Marga Singgih

Marga Singgih Coach & Counselor Konsultan Keluarga & Perkawinan

TADI MALAM SAYA BER MIMPIKlenteng adalah tempat ibadah orang Tionghoa yang ber agama apa pun.Orang Non Tionghoa yang mau...
28/05/2026

TADI MALAM SAYA BER MIMPI

Klenteng adalah tempat ibadah orang Tionghoa yang ber agama apa pun.

Orang Non Tionghoa yang mau datang beribadah ke klenteng gpp.

Banyak orang yang percaya / yakin kepada Kongco / Makco sehingga ber ibadah ke klenteng.

Bahkan umat klenteng juga ber asal dari berbagai daerah.

Per akhir Mei 2026 sy dipercaya umat untuk mengelola Klenteng Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa Timur.

KSB adalah klenteng legendaris & sakral untuk menghormati / memuja Kongco Kwan Kong, Dewa Kejujuran / Kesetiaan / Keberanian.

Laporan Bendahara bahwa Kas KSB hampir ada 10 Milyard Rp.

Trus laporan Humas & Biokong bahwa sejak tahun 2000, umat yang datang ke KSB itu kebanyakan orang tua ( senior ) yang lansia.

Anak muda yang beribadah ke KSB itu makin lama makin sedikit, apalagi anak muda Tuban sendiri.

Konon banyak anak muda Tuban yg sdh berpindah ke tetangga karena tidak ada pembinaan serius dari pengurus KSB sebelum thn 2020.

Knapa krn oknum pengurus sebelum nya banyak yang egois, cuma cari nama & gengsi + pamer kalo dia orang hebat.

Trus melupakan program pembinaan umat + pendidikan & kaderisasi.

Di tambah lagi image salah bahwa kalo ke kkenteng itu :

1. Ribet / Repot

2. Kuno ga modern

3. Bau asap

4. Kurang pembinaan generasi muda

5. Padahal generasi muda adalah masa depan

6. Generasi senior sebentar lagi tenggelam

7. Zaman sudah berubah

8. Program pendidikan generasi muda jadi utama karena pengurus khawatir KSB bisa jadi museum

9. dll

Saya baru saja jadi Ketua KSB pada akhir Mei 2026 setelah dapat suara aklamasi dari umat.

Sy gerak cepat.
Langsung bikin rapat koordinasi semua pengurus + pembina / penasehat + penilik KSB.

Hasil nya :

1. KSB bikin acara persembahyangan Ce It & Cap Go lebih khusyuk / nyaman + rapi

2. KSB bikin scara Sejid Kongco Makco lebih terencana

3. KSB bikin acara seminar / lokakarya ttg Budaya Tionghoa & Tridharma @ 2 jam tiap sebulan se kali di hari Minggu

4. Kamar2 penginapan umat di rubah jadi Gedung Pendidikan ( TK SD SM0 SMA PT )

5. Mengundang Arsitek & Konsultan Pendidikan utk merubah No. 4

6. Mengubah taman klenteng & dapur jadi lapangan sekolah

7. Setiap acara klenteng order katering kepada UMKM Umat & warga Tuban

8. Pendidikan di Sekolah KSB harus bayar tapi sangat terjangkau supaya jangan membiasakan umat / warga gratisan & semakin menghargai pendidikan

9. Sekolah terbuka untuk umum ( umat & non umat ) warga Tuban + non Tuban

10. Mengundang guru guru terbaik dengan gaji lebih tinggi dari sekolah lain

11. Memberikan donasi kepada usaha pendidikan serupa seperti :

* Donasi Rp 1 M untuk menghidupkan sekolah Tridharma di Lawang / Purwodadi, Jawa Timur

* Donasi Rp 500 juta untuk kegiatan Yayasan Pendidikan Trudharma Semarang, Jawa Tengah

* Donasi Rp 500 jutabl untuk Pembinaan Sekolah Tridharma Manado, Sulawesi Utara

* Donasi Rp 500 juta untuk Pembinaan Sekolah Yayasan Pancaran Tridharma, Bekasi, Jawa Barat

* Donasi Rp 500 juta untuk Pembinaan Yayasan Dana Tridharma ( Silaparamita ), Jakarta Timur

