Indonesian Institute for Energy Economics

Indonesian Institute for Energy Economics Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Indonesian Institute for Energy Economics, Non-Governmental Organization (NGO), Jalan Ciomas V No. 8, Jakarta.

The primary objective of IIEE is to enhance the study of energy economics, as well as motivate and support sustainable energy resource management and utilization in Indonesia. Goals of IIEE

- Provide information and analysis about the development of the energy sector that helps people to make affordable and environmentally friendly energy choices.

- Encourage and facilitate participation from st

akeholders throughout the planning, management and use of energy resources at the regional and national levels.

- Advocate for public policies that develop alternative energy resources as well as help the people to access alternative energy.

Address

Jalan Ciomas V No. 8
Jakarta
12180

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+62217395519

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indonesian Institute for Energy Economics posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Indonesian Institute for Energy Economics:

Share

Our Story

Pada awal 1990-an beberapa tokoh di bidang ekonomi dan energy sering kali mengadakan pertemuan, yang pada awalnya difasilitasi oleh PT REDECON (Resource Development Consultants), sebuah perusahaan konsultan swasta nasional di bidang jasa manajemen pembangunan yang didirikan oleh Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo dan dipimpin oleh Pak Ismid Hadad selaku Managing Director. Selain Prof. Sumitro, dalam jajaran pimpinan dan konsultan REDECON juga duduk beberapa ahli energy lainnya, seperti Bapak Piet Haryono, Prof. M. Sadli, Dr. Purnomo Yusgiantoro, Dr. Umar Said, dll. Selaras dengan situasi pada masa itu, topic diskusi berfokus pada ekspor komoditas energy, mengantisipasi fluktuasi harga komoditas energy khususnya bahan bakar minyak (BBM) di pasar internasional, serta kaitannya dengan kebijakan pemerintah dan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi negara ini.

Beberapa waktu kemudian dirasa perlu untuk melembagakan kegiatan diskusi dan kajian kebijakan tentang ekonomi energy tersebut. Dr. Purnomo Yusgiantoro berinisiatif untuk menamakan kelompok diskusi itu: Institut Indonesia untuk Ekonomi Energi (IIEE), agar mendekatkannya untuk berafiliasi dengan asosiasi internasional yang sudah terkenal yaitu “International Association for Energy Economics (IAEE)”. Pada masa awal itu IIEE belum berbentuk badan hukum, dan ‘rumah & fasilitas penunjangnya’ masih berada di kantor PT. REDECON. Selain diskusi dan seminar untuk beberapa kalangan dan sector di dalam negeri, IIEE bekerja sama dengan REDECON kemudian juga menyelenggarakan konferensi internasional yaitu “Jakarta International Energy Conference”, yang berhasil menarik perhatian pemerintah, Masyarakat, akademisi dan swasta baik di dalam maupun luar negeri terhadap permasalahan ekonomi-energi yang dihadapi Indonesia.

Atas dorongan Dr. Fereidun Fesharaki, seorang pakar energy internasional asal Iran dan jufa pengurus IAEE ketika itu, dia menyarankan agar IIEE menjadi cabang atau “Indonesia chapter” dari organisasi International Association for Energy Economics (IAEE) yang mengurus keanggotaan IAEE di Indonesia. Langkah ini kemudian membuat IIEE sebagai IAEE Indonesia Chapter, dipercaya untuk menyelenggarakan “Bali International Conference of IAEE 1993”.