Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) didirikan pada tahun 1993 oleh beberapa pekerja seni dan budaya, salah satunya olehWiji Thukul, sebagai wadah bagi para pekerja seni dan budaya yang mempunyai keberpihakan atas nasib rakyat. JAKER lahir hasil pergulatan sejarah pada saat krisis ekonomi dan politik yang berdampak secara langsung kepada rakyat dan pekerja seni budaya. Di bawah ancaman represi
, muncul kesadaran para pekerja seni dan budaya untuk membangun sebuah wadah perlawanan sambil terus menyuarakan persatuan. Para pekerja seni dan budaya yang sebenarnya berperan penting dalam pembangunan karakter bangsa lewat misi kebudayaannya ternyata sampai saat ini belum mendapatkan panggungnya di tengah bangsa yang sedang kehilangan jati dirinya. Setelah kemerdekaan di proklamasikan, sampai sekarang cita-cita TRISAKSI, khususnya berkepribadian dalam kebudayaan belum terwujud. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang agenda Konfernas 2016 nanti, Siti Rubaidah dari berdikarionline.com melakukan wawancara dengan Roso Suroso, selaku Ketua Panitia Konfernas 2016. Berikut petikan wawancaranya:
http://www.berdikarionline.com/roso-suroso-memperkuat-kebudayaan-nasional-untuk-memenangkan-trisakti/