Tanoto Foundation

Tanoto Foundation Didirikan Sukanto Tanoto, tiga pilar komitmen Tanoto Foundation: Lingkungan Pembelajaran, Pengembangan Kepemimpinan, dan Riset Medis.
(274)

Vision:
Pendidikan Berkualitas Meningkatkan Kesetaraan Peluang

Mission
Kami mengembangkan potensi individu dan memperbaiki taraf hidup melalui pendidikan berkualitas yang transformatif.

"Gak apa-apa Si Kecil biar diurus ibunya aja."Kalimat itu masih sering terdengar ketika membahas pengasuhan anak.Padahal...
05/06/2026

"Gak apa-apa Si Kecil biar diurus ibunya aja."

Kalimat itu masih sering terdengar ketika membahas pengasuhan anak.

Padahal, tumbuh kembang anak bukan hanya tanggung jawab satu orang tua. Anak membutuhkan kehadiran ayah dan ibu yang sama-sama terlibat dalam prosesnya.

Melalui cerita Mukhayat, kita melihat bahwa peran tersebut bisa berjalan berdampingan. Sebagai kepala desa, ia mendorong keterlibatan ayah dalam berbagai kegiatan parenting dan Rumah Anak SIGAP. Sebagai ayah, ia juga berusaha hadir dalam keseharian anak-anaknya, mulai dari mendampingi belajar hingga meluangkan waktu untuk membangun kedekatan.

Perubahan cara pandang tentang pengasuhan memang tidak terjadi dalam semalam. Namun, ketika semakin banyak ayah mulai hadir, mendengar, mendampingi, dan bertumbuh bersama anak, lingkungan yang lebih suportif bagi tumbuh kembang anak pun ikut terbentuk.

Kalau menurut T-Parents, seperti apa peran ayah yang ideal dalam pengasuhan anak? Ceritakan di kolom komentar, ya!

T-Parents, kadang kita cemas mencari mainan edukasi paling mahal agar kecerdasan Si Kecil tumbuh maksimal. Padahal, sala...
29/05/2026

T-Parents, kadang kita cemas mencari mainan edukasi paling mahal agar kecerdasan Si Kecil tumbuh maksimal. Padahal, salah satu cara memaksimalkan potensi otaknya justru sangat sederhana yaitu sebuah buku dan interaksi hangat sehari-hari.

Saat dibacakan cerita, proses menakjubkan terjadi di kepalanya. Suara langsung mengaktifkan area bahasa, memori, imajinasi, hingga emosinya secara bersamaan. Semakin sering dilakukan, semakin kuat koneksi saraf yang terbangun di otaknya.

Hasilnya? Otak anak jadi lebih cepat memproses informasi dan lebih fokus saat belajar. Membaca bersama bukan sekadar pengantar tidur, melainkan investasi kecerdasan jangka panjang untuk masa depan mereka.

“Kalau semua anak belajar dengan cara yang berbeda, kenapa media belajarnya harus sama?” Buat Wenny Yosselina, ilustrasi...
21/05/2026

“Kalau semua anak belajar dengan cara yang berbeda, kenapa media belajarnya harus sama?”

Buat Wenny Yosselina, ilustrasi bukan cuma soal gambar yang menarik. Tapi tentang bagaimana setiap anak bisa merasa lebih mudah memahami dunia di sekitarnya.

Sebagai ilustrator sekaligus alumnus Tanoto Scholars FSRD ITB 2014, Wenny mengembangkan pendekatan belajar visual yang lebih inklusif untuk anak-anak disabilitas.

Mulai dari penggunaan warna yang lebih lembut untuk membantu anak autisme merasa nyaman dan fokus, sampai garis tebal berkontras tinggi agar anak low vision bisa melihat ilustrasi dengan lebih jelas.
Karena bagi Wenny, setiap anak berhak mendapatkan pengalaman belajar yang terasa dekat, nyaman, dan bisa dipahami.

“Pak, hari ini belajar pakai barcode lagi nggak?” 👀📱Di kelas Joko Susanto, barcode bukan cuma buat scan barang. Murid-mu...
19/05/2026

“Pak, hari ini belajar pakai barcode lagi nggak?” 👀📱

Di kelas Joko Susanto, barcode bukan cuma buat scan barang. Murid-muridnya memakainya untuk mengakses materi belajar dengan cara yang lebih seru dan dekat dengan keseharian mereka.

Dari hal sederhana ini, anak jadi lebih penasaran, aktif mencoba, dan lebih menikmati proses belajar.

Melalui program pengembangan guru bersama Tanoto Foundation, para pendidik didorong untuk terus menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi murid.

Kebiasaan membaca tidak selalu dimulai dari target besar. Kadang, justru tumbuh dari rutinitas kecil yang dilakukan seca...
08/05/2026

Kebiasaan membaca tidak selalu dimulai dari target besar. Kadang, justru tumbuh dari rutinitas kecil yang dilakukan secara konsisten bersama anak.

Di tengah banyaknya distraksi digital saat ini, menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan bisa menjadi salah satu cara membantu anak lebih dekat dengan proses belajar sejak dini.

Mengutip dari UNESCO, literasi bukan cuma kemampuan membaca, tapi juga memahami dan memaknai informasi.

