Road Safety Association

Road Safety Association Road Safety Association is not a club or community - it's the first Indonesian NGO for Road Safety

Berawal dari kepedulian para pengurus organisasi sepeda motor di Jakarta dan sekitar dalam menghadapi berbagai persoalan tentang keselamatan pengendara di jalan raya, maka terbentuklah suatu komunikasi yang intensif di antara pengurus organisasi sepeda motor, hingga menjadi sebuah forum yang bernama Forum Safety Riding Jakarta atau FSRJ, yang sekarang berubah nama menjadi Road Safety Association a

tau RSA. Kami mencoba memperluas makna dari Road Safety tersebut, dimana mencakup seluruh elemen pengguna jalan. RSA didirikan pada September 2005 dan khusus membicarakan tentang keselamatan jalan.

Pembentukan awal wadah alumni Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan DKI Jakarta Sukses selalu.
20/04/2026

Pembentukan awal wadah alumni Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan DKI Jakarta

Sukses selalu.

Pekerjaan penataan dan pembongkaran tiang di koridor Jalan HR Rasuna Said saat ini masih berlangsung. Namun kondisi di l...
18/04/2026

Pekerjaan penataan dan pembongkaran tiang di koridor Jalan HR Rasuna Said saat ini masih berlangsung. Namun kondisi di lapangan menunjukkan adanya potensi risiko keselamatan yang tidak bisa diabaikan. Pengamanan area kerja yang minim, genangan air di lajur aktif, penyempitan jalan tanpa transisi yang jelas, serta keterbatasan rambu dan perlengkapan keselamatan menjadi perhatian serius.

Dalam pendekatan Safe System dan mengacu pada Perpres No. 1 Tahun 2020 tentang RUNK LLAJ, keselamatan pengguna jalan selama masa konstruksi seharusnya menjadi prioritas utama. Situasi seperti ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna jalan yang rentan seperti pengendara sepeda motor.

Kegiatan ini memang sudah berjalan, namun justru karena itu diperlukan langkah korektif yang cepat dan terukur. Kami mendorong agar dilakukan audit keselamatan jalan secara independen terhadap proyek ini, termasuk evaluasi manajemen lalu lintas selama konstruksi, serta perbaikan segera terhadap perangkat keselamatan di lapangan.

Penataan kota tidak boleh mengorbankan keselamatan. Keselamatan pengguna jalan adalah hal mendasar yang harus dijaga, bahkan dalam proses pembangunan sekalipun.

.id

Kadang kita lihat sendiri di jalan tol, satu lajur kosong panjang, tapi di lajur kanan justru tersendat. Bukan karena ja...
16/04/2026

Kadang kita lihat sendiri di jalan tol, satu lajur kosong panjang, tapi di lajur kanan justru tersendat. Bukan karena jalannya kurang, tapi karena penggunaannya yang belum tertib.

Harapan kami sederhana, agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bisa lebih mendorong pengawasan ke operator jalan tol melalui Badan Pengatur Jalan Tol, supaya penertiban di lapangan benar-benar berjalan. Peran operator penting, bukan hanya mengelola, tapi juga memastikan aturan dipatuhi.

Kami percaya arahan Pak jelas, bekerja nyata dan terasa dampaknya. Di titik ini, pengelolaan jalan tol juga perlu mencerminkan hal tersebut, ada pengawasan, ada penertiban, ada perbaikan.

Semoga ini bisa menjadi perhatian bersama, karena kelancaran dan keselamatan di jalan tol adalah tanggung jawab kita semua.

Scan to Join our channel
10/04/2026

Scan to Join our channel

Keselamatan jalan tidak bisa lagi dilihat sebagai isu musiman.Road Safety Association (RSA) Indonesia telah menyelenggar...
01/04/2026

Keselamatan jalan tidak bisa lagi dilihat sebagai isu musiman.

