INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) sudah berusia 26 tahun (berdiri tahun 1985). Tokoh-tokoh masyarakat sipil seperti Gus Dur, Asmara Nababan, Gaffar Rahman, Adnan Buyung Nasution, Dawam Rahardjo, Fauzi Abdullah, Wukirsari, Kartjono, Zoemrotin KS, dan masih banyak lainnya, telah ikut membidani dan menghela INFID.VISI mewujudkan demokrasi, kesetaraan, keadilan sosial dan perd
amaian serta terjamin dan terpenuhinya Hak Asasi manusia di tingkat nasional (Indonesia) dan di tingkat global. MISI- Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilaiHak Asasi manusia, demokrasi, kesetaraan, keadilan sosial dan perdamaian melalui pendidikan publik- Melakukan penelitian dan kajian kebijakan Melakukan dialog kebijakan untuk mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak dan menjamin terpenuhinya Hak Asasi Manusia bagi seluruh masyarakat terutama kelompok miskin dan marjinal berdasarkan nilai-nilai demokrasi,kesetaraan, keadilan sosial dan perdamaian- Bekerja sama dan melakukan jejaring kerja membangun solidaritas sosial di tingkat nasional dan internasional. INFID kini memiliki status sebagai lembaga yang diakui dan diakreditasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan UN Special Consultation Status with the Economic and Social Council sejak 2004. INFID juga merupakan anggota IFP (International Forum for national NGO Platform) berbasis di Paris, Prancis . IFP adalah jaringan NGO global yang mewadahi forum-forum NGO nasional di seluruh dunia (http://www.ong-ngo.org/en) sejak 2009. Beyond2015 merupakan jaringan CSO mutinasional yang melakukan kampanye untuk agenda pembangunan P***a 2015. Jejak Langkah dan Lintasan perjalanan INFID sejak 1985 hingga 2011 adalah sebagai berikut:- INFID telah berperan penting dalam mewujudkan proses demokratisasi di Indonesia (human rights and development) (1985-2000) ketika Indonesia tunduk pada sistim Otoriter di bawah Soeharto. Melalui berbagai upaya dan usulan regulasi antara lain dalam tema-tema hak asasi manusia, kebebasan pers, rule of law, hak-hak buruh, partisipasi warga dan keadilan gender.
- Pada periode 2000 hingga 2007, Infid telah bekerja untuk mengangkat beban utang luar negeri (finance and development) menjadi agenda utama pemerintah dan lembaga-lembaga donor. Pemerintah Indonesia kini mematok beban utang tidak lebih dari 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Negara-negara pemberi pinjaman kemudian memberikan keringanan utang (debt swaps) : Jerman, AS, Italia, dll.
- INFID telah berhasil memulai dan mendorong pelaksanaan akuntabilitas dan keterbukaan pendanaan pembangunan (finance and development) Indonesia. Konferensi-konferensi tematik dua tahunan INFID (1998-2004), antara lain data kebocoran 30% dalam dana utang LN dari pinjaman Bank Dunia untuk berbagai proyek di Indonesi, telah merubah kebijakan dan praktik lembaga donor dan lembaga keuangan internasional (Bank Dunia).
- INFID telah tercatat sebagai aktor utama dalam memperbaiki relasi yang lebih setara (governance and development) antara donor dan penerima (2000-2007). Pembubaran forum donor untuk Indonesia (CGI) tahun 2007 merupakan perubahan besar bagi Indonesia dan lembaga donor. Lembaga donor juga mengakui bahwa mereka selalu dipantau dan diawasi oleh INFID untuk membuat mereka lebih terbuka, transparan dan jujur dengan peranan mereka.
- INFID telah berhasil mendorong akuntabilitas pemerintah Indonesia (2007-2011) (governance and development) berkaitan dengan target pencapaian MDGs 2015. Laporan-laporan resmi Pemerintah Indonesia mengakui bahwa ada beberapa target yang memang tidak berhasil dicapai dalam tahun 2015.-END-