Tanoto Foundation

Tanoto Foundation Didirikan Sukanto Tanoto, tiga pilar komitmen Tanoto Foundation: Lingkungan Pembelajaran, Pengembangan Kepemimpinan, dan Riset Medis.
(273)

Vision:
Pendidikan Berkualitas Meningkatkan Kesetaraan Peluang

Mission
Kami mengembangkan potensi individu dan memperbaiki taraf hidup melalui pendidikan berkualitas yang transformatif.

Belajar menjadi orang tua ternyata juga perlu diperjuangkan.Bagi Ibu Ismi, seorang ibu dari Desa Sokawera, Kabupaten Ban...
31/08/2026

Belajar menjadi orang tua ternyata juga perlu diperjuangkan.

Bagi Ibu Ismi, seorang ibu dari Desa Sokawera, Kabupaten Banyumas, perjalanan itu dimulai sejak anaknya baru berusia 50 hari. Bersama sang buah hati, ia rutin datang ke Rumah Anak SIGAP untuk belajar tentang pengasuhan yang lebih baik.

Kisah Ibu Ismi mengingatkan bahwa pengasuhan bukan sekadar naluri atau ilmu yang diwariskan. Pengasuhan adalah proses yang terus dipelajari, diusahakan, dan diperjuangkan demi tumbuh kembang anak.

Karena setiap langkah kecil yang dilakukan orang tua hari ini dapat menjadi bekal besar bagi masa depan anak. ❀️

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Tanoto Foundation mengajak keluarga Indonesia menjadi Teman Cerita   denga...
06/08/2026

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Tanoto Foundation mengajak keluarga Indonesia menjadi Teman Cerita dengan membangun kebiasaan hadir sepenuhnya bagi anak.

Bersama ilustrator Puty Puar, kami membuka ajakan ini dengan ilustrasi yang terinspirasi dari momen-momen sederhana dalam keseharian keluarga Indonesia. Karena menciptakan momen bermakna tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi bisa dari waktu dan perhatian penuh yang kita berikan kepada anak.

Melanjutkan semangat ini, bagaimana T-Parents meluangkan 15 menit bersama anak hari ini? Ceritakan di kolom komentar, ya! πŸ’™

Bagi Archela Hartikva Tjahjono, perjalanan itu dimulai sebagai mahasiswa Teknik Pangan Universitas Diponegoro. Namun, me...
29/07/2026

Bagi Archela Hartikva Tjahjono, perjalanan itu dimulai sebagai mahasiswa Teknik Pangan Universitas Diponegoro. Namun, melalui Beasiswa Kepemimpinan TELADAN, ia menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar dukungan pendidikan: kesempatan untuk mengenal potensi diri, mengembangkan leadership dan soft skills, serta berani mengeksplorasi minat di luar bidang studinya.

Pengalaman tersebut membawanya menemukan ketertarikan pada strategi dan analisis, hingga akhirnya berkarier di dunia perbankan.

Kisah Archela menjadi pengingat bahwa ketika kita terus belajar, bertumbuh, dan membuka diri terhadap berbagai pengalaman, peluang baru bisa datang dari arah yang tak pernah disangka.

Setiap Tanoto Scholar memiliki perjalanan yang berbeda. Namun, satu hal yang sama: semangat untuk bertumbuh dan menciptakan dampak bagi sesama.

Ingin jadi bagian dari TELADAN? Yuk, daftar segera dan buka peluangmu untuk !

bit.ly/JadiTELADAN2027

Si Kecil tidak selalu butuh momen besar untuk merasa dicintai.Seringkali yang mereka butuhkan sederhana: ceritanya diden...
17/07/2026

Si Kecil tidak selalu butuh momen besar untuk merasa dicintai.
Seringkali yang mereka butuhkan sederhana: ceritanya didengar, pertanyaannya dijawab, dan perasaannya direspons.

Di tengah kesibukan sehari-hari, mulai dari 15 menit hadir penuh bisa jadi awal yang berarti. Bisa dengan baca buku bersama, ngobrol setelah menonton sesuatu, bermain, atau sekadar mendengarkan cerita mereka hari itu.

T-Parents, yuk mulai dari langkah kecil hari ini. Jadilah Teman Cerita untuk Si Kecil.

Kadang kita mikir stimulasi anak harus lewat aktivitas khusus: kelas tambahan, mainan edukatif, atau kegiatan yang sudah...
13/07/2026

Kadang kita mikir stimulasi anak harus lewat aktivitas khusus: kelas tambahan, mainan edukatif, atau kegiatan yang sudah dirancang rapi.

Padahal, 15 menit hadir penuh juga bisa jadi momen belajar buat anak.

Bisa dengan bacain buku, ngobrol setelah anak nonton sesuatu, gambar bareng, main peran, atau sekadar dengerin cerita kecil mereka hari itu. Kelihatannya sederhana, tapi saat anak diajak bicara dan direspons, mereka belajar, mengenali emosi, merasa aman, dan membangun kemampuan sosialnya.

Lewat momen sederhana seperti ini, kita bisa jadi Teman Cerita untuk anak. Nggak harus sempurna, yang penting hadir, mendengarkan, dan merespons.

