05/05/2026
⚔️ Ada “perang narasi” soal hilirisasi nikel di media sosial—dan tidak semuanya tumbuh secara organik.
Pelacakan digital kolaboratif oleh CELIOS, Monash University, Yayasan CERAH, Lembaga Pendidikan Internet (LPI), Publish What You Pay Indonesia, Merdeka.com, dan PPMN menemukan indikasi kuat: sebagian narasi pro-hilirisasi diproduksi dan didorong secara terkoordinasi.
📊 Dari analisis hampir 29.800 konten di X (Januari 2024–Januari 2026) serta video TikTok dengan tagar , tampak pola pesan yang berulang, konsisten, dan masif.
Pesannya seragam: Hilirisasi = kunci transisi energi ⚡
Hilirisasi = mesin pertumbuhan ekonomi 📈
Hilirisasi = pengungkit ekspor 🚢
Hilirisasi = simbol kemajuan nasional 🇮🇩
🚀 Narasi ini diamplifikasi oleh beragam aktor—dari politisi, kementerian, perusahaan tambang, asosiasi industri, hingga influencer besar. Termasuk di dalamnya akun berbasis AI dan akun dengan jangkauan jutaan pengikut.
👀 Lalu, bagaimana konten ini bisa terlihat “alami” di linimasa kita? Kita kupas di konten berikutnya. Pantengin terus.