BINA DESA

BINA DESA Yayasan Bina Desa Berdiri Sejak 20 Juni 1973. Mengagas kepentingan nasional pertanian dan pedesaaan. Lokakarya tersebut berlangsung selama tiga minggu.

Bina Desa merupakan Lembaga Organisas Non-Pemerintah (ORNOP) di bidang pemberdayaan sumber daya manusia pedesaan yang didirikan pada tanggal 20 Juni 1975 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Lembaga ini dideklarasikan dengan orientasi nirlaba, nonpartisan dan independen. Kelahirannya didasari oleh pemihakan yang kuat terhadap komunitas marjinal pedesaan yang semakin terpinggirkan dalam pembanguna

n yang lebih mengutamakan pertumbuhan tanpa pemerataan. Kelahiran Bina Desa bermula dari suatu Lokakarya Pengembangan Sumber Daya Manusia Pedesaan di Asia (Development of Human Resources in Rural Asia Workshop – DHRRAW) yang berlangsung tahun 1974 di Swanganivas, Bangkok, Thailand. Sekitar 120 pemerhati pedesaan yang terdiri dari para ahli, pendamping atau organizer, dan simpatisan berkumpul untuk membahas berbagai tantangan dan hambatan dalam pengembangan pedesaan di Asia. Pada lokakarya tersebut, delegasi Indonesia diwakili oleh beberapa orang yang mempunyai keprihatinan atas kondisi sosial ekonomi masyarakat di pedesaan terutama para petani kecil. Mereka juga sudah sejak lama bekerja sebagai pendamping komunitas pedesaan. Setelah kembali ke Indonesia, mereka mengadakan perteman lagi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Pada tanggal 20 Juni 1975, mereka menyepakati untuk membentuk Development of Human Resources in Rural Areas (DHRRA Indonesia). Pada bulan Oktober 1976, DHRRA Indonesia berubah menjadi InDHRRA (Indonesian Secretariat for the Development of Human Resources in Rural Areas); yang lebih dikenal kemudian sebagai Sekretariat Bina Desa. Selanjutnya, lembaga ini disahkan berbadan hukum yayasan berdasarkan Akte Notaris Agus Madjid SH di Jakarta. Sekertariat Bina Desa terdaftar pada Departemen Sosial Republik Indonesia, dengan nomor 93.10201.342. Juga tercatat di Departemen Dalam Negeri, sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada tanggal 8 Februari 1993.

PLD: Desa Salassae Deklarasikan Diri Sebagai Kampung AgroekologiPenulis: Sri Puswandi – Ketua Anggota Dewan Pengarah Kem...
13/08/2026

PLD: Desa Salassae Deklarasikan Diri Sebagai Kampung Agroekologi

Penulis: Sri Puswandi – Ketua Anggota Dewan Pengarah Kemitraan Agroekologi

Bulukumba, 1 Agustus 2026 — Pemerintah Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, bertekad mendeklarasikan desanya sebagai Kampung Agroekologi, yakni desa yang secara aktif mengembangkan dan memperkuat pengetahuan agroekologi, mempraktikkan pertanian berkelanjutan di berbagai kawasan di dalam desa, sekaligus memelopori gerakan membangun sistem pangan yang adil dan berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Desa Salassae, Gito Sukamdani, dalam sebuah diskusi bersama Armin Salassa selaku Ketua Kemitraan Agroekologi, Ponnong selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Salassae, dan Sapri selaku Kepala Dusun Batutujua.

Selengkapnya https://binadesa.org/desa-salassae-deklarasikan-diri-sebagai-kampung-agroekologi/

SPA Butta Toa, Selenggarakan Pendidikan Berjenjang Pertanian BerkelanjutanPenulis: Fajar Basri – Koordinator Bidang Pend...
28/07/2026

SPA Butta Toa, Selenggarakan Pendidikan Berjenjang Pertanian Berkelanjutan

Penulis: Fajar Basri – Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan SPA Butta Toa

Bantaeng | Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa menyelenggarakan Pendidikan Berjenjang (Cascading) Pertanian Berkelanjutan pada 23-25 Juli 2026 di Balai Pendidikan SPA Butta Toa, Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Transisi Hijau yang merupakan kegiatan kolaborasi dari SPA Butta Toa, Bina Desa, dan Fairtrade Internasional dengan dukungan dukungan Uni Eropa.

