07/01/2026
Membayar Pajak dengan Mudah: Ikhlas dan Bangga
Pada kartu NPWP saya tertulis tanggal berlaku mulai 22 Juni 1984. Jadi, sekurang-kurangnya saya sudah memenuhi kewajiban membayar pajak selama sekitar 43 tahun. Bagaimana perasaan saya sebagai salah seorang wajib pajak? Saya ingin membayar pajak secara mudah: ikhlas dan bangga.
Mudah dapat mengisi formulir SPPT, bersyukur karena saya telah mendapat karunia rezeki dari Allah SWT untuk membiayai kehidupan keluarga saya. Sebagai warga negara, saya ikhlas membayar pajak karena sistem perpajakan yang ada sudah mempertimbangkan unsur keadilan. Bangga? Ya, saya bangga mendapat kesempatan untuk ikut membiayai pembangunan bangsa ini.
Pemerintah telah menyediakan gedung sekolah, layanan puskesmas, air bersih, dan listrik di pedesaan. Meski kontribusi pajak saya tak seberapa, saya sudah membayarnya sesuai peraturan yang ada. Apakah harapan saya dalam membayar pajak sesuai dengan kenyataan yang saya hadapi? Ya, selama 43 tahun ini, pada umumnya pembayaran pajak berjalan lancar.
Kantor pajak juga mengirimkan ucapan terima kasih. Hubungan yang baik antara wajib pajak dan kantor pajak amat memengaruhi persepsi masyarakat tentang kewajiban mereka untuk membayar pajak. Tahun ini aplikasi Core Tax diberlakukan; semoga aplikasinya mudah digunakan dan tidak membingungkan.
Harapan masyarakat tentu proses mengisi, menghitung, dan membayar pajak sesederhana mungkin, terutama bagi para pembayar pajak kecil seperti saya. Masyarakat berharap tak perlu merepotkan petugas pajak minta tolong diisi, apalagi harus membayar konsultan pajak. Apakah saya pernah dipanggil petugas pajak atau didatangi ke rumah? Pernah.
Sekitar dua tahun yang lalu, saya dipanggil petugas pajak ke kantor pajak untuk memberi penjelasan tentang isian pajak saya. Petugas nampaknya agak terkejut karena yang datang adalah wajib pajak yang umurnya hampir 80 tahun. Dapat dibayangkan bagaimana kesulitan seorang manula menaiki tangga menghadap petugas pajak: jantung berdebar-debar, napas sengal, dan lutut terasa nyeri.
Semoga setiap memanggil ke kantor pajak, para petugas pajak memperhatikan usia wajib pajak. Jangan sampai ada kejadian wajib pajak yang mendapat serangan penyakit di kantor pajak.
Penggunaan PajakMasyarakat percaya pada pemerintah dan wakil rakyat di DPR untuk menggunakan pajak yang dikumpulkan secara susah payah demi kepentingan masyarakat. Jangan sampai ada yang mubazir, apalagi bocor. Suara-suara yang mengatakan APBN bocor sekitar 30 persen tentu meresahkan masyarakat.
Bagaimana mungkin para aparat pemerintah yang telah disumpah dapat membiarkan kebocoran atau menjadi sumber kebocoran? Lihatlah setiap hari ribuan motor pagi-pagi memenuhi jalan raya mencari penghasilan. Sebagian penghasilan rakyat kecil tersebut dibayarkan untuk pajak langsung atau tak langsung.
Bagi rakyat kecil, penghasilan Rp5 juta sebulan sudah amat disyukuri. Aparat pemerintah seharusnya tak sampai hati mengambil uang masyarakat yang tak seberapa itu. Mari kita hentikan kebocoran anggaran, hentikan korupsi.
Tiap tahun daftar orang terkaya di Indonesia diumumkan lengkap dengan jumlah kekayaannya. Bagi saya, hal tersebut biasa saja. Saya tak merasa iri karena itu jerih payah mereka. Bahkan, para orang kaya tersebut telah memberi kesempatan kerja pada ratusan atau ribuan pekerja.
Namun, sebenarnya harapan masyarakat adalah orang-orang terkaya tersebut juga menjadi yang paling besar membayar pajak. Dengan demikian, kita membiayai pembangunan bangsa ini bersama-sama. Para orang kaya tersebut tentu juga bangga telah menunaikan kewajibannya membayar pajak sesuai aturan.
Kita sering menyebut bangsa kita ini bangsa yang dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Kita berharap semoga kekayaan alam yang ada dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Kita menunggu pemerintah yang bersih dan berwibawa, pengusaha yang berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi, serta rakyat kecil yang ikhlas dan bangga membayar pajak.
(Samsuridjal Djauiz)