Nusantara Fund

Nusantara Fund Inisiatif bersama AMAN, KPA, dan WALHI untuk mendukung berbagai upaya & inisiatif dari Masyarakat Adat, Petani, Nelayan, Perempuan, dan Generasi Muda.

Nusantara Fund adalah komitmen dari tiga organisasi nasional, yakni: AMAN, KPA, dan WALHI atas berbagai upaya dan inisiatif dari Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal tingkat tapak (seperti Petani, Nelayan, Perempuan, Generasi Muda, dll) dalam memperjuangkan hak-hak dan meningkatkan kualitas hidup dengan tata kelola sumber daya alam, sumber agraria, dan lingkungan hidup yang mandiri, berkeadilan sosial dan berkelanjutan.

Kami segenap keluarga besar Dana Nusantara turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Deny Rahadian, Deputi I BRWA. Semo...
30/04/2026

Kami segenap keluarga besar Dana Nusantara turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Deny Rahadian, Deputi I BRWA. Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kelapangan hati.

Selamat Hari Bumi!🌏Di tengah tekanan terhadap hutan, laut, dan ruang hidup, Masyarakat Adat dan komunitas lokal tetap be...
22/04/2026

Selamat Hari Bumi!🌏

Di tengah tekanan terhadap hutan, laut, dan ruang hidup, Masyarakat Adat dan komunitas lokal tetap berada di garis depan menjaga bumi.

Melalui mekanisme Pendanaan Langsung, Nusantara Fund mendukung Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk mengelola tanah dan sumber daya alam secara berkelanjutan, memastikan keberlanjutan alam dan hak-hak mereka tetap terjaga.




Selamat memperingati Hari Paskah☘️Semoga semangat kebangkitan membawa harapan baru, memperkuat iman, dan menyalakan kemb...
05/04/2026

Selamat memperingati Hari Paskah☘️

Semoga semangat kebangkitan membawa harapan baru, memperkuat iman, dan menyalakan kembali cinta kasih dalam setiap langkah kita.

Jumat Agung bukan sekadar peringatan, melainkan refleksi tentang kasih yang memberi tanpa syarat dan pengorbanan yang me...
03/04/2026

Jumat Agung bukan sekadar peringatan, melainkan refleksi tentang kasih yang memberi tanpa syarat dan pengorbanan yang membuka jalan bagi harapan.

Selamat memperingati Jumat Agung. Semoga damai dan kasih senantiasa menyertai langkah kita.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Di hari kemenangan ini, mari kita rayakan dengan semangat kebersamaan dan ...
20/03/2026

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Di hari kemenangan ini, mari kita rayakan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian. Seperti alam yang selalu memberi, mari kita jaga warisan tanah, air, dan hutan untuk generasi mendatang. Memaafkan, berbagi, dan menjaga kelestarian adalah bagian dari harmoni kehidupan.

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948Semoga damai, harmoni, dan keseimbangan senantiasa menyertai.
19/03/2026

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948

Semoga damai, harmoni, dan keseimbangan senantiasa menyertai.

Bekau Kaki Keling bukan sekadar jejak di batu sungai, melainkan penanda kehadiran leluhur Dayak Iban dan hubungan hidup ...
07/03/2026

Bekau Kaki Keling bukan sekadar jejak di batu sungai, melainkan penanda kehadiran leluhur Dayak Iban dan hubungan hidup antara manusia, alam, dan dunia Panggau. Tanpa ritual adat, situs diyakini kadang tak dapat terlihat, meski tidak berpindah dari tempatnya.
Keberadaan Bekau Kaki Keling kemudian dikukuhkan melalui ritual adat Ngintu Bekau Kaki Keling. Lelaku, doa, dan sesaji dihaturkan sebagai tanda penghormatan dan penerimaan atas kehadiran leluhur.

Pemetaan wilayah, penyusunan tata kelola, serta kesepakatan aturan perlindungan situs dilakukan sebagai bagian dari cara hidup turun-temurun Masyarakat Adat Menua Engkrejai: bahwa menghormati leluhur tak berhenti dengan ritual tapi dengan lelaku dalam menjaga sungai,hutan dan seluruh kehidupan disekitarnya.

