MAJELIS RASULULLAH SAW (SUNTER JAYA)

MAJELIS RASULULLAH SAW (SUNTER JAYA) Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from MAJELIS RASULULLAH SAW (SUNTER JAYA), Community Organization, Jalan Sunter Jaya, Jakarta.

Guru mulia yaa habibana..cahaya tarim
15/10/2017

Guru mulia yaa habibana..cahaya tarim

15/10/2017
31/07/2017
Silahturahmi ke rumah abah syar'i d ciomas  banten
31/07/2017

Silahturahmi ke rumah abah syar'i d ciomas banten

15/05/2015

Maafin saya kalo saya ada salah :)
Tepat Jam 12 Malam nanti, akan datangnya 1 Safar. Rasullullah Bersabda "Barangg Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Safar Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya". Dan tolong baca sebentar aja kita berdzikir mengingat اَللّهُ ... "Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha ilallah, Allahu-Akbar, laa haula wala quwata illa billahil aliyil adzim” Sebarkan!, Anda akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ maaf... Jangan putus di Anda. Gak sampai 1 menit kok اَللّهُ maha besar.

25/04/2015

Jadwal Majelis Bersama Habib Ahmad bin Novel bin Jindan. Sabtu, 6 Rajab 1436 H / 25 April 2015

1. Rauhah Majelis Wakaf Habib Salim bin Ahmad Jindan Sabtu Sore dengan kajian Kitab Al Mukhtar Minal Anwar Fi Shohbatil Akhyar, Yang beralamat di Jl. Otista Raya, samping GOR Otista (youth center) Jakarta Timur. Setiap Sabtu Sore Pukul 16 : 00 - selesai
*khusus laki laki

2. Majelis Immamul Haddad dengan kajian Kitab Nashohih Dinniyah, bertempat di Masjid At Taubah Komplek Pemakaman Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad (Habib Kuncung) Kalibata. Sholat Maghrib Berjamaah
*untuk laki-laki dan perempuan

3. Majelis Silaturahim Gabungan dengan kajian Kitab Dhiyaul Lami' bertempat di Halaman Masjid At Taubah Komplek Pemakaman Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad (Habib Kuncung) Kalibata, Sholat Isya Berjamaah
*acara untuk laki laki dan perempuan
…..........

Contact Person
Ust Firdaus (021)71050876 / WA 089614735559 atau Ust Yudi Yazid, 083876579990 , Invite pin BB Majlis Gabungan 26633ffd
…………….

Live Radio streaming di:
www. alhabibahmadnoveljindan. org

dan juga

http://www.alfachriyah.org/radio-streaming/
untuk bb & ipad di : http://radio.alfachriyah.org:8000/alfachriyah
untuk android dapat dipasang aplikasi 'alfachriyah radio' melalui app store searching "alfachriyah"

dan juga

www.daarussalafie.org
Bb: http://audio.aswajacenter.com:8888/;stream.mp3
iphone : http://audio.aswajacenter.com:8888/listen.pls
Dan dapat diakses melalui aplikasi erdioo dgn searching "daarussalafie"

Untuk android dapat di pasang aplikasi 'Daarussalafie Radio' melalui app store dengan searching "Daarussalafie Radio"

sebarkan dan raih pahala mengajak kepada kebaikan

18/03/2015

Assalammu'alaikum Wr.Wb

Majelis Rasulullah SAW
Selama ini mungkin diantara kita belum banyak yang mengenal aktivitas Rasululllah SAW selama 24 jamnya, Rasulullah SAW solat subuh jam berapa, solat sunah isyrak nya jam berapa, solat sunah dhuha nya jam berapa, istirahat siangnya jam berapa, kapan berkumpul bersama para sahabat dan istrinya, solat sunah tahajjud nya jam berapa, dan kesemua apa yang dikerjakan oleh sebaik baik panutan dan idola kita Sayyidina Muhammad SAW dalam keseharian nya... Ingin tau dan bagaimana ?.. Maka hadirilah bedah buku "SEHARI BERSAMA RASULULLAH SAW" Insya Allah pembicara Alhabib Novel bin Muhammad Alaydrus dari Solo.
Hari/Tanggal : Minggu, 22 Maret 2015
Jam : 09.00 - 13.00 sudah termasuk Solat Dzuhur berjama'ah..
bertempat di Masjid Almunawwar Pancoran Jakarta Selatan

