UNICEF Indonesia

UNICEF Indonesia UNICEF tersebar di lebih dari 190 negara di seluruh dunia, membantu anak-anak untuk bertahan hidup dan berkembang maksimal dari usia dini hingga remaja.
(1504)

Kegiatan UNICEF di Indonesia terfokus erat pada perempuan dan anak yang paling rentan dan terpinggirkan, dan bertujuan untuk mendukung kemajuan berkelanjutan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) dengan fokus untuk mengurangi kesenjangan – memastikan bahwa kemajuan tersebut juga dialami mereka yang saat ini masih terabaikan, atau belum mendapatkan manfaat dari kemajuan yang sudah dialam

i oleh sebagian besar penduduk Indonesia.

---
UNICEF menyambut dan mendukung dialog & percakapan di komunitas Facebook kami. Namun, kami berhak menghapus konten atau memblokir profil yang melakukan tindakan berikut:

• Trolling, menggunakan bahasa tidak pantas, dan perundungan daring (cyberbullying)
• Menyebarkan kebohongan yang tidak didasarkan bukti ilmiah
• Promosi/iklan komersial produk atau layanan

Komunitas Facebook kami adalah tempat yang aman untuk belajar, berdiskusi, dan menjalankan berbagai cara untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia. Kami membutuhkan dukungan Anda bagi UNICEF untuk memenuhi misi ini.

Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak adalah salah satu fondasi penting bagi kesehatan mental anak. Ketika a...
08/05/2026

Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak adalah salah satu fondasi penting bagi kesehatan mental anak. Ketika anak merasa didengar dan dipahami, mereka akan lebih berani mengekspresikan diri, lebih percaya diri, dan paham bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan.

Yuk, mulai dari hal sederhana seperti mendengar tanpa menghakimi dan memberi ruang untuk bercerita, seperti tips berikut ini ➡

--
Kunjungi Kampung Pengasuhan UNICEF untuk beragam tips pengasuhan lainnya: unicef.link/pengasuhan

Tanpa akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan inklusif, anak-anak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keter...
02/05/2026

Tanpa akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan inklusif, anak-anak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dasar, termasuk literasi dan numerasi.

UNICEF mendukung upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak bisa mendapatkan haknya atas pendidikan, sejak usia dini.

Baca cerita Bertha, seorang guru di Pusat Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) di Papua Barat yang terus belajar untuk menciptakan ruang belajar yang lebih efektif dan interaktif bagi anak-anak ➡️https://unicef.link/4mZzaah

“Setiap melihat anak-anak seusianya ke sekolah, Rere hanya bisa terdiam dan bilang kalau ia juga mau seperti mereka, pak...
29/04/2026

“Setiap melihat anak-anak seusianya ke sekolah, Rere hanya bisa terdiam dan bilang kalau ia juga mau seperti mereka, pakai seragam dan berangkat ke sekolah,” kenang Misyati, ibunya.​

Rere, 11, penyandang tuli dan bisu, hanya bisa bermimpi untuk sekolah. Sejak lulus dari PAUD, tidak ada sekolah di sekitar rumahnya yang mau menerima Rere karena disabilitas yang ia miliki. Alhasil, Rere harus mengubur mimpinya, dan hanya bisa menyaksikan anak-anak seusianya berjalan ke sekolah dengan seragam mereka sambil bermain dan tertawa.​

Untuk mendukung Rere agar bisa kembali bersekolah, pemerintah dengan dukungan UNICEF melalui program Penanganan Anak Tidak Sekolah berhasil menjangkau anak-anak yang putus sekolah, termasuk Rere, dan memberikan dukungan agar mereka bisa kembali bersekolah.​

Kini, bertahun-tahun setelah putus sekolah, Rere bisa kembali melanjutkan pendidikannya, mengejar impian yang lama ia kubur untuk menggapai cita-citanya.​

Rana (17), Mitra Muda asal Bandung ini aktif menyuarakan pentingnya kesiapsiagaan bencana untuk anak muda sejak 2022.Di ...
26/04/2026

Rana (17), Mitra Muda asal Bandung ini aktif menyuarakan pentingnya kesiapsiagaan bencana untuk anak muda sejak 2022.

Di tengah kesehariannya sebagai pelajar, Rana tetap konsisten turun ke lapangan untuk berbagi edukasi tentang kesiapsiagaan bencana di sejumlah TK di Kabupaten Bandung Barat.

Bagi Rana, keterlibatan anak muda itu sangat penting karena anak-anak dan remaja sering jadi kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi.

Yuk, simak cerita Rana di bawah ini!

“Perempuan kenapa pilih teknologi?”Bukannya ragu, pertanyaan itu justru membuat Nikmah, 18, jadi bersemangat untuk membu...
23/04/2026

“Perempuan kenapa pilih teknologi?”

Bukannya ragu, pertanyaan itu justru membuat Nikmah, 18, jadi bersemangat untuk membuktikan pilihannya. Meski tanpa latar belakang teknologi, Nikmah yakin bahwa ia bisa belajar dan turut berinovasi untuk membuat perubahan yang bermakna.

