PUSAKA

PUSAKA Lembaga nirlaba berbasis di Jakarta yang memfokuskan diri pada studi, advokasi dan dokumentasi persoa Pusat Studi dan Dokumentasi Masyarakat Adat (PUSAKA)

10/09/2026

Api berkobar di area proyek PSN Merauke, tidak jauh dari titik 0 KM pembangunan jalan sepanjang 135 KM. Ini bukan satu-satunya titik. Sejumlah titik api terverifikasi tersebar di dalam koridor area PSN Merauke. Kebakaran di kawasan proyek ini telah berulang sejak 17 Agustus hingga hari ini.

Asap tebal membumbung dan menyelimuti kawasan yang terbakar. Visual satelit memperlihatkan jejak asap dari kebakaran yang terjadi di dalam dan sekitar area proyek.

PSN Merauke berada di kawasan gambut dan rawa yang secara alami bergantung pada keberadaan air. Namun, pembangunan jalan 135 KM disertai pengeringan kawasan melalui kanal-kanal besar dan jaringan irigasi.
Keputusan politik telah menyulut api, membakar alam dan ruang hidup masyarakat adat di dalamnya. Karena itu, tuntutan untuk mencabut SK Bupati Merauke yang memberikan legitimasi terhadap pembangunan proyek ini harus terus dikawal.

18 September adalah hari penting. Kawal persidangan untuk mendapatkan putusan yang adil! Sampaikan pesanmu kepada Hakim Perkara untuk menghentikan Proyek Jalan 135 km melalui link bit.ly/HentikanJalan135km

.

08/09/2026

HUTAN TERBAKAR, RUANG HIDUP TERANCAM. CABUT SK BUPATI MERAUKE DAN HENTIKAN PROYEK PEMBANGUNAN JALAN 135KM!

Titik-titik api kembali muncul di Papua Selatan, termasuk di sepanjang koridor proyek pembangunan jalan 135 km menuju Wanam.

Di tengah kebakaran dan pembukaan hutan yang terus berlangsung, masyarakat adat Malind sedang menggugat pembangunan jalan yang mengancam ruang hidup mereka.

Ironisnya, SK Bupati yang menjadi legitimasi pembangunan diterbitkan setelah hutan dibabat.

Hakim kini akan segera menentukan: apakah hukum akan melindungi masyarakat adat dan hutan, atau justru melegitimasi kerusakan yang sudah terjadi?

Tolak jalan 135 km.
Tolak SK Bupati.
Lindungi ruang hidup dan hak-hak masyarakat adat Malind!

Pengadilan PTUN Jayapura akan memutuskan Perkara PSN 135 KM pada 18 September mendatang. Dalam kondisi Papsel menjadi ep...
08/09/2026

Pengadilan PTUN Jayapura akan memutuskan Perkara PSN 135 KM pada 18 September mendatang. Dalam kondisi Papsel menjadi episentrum baru Karhutla ini, apakah hakim akan berpihak ke lingkungan hidup dan masyarakat adat atau justru melanggengkan PSN Papua??



Merauke, 8 Juli 2026, pemerintah daerah dan konsultan penyusun Kerangka Acuan (KA) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan H...
11/07/2026

Merauke, 8 Juli 2026, pemerintah daerah dan konsultan penyusun Kerangka Acuan (KA) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) untuk rencana pembangunan Bandar Udara Wanam baru seluas 1.050 hektar yang terletak di kilometer 28 di jalan Proyek PSN atau Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam – Muting, Distrik Ilwayab dan Ngguti, telah melakukan konsultasi pembahasan KA AMDAL bandar udara Wanam Baru di Swiss-Belhotel, Merauke. Pertemuan konsultasi serupa pernah dilakukan secara luring dan daring pada tahun 2025. Namun sejak awal, masyarakat pemilik tanah menyatakan menolak rencana pembangunan bandar udara di wilayah adat. Lalu mengapa pertemuan seperti ini tetap berlanjut??



Undangan Liputan: Sidang Pembuktian 2 Gugatan SK Kelayakan Lingkungan Bupati Merauke Jalan 135 kmYth. Rekan-rekan Jurnal...
22/06/2026

Undangan Liputan: Sidang Pembuktian 2 Gugatan SK Kelayakan Lingkungan Bupati Merauke Jalan 135 km

Yth. Rekan-rekan Jurnalis/Media

Gugatan terhadap penerbitan SK Bupati atas izin lingkungan untuk pembangunan jalan sepanjang 135 KM memasuki sidang pembuktian kedua.

