11/09/2026
Sisi lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belakangan ramai menjadi perhatian setelah sejumlah jurnalis dan warganet membagikan pengalaman mereka saat berinteraksi maupun meliput agenda mantan Sekretaris Kabinet tersebut.
Cerita itu bermula dari sebuah utas yang diunggah akun Threads . Dalam unggahan tersebut, sejumlah pengalaman tentang Pramono kemudian dibagikan kembali dan mendapat respons dari jurnalis serta warganet lain.
Salah satu jurnalis menilai Pramono merupakan sosok yang tidak terlalu gemar mencari perhatian atau exposure melalui media. Ia juga menyebut Pramono dikenal disiplin soal waktu ketika mengundang wartawan dalam sebuah agenda.
Pengalaman menarik lainnya disampaikan ketika jurnalis tersebut meliput kebakaran di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Dalam ceritanya, kebutuhan warga terdampak disebut segera dipenuhi, mulai dari toilet portabel, pakaian layak pakai, air bersih hingga makanan bayi.
Yang menjadi sorotan, menurut pengalaman yang dibagikan tersebut, berbagai kebutuhan itu disebut tersedia pada keesokan harinya tanpa harus disertai agenda mengundang media ataupun pidato di dalam tenda pengungsian.
Cerita tersebut kemudian memancing sejumlah respons dari jurnalis dan warganet lain. Mereka turut membagikan pengalaman masing-masing ketika mengikuti kegiatan Pramono, baik dalam kapasitasnya sebagai pejabat maupun saat mengikuti agenda politik.
Salah seorang jurnalis bahkan menyebut Pramono sebagai sosok yang kompeten setelah melihat langsung penanganan halte yang terbakar pascademonstrasi 17+8.
Penilaian lain datang dari jurnalis yang mengaku justru senang meliput agenda Pramono karena persoalan waktu. Pramono disebut sebagai sosok yang "super on time" dan tidak jarang datang lebih awal dibanding jadwal yang telah ditentukan.
Bagi sebagian jurnalis, kebiasaan tersebut menjadi hal yang cukup menonjol mengingat agenda pejabat kerap mengalami perubahan waktu atau keterlambatan.
Selain soal kedisiplinan, ada p**a pengalaman yang menyoroti gaya komunikasi Pramono selama mengikuti berbagai agendanya sejak masa Pilkada DKI Jakarta.
Pramono disebut tidak terbiasa menjelek-jelekkan pasangan calon lain maupun orang lain dalam berbagai kegiatan yang diikuti oleh jurnalis tersebut.
Beragam pengalaman itu kemudian membentuk gambaran mengenai Pramono dari sudut pandang orang-orang yang berinteraksi langsung dengannya.
Sosok yang muncul bukan semata pejabat yang berada di depan kamera, melainkan figur yang dinilai disiplin, tidak banyak mencari sorotan, serta lebih menekankan tindakan ketika menghadapi persoalan di lapangan.
Meski demikian, pengalaman yang dibagikan melalui media sosial tersebut merupakan kesaksian dan penilaian pribadi dari para pengunggah.
Cerita tersebut tidak serta-merta menjadi ukuran menyeluruh terhadap kinerja maupun karakter Pramono sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Perbincangan itu setidaknya memperlihatkan bagaimana pengalaman langsung para jurnalis dan warga dapat membentuk perspektif berbeda mengenai seorang pejabat publik.
Di tengah sorotan terhadap pejabat yang kerap dikaitkan dengan aktivitas media dan pencitraan, kisah tentang Pramono yang disebut tidak gemar mencari exposure, tepat waktu, hingga memilih bekerja tanpa banyak publikasi justru menjadi sisi lain yang menarik perhatian warganet.