[BAHASA INDONESIA]
*for English please scroll down*
ATAP JAKARTA adalah sebuah forum yang melakukan kegiatan fokus pada diskursus “rumah di masa depan” di Jakarta. Indonesia telah mencapai perkembangan ekonomi yang pesat. Secara khusus, ibukota Jakarta, seperti tipikal kota-kota megapolitan di Asia lainnya, dengan populasi lebih dari 10 juta, selalu berubah secara dinamis. Namun, apakah kebahagi
aan sejati penduduknya terletak di dalam gaya hidup dan kota terbawa oleh kekuatan pembangunan ekonomi yang tak terbendung? Jakarta juga menghadapi sejumlah masalah, seperti sampah di sungai, kemacetan lalu lintas parah, polusi udara, kesenjangan sosial, dan banyak lainnya. Namun, kalau kita lihat negara maju seperti Jepang, sebagian besar masalah-masalah tadi juga dihadapi oleh mereka. Sebagai contoh, Jepang di awal tahun 1960-an juga mengalami periode pertumbuhan ekonomi yang cepat, namun dapat menemukan solusi untuk masalah dan mencapai cara hidup yang sangat makmur. Namun, sejak gelembung ekonomi meledak di awal 1990-an, dampak kerugian dari pembangunan ekonomi yang deras saat itu terus menampakkan diri di masyarakat. Ruang hidup yang tertutup memang menjadikan lingkungan dengan penghawaan yang nyaman dan mempunyai sistem pencegahan terhadap kejahatan yang efektif, tetapi hal tersebut juga memunculkan masalah dalam masyarakat. Contoh, dengan penduduk yang semakin menua, orang-orang usia lanjut banyak yang tinggal sendirian dan kadang-kadang meninggal tanpa ada yang memperhatikan. Kompleks perumahan yang besar dan kota-kota baru yang terlihat seperti tempat tinggal yang ideal menjadi usang dan beberapa telah kosong ditinggalkan. Seperti saat ini, negara Jepang menunjukkan bahwa hanya dengan meniru solusi yang mereka hadapi sebelumnya, belum tentu juga sesuai dengan pembangunan yang berkelanjutan di Jakarta. Oleh karena itu, kami memulai program ATAP JAKARTA, yang merupakan proyek bersama antara negara Indonesia-Jepang. Tujuannya adalah untuk bersama-sama berpikir dan berdiskusi tentang masalah yang dihadapi Jakarta saat ini Jakarta dan masalah di masa depan serta untuk mencari bentuk baru sebuah cara hidup. Pemakaian istilah “atap” karena kami berniat untuk memulai dengan membuat apa yang di bawah atap, yaitu “rumah” – tema pertama kami. Rumah adalah tempat yang utama dari kehidupan sehari-hari. Kami akan berusaha untuk memahami cara hidup di rumah-rumah dari sudut pandang yang berbeda-beda, dan menyelidiki seperti apa rumah di masa depan. Program ini secara bertahap memperbesar “atap-atap” tersebut, yang tidak hanya mengubah skyline Jakarta tetapi juga membantu menggambarkan masa depan kota-kota Asia. Info:
[email] [email protected]
[phone]+62 812 22444479
[website] https://www.atap-jakarta.org
[fb page] https://www.facebook.com/atap.jakarta.page
[twitter] https://twitter.com/atap_jakarta
[youtube] http://www.youtube.com/user/AtapJakarta
[ENGLISH]
ATAP JAKARTA is an organization that conducts activities focused on “future housing” in Jakarta. Indonesia has achieved rapid economic development. In particular, its capital, Jakarta, a megacity typical of Asia, with a population of over 10 million, is always dynamically changing. However, does true happiness lie in the lifestyles and cities brought about by the unfettered forces of economic development? Jakarta is also facing a host of problems: garbage flooding the river, huge traffic jams, air pollution, social disparities, and more. However, most of these are problems previously encountered in Japan. For example, Japan, beginning in the 1960s, went through a period of rapid economic growth, achieving a solution to the problems and a very affluent way of life. However, ever since the economic bubble burst in the early 1990s, the adverse effects of having blindly pursued economic development theretofore have continued to manifest themselves in society. Closed-off living spaces allowed for comfortable thermal environments and effective crime-prevention systems, but they have also given rise to community problems. For instance, with the population aging, elderly people living alone sometimes die without anyone noticing. Large housing complexes and new towns that once seemed like ideal habitations have continued to age and some have been abandoned. As today’s Japan shows, merely copying previous solutions does not necessarily lead to sustainable development in Jakarta. Accordingly, we started ATAP JAKARTA, which is a joint Indonesia-Japan joint project. Its purpose is to think about Jakarta’s current problems and future problems in tandem and to pursue a new form of living. “Atap” means roof in Indonesian, and we intend to begin by making what is under the roof – that is, “homes” – our first theme. Homes are the primary places of daily life. We will seek to understand living in homes from a different angle, and investigate what kind of place homes should be in the future. Gradually enlarging those “roofs” should not only change Jakarta’s skyline but also help limn the future of Asian cities. Info:
[email] [email protected]
[phone]+62 812 22444479
[website] https://www.atap-jakarta.org
[fb page] https://www.facebook.com/atap.jakarta.page
[twitter] https://twitter.com/atap_jakarta
[youtube] http://www.youtube.com/user/AtapJakarta