Dalam sidang sebelumnya, Hakim Ketua Merna Cinthia memerintahkan para pihak agar menghentikan proyek pembangunan jalan 135 km lantaran sidang perkara sedang berlangsung.

Sidang ini menjadi momentum krusial untuk melihat bagaimana negara diminta pertanggungjawaban atas proses penerbitan izin lingkungan atas nama pembangunan.

Kami mengundang kawan-kawan jurnalis untuk menghadiri persidangan yang akan dilaksanakan pada:
🗓️ Selasa, 23 Juni 2026
⏰ 10.00 WIT
📍Pengadilan Tata Usaha Negara Jayapura, Waena

Mari bersama mengawal proses persidangan ini demi transparansi, keadilan lingkungan, dan perlindungan hak-hak Masyarakat Adat Papua.

Atas perhatian dan kehadirannya, kami ucapkan terima kasih.

Narahubung: +62 813-1072-8770

09/06/2026

Pada Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni 2026, aksi serentak dilakukan di beberapa kampung di Papua sebagai bentuk pengingat untuk selalu melindungi alam Papua. Di Bovendigoel, masyarakat bersama-sama melakuan penanaman bibit pohon sagu, makanan utama masyarakat yang diwariskan turun temurun. Simak cerita mereka pada video berikut~

Apa refleksi teman-teman tentang tanah dan hutan Papua pada hari lingkungan hidup? Bagikan di kolom komentar eee





06/06/2026

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia dari Tanah Sorong, Papua

Sementara masyarakat dunia berbicara tentang krisis iklim, di Tanah Papua hutan masih dibongkar, tanah masih terus dijarah dan ruang hidup masyarakat adat terancam oleh kepentingan bisnis perusahaan.

Karenanya kami memilih bertindak, berbuat sesuatu meski itu kecil.

Bersama pemuda adat, perempuan adat, mahasiswa, komunitas lingkungan, dan warga kampung di Asbaken, kami melakukan pembersihan pantai, penanaman pohon, menggelar diskusi dan konsolidasi gerakan akar rumput.

Kami percaya bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal menyelamatkan pohon.

Ini tentang mempertahankan sumber pangan, menjaga hak masyarakat adat, Ini tentang melindungi masa depan generasi yang akan datang.

Hutan adalah kehidupan kami.

Mari terlibat.
Mari bergerak.
Mari menjaga lingkungan hidup dan menghadang laju ekonomi ekstraktif yang terus mengorbankan Tanah Papua.

Baku Jaga! Jaga Papua, Jaga Dunia!

Full video kunjungi segera di youtube Bentala Rakyat.

DariKampungUntukKampung

05/06/2026

Selamat Hari Lingkungan Hidup !!

"Membaca Papua Hari Ini, Membayangkan Papua 10 Tahun Lagi"Membaca Dan Perbuatan Zine BersamaApa yang terjadi di Papua bu...
02/06/2026

"Membaca Papua Hari Ini, Membayangkan Papua 10 Tahun Lagi"

Membaca Dan Perbuatan Zine Bersama

Apa yang terjadi di Papua bukan hanya tentang Papua. Itu tentang kita semua yang hidup dalam sistem yang sama, yang menindas demi keuntungan segelintir orang.

Lewat membaca dan lokakarya zine ini, kita menghubungkan cerita-cerita dari Papua, dari kota-kota besar, dari kampung halaman kita. Karena seperti kata Mandela: “Kemerdekaanmu dan kemerdekaanku tidak bisa dipisahkan.”

Selain itu kita akan diajak secara bersama-sama untuk melihat Papua Hari ini Dan membayangkan apa yang terjadi di Papua 10 tahun lagi. Apakah kita membayangkanya dengan penuh harapan atau justru tidak ada harapan sama sekali.

Mari kita bertemu dan membaca. Untuk kemerdekaan bersama. ✊🏽

Waktu: Sabtu, 5 Juni 2025, pukul 16.00-18.00
Tempat: Secretariat PHI (Jl. Tebet Barat Dalam Raya No.40, Jakarta Selatan.

Kami sadar banyak teman-teman yang ingin terlibat tetapi tidak memiliki banyak literatur tentang Papua untuk itu kami membuka ruang untuk teman-teman sekalian yang ingin mendonasikan bukunya atau saling tukar/pinjam buku yang dimiliki.

Registrasi di bit.ly/HarlahPHI2026

Address

Jalan Palapa XI No. 22, RT. 7/RW . 5
Jakarta
12520

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+12127874913

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PUSAKA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to PUSAKA:

Shortcuts

Share