Aliansi Pemuda Toraja Indonesia

Aliansi Pemuda Toraja Indonesia Organisasi ini membuka pintu bagi seluruh putra-putri yang ber-etnis Toraja yang ada di seluruh Indonesia untuk bersatu membangun Toraja dan Indonesia.

Latar Belakang

Aliansi Pemuda Toraja Indonesia (APTI) adalah organisasi kepemudaan yang berdiri sejak Tahun 2014. Cikal bakalnya sudah di mulai sejak tahun 1970 oleh sekelompok Mahasiswa Toraja dengan nama IMT (Ikatan Mahasiswa Toraja) yang aktif hingga tahun 2000. Selanjutnya penggantinya IMT berdiri organisasi pemuda toraja dengan nama Gerakan Pemuda Toraja Raya (Gempar Raya) pada tahun 2004, di lanjutkan pada tahun 2010 berganti nama dengan nama Front Aksi Pemuda Toraja Indonesia (FAPTI). Dalam perjalanan organisasi-organisasi tersebut yang naik turun, akhirnya dilakukan diskusi dengan apra pengurus dan masukan dari tokoh-tokoh Toraja akhirnya diputuskan Organisasi ini diberi nama Aliansi Pemuda Toraja Indonesia (APTI) pada Desember 2014. Dimulai dari diskusi-diskusi berbagai topik di Indonesia dan khususnya Toraja dilangsungkan di asrama mahasiswa Toraja Rawamangun, Jakarta, melahirkan suatu kesamaan ide untuk membentuk organisasi yang akan mempersatukan pemuda Toraja di seluruh Indonesia. Toraja sendiri merupakan sebuah kesatuan sub-etnis yang diidentifikasi oleh sosiolog N. Adriani dan Kruyt sebagai orang-orang yang berada di pengunungan tengah Sulawesi. Sub-etnis Toraja ini tersebar di 3 provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Sub-etnis tersebut adalah Kalumpang (Mamuju, Sulbar), Mamasa (Sulbar), Pitu Ulunna Salu (Sulbar), Suppiran (Pinrang, Sulsel), Duri (Enrekang, Sulsel), 32 wilayah adat di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara, Basse Sangtempe’ (Palopo, Sulsel), Rongkong (Luwu, Sulsel), Seko-Rampi (Luwu, Sulsel), dan suku-suku Tentena di Sulawesi Tengah (Pamona, Padoe, dan lainnya). Identifikasi etnis yang luas ini, menyiratkan kekayaan budaya Toraja yang harus dipertahankan untuk generasi masa depan. Selama ini putra-putri Toraja banyak berkecimpung diberbagai bidang seperti profesional, akademisi, aktivis, sosial, entrepreneur dan organisasi kepemudaan. Namun mereka berjalan sendiri-sendiri dibidang nya masing masing. Hal inilah yang menjadi tujuan APTI untuk mampu mempersatukan putra-putri Toraja yang ada di seluruh Indonesia untuk bersama sama membesarkan organisasi identitas etnis Toraja dan membesarkan nama Toraja. Sehingga arti Aliansi adalah persahabatan dua pihak atau lebih dari berbagai bidang dalam rangka memajukan tujuan bersama yakni Toraja. Organisasi APTI ini memberikan ruang bagi semua pemuda Toraja dengan berbagai latar belakang sub-etnis, pendidikan, agama dan derajat sosial. Di masa yang akan datang APTI berkomitmen melahirkan pemimpin-pemimpin yang siap dipakai untuk membangun Toraja dan Indonesia. Berbagai potensi yang ada di pemuda putra-putri Toraja secara kualitas dan kuantitas harus mampu menjadi teladan di bidang nya masing-masing.

MENGENANG W. L. TAMBING - JEJAK PERJUANGAN DALAM SEJARAH TORAJA - Momentum Hari Jadi Toraja ke-779 dan Hari Ulang Tahun ...
26/08/2026

MENGENANG W. L. TAMBING

- JEJAK PERJUANGAN DALAM SEJARAH TORAJA -

Momentum Hari Jadi Toraja ke-779 dan Hari Ulang Tahun Kabupaten Tana Toraja ke-69 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah. Ini juga menjadi kesempatan untuk menengok kembali perjalanan sejarah dan mengenang tokoh-tokoh yang telah memberi tenaga, pikiran, serta pengabdiannya bagi Toraja.

Salah satu di antaranya adalah Willem Linggi Tambing (W. L. Tambing), atau yang juga dikenal sebagai Pong Tambing, seorang tokoh pejuang dan tokoh politik Toraja yang mengambil bagian dalam perjalanan penting daerah ini pada masa awal Republik Indonesia.

Pada awal dekade 1950-an, W. L. Tambing tercatat pernah mengemban tugas sebagai Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) Palopo. Kiprahnya kemudian berlanjut ke tingkat nasional ketika ia terpilih menjadi Anggota DPR RI melalui Pemilihan Umum 1955, dari Partai Kristen Indonesia (PARKINDO) untuk daerah pemilihan Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Di tengah pergolakan politik dan keamanan Sulawesi pada masa itu, W. L. Tambing juga menjadi salah satu tokoh yang memperjuangkan kepentingan masyarakat Toraja, termasuk aspirasi mengenai otonomi wilayah Makale-Rantepao yang saat ini menjadi Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

Perjalanan panjang tersebut akhirnya menjadi bagian dari rangkaian sejarah menuju terbentuknya Tana Toraja sebagai daerah otonom, yang diresmikan pada 31 Agustus 1957.

