PUSAKA

PUSAKA Lembaga nirlaba berbasis di Jakarta yang memfokuskan diri pada studi, advokasi dan dokumentasi persoa Pusat Studi dan Dokumentasi Masyarakat Adat (PUSAKA)
(1)

06/06/2026

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia dari Tanah Sorong, Papua

Sementara masyarakat dunia berbicara tentang krisis iklim, di Tanah Papua hutan masih dibongkar, tanah masih terus dijarah dan ruang hidup masyarakat adat terancam oleh kepentingan bisnis perusahaan.

Karenanya kami memilih bertindak, berbuat sesuatu meski itu kecil.

Bersama pemuda adat, perempuan adat, mahasiswa, komunitas lingkungan, dan warga kampung di Asbaken, kami melakukan pembersihan pantai, penanaman pohon, menggelar diskusi dan konsolidasi gerakan akar rumput.

Kami percaya bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal menyelamatkan pohon.

Ini tentang mempertahankan sumber pangan, menjaga hak masyarakat adat, Ini tentang melindungi masa depan generasi yang akan datang.

Hutan adalah kehidupan kami.

Mari terlibat.
Mari bergerak.
Mari menjaga lingkungan hidup dan menghadang laju ekonomi ekstraktif yang terus mengorbankan Tanah Papua.

Baku Jaga! Jaga Papua, Jaga Dunia!

Full video kunjungi segera di youtube Bentala Rakyat.

DariKampungUntukKampung

05/06/2026

Selamat Hari Lingkungan Hidup !!

"Membaca Papua Hari Ini, Membayangkan Papua 10 Tahun Lagi"Membaca Dan Perbuatan Zine BersamaApa yang terjadi di Papua bu...
02/06/2026

"Membaca Papua Hari Ini, Membayangkan Papua 10 Tahun Lagi"

Membaca Dan Perbuatan Zine Bersama

Apa yang terjadi di Papua bukan hanya tentang Papua. Itu tentang kita semua yang hidup dalam sistem yang sama, yang menindas demi keuntungan segelintir orang.

Lewat membaca dan lokakarya zine ini, kita menghubungkan cerita-cerita dari Papua, dari kota-kota besar, dari kampung halaman kita. Karena seperti kata Mandela: “Kemerdekaanmu dan kemerdekaanku tidak bisa dipisahkan.”

Selain itu kita akan diajak secara bersama-sama untuk melihat Papua Hari ini Dan membayangkan apa yang terjadi di Papua 10 tahun lagi. Apakah kita membayangkanya dengan penuh harapan atau justru tidak ada harapan sama sekali.

Mari kita bertemu dan membaca. Untuk kemerdekaan bersama. ✊🏽

Waktu: Sabtu, 5 Juni 2025, pukul 16.00-18.00
Tempat: Secretariat PHI (Jl. Tebet Barat Dalam Raya No.40, Jakarta Selatan.

Kami sadar banyak teman-teman yang ingin terlibat tetapi tidak memiliki banyak literatur tentang Papua untuk itu kami membuka ruang untuk teman-teman sekalian yang ingin mendonasikan bukunya atau saling tukar/pinjam buku yang dimiliki.

Registrasi di bit.ly/HarlahPHI2026

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2026Di saat kebanyakan masyarakat perkotaan berbicara tentang krisis iklim melalui angka, ...
01/06/2026

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2026

Di saat kebanyakan masyarakat perkotaan berbicara tentang krisis iklim melalui angka, grafik, dan target pengurangan emisi, banyak masyarakat adat di Papua mengalaminya sebagai kenyataan sehari-hari.
Krisis iklim hadir dalam bentuk hutan yang hilang, sungai yang tercemar, musim yang berubah, sumber pangan yang semakin sulit ditemukan, hingga ruang hidup yang terus menyempit akibat ekspansi berbagai proyek industri dan ekstraktif.

Di Papua, persoalan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari persoalan keadilan. Kenyataanya, kerusakan ekologis sering kali berjalan beriringan dengan perampasan tanah adat, hilangnya hak-hak masyarakat adat, dan kebijakan pembangunan yang lebih mengutamakan investasi daripada keselamatan manusia dan alam.

Padahal, hutan Papua bukan sekadar hamparan pohon. Ia adalah rumah, sumber kehidupan, ruang budaya, sekaligus benteng penting dalam menjaga keseimbangan iklim dunia.

Karena itu, memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan hanya tentang menanam pohon atau berbicara soal emisi karbon. Ini juga tentang mendengar suara kampung-kampung yang selama ini menjaga hutan, mengakui hak masyarakat adat atas tanah dan wilayahnya, serta memastikan bahwa pembangunan tidak dibangun di atas penghancuran ruang hidup mereka.