* Menyediakan daba Rp 5 M untuk pengembangan sekolah di Tuban, Jawa Timur

12. Dana Kas Tuban yang menipis akan bertambah lagi karena umat melihat & merasakan langsung program nyata & realistis
13. Membinabhubungan baik dengan semua klenteng
14. Membina hubungan baik dengan Pemba Tuban

Tiba tiba cucu sy datang & bangunin :
Kong.... !!!
Kong.... !!!
Kong.... !!!
Sy terbangun
Ternyata mimpi di subuh hari
😅😅😅

Tks
🙏🙏🙏
Ms

Merawat EtikaMenjaga BudayaMenghormat LeluhurIM & YANGKonsep Im dan Yang tidak berasal dari satu pencipta tunggal, melai...
28/05/2026

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

IM & YANG

Konsep Im dan Yang tidak berasal dari satu pencipta tunggal, melainkan berkembang dari tradisi kosmologi Tiongkok kuno pada era Dinasti Zhou.

Namun, salah satu filsuf besar yang paling awal merumuskan dan mengajarkan prinsip ini secara tertulis adalah Laozi dalam karyanya, Tao Te Ching.

Lo Cu / Laozi ( 604 SM ) menjelaskan keseimbangan dinamis antara Im dan Yang sebagai bagian dari Tao ( jalan alami alam semesta ) dalam ajaran Taoisme.

Im dan Yang adalah konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain.

Konsep tersebut didasarkan pada asal muasal dari banyaknya cabang ilmu pengetahuan klasik dan filosofi Tionghoa serta dapat digunakan sebagai pedoman pengobatan Tiongkok dan menjadi prinsip dari seni bela diri yang ada di Tiongkok, sebagai contoh
1. Ba Gua Zhang,
2. Tai Ji Guan (Tai Chi),
3. Qi Gong ( Chi Kung )

Im dan Yang saling berlawanan dalam interaksi dengan dunia yang lebih luas dan sebagai bagian dari sistem yang dinamis.

Semua hal memiliki kedua aspek tersebut yakni Im dan Yang, tetapi tidak setiap aspek tersebut memiliki perwujudan yang jelas pada objek dan mungkin pasang surut atau mengalir dari waktu ke waktu.

TIDAK ADA YANG SEMPURNA 100%

Segala sesuatu di dunia tidak ada yang sempurna 100%.

Sebaik baik nya manusia selalu ada sedikit titik hitam walau kecil.

Sejahat jahat nya manusia selalu ada titik putih sedikit.

Konsep Im dan Yang sering dilambangkan dengan berbagai bentuk yang bervariasi dari simbol Tai Ji, yang mana lebih umum dikenal pada kebudayaan barat.

Ada beberapa persepsi ( terutama di barat ) yang mengatakan bahwa Im dan Yang selalu dihubungkan dengan sesuatu yang baik dan jahat.

Namun, filsafat Taoist biasanya tidak memperhitungkan sesuatu yang baik atau jahat dan penilaian moral, dalam kaitannya dengan konsep keseimbangan.

AJARAN LO CU / LAOZI

Keseimbangan Semesta:
"Tao tidak memihak;
ia melahirkan Im dan Yang.
Semua diterima, baik terang maupun gelap."

* Segala sesuatu di alam semesta saling melengkapi dan berada dalam harmoni.

* Keberadaan Bersama ( Dualitas ):
* Segala hal di dunia memiliki dua sisi.
* Tidak ada terang tanpa gelap, dan tidak ada kelembutan ( Im ) tanpa kekuatan ( Yang ).

* Hidup Mengalir ( Wu Wei ): Menerima segala perubahan hidup secara alami tanpa menolak pasang surut kehid**an.

* Lo Cu / Laozi mengajarkan kita tentang pentingnya hidup selaras dengan hukum alam dan menerima setiap pasang surut kehid**an:

* "Tao tidak memihak; ia melahirkan Im dan Yang. Semuanya diterima, baik terang maupun gelap."

* "Kehid**an adalah perubahan yang alami dan spontan, jangan menolaknya karena akan menimbulkan kesedihan; biarlah sesuai dengan kenyataan dan mengalir secara natural."

* Pahami Ritme Hidup: Terima bahwa ada kalanya Anda harus aktif ( Yang ) dan ada kalanya Anda perlu istirahat serta merenung ( Im ).