Kegiatan ini dilaksanakan dari adanya tantangan krisis iklim yang terjadi saat ini, sehingga pendidikan Pertanian Alami menjadi salah satu jalan penting untuk memperkuat ketangguhan petani.

Pendidikan ini diikuti oleh 20 petani dari tujuh desa, yaitu Lonrong, Biangloe, Lumpangan, Biangkeke, Kaloling, Layoa, dan Patalassang. Selama tiga hari, peserta tidak hanya berkumpul untuk menerima materi, tetapi juga membangun ruang belajar yang hidup melalui diskusi, praktik, refleksi, dan kunjungan lapangan. Setiap peserta hadir dengan pengalaman bertani yang berbeda, lalu saling berbagi pengetahuan untuk menemukan cara-cara baru dalam membangun pertanian yang lebih tangguh dan selaras dengan alam.

Selengkapnya: https://binadesa.org/spa-butta-toa-selenggarakan-pendidikan-cascading-pertanian-berkelanjutan/

Perjanjian Internasional yang Relevan dengan Varietas Tanaman, Benih dan Perlindungan Hak Petani Apa yang dilakukan oleh...
16/07/2026

Perjanjian Internasional yang Relevan dengan Varietas Tanaman, Benih dan Perlindungan Hak Petani

Apa yang dilakukan oleh petani di seluruh dunia dalam pengembangan keragaman hayati telah diakui oleh beberapa perjanjian internasional. Namun pada saat yang sama, juga terdapat perjanjian internasional yang bisa menjadi tantangan besar dalam pemenuhan hak-hak petani.

Tulisan ini akan membahas beberapa perjanjian tersebut yang relevan untuk dibahas terkait dengan pencapaian atau mungkin menjadi penghalang dalam hak hak petani. Beberapa di antaranya, Indonesia terlibat di dalamnya

Selengkapnya https://binadesa.org/perjanjian-internasional-yang-relevan-dengan-varietas-tanaman-benih-dan-perlindungan-hak-petani-2/

Benih dan Sumber-Sumber Agraria RakyatSebagus apa pun benih dan teknologi yang diterapkan dalam sektor pertanian, namun ...
15/07/2026

Benih dan Sumber-Sumber Agraria Rakyat

Sebagus apa pun benih dan teknologi yang diterapkan dalam sektor pertanian, namun tanpa penguatan kapasitas petani sebagai sumber daya utama pengelola pertanian maka hasil yang optimal akan sulit untuk diraih. Kehidupan petani yang realatif di pinggir dan terpinggirkan cenderung menjadi komunitas yang kurang berkembang. Program pelatihan dan pendampingan pertanian baik oleh pemerintah maupun agen-agen perubahan lainnya sangat diperlukan. Hal ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pasokan benih komersial, tetapi juga meningkatkan kedaulatan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

Selengkapnya https://binadesa.org/benih-dan-sumber-sumber-agraria-rakyat/

Daulat di Atas Tanah Sendiri: Pertanian Alami sebagai Roh Desa SwabinaDi sebuah sudut Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba...
15/07/2026

Daulat di Atas Tanah Sendiri: Pertanian Alami sebagai Roh Desa Swabina

Di sebuah sudut Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, hiduplah seorang perempuan bernama Ibu Masi. Ia telah melampaui usia setengah abad, di mana puluhan tahun daripadanya dihabiskan di tanah rantau sebagai buruh perkebunan di Malaysia. Di bawah terik matahari perkebunan industri monokultur, ia terbiasa berinteraksi dengan pupuk kimia dan pestisida sintetis dosis tinggi, meyakininya sebagai satu-satunya jalan pertanian yang modern dan efisien. Ibu Masi mungkin tidak memiliki ijazah sekolah tinggi—bahkan mungkin tidak menamatkan sekolah dasar—namun hidup di perantauan telah menempanya menjadi sosok yang sangat tegar meski dalam keterasingan kultural sebagai buruh migran.