Menjelang Hari Anak Nasional, mari luangkan 15 menit sehari untuk benar-benar hadir bersama Si Kecil. T-Parents, momen seperti apa yang ingin mulai dibiasakan di rumah? Yuk, bagikan ceritanya!

Cegah stunting tidak harus dimulai dari makanan mahal.Di 1000 Hari Pertama Kehidupan, anak membutuhkan gizi yang cukup d...
26/06/2026

Cegah stunting tidak harus dimulai dari makanan mahal.

Di 1000 Hari Pertama Kehidupan, anak membutuhkan gizi yang cukup dan beragam. Telur, ikan, tempe, sayur, dan buah yang dekat dari rumah juga bisa menjadi bagian dari gizi seimbang keluarga.

Dan ini bukan hanya tugas ibu. Ayah juga bisa ikut hadir, mulai dari memilih bahan makanan, berdiskusi soal menu, sampai menemani anak makan.

Di keluarga T-Parents, siapa yang biasanya memilih bahan makanan atau menyusun menu di rumah?πŸ‘‡πŸ»




Setiap suapan di 1000 HPK ikut mendukung tumbuh kembang anak.Di masa ini, sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, g...
25/06/2026

Setiap suapan di 1000 HPK ikut mendukung tumbuh kembang anak.

Di masa ini, sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, gizi yang cukup dan beragam penting untuk mendukung perkembangan otak, pertumbuhan fisik, dan kesehatan anak.

Tidak harus selalu mahal. Telur, ikan, tempe, sayur, dan buah yang dekat dari rumah juga bisa menjadi bagian dari gizi seimbang keluarga.

Apa bahan makanan bergizi yang paling mudah T-Parents temukan di rumah atau pasar sekitar? πŸ‘‡πŸ»

Meski sering kali terlihat berbeda, cara ayah dan ibu berinteraksi dengan anak sebenarnya saling melengkapi. Ada yang me...
12/06/2026

Meski sering kali terlihat berbeda, cara ayah dan ibu berinteraksi dengan anak sebenarnya saling melengkapi. Ada yang membantu anak merasa aman dan didengar, ada yang mendorongnya berani mencoba dan belajar dari pengalaman.

Yang terpenting bukan siapa yang lebih banyak berperan, melainkan bagaimana keduanya hadir dalam keseharian Si Kecil.

Karena setiap percakapan, pelukan, permainan, dan petualangan kecil yang dibagikan bersama orang tua adalah bagian dari proses belajar anak untuk memahami dirinya dan dunia di sekitarnya.

Nah, kalo T-Parents di rumah gimana nih, mirip dengan contoh di atas, atau justru peran ayah dan ibu berlaku sebaliknya? Share di kolom komentar, ya!πŸ‘‡πŸ»

"Gak apa-apa Si Kecil biar diurus ibunya aja."Kalimat itu masih sering terdengar ketika membahas pengasuhan anak.Padahal...
05/06/2026

"Gak apa-apa Si Kecil biar diurus ibunya aja."

Kalimat itu masih sering terdengar ketika membahas pengasuhan anak.

Padahal, tumbuh kembang anak bukan hanya tanggung jawab satu orang tua. Anak membutuhkan kehadiran ayah dan ibu yang sama-sama terlibat dalam prosesnya.

Melalui cerita Mukhayat, kita melihat bahwa peran tersebut bisa berjalan berdampingan. Sebagai kepala desa, ia mendorong keterlibatan ayah dalam berbagai kegiatan parenting dan Rumah Anak SIGAP. Sebagai ayah, ia juga berusaha hadir dalam keseharian anak-anaknya, mulai dari mendampingi belajar hingga meluangkan waktu untuk membangun kedekatan.

Perubahan cara pandang tentang pengasuhan memang tidak terjadi dalam semalam. Namun, ketika semakin banyak ayah mulai hadir, mendengar, mendampingi, dan bertumbuh bersama anak, lingkungan yang lebih suportif bagi tumbuh kembang anak pun ikut terbentuk.

Kalau menurut T-Parents, seperti apa peran ayah yang ideal dalam pengasuhan anak? Ceritakan di kolom komentar, ya!

T-Parents, kadang kita cemas mencari mainan edukasi paling mahal agar kecerdasan Si Kecil tumbuh maksimal. Padahal, sala...
29/05/2026

T-Parents, kadang kita cemas mencari mainan edukasi paling mahal agar kecerdasan Si Kecil tumbuh maksimal. Padahal, salah satu cara memaksimalkan potensi otaknya justru sangat sederhana yaitu sebuah buku dan interaksi hangat sehari-hari.

Saat dibacakan cerita, proses menakjubkan terjadi di kepalanya. Suara langsung mengaktifkan area bahasa, memori, imajinasi, hingga emosinya secara bersamaan. Semakin sering dilakukan, semakin kuat koneksi saraf yang terbangun di otaknya.

Hasilnya? Otak anak jadi lebih cepat memproses informasi dan lebih fokus saat belajar. Membaca bersama bukan sekadar pengantar tidur, melainkan investasi kecerdasan jangka panjang untuk masa depan mereka.

Address

Jalan MH Thamrin No. 31
Jakarta
10310

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+62213923189

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tanoto Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Tanoto Foundation:

Shortcuts

Share