Acara ini diselenggarakan oleh FORSIPMA (forum silatuhrami pemuda majelis) untuk UMUM!! Ajak keluarga, sanak saudara kita dan para sahabat mengenalkan kepada keluhuran ({})

Salam 313 Ahlul Badr

07/03/2015

AMALAN PELINDUNG DARI PEMBEGALAN
You are here:

Home
Mutiara Habib Ahmad

AMALAN PELINDUNG DARI PEMBEGALAN
(sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa aalihi washohbihi wasallam)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله و اله و صحبه و من والاه

Sahabatku yang dirahmati Allah,

Beberapa waktu belakangan ini marak terjadi pembegalan di jalan, pencurian dan dan perampokan. Beberapa sahabat saya mengirim pesan kepada saya untuk mendoakannya agar dilindungi oleh Allah dari kejahatan semacam ini. Apalagi banyak teman-teman yang seringkali p**ang di malam hari hingga larut malam setelah menghadiri acara maulid, pengajian dan majelis-majelis ilmu. Bahkan tidak sedikit juga kaum wanita yang juga menghadiri acara-acara penuh berkah tersebut. Tanpa diragukan bahwa kejahatan tersebut sangat tidak dibenarkan. Pelakunya jika tidak bertaubat pada saatnya akan terpenggal dengan pedangnya sendiri. Mudah-mudahan Allah menggerakkan hati mereka dan kita semua untuk selalu bertaubat dari dosa dan segala kesalahan.

Sahabatku yang dirahmati oleh Allah,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam mengajarkan kepada kita ajaran yang sempurna dan bermanfaat. Secara khusus beliau mengajarkan kepada kita sunnah, adab dan aturan ketika kita akan keluar dari rumah dan melakukan perjalanan. Sesungguhnya segala musibah datang ketika sunnah dan ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam diabaikan dan dilalaikan. Dan sebaliknya keselamatan, perlindungan Allah, kebahagiaan dan kesuksesan serta keberhasilan datang kepada orang yang betul-betul memperhatikan dan menjalankan sunnah dan adab serta ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. Mudah-mudahan Allah selalu membimbing dan memberikan taufiq-Nya kepada kita semua.

Sahabatku yang dimuliakan Allah,

Ketahuilah bahwa sedekah akan melindungi seseorang dari segala musibah. Karena itu ulama menganjurkan agar setiap pagi seseorang bersedekah walau sedikit sehingga ia akan dilindungi dari segala musibah sepanjang hari. Khususnya bagi yang ingin melakukan perjalanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam bersabda:
ان البلاء لا يتخطى الصدقة

“Sesungguhnya bala dan musibah tidak akan mampu melangkahi sedekah“.

Sebelum seseorang keluar dari rumahnya untuk suatu perjalanan disunnahkan untuk shalat dua rakaat.
عن الْمُقَطَّم بن المقدام الصحابي رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “ما خَلَّفَ أحَدٌ عِنْدَ أَهْلِهِ أفْضَلَ من ركعتين يَرْكَعُهُما عنْدَهُمْ حينَ يريدُ سَفَراً”
رواه الطبراني.

Diriwayatkan oleh At Tabrani dari sahabat Al Muqotthom bin Al Miqdam Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam bersabda: “Seseorang tidak meninggalkan untuk keluarganya saat akan melakukan perjalanan yang lebih afdhol dari dua rakaat yang ia lakukan di rumahnya“.

