Rohis SMAN 110 Jakarta

Rohis SMAN 110 Jakarta Organisasi dari siswa/i muslim SMAN 110 Jakarta dalam naungan OSIS yang fokus bergerak dalam bidang

-9 Dzulhijjah- adalah hari yang mulia saat di mana datang pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Pada h...
20/08/2018

-9 Dzulhijjah- adalah hari yang mulia saat di mana datang pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Pada hari tersebut disyari’atkan amalan yang mulia yaitu puasa. Puasa ini disunnahkan bagi yang tidak berhaji.

Puasa Arafah adalah amalan yang disunnahkan bagi orang yang tidak berhaji. Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)


🐣🐣🐣 Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh 🌸🌸🌸Apa kabar shalihah?😊Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa...
29/07/2018

🐣🐣🐣 Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh

🌸🌸🌸

Apa kabar shalihah?😊
Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'ala dan InsyaaAllah istiqomah dalam kebaikan yaa. Aamiin.. 😇

Eh iya kita punya informasi nih😊😊
Mau tau apa informasinya?
Coba deh lihat kebawah 👇
🎉ROHIS SMAN 110 JAKARTA PROUDLY PRESENT 🎉
🌸 MENJADI PERHIASAN DI TENGAH LUASNYA DUNIA 🌸🌊🌊

🧕🏻Kapan acaranya tuh ukh???? 😆😉
🎈 Save the date yaa 😄🎈
📅 Sabtu, 4 Agustus 2018
⏰ 08.00-11.00 WIB
🏤 Aula SMAN 110 jakarta utara

Dengan pembicara yang keren, yaitu :

🌸 Nabilah Rihadatul Aisy🌸
-motivator
-selebgram ( )

Naah gak cuma Ada kak Nabila tapi Adaaa 👇🏻👇🏻
🌸Ustadzah Siti Badriah,S.Ag 🌸
-Ustadzah institut STIAMI
-Motivator

Naah kereeen kaan pembicara pembicara kita 😉

Apa aja sih yang bakal didapet nanti?
You will get :
✏ Amazing knowledge
🚸 New friends ^^
🍪 Snack
🎁 Doorprize
🎀 Souvenir
🌟 E- Sertifikat
🎯 Archery 🎯

💵 HTM❓
only 10k 😉

🧕🏻 : waah seru tuh. Gimana cara daftarnya ?

Format pendaftaran :
(seminarRose110_namalengkap_AsalSekolah_nomortelfon)

📱Contact person :
🌼 line : azengsp
🍡 wa : 085880503739 (Ajeng Sela Pramesti )

📣 Official Account Rohis 110
🌸 instagram :
🌸 facebook : Rohis SMAN 110 Jakarta

Yuk buruan daftar kuota terbatas 😊

Wassalamu'alaykum Warahmatullaahi Wabarakaatuh 😊

Perhatikanlah, sesungguhnya karena lisan seseorang bisa terjerumus dalam jurang kebinasaan. Lihatlah hadits Rasulullah s...
01/07/2018

Perhatikanlah, sesungguhnya karena lisan seseorang bisa terjerumus dalam jurang kebinasaan. Lihatlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ketika berbicara dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shohih)
-
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Bukhari no. 6478)
-
Dalam Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Tidak ada perkataan yang bersifat pertengahan antara bicara dan diam. Yang ada, suatu ucapan boleh jadi adalah kebaikan sehingga kita pun diperintahkan untuk mengatakannya. Boleh jadi suatu ucapan mengandung kejelekan sehingga kita diperintahkan untuk diam.”
-
Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Tidak ada di muka bumi yang lebih berhak untuk dipenjara dalam waktu yang lama daripada lisan.” (Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam)
-
Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua agar lebih berhati-hati dalam berkata.




Ada dua pihak yang terlibat dalam pertikaian: (1) yang berbuat salah, (2) yang dizalimi-Yang berbuat salah tentu saja pu...
01/07/2018

