PIAGAM PENDIRIAN YAYASAN VISI KITA
Segala puji bagi Allah SWT dan orangtua kami yang telah mempersuakan kami dalam ruangan besar pendidikan, lalu memisahkan kami untuk sementara waktu dan mempertemukan kami kembali dalam suatu janji untuk menyebarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial di Republik Indonesia
Dalam ruangan besar itu kami melihat keihlasan,
kesederhanaan, jiwa kemandirian, persaudaraan islam dan jiwa yang bebas. Dalam ruangan besar itu kami diajarkan untuk berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berfikiran bebas. Ruangan besar itu mencita-citakan kami menjadi mukmin, muslim, muhsin yang sepanjang hayat berkomitmen pada perjuangan, menjadi perekat manusia, berjiwa pendidik serta menjadi warga negara yang baik dengan teguh berpegang pada; semangat kelahiran ruangan besar 20 September 1926, janji 28 Oktober 1928, proklamasi kebebasan 17 Agustus 1945, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Dalam ruangan besar itu kami dibisiki bahwa apa yang kami lihat, dengar, rasakan adalah pendidikan. Tetapi pada masa perpisahan/pengabdian kami menyadari bahwa setiap masalah yang kami lihat, dengar dan rasakan adalah tantangan yang wajib dicarikan perbaikan. Kami berpandangan bahwa mencarikan perbaikan adalah perjuangan, dan sejarah perjuangan orang-orang terdahulu mengajarkan bahwa dibutuhkan kebersamaan untuk sebuah perjuangan akbar. Karena sesungguhnya usia manusia itu panjang, usia organisasi juga panjang, namun usia perjuangan jauh lebih panjang lagi. Sebab itu beban perjuangan tidak dapat dilimpahkan kepada orang per orang. Maka, dengan membaca Bismillahirrahmaanirrahim, kami menghimpun dhomir (hati terdalam), mempersatukan fitrah (keinginan akan perbaikan) dalam sebuah ruangan besar pengabdian yang bernama Yayasan Visi Kita. Jakarta, 11 Februari 2012