahkan. Temuan JBM terhadap 79 P3MI diantaranya menunjukkan, 31% P3MI tidak menjalankan mandat di UU PPMI, 30% PMI dipaksa untuk menggunakan alat kontrasepsi sebelum berangkat, 36% PMI tidak mendapatkan informasi migrasi aman dan 26% PMI mendapat kekerasan  dan 29,9% P3MI yang masih membebankan biaya penempatan kepada PMI dan tidak menerapkan prinsip zero cost. Ini menunjukkan lemahnya penerapan perekrutan yang adil.

Situasi ini menegaskan bahwa akar persoalan tidak hanya berada di tempat kerja, tetapi dimulai sejak hulu, yakni proses perekrutan yang tidak adil dan eksploitatif. Dalam banyak kasus, perempuan PMI dibebani utang sejak awal keberangkatan, minim akses informasi, dan tidak memiliki posisi tawar terhadap agen atau pemberi kerja. Di tengah narasi negara yang seolah berpihak pada buruh, realitas di lapangan justru menunjukkan lemahnya perlindungan dan pengawasan terhadap praktik-praktik tersebut.

Karena itu, justru bukan menargetkan 500rb penempatan PMI dan hanya melakukan perlindungan adminstratif tetapi mengarahkan migrasi kerja ini kepada perlindungan dan pengawasan berbasis hak, responsif gender dan inklusif melalui penerapan sistem perekrutan yang adil dan responsif gender, yang menjamin bebas biaya bagi pekerja, transparansi kontrak, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sejak sebelum keberangkatan hingga bekerja. Tanpa perubahan yang struktural, eksploitasi akan terus terjadi dan perempuan pekerja migran akan tetap menjadi kelompok paling rentan dalam rantai migrasi global dan akan selalu terjebak dalam situasi perdagangan orang.

Jakarta, 01 Mei 2026
Jaringan Buruh Migran

DEMOKRASI DI UJUNG TANDUK — PEREMPUAN PEKERJA MENGGUGAT NEGARAAliansi Perempuan Indonesia - API Ketika ruang demokrasi m...
01/05/2026

DEMOKRASI DI UJUNG TANDUK — PEREMPUAN PEKERJA MENGGUGAT NEGARA

Aliansi Perempuan Indonesia - API

Ketika ruang demokrasi makin menyempit, suara rakyat, pekerja dibungkam, dan perempuan terus dipinggirkan, kita tidak bisa diam.

Saatnya perempuan pekerja berdiri di garis depan. Supaya suara kita menggema lebih keras untuk menggugat Negara

Titik kumpul: Trotoar Dukuh Atas (dekat Lapangan Skateboard)
Jumat, 1 Mei 2026
07.00 WIB
Dress code: Pink / Merah Jambu / Merah Muda

May Day adalah hari perlawanan dan solidaritas!

Stop jalan keluar tipu-tipu negara

Wujudkan kesejahteraan nyata untuk buruh, perempuan, dan rakyat!

May Day adalah hari kita. Suara kita tidak bisa dibungkam.

Selamat Paskah bagi rekan-rekan yang merayakan. Semoga damai dan harapan selalu menyertai 🌿
05/04/2026

Selamat Paskah bagi rekan-rekan yang merayakan. Semoga damai dan harapan selalu menyertai 🌿

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.Semoga semangat Idul Fitri menguatkan komitmen untuk perlindungan bagi pekerja migra...
20/03/2026

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Semoga semangat Idul Fitri menguatkan komitmen untuk perlindungan bagi pekerja migran. Hak asasi manusia harus ditegakkan. Keadilan harus responsif gender.

Pekerja migran harus bebas dari eksploitasi, tidak mendapatkan diskriminasi dari setiap tahapan migrasi kerja tanpa terkecuali.

Selamat Hari Raya Nyepi.“Keheningan yang menuntun pada kedamaian batin, membuka ruang refleksi, dan menghadirkan awal ya...
19/03/2026

Selamat Hari Raya Nyepi.

“Keheningan yang menuntun pada kedamaian batin, membuka ruang refleksi, dan menghadirkan awal yang baru. 🌿✨

Namun dalam hening, kita tidak hanya diam.
Kita belajar melihat, merasakan, dan menyadari—
bahwa ketidakadilan tak boleh dibiarkan.

Dari sunyi, semoga tumbuh keberanian
untuk bersuara untuk keadilan.

17/03/2026

Address

Jalan Tebet Timur Dalam VI C
Jakarta
12820

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+6285695058356

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jaringan Buruh Migran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share