SANGGAR KUE TALAM (Keluarge Betawi Tampil Keren dan Menawan)

SANGGAR KUE TALAM  (Keluarge Betawi Tampil Keren dan Menawan) "Atas keprihatinan dan kepedulian terhadap Seni dan Budaya Betawi yang semakin tergerus oleh modernisasi maka kami berdiri". Olahraga
2. Beladiri
3. Mental
4. B. C.

SEJARAH SINGKAT DAN PERKEMBANGANNYA

Dalam kurun waktu yang cukup lama Babaguru ( H. aselih Jedon ) menerapkan silat beladiri Cingkrik Kong Haji Sinan di wilayah Jakarta barat dan di beberapa wilayah lainnya. Sekitar tahun 1960-an Babaguru berkiprah dengan “berkoridorkan” Agama Islam dan amanah Guru besar Kong Haji Sinan, berjalan hingga pada tahun 1990-an. Tidak terlepas dari apa yang telah ditim

ba Bang Chen ( Sendy ) dan dari hasil pembelajaran silat beladiri kepada Babaguru. Membentuk sebuah perkump**an Sanggar seni budaya Betawi yaitu Keluarge Betawie Tampan Lagi Menawan yang selanjutnya di singkat “Kue Talam”, sebagai pembudidayaan seni budaya Betawi yang di resmikan pada tanggal 31 Maret 2011 bertepatan dengan tanggal 16 Rabiul Akhir 1432 H. Sanggar Kue Talam diresmikan oleh Babaguru Jedon yang merupakan Guru besar Perguruan Cingkrik Jedon As-Sinaniyah, dan dihadiri oleh beberapa tokoh agama dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Berdirinya sanggar Kue Talam p**a merupakan suatu rasa Takzim yang mendalam kepada Babaguru serta Guru besar dan Perguruan Cingkrik Jedon As-Sinaniyah itu sendiri, berupaya bereksistensi pada perkembangan seni budaya Betawi di masyarakat Jakarta dan masyarakat Indonesia umumnya. Sanggar Kue Talam yang berkedudukan di Kelurahan Srengseng Kecamatan Kembangan Kota Administrasi Jakarta Barat, beraqidahkan Agama Islam menurut faham Ahlussunnah walJama’ah dan berasaskan Pancasila berdasarkan ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sanggar Kue Talam bersifat kekeluargaan dan kebersamaan serta tidak bernaung dibawah salah satu kekuatan politik dan merupakan wadah berkreatifitas serta berkarya dalam seni dan budaya Betawi. Meski dalam perjalanan perlunya suatu dukungan moril maupun materil yang cukup besar dari berbagai pihak yang peduli terhadap perkembangan seni budaya bangsa indonesia yang tidak menutup kemungkinan dapat dikenal lebih luas pada dunia internasional bahwa kesenian dan budaya Indonesia tak pernah padam seiring perkembangan zaman. Dengan kata lain besar harapan tertuang pada kenyataan sikap, tanpa suatu hal yang tidak mengikat sebagai bentuk kepedulian. Dan perlu diketahui perjalanannya diharuskan dan tetap di iringi ajaran-ajaran didalam agama islam sehingga menjadi harapan generasi yang mempunyai mental, adab / akhlak agar berguna bagi kedua orang tua, bermanfaat bagi diri sendiri serta bermaslahat bagi nusa dan bangsa. Silat tradisional memiliki khas dalam tehnik beladiri, memang tidak hanya menampilkan jurus beladiri namun juga kaidah berupa gerakan dan tehnik, hingga prasangka orang awam maupun praktisi beladiri lain yang mengenal silat sebagai olahan gerakannya yang bertele-tele dan tidak efektif sebagai beladiri. Hal ini menunjukkan kurang fahamnya pesilat dan penilaian lainnya adalah bahwa silat tradisional lebih bagus ditonton sebagai hiburan yang mampu diperagakan diatas panggung dimana pesilat sudah hapal dengan tehnik yang diperagakan. Memang jurus silat tradisional indah dimata layaknya sebuah tarian yang lincah, indah dan tidak nampak pukulan yang keras seperti beladiri pada umumnya yang menampakkan kekuatan fisik semata. Namun tidak dapat terkira pada rangkaian setiap jurus-jurusnya, apakah silat tradisional yang merupakan ilmu beladiri bangsa Indonesia mampu menjadi beladiri yang ampuh dan tidak tergerus seiring perkembangan zaman? Bila diteliti lebih mendalam maka akan menemukan sebuah jawaban bahwa silat tradisional bukanlah hanya sebagai hiburan tetapi terbukti mampu sebagai beladiri yang sesungguhnya. Meski sempat terbenam dari maraknya beladiri import serta ilmu beladiri lainnya. Ilmu beladiri tradisional keberadaannya pun tetap ada karena baik serangan maupun dalam pertahanannya ternyata dapat mampu melumpuhkan lawan hanya dengan beberapa langkah maupun gerakan saja. Ragamnya aliran ilmu beladiri mempunyai kekayaan tersendiri dalam ilmu beladiri di Indonesia, empat bagian yang tidak dapat dipisahkan pada ilmu beladiri antara lain :
1. Keindahan