Ulama mengatakan bahwa kedua rakaat tersebut diniatkan sebagai shalat sunnah safar. Dan hendaknya pada rakaat pertama setelah al fatihah ia membaca surat Al Kafirun dan pada rakaat kedua setelah al fatihah surat Al Ikhlas. Dan setelah salam dari shalatnya hendaknya ia membaca ayat kursi, sebab diriwayatkan barangsiapa yang membaca ayat kursi sebelum keluar dari rumahnya maka tidak akan menimpa kepadanya sesuatu yang ia tidak sukai hingga ia kembali ke rumahnya.

Seorang ulama yang bernama Abu Thohir bin Jahsyuwaih berkata: “Suatu kali aku akan melakukan perjalanan dan aku sangat khawatir dan takut akan penjahat, perampok dan orang-orang yang akan berbuat jahat dalam perjalanan yang akan aku tempuh. Maka aku datang kepada seorang ulama dan wali besar yang bernama Abu Al Hasan Ali bin Umar Al Qozwaini Asy Syafi’i, dan sebelum aku ungkapkan kepadanya apa yang aku takuti dan khawatirkan beliau secara spontan mengatakan kepadaku: barangsiapa yang ingin melakukan perjalanan dan takut kepada musuh dan binatang buas maka hendaknya ia membaca surat Quraisy, karena sesungguhnya surat Quraisy tersebut adalah keamanan dari segala mara bahaya.” Abu Thohir mengatakan: “Maka akupun membacanya dan sejak saat itu hingga sekarang aku senantiasa dijaga dan dilindungi oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.”

Kemudian usai shalat dua rakat hendaknya ia berdoa dengan doa yang diajarkan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam:
بِسْمِ الله الرَّحمنِ الرَّحيمِ الحَمدُ لله ربِّ العالمين اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و آله و صحبه أجمعين اللَّهُمَّ بِكَ أسْتَعِينُ، وَعَلَيْكَ أتَوَكَّلُ؛ اللَّهُمَّ ذَلِّلْ لي صعُوبَةَ أمْرِي، وَسَهِّلْ عَليَّ مَشَقَّةَ سَفَرِي، وَارْزُقْنِي مِنَ الخَيْرِ أكْثَرَ مِمَّا أطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ؛ رَبّ اشْرَحْ لي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أمْرِي؛ اللَّهُمَّ إني أسْتَحْفِظُكَ وأسْتَوْدِعُكَ نَفْسِي وَدِينِي وأهْلِي وأقارِبي وكُلَّ ما أنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَليْهِمْ بِهِ مِنْ آخِرَةٍ وَدُنْيا، فاحْفَظْنَا أجمعَينَ مِنْ كُلّ سوءٍ يا كَرِيمُ. اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ؛ اللَّهُمَّ اكفني ما أهمني وَمَا لا أَهْتَمُّ لَهُ؛ اللَّهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى، وَاغْفِرْ لي ذَنْبِي وَوَجِّهْنِي لِلْخَيْرِ أينما توجهت.

Kemudian setelah itu ia berpamitan kepada keluarganya yang ada di rumah khususnya kepada ayah dan ibunya. Dan hendaknya meminta doa dari keduanya atau dari keluarga yang ia tinggalkan di rumah. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam berpesan kepada siapapun yang ingin berpergian agar berpamitan dan meminta doa dari mereka sebab Allah menjadikan dalam doa mereka keberkahan yang besar. Bahkan beliaupun mengajarkan doa yang dipanjatkan oleh keluarga yang ditinggalkan, yaitu:
أسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وأمانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ أعْمالِكَ. زَوّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُما كُنتَ

Sebagaimana ia pun mendoakan mereka dengan doa yang juga diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam berikut ini:
أسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذي لا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ.

Kedua doa ini mengandung arti menitipkan diri dan keluarga serta apa yang kita miliki kepada Allah Tuhan alam semesta. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah jika dititipkan kepadanya sesuatu maka akan menjaganya“.

