Coaction Indonesia

Coaction Indonesia A strategic hub | Renewable energy acceleration & deployment across Indonesia | Collaborate * Advocate * Breaking Barriers

Banyak yang bilang mobil listrik atau EV itu teknologi baru. Padahal faktanya… 🫣Robert Anderson ternyata bukan satu-satu...
07/10/2026

Banyak yang bilang mobil listrik atau EV itu teknologi baru. Padahal faktanya… 🫣

Robert Anderson ternyata bukan satu-satunya! Tahun 1835, Profesor Stratingh dari Belanda membuat mobil listrik mini seberat 3 kg yang bisa jalan sekitar 20 menit. Artinya, ide mobil listrik sudah lama ditunggu, tetapi butuh waktu untuk benar-benar matang. ⚡

Kali ini, tantangannya bukan lagi soal teknologi. Data IEA 2025 menyebut harga EV di Indonesia masih sekitar 40% lebih mahal daripada mobil bensin (ICE) Belum lagi, sekitar 97% listrik untuk pengolahan nikel masih berasal dari batu bara (Yayasan Indonesia Cerah).

Supaya gak nanggung, transisinya harus bersih dan adil.

Menurutmu, apa yang paling perlu dibereskan? Tulis di komentar! 👇

Krisis iklim ternyata bukan cuma bikin cuaca makin panas, tapi juga bisa mengganggu makanan yang ada di piring kita. Lau...
05/10/2026

Krisis iklim ternyata bukan cuma bikin cuaca makin panas, tapi juga bisa mengganggu makanan yang ada di piring kita.

Laut yang makin hangat bisa mengubah habitat ikan, sementara perubahan suhu dan cuaca ekstrem dapat mengganggu produksi pangan. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa terasa dari ketersediaan hingga harga makanan yang kita konsumsi sehari-hari.
Salah satu langkah pentingnya adalah mempercepat transisi energi untuk menekan emisi dan pemanasan global.

Bagaimana menurutmu? Yuk diskusi di kolom komentar. 🌱

30/09/2026

Krisis iklim makin berdampak ke masyarakat desa.

Salah satunya di Desa Simoro. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga ketersediaan air, kesehatan, hingga kondisi ekonomi masyarakat.

Pada 17 September 2026 lalu, masyarakat Desa Simoro, Kabupaten Sigi, berkumpul dalam kegiatan Sosialisasi dan Asesmen Adaptasi Perubahan Iklim untuk membahas dampak krisis iklim yang semakin dirasakan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, pemerintah desa, kelompok tani, perempuan, hingga pemuda desa, berdiskusi bersama untuk mengidentifikasi risiko, tantangan, dan potensi yang dimiliki desa.

Tujuannya sederhana, mencari langkah adaptasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Mulai dari pengelolaan air, penyesuaian pola tanam, penguatan ekonomi, hingga pengembangan potensi lokal.
Dengan begitu, kelompok rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, juga dapat lebih siap menghadapi dampak krisis iklim.

24/09/2026

PLTSa mulai dibangun di sejumlah wilayah Indonesia. Tapi, apakah jadi solusi? 👀

Per 2026, pemerintah menargetkan pembangunan PLTSa di banyak kota. Salah satunya PSEL Legok Nangka yang ditargetkan mengolah 2.131 ton sampah per hari menjadi listrik berkapasitas 40,79 MW. (Sumber: Kompas.com)

Belajar dari Singapura dan Jepang, pengelolaan sampah perlu dibarengi regulasi yang ketat. Mulai dari pemantauan emisi, pengendalian polusi udara, pengelolaan abu hasil pembakaran, hingga pemilahan dan pengolahan sampah.

Jadi, jangan sampai PLTSa justru malah menambah masalah polusi dan pencemaran.

Di sisi lain, pembangkit listrik dari energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air juga perlu terus dikebut agar Indonesia tidak lagi bergantung pada energi fosil.

Gimana menurut kalian? Yuk diskusi!

Harga bensin makin nguras kantong gak sih?😵‍💫Di saat harga BBM terus mengalami penyesuaian, penjualan kendaraan listrik ...
22/09/2026

Harga bensin makin nguras kantong gak sih?😵‍💫

Di saat harga BBM terus mengalami penyesuaian, penjualan kendaraan listrik (EV) juga ikut meningkat. Makin banyak orang mulai melirik EV sebagai alternatif untuk mobilitas sehari-hari.