Kepulangannya ke Salassae membawa sebuah titik balik eksistensial saat ia bersentuhan dengan Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS). Di pertemuan-pertemuan komunitas yang hangat, Ibu Masi tidak banyak bertanya atau memberikan testimoni panjang; ia lebih banyak menyimak dengan saksama dan mendengarkan setiap paparan tentang filosofi tanah. Namun, dari proses mendengarkan yang mendalam itulah ia meresap ilmu pertanian alami. Ia pulang ke lahannya yang sempat telantar dan langsung mempraktikkan apa yang ia dengar tanpa keraguan. Konsistensinya dalam bertani alami tanpa banyak retorika justru menjadi “bahasa visual” yang paling dimengerti warga lain, hingga mereka tergerak secara organik untuk mengikuti jejaknya. Bagi Ibu Masi, jalan ini adalah jalan kemerdekaan sejati setelah puluhan tahun “terjajah” oleh sistem perkebunan industri yang meminggirkan kemandiriannya.

Penulis: Sri Puswandi – Ketua Dana Mitra Tani
Selengkapnya https://binadesa.org/daulat-di-atas-tanah-sendiri-pertanian-alami-sebagai-roh-desa-swabina/

Pendidikan Kritis, Musyawarah dan Kemandirian Kolektif sebagai Pilar Swabina PedesaanDi banyak desa, pembangunan tampak ...
14/07/2026

Pendidikan Kritis, Musyawarah dan Kemandirian Kolektif sebagai Pilar Swabina Pedesaan

Di banyak desa, pembangunan tampak bergerak, jalan diperbaiki, kantor desa dibangun, bantuan datang, proyek silih berganti. Namun, jika kita lihat lebih dekat, muncul pertanyaan sederhana namun penting : “Apakah desa-desa kita sungguh sedang berjalan menuju swabina, atau masyarakat desa masih terdiam menjadi penonton pembangunan yang ditentukan orang lain?”

Bayangkan jalan mulus yang menghubungkan kantor baru, sementara sawah mongering dan anak-anak menatap kosong lading yang tidak dikelola. Itulah tantangan nyata Swabina Pedesaan.

Pendidikan dan pengorganisasian adalah inti yang menyalakan kesadaran dan mengerahkan langkah. Sementara musyawarah menjadi fondasi yang menjembatani seluruh proses, menyalurkan energi kolektif untuk menjadi aksi nyata yang terasa di setiap sudut desa.

Penulis: Hartati, Kepala Bidang Pendidikan dan Pengorganisasian Bina Desa

Selengkapnya https://binadesa.org/pendidikan-kritis-musyawarah-dan-kemandirian-kolektif-sebagai-pilar-swabina-pedesaan/

KEPAL Desak MK Lindungi Hak Konstitusional Petani dan Nelayan Lewat Putusan Uji Materi UU Cipta KerjaBaca selengkapnya d...
14/07/2026

KEPAL Desak MK Lindungi Hak Konstitusional Petani dan Nelayan Lewat Putusan Uji Materi UU Cipta Kerja

Baca selengkapnya di:

KEPAL mendesak Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi UU Cipta Kerja demi melindungi hak konstitusional petani, nelayan, dan masyarakat

Buletin Bina Desa Edisi 153 telah terbit!Edisi ke-153 Buletin Bina Desa hadir dengan mengangkat tema “Desa Swabina, Anta...
14/07/2026

Buletin Bina Desa Edisi 153 telah terbit!

Edisi ke-153 Buletin Bina Desa hadir dengan mengangkat tema “Desa Swabina, Antara Cita dan Realita.” Tema ini kami pilih sebagai ruang refleksi sekaligus penegasan arah gerakan bersama komunitas desa yang selama ini terus diperkuat. Di tengah perubahan zaman yang kerap menempatkan desa sebagai pelengkap dalam pembangunan, kami percaya desa justru menyimpan kekuatan utama untuk menentukan masa depannya sendiri.

Bagi Bina Desa, kekuatan tersebut kami sebut sebagai Desa Swabina, desa mandiri berbasis gotong royong, tempat warga perempuan, dan laki-laki mengelola sumber penghidupan, mengambil keputusan, serta membangun kesejahteraan bersama. Konsep ini bertumpu pada kemampuan, pengetahuan, pengalaman, kemandirian, dan kepemimpinan masyarakat desa sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima kebijakan.