Bersama Pemerintah, UNICEF mendukung upaya untuk membekali Nikmah dan banyak remaja perempuan lainnya dengan keterampilan digital agar mereka dapat berdaya di abad ke-21.

Yuk, kita dukung banyak Nikmah lainnya agar berani bermimpi dan mewujudkan impiannya di bidang apapun!

Di setiap anak yang terlindungi imunisasi, ada semangat Kartini yang hidup di garis depan.​Seperti Bidan Susi di Garut, ...
21/04/2026

Di setiap anak yang terlindungi imunisasi, ada semangat Kartini yang hidup di garis depan.​

Seperti Bidan Susi di Garut, Jawa Barat, yang tak lelah melangkah, mengedukasi, dan memastikan lebih banyak anak mendapatkan haknya untuk hidup sehat, karena perubahan dimulai dari keberanian untuk peduli dan bertindak.​

Terima kasih untuk para tenaga kesehatan, para Kartini masa kini, yang berjuang 💙​

Di setiap anak yang terlindungi imunisasi, ada semangat Kartini yang hidup di garis depan.​Seperti Bidan Susi di Garut, ...
21/04/2026

Di setiap anak yang terlindungi imunisasi, ada semangat Kartini yang hidup di garis depan.​

Seperti Bidan Susi di Garut, Jawa Barat, yang tak lelah melangkah, mengedukasi, dan memastikan lebih banyak anak mendapatkan haknya untuk sehat, karena perubahan dimulai dari keberanian untuk peduli dan bertindak.​

Terima kasih untuk para tenaga kesehatan, para Kartini masa kini, yang berjuang 💙​

“Salah satu teman menerima konten tidak pantas secara online. Dia sangat tidak nyaman, tapi tidak tahu harus berbuat apa...
14/04/2026

“Salah satu teman menerima konten tidak pantas secara online. Dia sangat tidak nyaman, tapi tidak tahu harus berbuat apa. Pada akhirnya, dia melukai dirinya sendiri karena merasa sangat kewalahan," ungkap Shelda, 18, siswi SLB di Semarang, Jawa Tengah, saat sedang mensosialisasikan kekerasan dan eksploitasi seksual anak di ranah daring di momen Car Free Day.​

Pengalaman temannya Shelda menjadi pengingat bagi kita semua, karena faktanya, 42% anak merasa tidak nyaman atau takut dengan pengalaman daring mereka dan 50,3% anak telah melihat konten bermuatan seksual melalui media sosial (UNICEF, 2023)​

UNICEF mendukung pemerintah dalam upaya memperkuat perlindungan anak di ranah daring melalui advokasi kebijkan, penelitian berbasis bukti dan sosialisasi mengenai risiko kejahatan secara online bagi anak, orang tua, guru dan penyedia layanan, agar setiap anak, termasuk anak dengan disabilitas, tahu bagaimana berinternet yang aman dan ke mana harus mencari bantuan saat dibutuhkan.​

Mari ciptakan ruang digital yang aman. Jangan biarkan anak berjuang sendiri menghadapi ancaman di balik layar.​

Tahu enggak kalau penting buat kamu untuk menjaga kesehatan jiwamu sendiri? Ayo baca sampai akhir untuk cari tahu carany...
06/04/2026

Tahu enggak kalau penting buat kamu untuk menjaga kesehatan jiwamu sendiri? Ayo baca sampai akhir untuk cari tahu caranya.

Mana dari 5 poin ini yang mau kamu lakukan? Yuk cerita!

UNICEF Indonesia melalui Komite Korea untuk UNICEF baru saja menjalin komitmen baru dengan SM Entertainment untuk masa d...
30/03/2026

UNICEF Indonesia melalui Komite Korea untuk UNICEF baru saja menjalin komitmen baru dengan SM Entertainment untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Acara penandatanganan kerja sama ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Jiwoo dan Carmen dari yang turut memberikan dukungan penuh.

💙

Melalui kolaborasi ini, sebanyak 60 sekolah di Indonesia akan dilengkapi dengan fasilitas toilet yang terpisah bagi laki-laki dan perempuan. Selain itu, sistem pemantauan kualitas air juga akan diterapkan untuk memastikan lingkungan sanitasi yang lebih baik bagi anak-anak.

Tak hanya itu, program edukasi ramah lingkungan akan hadir di 45 sekolah untuk mendukung anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berperan aktif dalam menjaga bumi.
Mari pastikan setiap anak dapat belajar dan tumbuh di lingkungan yang aman.

Kamu pasti sering pakai air di rumah kan? Hati-hati pasokan airmu terus berkurang.Ini dia tiga (3) cara supaya kamu bisa...
26/03/2026

Kamu pasti sering pakai air di rumah kan? Hati-hati pasokan airmu terus berkurang.

Ini dia tiga (3) cara supaya kamu bisa terus pakai airmu tanpa khawatir!

Address

World Trade Center 2, 22nd Floor, Jalan Jend. Sudirman Kav. 29
Jakarta
12920

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when UNICEF Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to UNICEF Indonesia:

Share