Melalui Gerakan Perlawanan Kecil dari Kampung untuk Kampung, masyarakat adat dan berbagai komunitas di Tanah Papua terus memperkuat solidaritas, menjaga hutan, mempertahankan ruang hidup, dan merawat masa depan bersama.
Sebab keadilan iklim tidak akan terwujud tanpa keadilan bagi masyarakat adat.

5 Juni 2026
Di kampung-kampung seluruh Tanah Papua





Tanggapan tim kolaborasi Pesta Babi, Sabtu, 30 Mei 2026Mama Yasinta Moiwend adalah seorang tokoh perempuan adat Malind y...
30/05/2026

Tanggapan tim kolaborasi Pesta Babi, Sabtu, 30 Mei 2026

Mama Yasinta Moiwend adalah seorang tokoh perempuan adat Malind yang sudah lama berjuang untuk diri dan komunitasnya, jauh sebelum proses pembuatan film dokumenter ini berlangsung. Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini.

Setelah videonya beredar pada Sabtu malam, 23 Mei lalu, hingga mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat, 29 Mei, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui langsung. Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya.

Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua.

Kolaborator film Pesta Babi:
Ekspedisi Indonesia Baru
Greenpeace Indonesia
Jubi Media
LBH Papua Merauke
Pusaka Bentala Rakyat
Watchdoc

Narahubung: +628111463105

Jalan Konstitusional Kisah perjuangan Suku Afsya memperlihatkan satu hal penting, apa itu? Yakni pengakuan masyarakat ad...
29/05/2026

Jalan Konstitusional

Kisah perjuangan Suku Afsya memperlihatkan satu hal penting, apa itu? Yakni pengakuan masyarakat adat di Indonesia masih jauh dari keadilan sosial.

Negara masih melihat tanah adat melalui kacamata administrasi dan investasi, bukan sebagai ruang hidup yang harus dilindungi. Akibatnya, masyarakat adat dipaksa menjalani proses panjang dan rumit hanya untuk mendapatkan pengakuan atas wilayah yang telah mereka jaga turun-temurun. Jika tidak melaluinya, mereka akan tersingkir dari tanahnya sendiri.

Masyarakat Afsya telah melalui pemetaan partisipatif, musyawarah batas wilayah, pengajuan ke pemerintah daerah, hingga verifikasi KLHK. Namun setelah perjuangan bertahun-tahun, wilayah adat yang diakui justru dipangkas karena bertabrakan dengan kepentingan perusahaan sawit yang kembali aktif. Situasi ini memperlihatkan bagaimana hukum sering kali lebih sigap melindungi kepentingan bisnis dibanding melindungi hak masyarakat adat dan hutan mereka.

Jika melihat banyak kasus lain di Papua, rintangan yang tampak disengaja dan keberpihakan hukum kepada perusahaan tampak telah menjadi pola yang terus berulang. Tanpa dukungan masyarakat luas, rezim hukum yang tidak adil ini akan terus bertahan. Dampaknya, Papua terancam kehilangan hutan dalam skala yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.

Solidaritas untuk masyarakat adat Papua harus terus diperkuat. Dukung perjuangan mereka menjaga tanah dan hutan adat dari perampasan demi kepentingan industri ekstraktif. Sahkan RUU Masyarakat Adat sekarang juga!

Mari Bersolidaritas untuk Selamatkan Hutan Alam Papua!Tim advokasi Selamatkan Hutan dan Masyarakat Adat Papua secara res...
24/05/2026

Mari Bersolidaritas untuk Selamatkan Hutan Alam Papua!

Tim advokasi Selamatkan Hutan dan Masyarakat Adat Papua secara resmi mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terhadap keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 591 Tahun 2025 tentang Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan yang digunakan untuk Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air di Papua Selatan bagian dari Program Strategis Nasional.

Gugatan yang dilakukan oleh sejumlah warga Papua ini merupakan respon atas perubahan dan pelepasan kawasan hutan seluas 486.939 hektar di Provinsi Papua Selatan yang berimplikasi langsung terhadap hilangnya ruang hidup masyarakat adat yang secara turun temurun telah memiliki relasi sejarah, budaya, pengetahuan, pangan, dan ekonomi terhadap hutan Papua.