Bagian ini terdapat didalam ilmu beladiri yang telah terumuskan sebagai salah satu cabang ilmu beladiri berprestasi, selain terdapat unsur keindahan atau seni yang bercitra rasa namun pada umumnya juga memiliki filosofi tersendiri. Terkait kesungguhan setiap murid, patut melalui beberape proses awal. Seperti :

A. Form Data
Form Data merupakan suatu hal yang bersifat keseriusan seorang calon murid / anggota yang akan menimba ilmu seni beladiri di sanggar ‘Kue Talam’, keberadaan ‘form data’ bermaksud untuk database murid / anggota. Sehingga murid / anggota yang aktif maupun non aktif mempunyai berkas tersendiri didalam sanggar ‘Kue Talam’. Adapun isi form data di dalamnya terdapat biodata calon murid/ anggota serta ikrar anggota sebagai bentuk kebenaran menimba ilmunya di sanggar ‘Kue Talam’, dan suatu bentuk persetujuan dari wali murid / anggota. Setiap calon murid / anggota sanggar apabila telah mengisi dan di sahkan oleh pimpinan / pengasuh sanggar, maka calon yang telah menjadi murid / anggota wajib mematuhi dan taat pada ikrar anggota yang telah di sepakatinya. Ikrar
Isi ikrar anggota, sebagai berikut :

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM
( IKRAR ANGGOTA )

Bersedia menjalani ketentuan yang telah digariskan tertulis maupun lisan :
1. Menjalani syari’at sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah WalJama’ah (mengaji)
2. Melestarikan dan mengembangkan Seni Beladiri Sanggar KUE TALAM
3. Memiliki tanggung jawab dan memenuhi semua aturan baik berupa jadwal latihan/ lain-lain
4. Menjunjung tinggi nilai moral dan nama baik Sanggar
5. Apabila suatu saat melanggar maka harus bertanggung jawab sesuai dengan sanksi dan ketentuan. Pada hal lain murid / anggota di haruskan pengertian bergotong royong dan perhatian dari wali murid demi suatu kebersamaan yang dapat menunjang setiap kegiatan dan aktifitas belajar mengajar. Penerapan Pembelajaran
Dalam sebuah ilmu seni beladiri terdapat macam-macam jurus, setiap ilmu seni beladiri tentunya mempunyai dasar-dasar jurus tersendiri. Pada pembelajarannya ilmu seni beladiri sangar ‘Kue Talam’ berasal dari dasar ilmu beladiri Perguruan Cingkrik Jedon As-Sinaniyah, dengan memetik atau lebih tepatnya menggabung 7 jurus penerapan yang telah ditetapkan oleh Babaguru/ Guru besar perguruan yang diperuntukkan untuk kebutuhan penerapan pembelajaran seni beladiri sanggar ‘Kue Talam’. Jurus-jurus yang digabungkan dari jurus satu ke jurus lainnya dan seterusnya tanpa mengkombinasi atau mencampur ilmu beladiri yang berbeda pelajaran. Dan ketika seorang murid telah mampu mencapai pembelajaran materi sanggar lalu tersertifikasi dan memenuhi kriteria maka dapat mempelajari pelajaran asal ilmu beladirinya yang berada di Perguruan Cingkrik Jedon As-Sinaniyah. D. Seputar Materi
Proses pembelajaran materi sanggar Kue Talam mengedepankan setiap pelajar untuk terlebih dahulu mengenal jurus, berikut adalah jurus-jurus Dasar Gerakan :
01. Jurus Tadju Satu
02. Jurus Tadju Dua
03. Jurus Gerak Satu
04. Jurus Gerak Dua
05. Jurus Mentil Gedor
06. Jurus Saup Jalan
07. Jurus Gerak Dasar Satu
08. Jurus Gerak Dasar Dua
09. Jurus Gerak Dasar Tiga
10. Jurus Mentil Muter