Road Safety Association (RSA) Indonesia telah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema *Pendalaman Implementasi Kendaraan Berkeselamatan dalam Pilar Kendaraan Berkeselamatan*, sebagai bagian dari penguatan pendekatan Safe System di Indonesia.

Diskusi ini menghadirkan perspektif strategis dari berbagai pemangku kepentingan:

Bapak Yusuf – Direktur Sarana, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan
Bapak Rian – NCAP Asia
Bapak Tri – Akademisi

Dipandu oleh Ahmad Safudin sebagai moderator.

Road Safety Association diwakili oleh Rio Octaviano selaku Ketua Dewan Pengawas.
Turut hadir sebagai penanggap dari Ditkamsel Korlantas POLRI, Kombes Pol Kingkin.

Diskusi menegaskan satu hal penting:
kecelakaan lalu lintas di Indonesia banyak terjadi dalam kondisi yang seharusnya aman.

Di sinilah pendekatan sistem menjadi krusial.
Keselamatan tidak hanya bergantung pada manusia, tetapi pada bagaimana sistem dibangun untuk melindungi manusia, termasuk melalui kendaraan yang berkeselamatan sebagai lapisan perlindungan terakhir.

FGD ini menjadi langkah awal dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, setiap angka adalah nyawa.
Dan setiap nyawa adalah tanggung jawab kita bersama.

Road Safety Association Indonesia

16/03/2026

Setiap perjalanan berisiko.

Di balik setiap perjalanan sehari-hari, ada angka yang tak boleh diabaikan.
158.508 kecelakaan terjadi di Indonesia dalam setahun.
Dengan 24.296 korban meninggal dan 19.311 korban luka berat, kenyataan ini bukan hanya statistik—tetapi kehidupan yang berubah dalam sekejap.

Jalan-jalan yang kita lalui setiap hari bisa menjadi tempat yang penuh tantangan.
Tapi kita semua bisa berperan dalam mengurangi risiko. Mulai dari kesadaran akan keselamatan, memperhatikan kondisi kendaraan, hingga mematuhi aturan di jalan.

Mari bersama-sama menjaga keselamatan di jalan.

APAKAH KAMU TAHU?Setiap hari kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Indonesia.Di balik setiap angka, ada nyawa man...
13/03/2026

APAKAH KAMU TAHU?

Setiap hari kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Indonesia.
Di balik setiap angka, ada nyawa manusia, keluarga, dan masa depan yang terdampak.

Data kecelakaan menunjukkan beberapa fakta penting:

Korban kecelakaan terbesar berasal dari usia muda, terutama kelompok usia produktif.
Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan.
Jenis tabrakan yang paling sering terjadi adalah tabrakan depan-belakang dan tabrakan depan-depan.
Waktu kejadian kecelakaan banyak terjadi pada siang hingga sore hari saat aktivitas masyarakat sedang tinggi.

Fakta lain menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan justru terjadi di jalan dengan kondisi yang baik. Artinya, faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.

Karena itu keselamatan jalan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Diperlukan pendekatan sistem melalui 5 Pilar Keselamatan Jalan:

1. Manajemen keselamatan jalan
2. Jalan yang berkeselamatan
3. Kendaraan yang berkeselamatan
4. Perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan
5. Penanganan korban kecelakaan

Keselamatan jalan adalah tanggung jawab kita bersama.

Satu kesalahan kecil di jalan
bisa merenggut nyawa.

Road Safety Association





10/03/2026

Data kecelakaan lalu lintas Indonesia tahun 2025 kembali mengingatkan kita bahwa keselamatan jalan masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data resmi Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas POLRI), sepanjang tahun 2025 tercatat 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, total korban mencapai 238.878 orang, dengan rincian 24.296 orang meninggal dunia, 19.311 orang mengalami luka berat, dan 195.271 orang mengalami luka ringan.

Angka ini menunjukkan bahwa setiap hari ratusan masyarakat menjadi korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Data kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan jalan memerlukan upaya bersama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, industri kendaraan bermotor, maupun masyarakat sebagai pengguna jalan.

