06/06/2026
Repost
Pada 5 Juni 2026, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) memasuki usia ke-31.
Ketika menengok perjalanan selama lebih dari tiga dekade, beragam kerja yang telah dijalankan IKa semakin mengerucut pada satu arah bersama: membangun gerakan keswadayaan—gerakan yang berakar pada kedaulatan, keberlanjutan, solidaritas, dan kemampuan untuk saling menghidupi.
Sepanjang perjalanan tersebut, kami belajar bahwa sumber daya tidak pernah hanya tentang uang. Sumber daya juga hidup dalam pengetahuan, jejaring, kerelawanan, ingatan, kepercayaan, serta kesediaan untuk saling merawat. Pemahaman inilah yang secara bertahap membentuk cara kerja IKa melalui Catur Daya, Akar Daya, Pemaknaan, dan Komunitas Pemberdaya.
Semua itu bukanlah program-program yang berdiri sendiri. Semuanya saling terhubung sebagai cara untuk menumbuhkan ekosistem di mana gerakan dapat mengenali daya yang telah dimilikinya, mengembangkan sumber daya yang berakar pada realitasnya sendiri, serta membangun hubungan solidaritas yang memungkinkan setiap pihak tumbuh dan bertahan bersama.
Pada usia ke-31, kami tidak sedang mengatakan bahwa IKa telah sampai di tujuan. Ulang tahun ini justru menjadi ruang untuk menengok kembali perjalanan, mengenali arah yang semakin jelas, dan membayangkan berbagai kemungkinan yang masih dapat dibangun bersama.
IKa memilih untuk tetap menjadi organisasi kecil, sambil berupaya agar kita dapat menjadi banyak: banyak akar yang saling bertaut di dalam tanah, beragam sumber daya yang mengalir ke seluruh hamparan, serta semakin banyak orang dan komunitas yang saling menopang dan menghidupi.
Semangat inilah yang melandasi buku terbaru IKa yang akan segera diluncurkan, Gerakan Keswadayaan: Sebuah Ajakan Berimajinasi