Atas situasi tersebut, Tim Advokasi Selamatkan Hutan dan Masyarakat Adat Papua bermaksud mengundang rekan-rekan semua untuk bersolidaritas dalam gugatan SK 591/2025 dengan tema “486.939 Hutan Papua Hilang Atas Nama Proyek Strategis Nasional.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

✨ Hari: Senin, 25 Mei 2026
🕘 Pukul: 10.00 WIB-selesai
🏛️ Tempat: Jalan A. Sentra Primer Baru Timur, Pulo Gebang Jakarta Timur 13950 (PTUN Jakarta)

[Panggilan Menulis Hari Keanekaragaman Hayati] Manusia Papua dengan Alamnya: Cerita Tentang Hubungan Manusia Papua denga...
22/05/2026

[Panggilan Menulis Hari Keanekaragaman Hayati]

Manusia Papua dengan Alamnya: Cerita Tentang Hubungan Manusia Papua dengan Tumbuhan dan Hewan yang Menghidupinya

Di tengah gempuran ekonomi ekstraktif yang melihat alam sekadar sebagai instrumen meraup profit, masyarakat adat Papua justru menempatkan alam sebagai ruang hidup yang sakral. Tumbuhan seperti sagu atau wati bukan sekadar bahan pangan, melainkan "Mama" yang memberi kehidupan dan mengikat relasi sosial-ekologis secara mendalam.

Pengetahuan lokal tentang benih, obat tradisional, dan cara berburu/bertani di kampung-kampung adalah bentuk nyata dari sistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Sayangnya, ruang-ruang ini terus terancam oleh perampasan ekologis.

Melalui Panggilan Menulis Hari Keanekaragaman Hayati 2026, kami mengajak kawan-kawan Papua untuk tidak membiarkan sejarah kita ditulis oleh orang melihat Papua dengan perspektif kolonial. Tuliskan ceritamu tentang pangan lokal, ingatan masa kecil, peran perempuan, hingga kritik atas apa yang hari menjadi pengalaman kita.

Tulisanmu akan menjadi bagian dari gerakan advokasi dan pengorganisiran rakyat melalui Majalah KAMPUNG (PUSAKA)

Mari rebut kembali narasi ruang hidup kita melalui tulisan!!

Hai teman-teman saat ini film Pesta Babi resmi tayang melalui Youtub kolaborasi JubiTV, Greenpeace Indonesia, Watchdoc, ...
22/05/2026

Hai teman-teman saat ini film Pesta Babi resmi tayang melalui Youtub kolaborasi JubiTV, Greenpeace Indonesia, Watchdoc, Pusaka Bentala Rakyat dan LBH Papua Merauke.

Jangan berhenti untuk terus membicarakan dan mendiskusikan apa-apa saja yang ada di dalam film ini.

Mari perkuat barisan solidaritas meski intimidasi, serangan dan teror terus menghantui gerakan ini.

Kami percaya melalui ruang-ruang diskusi dan konsolidasi yang terbentuk melalui film ini kita dapat membangun empati, gagasan dan semangat merebut keadilan!

Kasi lanjut nobarnya ya gaes!

Di balik ekspansi sawit di Papua, ada pola lama yang terus berulang: tanah adat dianggap tanah kosong, hutan dijadikan k...
14/05/2026

Di balik ekspansi sawit di Papua, ada pola lama yang terus berulang: tanah adat dianggap tanah kosong, hutan dijadikan komoditas, dan masyarakat adat dipinggirkan lewat rezim izin, administrasi, dan putusan hukum.

Kasus PT ASI di Sorong Selatan menunjukkan itu dengan jelas. Masyarakat adat Afsya sejak awal menolak perkebunan sawit di tanah mereka. Bagi mereka, hutan bukan sekadar lahan ekonomi, tapi sumber hidup dan warisan generasi.

Evaluasi perizinan tahun 2021 menemukan berbagai masalah serius pada izin perusahaan. Pemerintah daerah bahkan sempat mencabut izin lokasi dan izin usaha PT ASI. Langkah ini didukung masyarakat adat, pemuda, mahasiswa, dan organisasi sipil.

Namun ketika perusahaan menang di tingkat banding dan kasasi, terlihat bagaimana hukum di Indonesia bertindak melindungi kepentingan modal dibanding hak masyarakat adat.
Padahal di atas kertas konstitusi dan UU Otsus Papua mengakui hak masyarakat adat untuk menerima atau menolak penggunaan wilayah adat mereka.

Perjuangan masyarakat adat Afsya adalah gambaran tentang perebutan tanah dan sumber daya di Papua atas nama investasi dan pembangunan.

Kalau masyarakat adat sudah menolak dan izin bermasalah, lalu pembangunan ini sebenarnya untuk siapa?
Mari dukung kampanye dan perjuangan masyarakat adat di Papua!!

Address

Jalan Palapa XI No. 22, RT. 7/RW . 5
Jakarta
12520

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+12127874913

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PUSAKA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to PUSAKA:

Share