Data kecelakaan lalu lintas ini merupakan data resmi yang dihimpun oleh Korlantas POLRI sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menetapkan bahwa pencatatan dan pengelolaan data kecelakaan lalu lintas merupakan kewenangan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sumber data: Korlantas POLRI
Dasar hukum: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Road Safety Association Indonesia

Animation by :

Berdasarkan data resmi kecelakaan lalu lintas Indonesia tahun 2025, pejalan kaki dan pesepeda masih menjadi kelompok pen...
09/03/2026

Berdasarkan data resmi kecelakaan lalu lintas Indonesia tahun 2025, pejalan kaki dan pesepeda masih menjadi kelompok pengguna jalan yang sangat rentan.

Sepanjang tahun 2025 tercatat 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dari jumlah tersebut terdapat 19.318 kejadian tabrak manusia yang menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi oleh pejalan kaki di jalan raya. Selain itu, tercatat p**a 3.601 sepeda terlibat dalam kecelakaan lalu lintas, menegaskan bahwa pesepeda juga termasuk kelompok pengguna jalan yang rentan.

Data ini menunjukkan bahwa keselamatan jalan bukan hanya tentang pengemudi kendaraan bermotor, tetapi juga tentang bagaimana sistem transportasi melindungi pengguna jalan yang paling rentan, yaitu pejalan kaki dan pesepeda.

Data kecelakaan lalu lintas ini bersumber dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas POLRI) yang memiliki kewenangan resmi dalam pencatatan dan pengelolaan data kecelakaan lalu lintas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Melindungi pejalan kaki dan pesepeda berarti memperkuat sistem keselamatan jalan secara menyeluruh.

Sumber data: Korlantas POLRI
Dasar hukum: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Road Safety Association Indonesia

Pesepeda RoadSafetyAssociation IndonesiaRoadSafety

09/03/2026
08/03/2026

Kita sering berpikir bahwa kecelakaan terjadi karena orang tidak tahu aturan. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak pengendara sebenarnya sadar bahwa mendahului lewat bahu jalan adalah pelanggaran, namun tetap melakukannya karena kebiasaan.

Dalam psikologi perilaku, kebiasaan terbentuk dari tindakan yang dilakukan berulang. Verplanken dan Aarts menjelaskan bahwa perilaku yang terus diulang akan berpindah dari kendali sadar menjadi perilaku otomatis. Artinya seseorang tetap tahu bahwa tindakannya salah, tetapi kebiasaan membuatnya melakukannya tanpa berpikir panjang.

Kondisi ini diperkuat oleh bias psikologis yang disebut optimism bias, yaitu kecenderungan merasa bahwa kejadian buruk kecil kemungkinan terjadi pada diri sendiri. Daniel Kahneman dalam buku Thinking, Fast and Slow menjelaskan bahwa manusia sering mengambil keputusan dengan sistem berpikir cepat yang bekerja secara refleks, tanpa analisis risiko yang mendalam.

Masalahnya, lalu lintas adalah sistem yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Bahu jalan bisa saja digunakan kendaraan berhenti darurat atau kendaraan yang bergerak pelan. Ketika kebiasaan melanggar mengambil alih tindakan, waktu reaksi menjadi sangat singkat dan kecelakaan pun sulit dihindari.

Penelitian Deery tentang persepsi risiko menunjukkan bahwa perilaku berisiko yang dilakukan berulang membuat pengemudi semakin meremehkan potensi bahaya. Hal ini juga sejalan dengan laporan Global Status Report on Road Safety dari WHO yang menyebut perilaku berisiko sebagai faktor utama kecelakaan lalu lintas.

Keselamatan di jalan tidak cukup hanya dengan mengetahui aturan. Keselamatan dibangun dari kebiasaan untuk selalu tertib.

Kolaborasi edukasi keselamatan jalan
Road Safety Association Indonesia x

Address

Jakarta
13620

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Road Safety Association posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share