* Kendalikan diri : Gunakan kebijaksanaan untuk menyeimbangkan emosi dan tindakan sehari hari.

Ajaran Khong Hu Cu / Kongzi tidak melampirkan dimensi moral dari Im dan Yang.

Namun dalam istilah modern, istilah ini sebagian besar telah teradaptasi oleh filosofi Buddha Taoist.

Zou Yan ( Abad ke-3 SM ): Mengembangkan teori ini melalui Mazhab Im-Yang ( Im -Yang Jia ) dan mengaitkannya dengan lima elemen ( Ngo Heng / Wu Xing ) yaitu :
1. kayu
2. api
3. tanah
4. logam
5. air

ZOU YAN

Zou Yan ( 305–240 SM ) adalah seorang filsuf dan kosmolog Tiongkok kuno dari negara Qi.

Ia merupakan tokoh utama Mazhab Im - Yang ( Im Yang Jia ) yang berpengaruh besar terhadap perkembangan Taoisme.

Peran penting Zou Yan dalam filsafat Taoisme mencakup:

Sintesis Kosmologi Zou Yan menggabungkan doktrin Taoisme mengenai interaksi dualitas dengan teori Lima Unsur ( Ngo Heng / Wu Xing ) :
1. kayu
2. api
3. tanah
4. logam
5. air

Ia menyusunnya menjadi satu sistem terpadu untuk menjelaskan perubahan siklus alam semesta dan dunia manusia.

Landasan Praktik dan Pemikiran:

Pemikiran Zou Yan diserap ke dalam dimensi mistik dan alkimia Taoisme, serta memengaruhi konsepsi keseimbangan alam yang dijelaskan melalui filsafat Taoisme.

AJARAN KHONG HU CU / KONGZI

Khong Hu Cu / Kongzi mengintegrasikan filosofi keseimbangan ini ke dalam teks klasik Ya Keng / I Ching sebagai panduan moral dan kehid**an.

Tks
🙏🙏🙏
Ms

Jakarta, 27 Mei 2026Karaseyya SinggihArkareyya Singgih
27/05/2026

Jakarta, 27 Mei 2026

Karaseyya Singgih
Arkareyya Singgih

Merawat EtikaMenjaga BudayaMenghormat LeluhurTATA LETAK MEJA SEMBAHYANG LELUHURSetau saya, Tidak ada pakem yang baku bil...
27/05/2026

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

TATA LETAK
MEJA SEMBAHYANG LELUHUR

Setau saya,
Tidak ada pakem yang baku bila kita ingin mendirikan meja sembahyang leluhur.

Tata letak meja sembahyang ( altar ) leluhur bertujuan menjaga :

1. sikap hormat ( hauw / xiao )

2. kesakralan

3. keseimbangan energi baik

maka sebaiknya meja sembahyang itu :

* Menghadap pintu masuk utama rumah

* Kalo memungkin kan berada di ruang tamu paling depan.

* Jangan membelakangi atau di depan kamar mandi / toilet. Menjaga etika & penghormatan kepada leluhur

* Jangan di dalam kamar tidur

* Jangan di gudang

* Jangan di bawah plafon balok

* Bila rumah 2 lantai maka jangan pas tepat di bawah posisi kamar mandi / toilet & kamar tidur

* Bila rumah adalah apartemen maka sebaiknya plafon di atas meja sembahyang di buat khusus dan double sehingga tidak langsung plafon membawahi altar

* Jangan di area kotor / dapur

* Meja sembahyang leluhur jangan lebih tinggi dari meja sembahyang Buddha / Bodhisatva / Dewa Dewi ( Sinbeng / Kongco Makco )

* Gunakan Dua Lilin Merah ( kanan & kiri ) sebagai simbol Im / ibu & Yang / ayah. Lilin Putih digunakan selama masi masa berduka

* Gunakan hio batang merah ( bila sudah melewati masa berduka )

* Dua batang hio merah ( Simbol Im & Yang ) untuk sembahyang kepada leluhur.