Setelah mengenal jurus tersebut, proses selanjutnya ialah :
01. Pengingatan jurus atau biasa disebut ingat jalan
02. Pembetulan atau perapihan jurus agar yang sesuai
03. Pengingatan jurus dengan di acak oleh instruktur/ pengajar

Kemudian berlanjut ke proses :
01. Penggunaan kecepatan jurus
02. Pengerasan/ penggunaan kekuatan jurus

Apabila seluruh proses pembelajaran dapat dilalui dengan baik maka murid pun dapat mempelajari tahapan yang cukup mendalam serta untuk dapat mengetahui maksud proses-proses pembelajaran yang telah dipelajari sebelumnya. Adapun yang dimaksud adalah sebagai berikut :
01. Merangkai jurus dan main tangan
02. Pengenalan isi atau maksud jurus yang biasa disebut dengan sambut
03. Cara menyerang dan bertahan saat menghadapi lawan
04. Pengenalan kesenian budaya betawi yaitu palang pintu yang terdapat didalamnya seperti skrip atau naskah serta karakter perannya. Demikian setiap proses pembelajaran yang harus dipelajari setiap murid, jika seseorang murid telah mampu maka instruktur/ pengajar dapat memberikan pengujian terakhir, sesuai dengan instruksi seorang pengajar/ instruktur yang berstandar. E. Tahapan dan Proses Pembelajaran
F. Susunan Kepengurusan
G. Kegiatan dan SertifIkasi

> PENUTUP

Seorang pesilat dapat menjadi baik dengan memandang dunia sebagai medan tempur karena kelak dapat mengetahui kefatalan akibat buruknya hawa nafsu pada dunia. Banyak pesilat yang tidak lagi mendengar nasehat agama yang disampaikan para alim ulama dan bahkan melupakan dari mana asal mempelajari dan menimba ilmuanya, terlebih meninggalkan yang seharusnya tidak ditinggalkan. Berkaitan dengan perkembangan ilmu beladiri itu sendiri, seseorang pesilat selayaknya berjalan sesuai peraturan dan ketentuan yang telah digariskan dan berusaha mampu benar-benar mengutamakan ajaran didalam agama. Apa yang diajarkan didalam agama islam adalah sesuai dengan kebutuhan semua manusia di kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat. Pembelajaran dan pemahaman yang benar-benar guna pengamalan yang tepat. Dengan demikian seseorang pesilat sejati tidak hanya mampu mengamalkan ilmu silatnya tetapi juga mampu menjadi seorang pesilat seutuhnya.

*Bang Chen

Address

Jakarta
11630

Opening Hours

Tuesday 18:30 - 22:30
Friday 17:30 - 22:30

Telephone

+6285717420401

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SANGGAR KUE TALAM (Keluarge Betawi Tampil Keren dan Menawan) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share