PPMN

PPMN PPMN adalah sebuah lembaga nonprofit untuk mengembangkan profesionalisme media.

Berdiri tahun 2006 sebagai lembaga nonprofit untuk mengembangkan profesionalisme media dan memperluas akses informasi di Indonesia dan berbagai negara Asia. PPMN melakukan program-program peningkatan kapasitas media melalui berbagai pelatihan, membangun media baru di daerah-daerah terpencil, memberikan bantuan darurat untuk media di daerah bencana, memproduksi berbagai program siaran bekerjasama dengan media siar independen dan menerbitkan buku-buku tentang jurnalistik dan media.

Selamat memperingati Kenaikan Yesus Kristus ✨Kiranya momen suci ini menjadi pengingat akan harapan, kasih, dan penyertaa...
14/05/2026

Selamat memperingati Kenaikan Yesus Kristus ✨

Kiranya momen suci ini menjadi pengingat akan harapan, kasih, dan penyertaan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. Semoga damai dan sukacita senantiasa menyertai kita semua 🙏🏻


⚡ Bagaimana narasi hilirisasi nikel dibentuk di ruang digital? Dan kenapa media kerap kesulitan menghadirkan perspektif ...
10/05/2026

⚡ Bagaimana narasi hilirisasi nikel dibentuk di ruang digital? Dan kenapa media kerap kesulitan menghadirkan perspektif berimbang terkait isu ini?

Dalam diskusi bertema “Mengulik Operasi Informasi dalam Isu Transisi Energi” yang digelar PPMN bersama Center of Economic and Law Studies (CELIOS) pada Kamis (7/5/2026), para pembicara mengungkap bagaimana narasi soal transisi energi dan hilirisasi nikel diproduksi, diperkuat, hingga memengaruhi ruang diskursus publik.

Mulai dari dugaan pembungkaman di level manajemen media, manipulasi narasi di media sosial, hingga dominasi aktor asing dalam rantai pasok industri nikel. 👀

Diskusi ini menghadirkan Dzatmiati Sari (Yayasan Indonesia Cerah), Shafa Kalila Aryanti (CELIOS), dan Ika Idris (Monash University Indonesia), sebagai bagian dari diseminasi riset kolaboratif tujuh individu dari tujuh organisasi masyarakat sipil.

📌 Ruang digital yang sehat butuh informasi berimbang, kritis, dan berbasis fakta.
Swipe untuk simak kutipan penting dari para pembicara.

📰 Bagi jurnalis dan media, arus narasi pro-hilirisasi nikel di media sosial adalah tantangan serius.Dalam setahun terakh...
10/05/2026

📰 Bagi jurnalis dan media, arus narasi pro-hilirisasi nikel di media sosial adalah tantangan serius.

Dalam setahun terakhir, riset menemukan percakapan di X dan TikTok cenderung manipulatif serta mengaburkan isu kerusakan lingkungan, keselamatan kerja, hingga ketimpangan manfaat industri nikel.

Di saat yang sama, suara kritis kerap ditekan, sementara narasi pro-pemerintah membanjiri lini masa. Kondisi ini membuat kerja jurnalistik berbasis verifikasi semakin penting.

Menjaga independensi, menghadirkan perspektif pembanding, dan tetap kritis meliput isu transisi energi adalah kunci agar publik mendapat informasi yang akurat. 📝

👉 Swipe untuk baca selengkapnya.

⚔️ Ada “perang narasi” soal hilirisasi nikel di media sosial—dan tidak semuanya tumbuh secara organik.Pelacakan digital ...
05/05/2026

⚔️ Ada “perang narasi” soal hilirisasi nikel di media sosial—dan tidak semuanya tumbuh secara organik.

Pelacakan digital kolaboratif oleh CELIOS, Monash University, Yayasan CERAH, Lembaga Pendidikan Internet (LPI), Publish What You Pay Indonesia, Merdeka.com, dan PPMN menemukan indikasi kuat: sebagian narasi pro-hilirisasi diproduksi dan didorong secara terkoordinasi.

📊 Dari analisis hampir 29.800 konten di X (Januari 2024–Januari 2026) serta video TikTok dengan tagar , tampak pola pesan yang berulang, konsisten, dan masif.

Pesannya seragam: Hilirisasi = kunci transisi energi ⚡
Hilirisasi = mesin pertumbuhan ekonomi 📈
Hilirisasi = pengungkit ekspor 🚢
Hilirisasi = simbol kemajuan nasional 🇮🇩

🚀 Narasi ini diamplifikasi oleh beragam aktor—dari politisi, kementerian, perusahaan tambang, asosiasi industri, hingga influencer besar. Termasuk di dalamnya akun berbasis AI dan akun dengan jangkauan jutaan pengikut.

👀 Lalu, bagaimana konten ini bisa terlihat “alami” di linimasa kita? Kita kupas di konten berikutnya. Pantengin terus.

🌐 Kritik soal hilirisasi nikel terus ramai di ruang digital.Namun, suara kritis tak selalu diperlakukan sebagai masukan....
02/05/2026

🌐 Kritik soal hilirisasi nikel terus ramai di ruang digital.
Namun, suara kritis tak selalu diperlakukan sebagai masukan.

Tak jarang, ia justru dilabeli “menghambat pembangunan” atau dianggap tak sejalan dengan kepentingan nasional.