* Tiga batang hio merah ( Simbol Tian Di Ren / Tian Te Jin ) untuk sembahyang kepada Buddha / Bodhisatva / Sinbeng ( Dewa Dewi / Kongco Makco )

* Bila leluhur di anggap sebagai dewa pelindung bagi keluarga maka dapat menggunakan tiga batang hio merah

Posisinya :

Letakkan perlengkapan secara berurutan mulai dari

1. Foto mendiang / Papan Nama ( Sin Ci ) di baris paling belakang menempel pada dinding.

* Dibalik dinding tersebut bila adalah kamar tidur maka posisi kaki jangan mengarah ke meja sembahyang karena itu tidak hormat.

* Dari sudut mendiang ke arah kita maka foto nenek / mama di kiri dan foto kakek / papa di kanan.

2. DI apit oleh sepasang Lilin ( cek tai ) dan vas bunga ( bila perlu )

3. Baris Tengah. Tempat meletakkan Hio Lo / pend**aan ( tempat d**a ) tepat di depan foto. Juga meletakkan 2 koin logam untuk ritual sio pue

4. Baris Depan. Tempat persembahan seperti Air / Teh / Arak + buah-buah ( seperti jeruk dan pisang ), serta makanan / kue tradisional ( Kue Ku, Kue Mangkok, dan Wajik ).

* Persembahan nasi bila menggunakan sepasang sumpit maka sumpit tersebut di tancapkan tegak lurus berdiri ( simbol untuk mendiang )

* Kalo nasi menggunakan sendok garpu, ya peletakan nya biasa saja di samping

Posisi Foto / Sin Ci ( Papan Nama ) di meja sembahyang ( altar ) Letakkan menempel pada dinding rumah yang solid ( tidak tembus pandang atau tidak menghadap tangga / kamar mandi / toilet / dapur ).

Pastikan meja sembahyang leluhur menghadap ke arah luar rumah sebagai simbol menyambut rezeki dan berkah.

Perlengkapan sembahyang Ce It & Cap Go

1. Hio Lo ( pend**aan )

2. tempat lilin ( cek tai )

3. cangkir kecil untuk air /teh / arak

Dalam budaya Tionghoa yang dipengaruhi ajaran Buddha Mahayana ( termasuk Tantrayana / Vajrayana ) + Khong Hu Cu + Tao bahwa :

1. Arwah Leluhur ( alm / almh ) yang meninggal selama 49 hari itu masih berada di rumah. Kesadaran mendiang masih berada di alam Bardo ( alam sementara & perantara / antara )

2. Karena dipercaya siklus kematian itu setelah siklus 7 x 7 hari bahwa baru lah alm / almh ber tumimbal lahir ( lahir kembali ) ke alam berikut nya sesuai karma mendiang

3. Doa keluarga menerangi jalan mendiang untuk ber tumimbal lahir ( cut si ) ke alam yang baru sesuai karma mendiang

Tks
🙏🙏🙏
Ms

Namo RatnatrayayaAryavalokitesvarayaBodhisatvayaMahasatvayaMahakarunikayaSAYA MIMPISy ber mimpi jadi orang tajir melinti...
26/05/2026

Namo Ratnatrayaya
Aryavalokitesvaraya
Bodhisatvaya
Mahasatvaya
Mahakarunikaya

SAYA MIMPI

Sy ber mimpi jadi orang tajir melintir

Seorang teman bercerita bhw dalam radius 9 km dari seputaran Candi Borobudur nyaris tidak ada umat Buddha.

Umat Buddha ada nya di
* Kota Magelang,
* Kota Yogyakarta.
* Kabupaten Temanggung,
* Kabupaten Boyolali,
* Kabupten Klaten
* dll

Ironis

Saya beli + - 1 ha lahan kosong di seputaran Candi Borobudur.

Tahun berikut nya, saya beli lagi + - 1 ha.

Tahun berikut nya lagi.
Tahun berikut nya lagi.
Tahun berikut nya lagi.

Begitu selama 5 tahun berturut turut.

Rencana nya lahan lahan tersebut jadi warisan untuk anak anak & cucu cucu saat sy meninggal nanti.

Kalo ternyata sy ber umur panjang maka 10 - 20 tahun mendatang pasti jadi investasi bagus.

Selama sy belon gunakan ( 10 - 20 ) maka di atas lahan tsb sy bangun rumah sederhana ( type 36 / 72 ) dan sy perbolehkan dipinjam pakai kepada 5 kk ( per lahan ) kepada umat Buddha dari berbagai desa.

