Satu dari 1.500 bayi terlahir dengan kondisi hydrocephalus, suatu keadaan di mana terjadi pengumpulan cairan berlebih di dalam otak yang berakibat pada pelebaran ruang-ruang dalam otak (ventrikel) yang tidak normal. Jika Anda menanyakan kepada masyarakat umum di Indonesia, fenomena ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Penderita penyakit ini - khususnya pada anak-anak - di Indonesia banyak terlih
at pada masyarakat baik di kota maupun di desa. Namun, walaupun terbilang bukan sesuatu yang asing, edukasi dan advokasi mengenai kondisi kesehatan ini masih belum mencukupi. Bagi masyarakat secara umum, para penderita hydrocephalus mereka deteksi lewat pembesaran yang terlihat pada organ kepala para penderita. Kebanyakan dianggap sebagai hasil dari kurang sehatnya kehamilan sang ibu, padahal kelainan genetik, penyakit perkembangan, termasuk komplikasi lain juga ikut menjadi penyebab hadirnya kondisi ini. Bahwa hydrocephalus dapat diperoleh setelah sang penderita dewasa juga belum mendapatkan perhatian yang cukup dari masyarakat. Anggapan bahwa hydrocephalus adalah penyakit bawaan bagi kaum menengah ke bawah menimbulkan stigma-stigma di masyarakat akan penyakit ini. ’Azizah Foundation’ adalah salah satu organisasi yang menaruh perhatian akan perkembangan hydrocephalus di Indonesia yang juga memiliki keinginan untuk menyediakan advokasi dan edukasi yang cukup mengenai penyakit ini serta memberikan pelayanan penyembuhan. Hingga saat ini belum ada registrasi atau database nasional atas orang-orang dengan kondisi ini, walaupun angka perbandingan penderita pada anak telah disebutkan tadi di atas. Penyebab-penyebab yang masih belum dimengerti dengan baik, gejala-gejala yang begitu beragam sehingga seringkali terabaikan, dan pengetahuan akan metode penanganan dan hidup dengan penyakit ini, adalah hal-hal yang Azizah Foundation lihat sebagai celah untuk diisi di masyarakat