06/02/2014
Apa sih sebenarnya maksud dari diversifikasi?
Mengapa penting sekali untuk menyadari akan pentingnya arti diversifikasi dalam sebuah investasi?
Diversifikasi itu sendiri artinya adalah: Membagi..
Pertanyaan selanjutnya, membagi seperti apa, dan apakah semua dibagi sama rata?
Sebelum kita membagi dana investasi kita sebaiknya kita kenali dulu tingkat resikonya,
Kalau kita mau mengkombinasikan, antara jangka waktu dengan tujuan dan profile resiko, sudah sepatutnya kita membagi-bagi dan menempatkannya ke beberapa instrumen keuangan yang berbeda.
Dalam perjalanannya, sebuah investasi dalam hal apapun tidak akan selalunya mengalami kenaikan. Ada masanya investasi akan mengalami penurunan, tetapii untuk jangka waktu yang panjang, pasti investasi tersebut akan naik(disclaimer on).
Untuk itu, kita harus melakukan keseimbangan dan menempatkan investasi kita ke beberapa aspek, atau dengan pengertian sesederhana ini : kalau si A turun, berarti si B akan naik. Jika si B merugi masih ada si C yang menghasilkan keuntungan. Disinilah pentingnya diversifikasi.
"Sehingga tercipta keseimbangan agar ketika pasar mengalami kolaps, tidak secara keseluruhan investasi yang kita tempatkan akan seluruhnya hilang, layaknya menaruh telur dalam satu keranjang, dan keranjang kita jatuh sehingga semua bertebaran, dengan kata lain jangan menaruh telur dalam satu keranjang"
Contoh :
Untuk sebuah instrumen investasi yang agresif seperti saham sekalipun, ternyata dapat terjadi diversifikasi di dalamnya. Yaitu dengan memilih komoditi apa yang kita inginkan.
Pemilihan saham di Consumer goods, perbankan, industri, saham-saham milik BUMN, Pertambangan, Property atau perumahan, dan lain lain, sudah merupakan suatu bentuk diversifikasi tersendiri. Karena di sini dapat terlihat bahwa tidak melulunya kita hanya memiliki atau membeli saham perbankan saja, yang meskipun (misalnya) kita memiliki beberapa macam saham perbank-an namun tetap saja kita hanya berinvestasi di sektor perbankan.
Penyebaran Risiko
Oleh karena itu, jawabannya adalah menerima bahwa ketidakpastian itu ada. Dan ia akan mendatangkan sebuah kunci pas dalam rencana Anda, dan hal itulah yang perlu direncanakan. Dengan kata lain, strategi investasi Anda harus meliputi kemampuan untuk menyebar risiko portofolio investasi Anda. Jadi, akan bijaksana jika Anda merancang strategi keuangan yang mencakup kelompok berikut ini:
Kas – cukup untuk biaya hidup selama satu bulan
Tabungan – cadangan dana untuk keadaan darurat
Saham – keuntungan dari dividen dan pertumbuhan nilai saham
Obligasi Pendapatan Tetap – investasi yang stabil untuk jaminan masa depan
Komoditas – Emas, Perak dan sejenisnya, relative stabil dan cenderung meningkat.
Properti, pemilihan property pada daerah yang strategis akan meningkatkan nilai jual untuk tahun-tahun mendatang, merupakan investasi yang aman.
Yakin untung, pasti untung!
[KSI/solusikeuanganoke.blogspot.com]