Dlm waktu 10 - 20 tahun kemudian Seputaran Candi Borobudur terdapat banyak umat Buddha yang ber anak pinak.

Eeeeeeee
Cucu bangun in
Kong....
Kong....
Kong....
Bangun.....
Uda sore...

Wah....
Sy mimpi di siang bolong....

😅😅😅😂😂😂

Tks
🙏🙏🙏
Ms

Merawat EtikaMenjaga BudayaMenghormat LeluhurUDA BERTEMU TUHAN ???Pagi hari ini, istri saya bertemu dng tetangga lama ya...
26/05/2026

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

UDA BERTEMU TUHAN ???

Pagi hari ini, istri saya bertemu dng tetangga lama yang setahun lalu kehilangan suami nya yang meninggal dunia karena sakit.

Tetangga tersebut bercerita bahwa 2 minggu lalu ia baru aja lepas putih ( berduka ) maka nya sekarang sudah bebas berpakaian merah.

Tetangga tersebut bilang bahwa ketiga anak nya berpesan bahwa mama sudah hampir 40 tahun ngurus papa.

Sekarang papa uda bertemu Tuhan jadi udah selesai gak perlu urus meja abu sembahyang papa.

BENARKAH SUDAH BERTEMU TUHAN ???

Saya juga ga tau !

Setau saya Alm. Bapak Tetangga semasa hidup nya s**a datang ke Klenteng setiap Ce It & Cap Go.
Tidak pernah berkunjung ke rumah ibadah lain.

Ketiga anak nya tersebut merupakan produk sekolah tetangga ( TK SD SMP SMA PT ) & lingkungan kantor & pertemanan.

Sehingga dengan mudah nya bilang : mama ga usah repot lagi urusin papa jadi ga perlu bikin meja sembahyang.

Kata mereka, meja sembahyang itu :
* ribet
* repot
* tidak praktis
* bertele tele
* perlu biaya tinggi
* kuno

Dan papa sudah bertemu Tuhan, jadi meja sembahyang ga perlu.

Istri saya yang mendengar curhatan tersebut cuma senyum tanpa bicara.

Demikian yang saya dengar pagi ini.

MEJA SEMBAHYANG LELUHUR

Bagi komunitas Tionghoa, meja sembahyang leluhur adalah :

1. Sarana penghormatan kepada mendiang

2. Sarana mengenang / mengingat jasa jasa mendiang kepada keluarga

3. Sarana curhat ( berkeluh kesah ) ketimbang curhat kepada medos si HP

4. Sarana fokus pelimpahan jasa & pengiriman doa kepada mendiang

5. Sarana kerukunan ( guyub ) & persatuan keluarga

6. Sarana anggota keluarga untuk berbuat kebajikan

7. Sarana anggota keluarga belajar tentang filosofi keluarga yang baik

8. dll

Apapun agama yang di anut oleh anak anak maka mendirikan meja sembahyang leluhur itu baik tujuan nya.

Mendirikan meja sembahyang itu tidak repot / ribet & tidak mahal karena :

1. Cukup Sembahyang peringatan setiap Cw it & Cap Go + hari sembahyang utama yaitu :
* Ceng Beng
* Cit Gwe
* Sin Cia
2. Sarana sembahyang yaitu :
* hiolo / pend**aan sederhana ( boleh pake gerabah tanah liat atau eks kaleng susu yang di bungkus kertas merah )
* Dua tempat lilin ( kiri kanan )
* Dua keping uang logam ( sarana sio pwe )
* Tiga cangkir kecil
* Tempat Bakar Gin Coa / Kertas Perak ( bila tidak ada maka boleh bakar Gin Coa di teras halaman depan rumah )
3. Menu sembahyang yaitu :
* Air
* Buah ( kalo ada )
* Kue ( kalo ada )
* Tiga lembar biscuit Roma / Kong Guan ( kalo ada & bila ada )
* Satu piring nasi rames warteg / Hokben / KFC / Mac D dll
* Satu Vas Bunga ( kalo ada )
* Makanan lain ( kalo ada )
* Dll ( kalo ada )

Tidak rebet / repot / mahal kan ???
Yang penting niat

Rejeki + Berkah keluarga tentu tergantung kepada praktek kebajikan masing masing.

