01/05/2026
Sepertinya sejak dua hari yang lalu, saya melihat tuan Hasanudin Abdurakhman, seorang internet personality, didebat oleh orang dari sana dan sini terkait pernyataannya tentang kisah penciptaan manusia dalam ajaran agama, yang menurutnya "dongeng" dan "mitos," atau dalam bahasa kasar, tidak pernah ada.
Saya tidak akan masuk jauh terkait ini, karena pakar yang benar2 mendalami teks dan konteks terkait kitab suci dan naskah2 keagamaan telah mengutarakan pendapatannya secara panjang dan lebar.
Saya hanya ingin menambahkan saja, dari sisi ilmu sejarah. Tambahan ini, sebenarnya hanya saran kepada tuan Hasanudin Abdurakhman.
Saran saya kepada Anda, tolong baca tulisan2 Jan Vansina, terutama buku Oral Tradition as History.
Mengapa saya menyarankan buku ini? Karena jika seseorang berbicara tentang kisah yang diutarakan turun-temurun, dari generasi ke generasi, ketika ia tidak dapat dibuktikan secara indrawi, bukan berarti ia "dongeng" atau "mitos."
Bagi seseorang yang mendalami ilmu sosial humaniora, kisah2 ini memiliki arti, dan ia hidup serta terus dimaknai. Dalam hal ini, ia ada, dan bisa dibedah secara saintifik, dengan metode dan metolodogi yang sesuai.
Demikian dari saya, seorang pemain Kikirtopia ...
- Ema