Perjuangan W. L. Tambing mengingatkan kita bahwa lahir dan bertumbuhnya sebuah daerah tidak terjadi dalam satu malam. Ada gagasan yang diperjuangkan, keberanian yang dipertaruhkan, serta pengabdian para pendahulu yang menjadi fondasi bagi generasi hari ini.

Karena itu, memperingati Hari Jadi Toraja juga berarti merawat ingatan sejarah. Mengenang mereka yang pernah berjuang, mengambil bagian dalam pemerintahan, serta memperjuangkan suara masyarakat Toraja pada zamannya.

Selamat Hari Jadi Toraja ke-779.
Selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten Tana Toraja ke-69.

Semoga semangat para pendahulu, termasuk W. L. Tambing, terus hidup dalam tekad kita untuk menjaga persatuan, merawat budaya, dan membangun Toraja yang semakin baik.

https://toraja.tribunnews.com/makale/31635/pegawai-bps-gereja-toraja-ditangkap-kasus-narkoba-pacarnya-warga-binaan-lapas...
27/03/2026

https://toraja.tribunnews.com/makale/31635/pegawai-bps-gereja-toraja-ditangkap-kasus-narkoba-pacarnya-warga-binaan-lapas-bollangi

Kepala BNNK Tana Toraja, Ustim Pangaraian, mengungkapkan bahwa C diamankan bersama jaringan peredaran narkoba yang berhasil dibongkar dalam operasi selama tiga hari berturut-turut, 22-24 Maret 2026.

“Dari 10 pelaku yang diamankan, semuanya merupakan satu jaringan besar yang selama ini sudah kami pantau,” ujarnya saat ditemui di Kantor BNNK Tana Toraja, Jalan Ibu Tien Soeharto, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulsel, Jumat (27/3/26).

Ia juga diketahui memiliki hubungan asmara dengan salah satu pelaku yang berada di Lapas Bollangi

https://harian.fajar.co.id/2026/03/19/dpd-gamki-sulsel-dukung-sikap-bps-gereja-toraja-berantas-judi-dan-penyakit-sosial/...
22/03/2026

https://harian.fajar.co.id/2026/03/19/dpd-gamki-sulsel-dukung-sikap-bps-gereja-toraja-berantas-judi-dan-penyakit-sosial/

Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Sulawesi Selatan (2025–2028) menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dalam pemberantasan praktik judi dan berbagai penyakit sosial lainnya di Toraja.

Ketua DPD GAMKI Sulawesi Selatan, Albert Palangda, menegaskan bahwa maraknya praktik kontes kerbau petarung yang disertai perjudian tidak lagi dapat dipandang semata sebagai bagian dari budaya, melainkan telah berkembang menjadi persoalan sosial yang serius dan mengancam masa depan generasi muda.

“Praktik perjudian yang berkembang di tengah masyarakat harus ditertibkan secara tegas karena merusak moral, ketertiban sosial, dan masa depan anak-anak muda. Kami mendukung penuh langkah BPS Gereja Toraja dalam menyuarakan hal ini,” ujar Albert Palangda

FAJAR, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Sulawesi Selatan (2025–2028) menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja…

https://kareba-toraja.com/dukung-bps-gereja-toraja-knpi-minta-ormas-di-toraja-utara-ikut-berantas-penyakit-sosial/KNPI, ...
21/03/2026

https://kareba-toraja.com/dukung-bps-gereja-toraja-knpi-minta-ormas-di-toraja-utara-ikut-berantas-penyakit-sosial/

KNPI, kata dia, juga sangat menyayangkan aksi demo yang terjadi di Kantor Pusat BPS Gereja Toraja, yang ditunggangi dengan legitimasi masyarakat adat.

“Kami berharap ada pernyataan resmi dari AMAN Toraja Utara terkait hal ini, apakah segelintir orang dapat dikatakan sebagai masyarakat adat Toraja, sementara kita punya 32 lembaga adat yang ada,” tandas Paulus.

KNPI juga berharap dukungan dari Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Toraja Utara untuk sama-sama organisasi keagamaan memberantas penyakit sosial.

“Kolaborasi semua pihak tentu akan sangat memperkuat perjuangan ini,” kata Paulus

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga dari komunitas pencinta tedong silaga (adu kerbau) ke kantor pusat Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja (Tongkonan Sangulele), pada Rabu, 18 Maret 2026, memicu reaksi dari berbagai elemen dan organisasi masyarakat, baik...

Gereja Toraja Surati Kapolri, Minta Hentikan Kontes Kerbau yang Jadi Arena Judi
20/03/2026

Gereja Toraja Surati Kapolri, Minta Hentikan Kontes Kerbau yang Jadi Arena Judi

Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Alfred Y. R. Anggui, bersama Sekretaris Umum Christian Tanduk

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aliansi Pemuda Toraja Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share