Leluhur ikut memberkahi & ikut senang dengan kebajikan yang telah diperbuat anggota keluarga.

Agama Buddha, Agama Khong Hu Cu dan Agama Tao tidak melarang sembahyang leluhur tersebut.

Maka nya ketiga agama tersebut banyak di anut oleh komunitas Tionghoa secara bersamaan.

Tks
🙏🙏🙏
Ms

DIJUAL RUGIDI BAWAH HARGA PASARTAWAR S**A S**AKavling Cilaku Blok C 15Kamp Cibogo.Desa Cilaku. Ri. 04 Rw. 04Kec. TenjoKa...
25/05/2026

DIJUAL RUGI
DI BAWAH HARGA PASAR
TAWAR S**A S**A

Kavling Cilaku Blok C 15
Kamp Cibogo.
Desa Cilaku.
Ri. 04 Rw. 04
Kec. Tenjo
Kab. Bogor

* Hadap : Selatan
* Luas tanah 120m (6m x 20m)
* Luas bangunan 100m (6m x 16m)
* Kamar Tidur Utama : 2 (@ 3m x 4m) + AC Daikin
* Kamar Mandi Dalam : 2 (@1,5m x 2m)
* Kamar Tidur Pembantu : 1 (2m x 2m)
* Kamar Mandi Pembantu : 1 (2m x 1m)
* Dapur : 1
* Ruang Tamu / Keluarga : 1
* Teras depan : 1
* Taman depan : 1 (6m x 7m)
* Garasi : 1 (6m x 7m)

* PLN : 2200 Watt
* Air : Tanah (Sumur Jetpump)

* Surat : AJB PPAT CAMAT

* Harga : Dibawah Rp 350 juta
* Harga tidak termasuk biaya AJB PPAT CAMAT + Surat2 Desa & PAJAK PEMBELI.+ PENJUAL

Alamat Kavling Cilaku :
Kampung Cibogo
Desa Cilaku. Rt. 04. Rw. 04
Kec. Tenjo
Kab. Bogor

Lokasi di Jalan Raya Cilaku di belakang Wihara Kesadaran ( Kwan Te Bio ). Di sekeliling lokasi Kavling adalah rumah penduduk asli

Jarak Kavling Cilaku ke Stasiun Commuter Line Tenjo hanya 2 Km.

Setiap Jam ada trip kereta mulai pk 6 pagi sampe pk 22 malam dng rute Jakarta ( Tn. Abang ) Tenjo Jakarta.

Minat ???
Hubungi : 0818 121 685

24 Mei 2026
25/05/2026

24 Mei 2026

Merawat EtikaMenjaga BudayaMenghormat LeluhurBELI PETI MATI & BIKIN BONGPAI GA BOLEH NAWAR ???Bohong !!!Itu hoax yang se...
25/05/2026

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

BELI PETI MATI & BIKIN BONGPAI GA BOLEH NAWAR ???

Bohong !!!

Itu hoax yang sengaja disebarkan oleh oknum yang memang mao cari untung.

Saat ada salah satu anggota keluarga yang meninggal biasa nya kita panik sehingga sikon tersebut dimanfaatkan oknum untuk menawarkan peti mati & tanah makam dengan harga tinggi.

Maka kita jangan panik.
Tenang.
Bahkan kalo bisa sejak jauh hari sudah mengumpulkan info tentang toko peti mati & lahan pemakaman / krematorium.

MAKAM / KREMASI ???

Bagi komunitas Tionghoa yang meninggal maka jasad bisa / boleh dimakamkan atau dikremasi.

Esensi nya bahwa kedua cara tersebut adalah menyempurnakan jasad agar kembali menyatu dengan alam semesta.

Jasad tersebut diibaratkan seperti sangkar burung kosong.
Burung nya sudah pergi terbang dan akan hinggap entah di dahan pohon yang mana ( akan cut si / tumimbal lahir ke alam berikut nya sesuai karma ).

KASIHAN KALO DI KREMASI

Ada beberapa orang bilang bahwa kasihan jasad yang dikremasi.
Nanti kepanasan.

Di pihak lain, juga ada yang bilang kasihan kalo jasad dikubur.
Nanti gelap, hitam gelap gulita, pengab, tidak ada udara, banyak belatung & tikus tanah.

