25/05/2026
*FOCUS GROUP DISCUSSION*
*Tema: Terjebak Di Antara Dua Senjata: Eksploitasi Sipil & Ruang Hidup Papua Di Bawah Bayang- Bayang PSN*
Tanah Papua menghadapi dua tekanan yang saling memperkuat: konflik bersenjata yang membatasi ruang aman warga sipil, dan percepatan Proyek Strategis Nasional yang sering berjalan tanpa konsultasi memadai dengan masyarakat adat.
Strategis Nasional (PSN) yang mengabiskan 2,5 Juta hutan adat Masyarakat Papua selatan. Suku Malind Anim beberapa suku lain seperti Suku Yei, Awyu, Kimahima, dan Malind Maklew yang memiliki tanah adat di Merauke semakin terpingirikan dan hidup dalam bayang – bayang ketidakpastian akibat Proyek strategis Nasional Di satu sisi, warga sipil rentan dijadikan korban atau dimanfaatkan dalam dinamika keamanan.
Berdasarkan laporan terbaru hingga April 2026, nasib 107.039 pengungsi internal (Internally Displaced Persons atau IDPs) di Papua berada dalam kondisi krisis kemanusiaan yang sangat kritis menyusul eskalasi konflik bersenjata dan penetapan status darurat keamanan di sejumlah wilayah di Tanah Papua. Kegiatan ini sebagai bentuk upaya merespon masalah di Papua dan FGD ini forum ilimiah untuk menghasilkan analisis dan rekomendasi kebijakan tentang perlindungan warga sipil dan ruang hidup masyarakat Papua dalam konteks PSN dan konflik bersenjata.
*Opening Speech*
Susan F.M Kandaimu, S.M Ketua PP PMKRI
*Keynote Spaeaker*
Dr. (H.C.) Sultan Bachtiar Najamudin Ketua DPD – RI
*Speakers*
1. Yorrys Raweyai Wakil Ketua DPD – RI
2. Frits B. Ramandey, S.Sos., M.H Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua
3. Abrosius Mulait Yayasan Pusaka Belantara Rakyat
4. Emanuel Gobay, S.H., M.H YLBHI
5. Dr. Velix Wanggai, S.IP., MPA Ketua Komite Eksekutif
6. Budi Hermawan, PhD Akademisi STF Dyarkara
*Moderator*
Gerald Kosamah
dilaksanakan pada:
📅Selasa, 26 Mei 2026
🕛10.00 WIB - Selesai
📍The Acacia Hotel Jakarta Pusat
Besar harapan kami agar Bapak/Ibu dapat berkenan hadir dalam kegiatan dimaksud. Atas perhatian dan kesediaannya, kami sampaikan terima kasih.
*Pro Ecclesia et Patria!*