Kemudian ketika ia keluar dari rumahnya hendaknya ia membaca doa berikut ini:
بِسْمِ الله تَوَكَّلْتُ على الله و لا حَوْلَ و لا قُوَّةَ إلا بالله العَلِيِّ العظِيم.
سُبْحَانَ الَّذي سَخَّرَ لَنا هَذَا وما كُنَّا له مُقْرِنِين، وإنا إلى رَبِّنا لَمُنْقَلِبُونَ.
الحمدُ لِله 3
x اللَّهُ أكْبَرُ 3
سُبْحانَك إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فاغْفِرْ لي، إنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ.
اللَّهُمَّ إنَّا نَسألُكَ فِي سفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنْ العَمَلِ ما تَرْضَى! اللهم هون عَلَيْنا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنّا بُعْدَهُ؛ اللَّهُمَّ أنْتَ الصَّاحِبُ فِي السفر، والخليفة في الأهْلِ؛ اللَّهُمَّ إني أعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثاءِ السَّفَرِ، وكآبَةِ المُنْقَلَبِ، وَمِنَ الحَوْرِ بَعْدَ الكَوْر، وَمِنْ دَعْوَةِ المَظْلُومِ، وَمِنْ سُوءِ المَنْظَرِ فِي الأهْلِ وَالمَالِ”

Setelah usai membaca doa ini tersenyumlah yang manis. Mengapa? Karena Sayyiduna Ali bin Abi Tholib Radhiyallahu ‘anhu setelah membaca doa inipun tersenyum manis. Ketika beliau ditanya mengapa? Beliau menjawab, “Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam setelah membaca doa inipun tersenyum manis. Ketika aku tanya kepadanya mengapa? Beliau manjawab: “Sesungguhnya Tuhanmu kagum kepada hamba-Nya apabila mengatakan “ampunilah dosa-dosaku”. Hamba-Ku menyadari bahwa tiada siapapun yang mampu mengampuni dosa kecuali Aku“.

Di perjalanan, apabila ia takut kepada sesuatu atau melihat bahaya maka bacalah doa ini:
اللَّهمَّ إنَّا نَجْعَلُكَ في نُحُورِهِم، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ”

Salah satu doa yang diajarkan oleh guru-guru kami yang sangat mujarrab untuk melindungi seseorang dari mara bahaya adalah Wirid Shoghir yang diajarkan oleh Asy Syeikh Abu Bakar bin Salim:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . اَللّهُمَّ يَا عَظِيْمَ السُّلْطَانِ يَاقَدِيْمَ اْلاِحْسَانِ يَادَإِمَ النِّعَمِ يَاكَثِيْرَ الْجُوْدِ يَاوَاسِعَ الْعَطَاءِ يَاخَفِيَّ اللُّطْفِ ، يَاجَمِيْلَ الصُّنْعِ يَِاحَلِيْمًا لاَ يَعْجَلُ . صَلِّ يَا رَبِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالِه وَسَلِّمْ وَارْضَ عَنِ الصَّحَابَةِ اَجْمَعِيْنَ . اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ شُكْرًا وَلَكَ الْمَنُّ فَضْلاً وَاَنْتَ رَبُّنَا حَقاًّ وَنَحْنُ عَبِيْدُكَ رِقاًّ وَاَنْتَ لَمْ تَزَ لْ لِذَالِكَ اَهْلا.ً يََا مُيَسِّرَ كُلِّ عَسِيْرٍ وَيَاجَابِرَ كُلِّ كَسِيْرٍ وَ يَا صَاحِبَ كُلِّ فَرِيْدٍ وَيَامُغْنِيَ كُلِّ فَقِيْرٍ وَيَامُقَوِّيَ كُلِّ ضَعِيْفٍ وَيَامَأْمَنَ كُلِّ مَخِيْفٍ ، يَسِّرْ عَلَيْنَا كُلَّ عَسِيْرٍ ، فَتَيْسِيْرُ الْعَسِيْرِعَلَيْكَ يَسِيْرٌ . اَللّهُمَّ يَامَنْ لاَ يَحْتَاجُ اِلَى الْبَيَانِ وَالتَّفْسِيْرِ حَاجَاتُنَا كَثِيْرٌ ، وَاَنْتَ عَالِمٌ بِهَا وَخَبِيْرٌ ، اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَخَافُ مِنْكَ وَاَخَافُ مِمَّنْ يَخَافُ مِنْكَ ، وَاَخَافُ مِمَّنْ لاَ يَخَافُ مِنْكَ . اَللّهُمَّ بِحَقِّ مَنْ يَخَافُ مِنْكَ نَجِّنَا مِمَّنْ لاَ يَخَافُ مِنْكَ . اَللّهُمَّ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اُحْرُسْنَا بِعَيْنِكَ الَّتِى لاَ تَنَامُ ، وَاكْنُفْنَا بِكَنَفِكَ الَّذِيْ لاَيُرَامُ وَارْحَمْنَا بِقُدْرَتِكَ عَلَيْنَا فَلاَ نَهْلِكْ وَاَنْتَ ثِقَتُنَا وَرَجَاؤُنَا . وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالِه وَصَحْبِه وَسَلَّمَ ، وَالْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . عَدَدَ خَلْقِه َورِضَى نَفْسِه وَزِنَةَ عَرْشِه وَمِدَادَ كَلِمَاتِه
اَللّهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ زِيَادَةً فِى الدِّيْنِ ، وَبَرَكَةً فِى الْعُمُرِ وَصِحَّةً فِى الْجَسَدِ وَسِعَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَشَهَادَةً عِنْدَالْمَوْتِ . وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ وَعَفْوًا عِنْدَ الْحِسَابِ وَاَمَانًا مِنَ الْعَذَابِ وَنَصِيْبًا مِنَ الْجَنَّةِ وَارْزُقْنَا النَّظَرَ اِلى وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ . وَصَلَّى اللهُ عَلىََ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالِه وَصَحْبِهِ وَسَلَّمٌ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمد لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. عَدَدَخَلْقِه وَرِضَى نَفْسِه وَزِنَةَ عَرْشِه وَمِدَادَ كَلِمَاتِه

