27/07/2026
HARI INI HAMPIR SEMUA SETUJU KALAU KITA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA
"Ayahku memang salah... tapi apakah hukumannya harus kehilangan nyawa?" Isak tangis seorang anak di hadapan jasad ayahnya yang meninggal dihakimi massa di Bali mengiris hati siapa saja yang melihatnya.
Di balik cap buruk yang melekat, ada ruang kosong di rumah—dapur yang dingin, dan anak yangmenanti kep**angan pahlawan kecilnya tanpa tahu ia telah pergi untuk selamanya.
Peristiwa ini adalah cerminan pilu dari kerasnya himpitan hidup dan rapuhnya batas kesabaran sosial. Ketika kemiskinan mendesak dan perut lapar menuntut, terkadang manusia diuji di batas tergelapnya. Namun, amukan massa bukanlah keadilan.
Tugas kita bersama bukan sekadar menghakimi, melainkan merangkul dan mencegah agar rantai kesusahan ini tidak kembali merenggut nyawa dan masadepan sesama. Lewat zakat, sedekah, dan kepedulian yang nyata, mari kita hadirkan uluran tangan agar tidak ada lagi tetangga kita yang terpaksa berjalan di jalan pintas demi sesuap nasi.
Mari saling menjaga, menguatkan empati, dan berbagi kebaikan.
PeduliSesama Bali SuaraHatiSolidaritasSosial BerbagiKebaikan