Karena saat anak terbiasa dekat dengan buku sejak kecil, mereka juga sedang belajar memahami dunia di sekitarnya. ✨

Belajar sering kali diasosiasikan dengan buku dan hafalan. Padahal, pemahaman yang benar justru tumbuh ketika anak diber...
30/04/2026

Belajar sering kali diasosiasikan dengan buku dan hafalan. Padahal, pemahaman yang benar justru tumbuh ketika anak diberi ruang untuk mencoba, bertanya, dan menemukan sendiri.

Di situlah peran guru menjadi penting. Bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator yang membuka ruang berpikir dan rasa ingin tahu.

Pendekatan sederhana yang melibatkan pengalaman langsung tidak hanya membantu anak memahami konsep, tetapi juga membentuk cara mereka melihat masalah, bekerja sama, dan menghargai proses.

Karena pada akhirnya, belajar yang bermakna bukan tentang seberapa banyak yang diingat, tetapi seberapa dalam anak memahami dan mengalaminya.

Literasi dan numerasi tidak selalu dimulai dari buku atau lembaran soal. Justru, ia tumbuh dari momen sederhana setiap h...
30/04/2026

Literasi dan numerasi tidak selalu dimulai dari buku atau lembaran soal. Justru, ia tumbuh dari momen sederhana setiap hari yang dekat dengan keseharian anak.

Dari menghitung langkah saat berjalan, mengenali urutan aktivitas, sampai memahami fungsi angka dan huruf dalam kehidupan sehari-hari, semua itu membangun cara berpikir logis dan pemahaman makna.

Kuncinya ada pada bagaimana Si Kecil mengalaminya:
✨ lewat permainan yang menyenangkan
✨ lewat aktivitas yang terasa relevan
✨ lewat interaksi dua arah yang konsisten

Saat mereka aktif terlibat, mencoba, bahkan salah lalu mencoba lagi, di situlah proses dasar literasi dan numerasi benar-benar terbentuk.

Dan yang sering terlewat, peran rumah sangat besar dalam proses ini. Kualitas Home Learning Environment berkontribusi signifikan terhadap kesiapan belajar anak di masa depan.

Untuk T-Parents, tidak perlu menunggu waktu khusus.
Cukup 10–15 menit ngobrol berkualitas, sambil melakukan aktivitas sehari-hari.

Karena dari situ, anak tidak hanya belajar menghitung atau membaca, tapi juga belajar memahami.

Selamat Hari Kartini, T-Friends! ✨Bagi perempuan, literasi dan numerasi bukan sekadar pelajaran di sekolah, tetapi instr...
21/04/2026

Selamat Hari Kartini, T-Friends! ✨

Bagi perempuan, literasi dan numerasi bukan sekadar pelajaran di sekolah, tetapi instrumen emansipasi yang membuka ruang untuk berpikir kritis, mengambil keputusan secara mandiri, hingga menciptakan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Semangat R.A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan terus hidup melalui sosok-sosok yang berani melampaui batas di berbagai ruang: Ayu, Rifa, dan Shania. Mereka menunjukkan bahwa ketika perempuan bertumbuh lewat literasi dan numerasi, dampaknya dapat meluas jauh lebih besar dari dirinya sendiri.

Geser slide untuk melihat bagaimana literasi dan numerasi menjadi jalan bagi Kartini masa kini untuk terus tumbuh dan berdampak. ➡️

T-Parents bingung kapan harus mulai mengenalkan huruf dan angka pada Si Kecil?Banyak yang mengira belajar literasi dan n...
16/04/2026

T-Parents bingung kapan harus mulai mengenalkan huruf dan angka pada Si Kecil?

Banyak yang mengira belajar literasi dan numerasi butuh buku latihan atau jadwal kaku. Padahal, sekolah terbaik untuk itu justru ada di rumah.

Lewat kebiasaan harian seperti mendongeng sebelum tidur, anak sedang membangun kemampuan bahasa. Saat diajak menyiapkan alat makan bersama, konsep dasar berhitung mereka ikut terasah.

Proses ini tidak butuh ruang kelas. Dari dapur hingga ruang keluarga, di sinilah anak paling banyak belajar.

Melalui momen yang hangat dan tanpa paksaan, rumah menjadi tempat paling nyaman bagi mereka untuk menyerap ilmu baru secara natural.

“Ngaruh gak sih, tinggi badan orang tua sama anaknya?”Jawabannya, secara genetik, iya! Tapi, itu bukan satu-satunya fakt...
31/03/2026

“Ngaruh gak sih, tinggi badan orang tua sama anaknya?”
Jawabannya, secara genetik, iya! Tapi, itu bukan satu-satunya faktor, T-Parents.

Kalau kebutuhan gizi di awal kehidupan tidak terpenuhi, risiko stunting tetap bisa terjadi.

Dampaknya bukan hanya pada tinggi badan, tapi juga perkembangan otak anak.
Karena itu, setelah 6 bulan, anak mulai membutuhkan MPASI. Bukan sekadar makanan, tapi fondasi penting untuk tumbuh kembangnya.

Untuk panduan seimbang, orang tua bisa mengacu pada “Isi Piringku” dari Kemenkes.
Pada akhirnya, bukan cuma soal tinggi, tapi seberapa optimal anak berkembang 💚

Address

Jalan MH Thamrin No. 31
Jakarta
10310

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+62213923189

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tanoto Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Tanoto Foundation:

Share