Kemudian setelah kembali kerumahnya dengan selamat hendaknya ia bersyukur kepada Allah dan membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam:
آيِبُونَ تائِبُونَ عابِدُون لِرَبِّنا حامِدُونَ. تَوْبًا، تَوْبًا، أوْباً، لا يُغادِرُ حَوْبًا.

Dan ketika masuk ke dalam rumah hendaknya ia mengucap salam yang dengannya rumah dan keluarga menjadi berkah, tentram dan bahagia sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. Dan bacalah ayat kursi yang dengannya segala kesialan dan syaithon akan lenyap dari rumah.

Dan hendaknya keluarga menyambutnya dengan menjawab salam dan membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam yang penuh dengan rasa syukur kepada Allah atas perlindungan dan penjagaan-Nya:
الحَمْد لِلَّهِ الَّذِي سَلَّمك، الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَمَعَ الشَّمْل بِكَ

Ini semua adalah bagian dari sunnah dan adab yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam yang mungkin saat ini telah dilupakan oleh sebagian besar umat islam. Padahal keselamatan, kebahagian, kesuksesan dan keberhasilan terdapat di dalam ajaran beliau. Mudah-mudah rangkuman ini bermanfaat dan dapat diamalkan dan disebarkan.
وَصَلَّى اللهُ عَلىََ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالِه وَصَحْبِهِ وَسَلَّمٌ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمد لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Sahabatmu..!

Ahmad bin Novel bin Salim bin Ahmad bin Jindan

Hari Jum’at 8 Jumadil Uwla 1436 H/27 Februari 2015

Pesantren Darun Najat Bumi Ayu Jawa Tengah

Unduh versi PDF Klik Disini
Februari 27, 2015Mutiara Habib Ahmad Postingan Hangat1 Comment

26/02/2015

Kecintaan Al Habib Munzir Al Musawa Kepada Rasulullah SAW
wr
February 20, 2015
Tausiah