Ada dua pihak yang terlibat dalam pertikaian: (1) yang berbuat salah, (2) yang dizalimi
-
Yang berbuat salah tentu saja punya kewajiban meminta maaf. Meminta maafnya bukan tunggu moment tertentu, bukan tunggu nanti pas Syawalan atau Halal bi Halal. Setiap tindakan jelek mesti diselesaikan sesegera mungkin. Kapan? Yah, pas buat salah langsung meminta maaf. Jangan jadi orang yang pura-pura tidak berbuat salah.
Jadi kalau buat salah, akui kesalahan dan mintalah maaf.
-
Coba perhatikan cara-cara meminta maaf:
1. Bersungguh-sungguh
Jangan mencoba untuk melupakan kesalahan dengan sebuah alasan atau permohonan maaf yang lemah. hanya akan menjadikan kesalahan semakin buruk.
Jadi, jangan katakan “Itu bukan hal yang besar,” “Saya tidak bermaksud melakukannya,” atau “Anda terlalu berlebihan”. Sebaliknya, katakanlah “Saya telah membuat kesalahan besar,” “Seharusnya saya tidak melakukannya,” atau “Saya seharusnya tahu mana yang benar.”
2. Akui kesalahan yang sebenarnya dengan mengemukakan alasan!
Sebuah permintaan maaf yang baik mengungkapkan masalah yang maksud dengan menggunakan kata “karena”.
3. Jangan bilang “tetapi”!
Satu kata itu dapat merusak permohonan maaf Anda. Itu adalah sebuah cara untuk menutupi kesalahan.
4. Bertekad tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa akan datang.
-
Bagi yang Disakiti (Dizalimi)
Bagi yang dizalimi yang bisa dilakukan adalah:
1. Menahan amarah (hilm atau lemah lembut) dan sabar (sadar itu musibah dan ujian).
2. Memaafkan kesalahan orang lain.
3. Membalas kejelekan dengan kebaikan.
-
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,
“Seolah-olah aku masih dapat melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau menceritakan seorang nabi dari para nabi, yaitu ketika nabi tersebut dipukul oleh kaumnya hingga menyebabkan keluar darahnya dan nabi itu mengusap darah tersebut dari wajahnya sambil berdo’a, “Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka itu tidak mengetahui.” (HR. Bukhari, no. 3477; Muslim, 1792)



Lebih Penting Setelah Beramal: Memohon dan Menjaga agar Amal Diterima-Memang beramal penting sebagai buah dari ilmu, tet...
29/06/2018

Lebih Penting Setelah Beramal: Memohon dan Menjaga agar Amal Diterima
-Memang beramal penting sebagai buah dari ilmu, tetapi ternyata ada yang LEBIH PENTING setelah kita beramal, yaitu lebih fokus menjaga dan memohon agar amal kita diterima -Karena siapa yang menjamin amal yang kita lakukan diterima oleh Allah?
-Kan sayang sekali setelah lelah dan capek beramal ternyata tidak diterima, bisa jadi karena riya atau memang niat yang tidak ikhlas .
-Lihat contoh Nabi Ibrahim alaihissalam,
√ Beliau seorang Nabi
√ Beliau membangun ka'bah rumah Allah
√ Beliau membangun atas perintah Allah
Akan tetapi beliau TETAP BERDOA MEMOHON agar amalnya diterima oleh Allah
Beliau berdoa,
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﻣِﻨَّﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ .
“Ya Allah, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-
Baqarah: 127). .
-Maka apalagi kita yang bukan Nabi dan tidak mendapatkan wahyu, tentu lebih layak berdoa dan memohon agar amal kita diterima .
-Karenanya setiap subuh/dzikir pagi kita berdoa,
ﺍﻟﻠّﻬﻢَّ ﺇﻧّﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻋﻠﻤﺎً ﻧﺎﻓﻌﺎً، ﻭﺭﺯﻗﺎً ﻃﻴﺒﺎً، ﻭﻋﻤﻼً ﻣُﺘﻘﺒّﻼً
“Ya Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima” (shahih. HR. Ibnu Majah) -Salah satu cara agar amal diterima adalah berusaha memyembunyikan amal .
-Tentunya berusaha ikhlas ketika akan, sedang dan telah beramal, ulama menjelaskan: "Jika merasa ikhlas berarti belum ikhlas, jika merasa belum ikhlas berarti insyaAllah ikhlas"
-Ikhlas memang perkara yang berat dan kita senantiasa selalu menjaganya .
Penyusun: Raehanul Bahraen



Jangan takut untuk berhijrah yaa-^Jangan takut untuk dicaci maki karna kita ingin berhijrah-^Jangan takut kehilangan tem...
16/02/2018

Jangan takut untuk berhijrah yaa-^
Jangan takut untuk dicaci maki karna kita ingin berhijrah-^
Jangan takut kehilangan teman" yang kekinian, karna teman yang kekinian belum tentu membawa kita ke surga nnti😳
Allah berfirman:
"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 100)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ibadah dalam kondisi huru-hara bagiku sama seperti melakukan hijrah.” (HR.Ibnu Majah : 3975)
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218)
Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 20)



اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاًAllahumma inni as’aluka ‘ilman...
14/02/2018

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima“.
Jangan lupa membacanya seusai sholat shubuh. Semoga aktifitas kita selalu berada dijalan kebaikan, bermanfaat dan senantiasa mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wata'ala. آمِــــــــــيْنَ


02/02/2018

Dengarkanlah doa-doa kami ya Allah.
Voice : ust.Hanan Attaki.Lc


*** ADA 3(TIGA) “SAKSI” atas perbuatan manusia dalam Pengadilan kelak :°1)- SAKSI JASMANI.°Setiap manusia akan menjadi “...
28/01/2018