Selain pengukuhan situs, penguatan pendidikan adat di tiga komunitas adat Kapuas Hulu memperluas dampak perlindungan pengetahuan dan wilayah adat. Pendidikan adat mendukung regenerasi generasi muda agar memahami adat, menjaga lingkungan, dan mempertahankan wilayah leluhur sebagai satu kesatuan hidup.



05/03/2026

On te sland of South Solor, the Liko Lapak cimmunity turned an ancestral practice, the Kebang system, into a People's Management Area (WKR). They closed reefs, allowing marine life to recover, and combined community science with ancestral knowledge to rebuild the food system they rely on.

The result? Regnerating coal, returning fish, and a replicable model for coastal stewardship across 5 other communities.

When the funding reaches the teritorities directly, ancestral knowledge can nourish our future. A pledge that fund every biome, and whose design is led by the people who lives there.

Direct, predictable funding that reaches terirories lets ancestral knowledge heal ecosystem and sustain communities.

Click link in our bio to read full story


Di Bengkulu, Masyarakat Adat Semende Ulu Nasal, Kutai Teluk Dien, Anghang Sapat, dan Lubuk Kemban membangun kekuatan eko...
05/03/2026

Di Bengkulu, Masyarakat Adat Semende Ulu Nasal, Kutai Teluk Dien, Anghang Sapat, dan Lubuk Kemban membangun kekuatan ekonomi dari kopi yang selama puluhan tahun menjadi sumber hidup mereka.

Keterbatasan pengolahan pasca panen dan ketergantungan pada tengkulak membuat kopi dijual mentah dengan harga murah. Melalui usaha kolektif, mereka membentuk KUMA dan BUMMA, membangun infrastruktur pengolahan, serta memperkuat pengetahuan pengolahan dan pengemasan kopi.

Skema kolektif membagi beban pengelolaan secara adil, membuka jalur distribusi alternatif, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

Masyarakat Adat Laha-Laha dan Rumbia di Sulawesi Selatan—bersama Pengurus Daerah AMAN Sinjai—melakukan pemetaan partisip...
05/03/2026

Masyarakat Adat Laha-Laha dan Rumbia di Sulawesi Selatan—bersama Pengurus Daerah AMAN Sinjai—melakukan pemetaan partisipatif guna melindungi wilayah adat.

Sejak Januari 2025, proses ini berjalan lewat sosialisasi, pelatihan, dan survei lapangan melibatkan lebih dari 700 warga. Para tetua menuturkan batas alam warisan leluhur; Perempuan Adat mendokumentasikan sumber air dan situs ritual sementara Pemuda Adat berlatih menggunakan GPS.

Hasilnya, dua peta wilayah adat seluas lebih dari 3.200 hektar tersusun. Peta ini menjadi dasar advokasi dan langkah menuju pengakuan negara atas wilayah adat Masyarakat Adat Laha-Laha dan Rumbia.

Masyarakat Desa Uelincu, Sulawesi Tengah, sejak lama menggantungkan hidup pada pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)...
03/03/2026

Masyarakat Desa Uelincu, Sulawesi Tengah, sejak lama menggantungkan hidup pada pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di kawasan Hutan Produksi Terbatas seluas 8.393,8 hektare. Namun, sekitar 70 persen kawasan tersebut berada di bawah izin perusahaan kayu, getah pinus, dan pertambangan, yang mempersempit ruang kelola masyarakat.

Bersama Yayasan Panorama Alam Lestari, masyarakat Uelincu kemudian mengupayakan pengakuan wilayah kelola melalui skema perhutanan sosial. Proses didukung pemetaan partisipatif, penguatan kapasitas kelompok, pembentukan Lembaga Pengelola Hutan Desa, serta advokasi di tingkat kabupaten. Dokumen spasial dan persyaratan lain disusun telah diajukan dalam pengusulan perhutanan sosial di tingkat kabupaten dan nasional.

ananusantara

Address

Jalan O Kavling No. 12, RT. 9/RW. 14, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan
Jakarta
12830

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nusantara Fund posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Nusantara Fund:

Share