Segala puji bagi Allah Swt sebagaimana Allah Swt apabila berkehendak kepada hambaNya kebaikan maka Allah Swt akan memberikan kepada hamba Nya taufik untuk diberikan kebaikan. Salawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah Saw, beliaulah Saw pemberi syafa’at kepada umatnya termasuk kepada kita dan melalui kekasih Allah Swt yakni Rasulullah Saw yang memberikan keselamatan kepada umat dan menunjukan kita dari jalan kegelapan menuju pada jalan yang terang benderang. Dialah penyejuk hati kita yaitu baginda Rasulullah Saw di dunia dan di akhirat dan di yaumil kiyamah. Semoga Allah Swt limpahkan balasan seagung-agungnya kepada Sayidina Muhammad Saw dengan berkat baginda Rasulullah Saw maka hadirlah kita berkumpul di tempat & acara ini. Semua ini berkat junjungan kita baginda Rasulullah Saw

Dan beliau Al habib Umar juga mengatakan, saya sudah mempunyai keinginan dari dahulu untuk hadir di majelis ini, yang mana majelis ini di pimpin oleh al marhum Al Habib Munzir Al musawa yang kita semua mengenal beliau hampir –hampir kami tidak pernah melihat perbuatan buruk yang di lakukan oleh beliau. Kami tau & mengenal Habib Munzir dengan betul –betul pengenalan kepada beliau dahulu di Tarim .

Kalian semua mengenal beliau, kalian melihat, duduk bersama beliau, berhadapan dengan beliau, menimba ilmu dari al marhum Al Habib Munzir, dan kita semua melihat kelapangan dari pada dada beliau , kedermawanan beliau , kesabaran beliau , senyum beliau yang selalu kita lihat di wajah beliau. Dahulu al marhum Al habib Munzir Al musawa datang ke kota Tarim bersama kawan-kawan beliau diantaranya Habib Ja’far , Habib Alwi Bin Yahya , Habib Jindan, Habib Sodiq Baharun , Habib Qureis Baharun , Syekh Ridwan dan yang lainya dari kawan kawan beliau datang ke kota Tarim dengan membawa niat yang begitu agung, membawa hati yang bersih dan dahulu beliau hadir di majelis seperti ini majelis guru beliau Al Habib Umar Bin Hafidz. Beliau datang ke kota Tarim dengan niat untuk membersihkan jiwa hingga menerima amanat yang di bawa oleh baginda Rasulullah Saw dan amanat yang beliau terima tersebut beliau bawa ke Indonesia dan di sebarluaskan kepada kalian semua .

Majelis kalian ini bersambung sebagaimana majelis di kota Tarim yang di ajarkan oleh guru-guru beliau yakni bagaimana bermuamalah dengan Allah Swt di dalam intropeksi diri di hadapan Allah SWT maka majelis yang ada sekarang ini adalah buah atau hasil yang dahulu beliau hadiri di kota Tarim dan beliau menimba ilmu dari guru-guru beliau seperti Habib Umar bin Hafidh. Keberkahan yang beliau dapatkan di kota Tarim sampailah ke Indonesia negeri kita ini hingga sampailah ke majelis kita ini untuk selalu kita mengingat Allah Swt dan mengingatkan kita kepada baginda Rasulullah Saw.

Dahulu kita semua mengetahui tatkala beliau berangkat ke kota Tarim dengan kawan-kawan beliau dan musim di Tarim itu berbeda dengan di Indonesia, manakala musim panas maka suhu panasnya sangatlah tinggi dan begitup**a saat keadaan musim dingin, tidak seperti di negeri Indonesia ini dan beliau sangat sabar menghadapi panas yang begitu panasnya dan dingin yang begitu dingin nya, semua di lewati oleh beliau dan selalu kita melihat bagaimana kesabaran beliau. Habib Munzir selalu menyendiri , selalu berbuat baik terhadap teman nya, sehingga beliau di cintai dan di sukai oleh kawan kawan nya dan beliau betul betul menjalankan, mempraktekkan akan adab –adab dan akhlak yang beliau lihat langsung dari guru –guru beliau begitu p**a yang langsung beliau mencontohnya dari akhlak sayidina Muhammad Saw.

