Yayasan Cahaya Guru

Yayasan Cahaya Guru Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yayasan Cahaya Guru, Non-Governmental Organization (NGO), The Manhattan Square Building, Mid Tower 12th Floor Unit F Jalan TB Simatupang Kav 1-s, Jakarta.

Serunya Siswa-Siswi SMKN 53 Jakarta Bermain Boardgame CUANSMKN 53 Jakarta — Belajar mengelola keuangan tidak selalu haru...
26/08/2026

Serunya Siswa-Siswi SMKN 53 Jakarta Bermain Boardgame CUAN

SMKN 53 Jakarta — Belajar mengelola keuangan tidak selalu harus melalui ceramah atau buku teks. Di SMKN 53 Jakarta, siswa diajak memahami literasi keuangan melalui Board Game “CUAN”.

Pada 13 Agustus 2026, CUAN dimainkan dalam kegiatan belajar di kelas yang melibatkan sekitar 35 peserta serta kegiatan ekstrakurikuler dengan 6–10 peserta. Guru sekaligus fasilitator, Endang Suhartini dan Dayat Solikin, mendampingi kegiatan yang berlangsung sekitar 30–60 menit.

Endang mengatakan kegiatan berlangsung santai dan menyenangkan. Menurutnya, permainan membantu siswa memahami pengelolaan keuangan, termasuk pentingnya investasi. Bagian yang menarik bagi peserta adalah ketika harus menentukan pilihan terkait belanja kebutuhan.

Pengalaman serupa disampaikan Dayat. Ia melihat siswa antusias mengikuti permainan. “Kegiatan berlangsung seru, siswa-siswi antusias mengikuti Game CUAN,” ujarnya.

Bagi Dayat, pembelajaran terpenting adalah memahami cara mengatur uang dengan bijak. Bagian kartu event juga menjadi salah satu yang paling menarik karena pemain harus menghadapi situasi yang mengharuskan mereka mengeluarkan uang dan mengambil keputusan.

Respons peserta maupun guru sangat positif. Endang memberikan nilai 9/10 untuk kesenangan dan 8/10 untuk kemudahan permainan. Sementara Dayat memberikan nilai 10/10 untuk keduanya.

Keduanya menyatakan ingin memainkan CUAN kembali dan menilai permainan ini cocok digunakan di sekolah. Untuk pengembangan, Endang menyarankan pendampingan yang lebih profesional, sedangkan Dayat berharap kartu CUAN dapat diproduksi lebih banyak.

Pengalaman di SMKN 53 Jakarta menunjukkan bahwa literasi keuangan dapat dipelajari melalui pengalaman yang interaktif. Melalui permainan, siswa tidak hanya memahami konsep pengelolaan uang, tetapi juga berlatih mengambil keputusan, menentukan prioritas, dan memahami konsekuensi dari pilihan keuangan mereka.

Boardgame CUAN adalah permainan literasi keuangan yang dikembangkan dan dan didukung oleh .investments

Jadi, kamu kapan mau memainkan boardgame CUAN?

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAWSemoga keteladanan Rasulullah SAW senantiasa menginspirasi kita untuk menum...
25/08/2026

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Semoga keteladanan Rasulullah SAW senantiasa menginspirasi kita untuk menumbuhkan kasih sayang, menghargai keberagaman, menjunjung kemanusiaan, serta membangun perdamaian dalam kehidupan bersama.

Mari terus menghadirkan pendidikan yang mencerahkan, memanusiakan, dan menumbuhkan generasi yang berempati dan menghormati perbedaan.

Meneladani Akhlak Rasulullah,
Mewujudkan Pendidikan yang Mencerahkan dan Memanusiakan.

— Yayasan Cahaya Guru

17/08/2026

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan.

Kemerdekaan juga berarti cakap dan kuat memerintah diri sendiri: mengendalikan emosi, menentukan pilihan, dan bertanggung jawab atas tindakan.

Karena manusia merdeka bukan yang bebas melakukan apa saja, tetapi yang mampu mengatur dirinya sendiri.

Selamat HUT ke-81 Republik Indonesia!
Dirgahayu Indonesia. Merdeka!

Masih ingatkah Anda dengan Peristiwa Rengasdengklok?Pada 16 Agustus 1945, sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesi...
15/08/2026

Masih ingatkah Anda dengan Peristiwa Rengasdengklok?

Pada 16 Agustus 1945, sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, terjadi sebuah peristiwa penting yang mengubah arah sejarah bangsa.

Peristiwa “penculikan” Soekarno dan Mohammad Hatta oleh para pemuda di Rengasdengklok, di baliknya ada perdebatan besar: kapan dan bagaimana Indonesia harus menyatakan kemerdekaannya?

Golongan muda seperti Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh mendesak agar kemerdekaan segera diproklamasikan tanpa menunggu keputusan Jepang. Mereka percaya bahwa kemerdekaan harus lahir dari kehendak bangsa Indonesia sendiri.