Ya
Di kremasi atau dikubur,
sama sama tidak enak untuk orang hidup.

Untuk orang yang sudah meninggal adalah sama.

Kalo pihak intern keluarga memutuskan untuk dikubur maka sebaiknya :

1. Pastikan & tanya yg jelas akan di kubur dimana ? ( agar memudahkan keturunan pergi ziarah )

2. Biaya beli tanah yang sesuai kemampuan finansial

3. Biaya bikin bongpai ( nisan ) yang sesuai kemampuan finansial

4. Perencanaan Tata Kota Pemda ( apakah akan tergusur ? )

KUBURAN UNTUK KENANGAN

Kalo cuma untuk kenangan maka pihak keluarga bisa / boleh mendirikan meja sembahyang leluhur ( meja abu ).

Mendirikan meja sembahyang leluhur itu tidak ribet / repot.

1. Bisa / boleh mendirikan meja sembahyang leluhur permanent atau temporary / darurat.

2. Meja sembahyang permanent :

* Sembahyang tiap Ce It & Cap Go ( Im Yang Lek )

* Dan sembahyang saat Ceng Beng + Cit Gwe ( Bukan Cioko ) + Sin Cia

* Sarana meja sembahyang : Foto Frame mendiang, Hiolo ( pend**aan boleh terbuat dari kaleng eks susu dll yang dibungkus kertas merah ), Dua Lilin ( kiri kanan ), Satu / Tiga Cangkir utk air putih / teh

* Piring ( untuk buah / kue )

* Persembahan bisa sederhana / mewah tergantung sikon finansial ( misal Sepiring nasi rames warteg & sepiring rujak buah campur lokal, sepiring biskuit roma / kong guan )

* Menu persembahan altar boleh dimakan oleh anggota keluarga sebagai cia peng an ( makan berkah )

* Tidak benar makanan tersebut eks setan / hantu karena mendiang bukan setan / hantu.

3. Meja sembahyang leluhur yang temporary ( darurat ) bisa di pasang & bongkar saat even saja, misal Event :

* Ceng Beng ( Ziarah Kubur )

* Cit Gwe, bukan Cioko ( Sembahyang Arwah )

* Sin Cia ( Tahun Baru Im Yang Lek / Lunisolar Calender )

* Menu persembahan bisa / boleh sederhana atau mewah ( tergantung sikon finansial )

* Menu persembahan bisa / boleh dimakan sebagai cia peng an ( makan berkah )

4. Tempat bakar Gin Coa ( kertas perak ). Boleh ada boleh tidak. Gin Coa dibakar bila ritual sudah selesai. Bakae secukup nya sebagai simbol

5. Dua koin uang logam untuk ritual sio pwe untuk ritual komunikasi dengan mendiang ( Ya arau Tidak )

SARANA

Meja sembahyang leluhur tersebut adalah sarana komunikasi keturunan ( suami / istri, anak, menantu, cucu ) dengan mendiang yaitu sarana untuk :

1. Sarana penghormatan kepada mendiang

2. Sarana mengenang / mengingat jasa jasa mendiang kepada keluarga

3. Sarana curhat ( berkeluh kesah ) ketimbang curhat kepada medos si HP

4. Sarana fokus pelimpahan jasa & pengiriman doa kepada mendiang

5. Sarana kerukunan ( guyub ) & persatuan keluarga

6. Sarana anggota keluarga untuk berbuat kebajikan

7. Sarana anggota keluarga belajar tentang filosofi keluarga yang baik

8. dll

Apapun agama yang di anut oleh suami / istri / anak anak maka mendirikan meja sembahyang leluhur itu baik tujuan nya.

GA RIBET / REPOT

Tidak ribet / repot / mahal kan ???
Yang penting niat

Dengan mendirikan meja sembahyang leluhur tersebut, semoga ada rejeki + berkah bagi keluarga ( tentu tergantung kepada praktek kebajikan masing masing ).

Leluhur ikut memberkahi & ikut senang dengan kebajikan yang telah diperbuat anggota keluarga.

Agama Buddha, Agama Khong Hu Cu dan Agama Tao tidak melarang sembahyang leluhur tersebut.

Maka nya ketiga agama tersebut banyak di anut oleh komunitas Tionghoa secara bersamaan.