Pada suatu hari di kota Tarim pada musim dingin, para ikhwan mengadu kepada Habib Umar bahwa dari kami tidak semua punya selimut atau punya jaket yang bisa menahan dari kedinginan maka Habib Umar pun memberikan beberapa selimut dan selimut itu dibagikan kepada tolabah atau santri –santri semua namun yang belum dapat selimut itu justru al marhum Habib Munzir maka beliau mendatangi rumah habib Umar seraya berkata semua selimut sudah di bagikan kecuali ana yaa habib lalu Habib Umar masuk kedalam rumah untuk mengambil selimut akan tetapi ukuran selimut itu agak kecil berbeda dengan yang di dapat oleh teman –temannya maka di bawanya p**a yang penting bisa menutupi beliau dari kedinginan di kamar. saat di waktu malam kedinginan maka di tutupkan selimut tersebut sampai ke kepalanya tatkala selimut itu sampai di kepala maka tercium dari selimut itu bau air kencing maka habib munzir menjadi terheran-heran lantaran bagaimana guru kami yang terkenal akan akhlaknya memberikan selimut bekas kepada saya dan berbau kencing maka kejadian ini membuat al Marhum Habib Munzir sedih sembari bertanya-tanya dalam dirinya “kok begini ‘’, maka besoknya beliau mendatangi rumah Habib Umar untuk menanyakannya & terlihat mukanya berubah maka salah satu pembantu yang ada di rumah Habib Umar melihat muka habib Munzir dan bertanya ‘’ yaa habib kenapa muka mu hari ini berubah, tidak seperti biasanya engkau tersenyum ‘’ lalu Habib Munzir mengatakan, saya heran semua temen –temen mendapatnya selimut yang baru sementara ana mendapat selimut yang bekas, lalu pembantu ini mengatakan “wahai habib Munzir, engkau tau ini selimut di ambil oleh habib Umar dari selimut anaknya karena semua yang punya Habib Umar sudah di bagikan untuk santrinya bahkan yang punya istrinya pun dibagikan, hingga kepunyaan anak yang lain pun di bagikan hingga beliau mengira sudah kebagian semua terkecuali kepunyaan anak beliau yaitu habibana Salim yang waktu itu masih kecil namun tidak luput di ambil selimutnya karena lebih mengutamakan santri santrinya daripada anaknya sendiri. Tatkala Habib Munzir mendengar ini beliau menangis Dan menyesal “Yaa Allah… Akhlak ini belum pernah aku lihat , akhlak yang begitu mulia ini siapa ? saya ini hanya santrinya namun saya lebih di utamakan dari pada anak beliau beliau sendiri” maka hal itu membuat Habib Munzir menyesal dia mengira yang dibagikan seperti itu hanya kepadanya melainkan semua telah di bagikan bahkan kepunyaan Habib Umar , istrinya , anaknya di bagikan kepada santri karena kekurangan dari yang barunya. Demikian buah kesabaran Habib Munzir yang mendapati pembelajaran dari habib Umar akan akhlak yang di ajarkan oleh baginda Rasulullah Saw.

Beliau melihat akhlaknya Habib Umar sebagaimana ciri-ciri akhlaknya para sahabat Rasulullah Saw yaitu mereka lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri, lebih memikirkan saudaranya yang muslim daripada dirinya sendiri dan beliau tidak mendapat tafsir ayat al Qur’an akan tetapi beliau mendapatkan tafsir ini langsung dipraktekkan dari sang guru yaitu Al Habib Umar bin Hafidz. Beliau Al Habib Umar lebih mengutamakan orang lain dari pada keluarga beliau sendiri yaitu santri –santrinya, inilah tarbiyah yang di ajarkan oleh baginda Raasulullah Saw oleh guru guru beliau , dan juga tatkala ke Indonesia bagaimana pengorbanan beliau untuk murid murid beliau.