Soekarno dan Hatta kemudian dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk dijauhkan dari pengaruh Jepang. Di sana, para pemuda terus meyakinkan bahwa kesempatan emas untuk merdeka tidak boleh dilewatkan.

Melalui perundingan Achmad Soebardjo dengan para pemuda, akhirnya tercapai kesepakatan: Proklamasi Kemerdekaan akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945.

Malam harinya, Soekarno, Hatta, dan para tokoh bangsa kembali ke Jakarta untuk menyusun naskah proklamasi. Esok paginya, tepat pukul 10.00 WIB, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan.

Rengasdengklok mengajarkan bahwa perbedaan pandangan bukan penghalang untuk mencapai tujuan bersama. Dari keberanian, perdebatan, dan persatuan para pemuda serta tokoh bangsa, Merdekalah Republik Indonesia.

Sejarah adalah pengingat bahwa masa depan bangsa selalu dibangun oleh keberanian generasi muda.

15/08/2026

Gempa M 7,7 PRAY FOR NTT 🤍

Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8) pagi.

Berdasarkan pembaruan BMKG, gempa berkekuatan M7,7 terjadi pukul 04.58 WIB, dengan pusat gempa sekitar 30 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 km. Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.

BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB. Masyarakat tetap diimbau tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah setempat.

Di tengah situasi ini, mari kita doakan keselamatan masyarakat NTT, terutama anak-anak, keluarga, guru, dan seluruh warga yang terdampak.

Semoga semua diberi keselamatan, kekuatan, dan perlindungan. 🤲

14/08/2026

Viral! Kelas Jadi Arena Ninja Warior, Keselamatan Anak Tetap Harus Jadi Yang Utama Ya

Anak-anak memang punya energi yang luar biasa. Sedikit ruang kosong bisa berubah menjadi arena petualangan. Bahkan, ruang kelas pun bisa mendadak terasa seperti arena Ninja Warrior. 🤸‍♂️

Video ini mungkin mengundang senyum. Namun, di balik tingkah lincah anak-anak, ada tanggung jawab besar yang tidak boleh diabaikan: keselamatan mereka.

Guru tidak mungkin mengawasi setiap gerakan dalam hitungan detik. Karena itu, penting bagi sekolah untuk membangun budaya aman di kelas—mulai dari mengingatkan aturan, mengawasi aktivitas siswa, hingga memastikan lingkungan belajar tidak memicu risiko cedera.

Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002). Anak berhak memperoleh perlindungan selama berada di lingkungan pendidikan. Sekolah dan pendidik memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik selama kegiatan belajar.

Bagaimana menurut Anda? Pernah mengalami situasi serupa di kelas?

🎥 Credit:

Belajar Mengelola Keuangan Lewat Permainan CUANSebanyak 48 siswa SMKN 2 Bogor mengikuti implementasi Board Game CUAN (Ca...
13/08/2026

Belajar Mengelola Keuangan Lewat Permainan CUAN

Sebanyak 48 siswa SMKN 2 Bogor mengikuti implementasi Board Game CUAN (Cara Untung Atur Uang) dalam pembelajaran di kelas pada 2 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 1–2 jam ini dipandu oleh guru, Hasbi Fathoni.

Pada awal permainan, siswa masih terlihat bingung memahami aturan dan strategi. Namun, setelah permainan berjalan, mereka mulai memahami cara mengelola uang dan mengambil keputusan finansial.

Para siswa menyampaikan bahwa mereka memperoleh pemahaman mengenai pentingnya berinvestasi untuk meningkatkan keuntungan di masa depan. Selain itu, mereka juga belajar bahwa setiap keputusan finansial harus dilakukan secara hati-hati dan tidak didorong oleh sikap serakah, terutama saat menghadapi kartu event yang mengandung risiko.

Menariknya, beberapa kelompok memilih tidak mengambil kartu "event" ketika kondisi keuangan mereka sudah cukup. Pilihan ini menunjukkan bahwa siswa mulai mempertimbangkan risiko dan tidak sekadar mengejar keuntungan.

Melalui permainan CUAN, siswa belajar bahwa investasi dapat membantu mengembangkan aset, tetapi keputusan keuangan tetap perlu dilakukan secara cermat. Pembelajaran pun menjadi lebih interaktif karena siswa belajar mengambil keputusan melalui pengalaman bermain secara langsung.

Jabar Kekurangan 6.000 Guru, Lho Kok Bisa?Jawa Barat menghadapi persoalan serius dalam pemenuhan tenaga pendidik. Kekura...
06/08/2026

Jabar Kekurangan 6.000 Guru, Lho Kok Bisa?

Jawa Barat menghadapi persoalan serius dalam pemenuhan tenaga pendidik. Kekurangan sekitar 6.000 guru bukan sekadar masalah angka, tetapi menyangkut kualitas pembelajaran dan masa depan anak-anak.

Apa penyebab krisis guru di Jawa Barat?