Tks
🙏🙏🙏
Ms

Marga Singgih  on talkWihara Ekayana AramaJakarta23 Mei 2026
23/05/2026

Marga Singgih on talk

Wihara Ekayana Arama

Jakarta

23 Mei 2026

Namo RatnatrayayaAryavalokitesvarayaBodhisatavayaMahasatvayaMahakarunikayaKUMARAJIVA Dalam buku Padma Widya ( Panduan Ta...
23/05/2026

Namo Ratnatrayaya
Aryavalokitesvaraya
Bodhisatavaya
Mahasatvaya
Mahakarunikaya

KUMARAJIVA

Dalam buku Padma Widya ( Panduan Tata Upacara Tridharma ) di Jakarta, Banten & Jawa Barat banyak diketemukan Mantra / Liam Keng / Nien Jing karya terjemahan Bhiksu Kumarajiva.

Banyak umat Tridharma ( pada khusus nya ) dan umat Buddha ( pada umum nya ) yang kurang / tidak mengenal beliau.

BHIKSU KUMARAJIVA

Bhiksu Kumarajiva adalah salah satu bhiksu dan penerjemah kitab suci agama Buddha paling berpengaruh dalam sejarah.

Beliau hidup pada abad ke-4 hingga ke-5 Masehi.
Beliau berjasa menerjemahkan teks-teks kunci Buddha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin, yang menjadi dasar perkembangan tradisi Buddhisme Mahayana di Tiongkok, Jepang, dan Korea.

MASA HIDUP

Bhiksu Kumārajīva hidup pada tahun 344 – 413 M
Beliau berasal dari Kerajaan Kucha ( sekarang wilayah Xinjiang, Tiongkok )

Ayahnya adalah seorang cendekiawan dari India dan ibunya adalah anggota keluarga kerajaan Kucha.

Beliau memimpin sebuah biro penerjemahan besar di Chang'an ( ibu kota Dinasti Qin Akhir ).

BHIKSU CENDIKIAWAN

Kumārajīva ( Sansekerta कुमारजीव ) atau 鳩 摩 羅 什 Jiū Mó Luó Shí adalah seorang bhiksu & cendekiawan, dan penerjemah dari Kerajaan Kucha.

Dia pertama kali mempelajari ajaran aliran-aliran Sarvastivada, kemudian belajar di bawah Buddhasvāmin, dan akhirnya menjadi penganut Buddhisme Mahayana, mempelajari doktrin Mādhyamaka dari Nāgārjuna.

Bhiksu Kumārajīva menetap di Chang'an selama zaman Enam Belas Kerajaan.

Beliau pada umumnya dikenang karena terjemahan ilmiah kitab-kitab Buddhis yang ditulis dalam bahasa bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa yang dia lakukan selama masa hidupnya kemudian.

Terjemahannya terkenal akan makna yang sangat akurat, elegan, dan mudah dipahami.

Beliau membawa ajaran Mulamadhyamakakarika ( Kekosongan/Sunyata ) karya Nagarjuna ke Tiongkok, yang menjadi fondasi aliran San Lun di Tiongkok dan aliran San Ron di Jepang.

TEKS PENTING MAHAYANA

Bhiksu Kumarajiva menerjemahkan puluhan teks penting, yang paling legendaris meliputi seperti :

1. Sutra Teratai ( Lotus Sutra atau Saddharma Puṇḍarīka Sūtra / Mei Hua Lien Fa Jing / Myo Ho Reng Ge Kyo ) adalah salah satu kitab suci paling penting dan berpengaruh dalam aliran agama Buddha Mahayana. Teks Mahayana paling populer yang mengajarkan bahwa semua makhluk memiliki potensi kebuddhaan.

2. Sutra Intan / Vajracchedika Prajna Paramita Sutra / Kim Kong Keng ( Hokkian ) / Jin Gang Jing / 金 剛 經( Diamond Sutra ): Teks esensial tentang hakikat kekosongan (sunyata)

3. Sutra Amitabha / Omito Keng / Amito Jing kitab utama yang mendasari Buddhisme Tanah Suci ( Pure Land ), mengajarkan visualisasi dan pelafalan nama Buddha untuk terlahir di alam murni ( Sorga Sukhavati ).

Tks
🙏🙏🙏
Ms

Address

Jakarta
12220

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Marga Singgih posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share