Diceritakan ‘’Dahulu Al Habib Umar punya kebiasaan di muslim dingin atau musim panas supaya anak-anak ada refresing sedikit dengan membawa para santri ke ribat yang ada di kota sihr di mukala, suatu malam saya mencari-cari akhina Habib Munzir hingga ke kamarnya pun tidak ada , maka saya naik ke lantai atas dan saya dapati beliau duduk di pojok sendirian padahal malam itu betul- betul dingin dan ada rintikan hujan, dilihatnya beliau memegang tasbih maka saya mendekat dan berkata “masuk ya habib istirahat ‘’ dan saya melihat beliau menangis ‘’ kenapa engkau menangis ada apa ? Maka Habib munzir mengatakan ‘’ saya sudah 3 hari tidak bermimpi Rasulullah Saw ‘’

Maka Habib Umar Bin Idrus Bin Sahab mengatakan banyak ya Habib orang berbulan –bulan tidak mimpi bertemu Rasulullah Saw walaupun dia tolabul ilim , dia orang Alim , namun dia tidak menangis sepertimu yang hanya 3 hari tidak bermimpi Rasulullah saw.

Maka beliau Habib Munzir mengatakan ‘’ saya takut ada dosa yang menghijab saya untuk bertemu dengan Rasulullah Saw ‘’

Dan beliau Habib Munzir Mengatakan ‘’ wahai akhina Umar asal engkau tau puncak keinginan ku datang ke tarim ini yaitu untuk aku selalu bisa bersambung dengan baginda Rasulullah Saw dengan berkat bersambung dengan Rasulullah itu lah yang menyambungkan aku dengan guru –guru kita.

Lihat bagaimana kecintaan dari pada Habib Munzir kepada Rasulullah SAW perhatian beliau pada adab yang beliau ambil dari guru –guru beliau, sebagaimana Sayidah Aisyah r.a tatkala ditanya bagaimana tentang akhlak Rasulullah Saw maka beliau mengatakan akhlak Rasulullah Saw adalah al Qur’an beliau adalah al Qur’an berjalan itulah pada diri Rasulullah SAW maka ini di ambil oleh mereka yang mencintai nabi Muhammad SAW mereka berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mencontoh dan meniru Rasulullah Saw di dalam kehidupan mereka sehari-hari dan ini di praktekan oleh Habibana Munzir dan di ajarkan kepada murid- murid beliau asar pengaruh kecintaan beliau kepada Rasulullah SAW maka datanglah yang namanya ilmu asar kecintaan beliau terhadap Rasulullah Saw maka datanglah akhlak yang mulia , adab dan kebaikan yang lainya dan daripada pengaruh kecintaan beliau terhadap Rasulullah Saw kita lihat majelis yang di hadiri di zaman sekarang ini oleh umat yang begitu banyak ini berkat percontohan beliau dan kecintaan beliau kepada nabi Muhammad Saw karena beliau mengikuti baginda nabi Muhamamd Saw .

Sebagaimana Al Habib Husein Alhaddar juga mengatakan ‘’ ada beberapa waktu atau hari hari di situ di curahkan rahmat pemberian dari Allah Swt maka beliau mengatakan raihlah rahmat & pemberian dari Allah Swt dengan kita hadir di majelis –majelis yang mana majelis tersebut di hujani rahmat dan pemberian dari Allah Swt seperti majelis seperti ini. kemudian setelah kita mengetahui majelis ini di hujani Rahmat Allah Swt kemudian apa yang bisa kalian ambil , apa yang bisa kalian bawa p**ang , apa yang bisa kalian praktekan untuk diri kalian dan keluarga kalian itulah hasil hadirnya kita di majelis-majelis semacam ini.

Wal hamdulillahirabil’alamin



Jasaltul Itsnain Majelis Rasulullah

16 Febuari 2015, Masjid Raya Almunawar

~ Al Habib Umar bin Idrus Bin Sahab hadramaut ~

Address

Jalan Sunter Jaya
Jakarta
14350

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MAJELIS RASULULLAH SAW (SUNTER JAYA) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share