*** ADA 3(TIGA) “SAKSI” atas perbuatan manusia dalam Pengadilan kelak :
°
1)- SAKSI JASMANI.
°
Setiap manusia akan menjadi “Saksi bagi dirinya sendiri” dalam setiap perilaku & amalnya ! Sehingga dalam Pengadilan-Akhirat manusia TIDAK BISA BERBOHONG di hadapan Allah SWT.
°
* LIDAH yg dalam hidup ‘bisa berbohong’, kelak Mulutnya akan ditutup rapat.
°
“Pada hari ini Kami TUTUP MULUT MEREKA. TANGAN mereka akan berkata kepada Kami dan KAKI nereka akan memberi kesaksian thd APA YG DAHULU MEREKA KERJAKAN” (QS.Yasiin: 65).
°
2)- SAKSI : BUMI tempat berpijak.
°
BUMI AKAN MENJADI SAKSI atas apapun yg dilakukan manusia di atas permukaannya. Dan pada hari Kiamat nanti, BUMI AKAN MENGABARKAN KEPADA ALLAH SWT tentang apa yg dilakukan manusia.
°
“Pada hari itu BUMI MENYAMPAIKAN BERITANYA, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yg demikian itu) padanya” (QS. Az-Zalzalah: 4-5).
°
“Sesungguhnya BERITA BUMI ialah bila isa MENGEMUKAKAN PER-SAKSIAN terhadap setiap hamba laki-laki dan perempuan, tentang APA YG TELAH DIKERJAKANNYA di atas permukaannya – Bumi mengatakan bahwa si fulan telah mengerjakan ini dan itu pada suatu hari. Demikianlah yg dimaksud dg beritanya” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i).
°
3)- SAKSI : ALLAH SWT.
°
Allah SWT Maha Mengetahui atas segala perbuatan Manusia. Bahkan yg ada di dalam Hati dan Pikiran Manusia. SEMUA YG KITA LAKUKAN, SELALU BERADA DALAM “PENGAWASAN Allah SWT”.
°
“Tidakkah engkau perhatikan, bahwa ALLAH MENGETAHUI apa yg ada di langit dan apa yg ada di bumi? Tidak ada PEMBICARAAN RAHASIA antara 3 orang, melainkan Dia-lah yg keempatnya….
Dia PASTI ADA BERSAMA mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan MEMBERITAKAN KEPADA MEREKA pada hari Kiamat APA YG TELAH MEREKA KERJAKAN. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS.Al-Mujaadilah : 7).
°

Dalam surat Al Fatihah yang kita baca setiap shalat, terkandung permohonan doa kepada Allah Ta’ala agar kita senantiasa ...
18/01/2018

Dalam surat Al Fatihah yang kita baca setiap shalat, terkandung permohonan doa kepada Allah Ta’ala agar kita senantiasa diberi hidayah di atas shiratal mustaqim “(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan p**a jalan orang-orang yang sesat “ (Al Fatihah:6-7). Sungguh saudaraku, nikmat berada di atas shiratal mustaqim adalah nikmat yang agung bagi seorang hamba.


Di zaman modern saat ini, kita semua pasti membutuhkan alat komunikasi berupa handphone, karena dapat mempermudah kita b...
17/01/2018

Di zaman modern saat ini, kita semua pasti membutuhkan alat komunikasi berupa handphone, karena dapat mempermudah kita berkomunikasi dengan seseorang yang keberadaanya jauh dari kita.
Punya hape canggih tentunya kita langsung memasang sosial media kan? Nah, yuk gunain untuk berdakwah

Kemunculan media sosial memberikan kemudahan untuk lebih menjangkau masyarakat luas. Kemudian, media sosial juga memberikan berbagai kemudahan lain seprti lebih cepat, dapat menyampaikan dakwah secara singkat, simple dan luas. Peran media sosial dalam berdakwah kini juga menjadi sangat penting karena melihat kondisi masyarakat khususnya indonesia yang semakin banyak menggunakan media sosial.
Selain mudah, kita juga dapat sedekah jariyah looh!
Tapi gunakan sosial media dengan bijak yaaa! "Apakah manusia mengira bahwa, ia akan dibiarkan begitu saja tanpa adanya pertanggung jawaban?" Al Qiyamah : 36

Mencukur rambut alis atau mata termasuk perbuatan haram. Pelakunya dilaknat oleh Allah, terlebih lagi bagi wanita. Dari ...
17/01/2018

Mencukur rambut alis atau mata termasuk perbuatan haram. Pelakunya dilaknat oleh Allah, terlebih lagi bagi wanita. Dari Abdullah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ “Allah melaknat wanita yang membuat tato dan yang minta dibuatkan (tato), yang mencukur alis dan yang meminta dicukurkan”. [HR Muslim]. Mencukur alis atau menipiskannya, baik dilakukan oleh wanita yang belum menikah atau sudah menikah, dengan alasan mempercantik diri untuk suami atau lainnya tetap diharamkan, sekalipun disetujui oleh suaminya. Karena yang demikian termasuk merubah penciptaan Allah yang telah menciptakannya dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dan telah datang ancaman yang keras serta laknat bagi pelakunya. Ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram

Sumber : almahnaj


Address

Jalan Bendungan Melayu Selatan No. 80
Jakarta
14260

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rohis SMAN 110 Jakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Rohis SMAN 110 Jakarta:

Share