Tapi, tantangan seperti SPKLU yang belum merata masih jadi alasan banyak orang ragu buat beralih.

Kalau harga bensin terus naik, kamu bakal tetap bertahan atau mulai pindah ke EV? 🤔

Yuk diskusi di kolom komentar!

16/09/2026

Di hutan, kehidupan saling terhubung, dari satwa dan tumbuhan hingga manusia yang menggantungkan hidupnya.

Indonesia memiliki lebih dari 120 juta hektare kawasan hutan dan menjadi rumah bagi sekitar 10% keanekaragaman hayati dunia yang diketahui. (Sumber: World Bank)

Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan cuma pepohonan. Habitat satwa rusak, keanekaragaman hayati terancam, karbon yang tersimpan dapat terlepas ke atmosfer, dan fungsi hutan sebagai pengatur air serta penyedia berbagai kebutuhan manusia ikut terganggu.

Apalagi, saat ini kekeringan dan keterbatasan air juga jadi ancaman di berbagai wilayah.

Lantas, siapa lagi yang harus menjaga kalau bukan kita semua?

Bayangkan kalau energi terbarukan dimaksimalkan..Listrik bisa jadi lebih murah, menjangkau lebih banyak wilayah, sampai ...
15/09/2026

Bayangkan kalau energi terbarukan dimaksimalkan..

Listrik bisa jadi lebih murah, menjangkau lebih banyak wilayah, sampai udara jadi lebih bersih dari polusi. 😔

Tapi faktanya, kapasitas pembangkit listrik nasional Indonesia mencapai 108 GW hingga April 2026, namun 85% masih menggunakan energi fosil. (sumber: ekonomi.bisnis.com)

Padahal Indonesia punya segudang potensi energi terbarukan, tinggal bagaimana pemanfaatannya dipercepat dan dibuat lebih adil dan merata.

Ayo d**g pemerintah kebut transisi energi!

Gimana menurut kalian?👀

Masyarakat adat di Indonesia telah lama menjaga alam, tapi justru ikut menjadi yang paling terdampak krisis iklim.Abrasi...
11/09/2026

Masyarakat adat di Indonesia telah lama menjaga alam, tapi justru ikut menjadi yang paling terdampak krisis iklim.

Abrasi, cuaca ekstrem, gagal panen, hingga menurunnya hasil tangkapan laut kini mengancam kehidupan mereka.

Dan dampak krisis iklim kini bukan hanya dirasakan masyarakat adat, tetapi kita semua.

Tentunya menghadapi krisis iklim membutuhkan aksi nyata, termasuk mempercepat transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih.

Temukan video cerita pejuang lingkungan lainnya di YouTube: Coaction Indonesia

Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan. Dampaknya sudah dirasakan langsung di tingkat tapak, tak terkecuali di...
07/09/2026

Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan.

Dampaknya sudah dirasakan langsung di tingkat tapak, tak terkecuali di Kabupaten Sigi. Perubahan musim, gagal panen, hingga meningkatnya risiko bencana menjadi tantangan yang semakin nyata bagi masyarakat.

Di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, upaya membangun ketangguhan dilakukan dengan menggabungkan pengetahuan lokal, teknologi adaptasi iklim, kebijakan berbasis data, serta kolaborasi berbagai pihak.

Yang tidak kalah penting, proses adaptasi harus memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal, termasuk perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Sebab, tantangannya bukan hanya menyusun dokumen kebijakan, tetapi memastikan kebijakan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi aksi dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Sigi Tangguh, Indonesia Lestari! 🌱

Mau dapat saldo e-wallet gratis? 👀Yuk, ikuti survei tentang pandangan kamu terhadap polusi industri dan masa depan indus...
04/09/2026

Mau dapat saldo e-wallet gratis? 👀

Yuk, ikuti survei tentang pandangan kamu terhadap polusi industri dan masa depan industri baja yang lebih bersih di Indonesia! 🏭

Pendapat teman-teman semua akan membantu kami menyusun konten dan kampanye yang lebih relevan, menarik, dan bermanfaat bagi publik. 🙌

Isi surveinya di sini: 🔗 bit.ly/survei-baja-hijau
(atau scan QR code pada poster.)

Sebanyak 50 responden terpilih berkesempatan mendapatkan saldo e-wallet loh🤩

Yuk, ikut dan jangan lupa bagikan ke teman-temanmu!

Address

Jalan Abdul Majid Raya No. 23
Jakarta
12410

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Coaction Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Coaction Indonesia:

Shortcuts

Share