Melalui edisi ini, kami menghadirkan berbagai tulisan, cerita, dan refleksi dari lapangan, tentang organisasi tani yang semakin menguat, perempuan desa yang memimpin perubahan, ekonomi komunitas yang dibangun dari bawah, hingga praktik pertanian alami yang terus berkembang. Semua ini menunjukkan bahwa Desa Swabina bukan sekadar cita-cita, melainkan proses nyata yang sedang dihidupi.

Kami berharap edisi ini dapat memperkaya perspektif, menguatkan keyakinan, dan menginspirasi langkah bersama dalam membangun desa yang berdaulat. Karena pada akhirnya, pembangunan sejati dimulai dari mereka yang setiap hari menjaga tanah, air, benih, dan kehidupan.

Selamat membaca.

Unduh E-Buletin 153 disini https://binadesa.org/buletin-153/

KESEMPATAN BERKARYAPendamping LapanganYayasan Bina DesaYayasan Bina Desa mengundang individu yang memiliki kepedulian te...
30/06/2026

KESEMPATAN BERKARYA
Pendamping Lapangan
Yayasan Bina Desa

Yayasan Bina Desa mengundang individu yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat pedesaan dan pertanian berkelanjutan untuk bergabung sebagai *Pendamping Lapangan*.

🌱 Tugas Utama
Mendampingi kelompok tani dan masyarakat pedesaan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, pengorganisasian komunitas, serta pengembangan pertanian berkelanjutan.

📍 Wilayah Dampingan
* Desa Taiftob, Kiufatu, dan Fatuoni (Kabupaten Timor Tengah Selatan)
* Desa Nunmafo dan Fatuteta (Kabupaten Kupang)

✅ Kualifikasi Singkat
* Usia maksimal 35 tahun.
* Pendidikan minimal SLTA/D3 (S1 menjadi nilai tambah).
* Memiliki pengalaman pendampingan masyarakat atau kelompok tani.
* Mampu memfasilitasi kelompok dan kegiatan lapangan.
* Bersedia tinggal di desa lokasi program.
* Memiliki SIM C atau SIM A serta mampu berkendara.
* Menguasai Bahasa Dawan (Uab Meto) menjadi nilai tambah.

📧 Kirim Berkas
Surat Lamaran, CV, dan Portofolio (jika ada) ke:
*[[email protected]](mailto:[email protected])*

🗓️ Batas akhir pengiriman lamaran:
*Minggu, 5 Juli 2026, pukul 23.59 WIB.*

📄 Informasi kualifikasi lengkap dapat dilihat pada *poster terlampir* atau melalui *website Bina Desa: https://binadesa.org*.

Mari bergabung bersama Yayasan Bina Desa untuk mendukung pemberdayaan masyarakat pedesaan dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. 🌿

🙏 Silakan bagikan informasi ini kepada keluarga, sahabat, atau rekan yang memiliki semangat untuk bekerja bersama masyarakat pedesaan.

Membangun Desa Agroekologi: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kemandirian WargaPenulis: Sri Puswandi (Anggota Dewan Pen...
24/06/2026

Membangun Desa Agroekologi: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Warga

Penulis: Sri Puswandi (Anggota Dewan Pengarah Kemitraan Agroekologi)

Pembangunan desa tidak cukup hanya diukur dari peningkatan hasil panen semata. Konsep desa agroekologi menawarkan pendekatan yang lebih luas, yang memadukan sistem pertanian, ketahanan pangan, kesejahteraan ekonomi, serta kelestarian lingkungan secara seimbang. Desa jenis ini mengembangkan seluruh aspek kehidupannya berdasarkan prinsip-prinsip agroekologi, dengan tujuan akhir tidak hanya memaksimalkan produksi, tetapi juga menjaga kesehatan tanah, menjamin keberagaman pangan, memperkuat kemandirian petani, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat secara aktif.

Selengkapnya https://binadesa.org/membangun-desa-agroekologi-jalan-menuju-kedaulatan-pangan-dan-kemandirian-warga/

Address

Jalan Saleh Abud 18-19
Jakarta
13330

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BINA DESA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to BINA DESA:

Shortcuts

Share