Di sisi lain, narasi pro-hilirisasi juga menguat—didukung data, klaim keberhasilan, hingga kampanye yang masif.
Akhirnya, ruang digital jadi arena adu kuat narasi. 💥
Dan ketika banyak kepentingan bermain, opini publik tak selalu terbentuk secara organik.

Di sinilah peran jurnalisme dan media jadi krusial:
bukan sekadar mengutip dua sisi, tapi memverifikasi klaim, memberi konteks, dan memastikan suara publik—termasuk pekerja dan warga terdampak—tidak hilang di tengah kebisingan informasi.

👀 Lalu, bagaimana operasi informasi bisa masuk dalam isu hilirisasi nikel di Indonesia?
Tunggu pembahasannya di konten kami selanjutnya.

Ini adalah sebuah tragedi. Lagi-lagi nyawa manusia yang jadi korban. Tidak ada ruang untuk saling menyalahkan. Hal yang ...
28/04/2026

Ini adalah sebuah tragedi. Lagi-lagi nyawa manusia yang jadi korban. Tidak ada ruang untuk saling menyalahkan. Hal yang kita perlukan adalah memperbaiki yang salah dan keliru. Jangan lagi terulang. Turut berduka sangat mendalam untuk seluruh korban jiwa dan terluka.

📰 Masuk dunia jurnalistik nggak cukup cuma modal bisa nulis. Ada cara kerja, nilai, sampai realitas lapangan yang kadang...
23/04/2026

📰 Masuk dunia jurnalistik nggak cukup cuma modal bisa nulis. Ada cara kerja, nilai, sampai realitas lapangan yang kadang nggak diajarin di kelas.

Empat buku ini bisa jadi pintu masuk buat kamu memahami bagaimana jurnalis bekerja—dari liputan di lapangan sampai dinamika di ruang redaksi. 📚

(Beberapa bahkan ngebahas alur kerja berita, jenis liputan, sampai etika profesi yang jadi fondasi jurnalisme �) IDN Times

🎯 Cocok buat kamu yang masih kuliah, lagi magang, atau baru mulai di newsroom. Karena jadi jurnalis itu bukan cuma soal menulis—tapi soal cara melihat dunia, menguji fakta, dan menyampaikan kebenaran.

Dari daftar ini, mana yang udah kamu baca atau paling pengin kamu mulai duluan? 👇

Jadi jurnalis itu bukan cuma soal nulis—tapi soal cara berpikir. 🧠✍️Banyak jurnalis pemula jatuh di kesalahan yang seben...
09/04/2026

Jadi jurnalis itu bukan cuma soal nulis—tapi soal cara berpikir. 🧠✍️

Banyak jurnalis pemula jatuh di kesalahan yang sebenarnya… umum banget. Bukan karena gak mampu, tapi karena belum terbiasa diasah.

Ini lima kesalahan yang sering kejadian—plus langkah sederhana yang bisa langsung lo coba buat memperbaikinya.

Kalau lo lagi mulai di dunia jurnalistik, atau bahkan udah lama tapi ngerasa “stuck”, konten ini buat lo.

👉 Swipe sampai habis
👉 Save biar gak lupa
👉 Share ke teman yang lagi belajar jadi jurnalis

Karena jurnalisme yang kuat, dimulai dari kebiasaan kecil yang benar.

Selamat Hari Paskah ✨Kebangkitan mengingatkan kita bahwa harapan selalu punya tempat untuk tumbuh.Di tengah berbagai tan...
05/04/2026

Selamat Hari Paskah ✨

Kebangkitan mengingatkan kita bahwa harapan selalu punya tempat untuk tumbuh.
Di tengah berbagai tantangan, mari terus menumbuhkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menjaga kemanusiaan.

Di balik pengorbanan, ada kasih yang tak terbatas.Di balik luka, ada harapan yang tak pernah padam.Selamat  memperingati...
03/04/2026

Di balik pengorbanan, ada kasih yang tak terbatas.
Di balik luka, ada harapan yang tak pernah padam.

Selamat memperingati Jumat Agung. Semoga kita dimampukan untuk terus mengasihi, mengampuni, dan setia dalam kebaikan 🤍



🌟 Sebuah liputan bisa dapat 1 juta views. Tapi… nggak mengubah apa-apa.Di sisi lain, ada liputan yang “sepi” nggak viral...
31/03/2026

🌟 Sebuah liputan bisa dapat 1 juta views. Tapi… nggak mengubah apa-apa.

Di sisi lain, ada liputan yang “sepi” nggak viral, nggak ramai dibahas tapi diam-diam bikin kebijakan berubah, atau nyelametin hidup seseorang.

Jadi, yang mana yang lebih berdampak?

Selama ini, kita sering terjebak ngukur dampak dari angka: reach, klik, share.
Padahal, dampak jurnalisme nggak selalu kelihatan di permukaan.

Kadang dia hadir sebagai perubahan kecil.
Kadang baru terasa lama setelah berita itu terbit.
Kadang juga cuma mengubah cara orang berpikir.
Artinya: satu ukuran nggak akan pernah cukup.

Kalau kita mau serius ngomongin dampak, kita harus siap melihat lebih dalam—bukan cuma apa yang terlihat, tapi juga apa yang berubah.

Menurut kamu, kapan sebuah liputan bisa dibilang benar-benar berdampak? 👇

Address

Sona Topas Tower
Jakarta
10350

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PPMN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to PPMN:

Share