1. Pembatasan rekrutmen guru honorer
Sekolah tidak lagi leluasa merekrut guru baru untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar ketika terjadi kekurangan.

2. Formasi guru ASN yang terbatas
Jumlah penerimaan guru ASN belum sebanding dengan kebutuhan riil di sekolah.

3. Meningkatnya jumlah guru yang pensiun
Banyak guru memasuki masa pensiun, sementara regenerasi dan pengangkatan guru baru belum berjalan seimbang.

Apa dampaknya?

1. Kekurangan guru di sekolah
Sejumlah sekolah mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pengajar untuk berbagai mata pelajaran.

2. Guru mengajar tidak sesuai bidang keahlian
Guru terpaksa mengampu mata pelajaran di luar kompetensinya untuk menutup kekosongan jam belajar.

3. Beban kerja guru semakin berat
Guru yang tersedia harus menangani lebih banyak kelas, siswa, dan tugas tambahan.

4. Kualitas pembelajaran berisiko menurun
Pendampingan kepada siswa menjadi lebih terbatas dan proses belajar tidak berjalan secara optimal.

5. Ketimpangan mutu pendidikan semakin lebar
Sekolah dengan kekurangan guru berpotensi semakin tertinggal dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas.

Krisis guru bukan hanya persoalan jumlah tenaga pendidik, tetapi persoalan pemenuhan hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Pendidikan yang kuat membutuhkan fondasi yang kuat: guru yang cukup, kompeten, dan mendapatkan dukungan yang layak.

527 Warga Menjadi Korban Keracunan MBG di PapuaHingga hari ketiga, jumlah korban keracunan dalam Program Makan Bergizi G...
06/08/2026

527 Warga Menjadi Korban Keracunan MBG di Papua

Hingga hari ketiga, jumlah korban keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mencapai 527 orang. Korban didominasi siswa SD dan SMP, serta anggota keluarga yang ikut mengonsumsi makanan yang dibawa pulang. Meski kondisi korban mulai membaik dan tidak ada yang dilaporkan meninggal, peristiwa ini menunjukkan bahwa MBG telah menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan anak.

Kasus di Papua bukanlah yang pertama. Rentetan kejadian keracunan dalam pelaksanaan MBG di berbagai daerah menjadi bukti bahwa persoalan keamanan pangan dalam program ini belum terselesaikan secara menyeluruh.

Demi keselamatan anak-anak Indonesia, pemerintah harus menghentikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, melakukan evaluasi menyeluruh, mengusut penyebab setiap kasus secara transparan, dan memastikan sistem keamanan pangan benar-benar siap sebelum program kembali dijalankan. Tidak boleh ada lagi anak yang menjadi korban atas nama sebuah program negara.

Sumber: RRI

Guru SD di Balikpapan Dikeroyok Usai Menegur Siswa Merokok, YCG: Alarm bagi Pengembangan Nilai KarakterSeorang guru SDN ...
29/07/2026

Guru SD di Balikpapan Dikeroyok Usai Menegur Siswa Merokok, YCG: Alarm bagi Pengembangan Nilai Karakter

Seorang guru SDN 017 Balikpapan Timur, Muh. Afdal (31), diduga menjadi korban pengeroyokan setelah menegur seorang siswa SMK yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah. Peristiwa yang terjadi pada 21 Juli 2026 itu diduga melibatkan tiga siswa, seorang orang tua siswa, dan paman salah satu siswa. Polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Kasus ini alarm serius bagi dunia pendidikan. Ketika guru kehilangan ruang untuk menegakkan nilai, disiplin, dan tanggung jawab karena takut menjadi korban kekerasan, maka yang dipertaruhkan adalah masa depan pendidikan Indonesia.

Guru memiliki mandat untuk mendidik, membimbing, dan mengingatkan peserta didik, baik di dalam maupun luar kelas. Teguran yang dilakukan secara proporsional merupakan bagian dari proses pendidikan yang seharusnya didukung oleh keluarga dan masyarakat, bukan dibalas dengan intimidasi atau kekerasan.

Muhammad Mukhlisin, Direktur Eksekutif Yayasan Cahaya Guru, mengatakan:

"Kekerasan terhadap guru adalah ancaman serius bagi ekosistem pendidikan. Guru tidak boleh bekerja dalam rasa takut. Ketika guru dipersekusi seperti ini, maka kita akan kehilangan pengembangan nilai karakter. Kita membutuhkan kemitraan yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar setiap persoalan diselesaikan melalui dialog, edukasi, dan mekanisme hukum, bukan melalui kekerasan." ujar Mukhlisin.

Yayasan Cahaya Guru mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan terhadap guru, membangun komunikasi yang sehat antara sekolah dan orang tua, serta memastikan sekolah menjadi ruang yang aman bagi semua.

Address

The Manhattan Square Building, Mid Tower 12th Floor Unit F Jalan TB Simatupang Kav 1-s
Jakarta
12560

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Cahaya Guru posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share